#30 tag 24jam
Kebakaran di Tambora, Tragedi yang Renggut Lima Nyawa Dua Keluarga
Kebakaran melanda Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Selasa dini hari, mengakibatkan lima korban jiwa, termasuk dua anak. Halaman all [953] url asal
#kebakaran-rumah-di-tambora #kebakaran-karena-korsleting
(Kompas.com) 16/10/24 10:03
v/16544095/
JAKARTA, KOMPAS.com - Tambora terbakar lagi. Setidaknya, selama Januari-Oktober 2024, ada lebih dari 30 insiden kebakaran melanda perkampungan padat penduduk di kecamatan yang terletak di Jakarta Barat itu.
Terbaru, kebakaran terjadi di Kelurahan Kalianyar, Tambora, Selasa (15/10/2024) dini hari. Dua keluarga yang terdiri dari lima orang tewas dalam kebakaran tersebut.
Kelimanya yakni ibu berinisal A (40) dan dua anaknya, AS (13) serta Y (12). Lalu nenek berinisial S (66) dan cucunya R (7).
Tewas berpelukan
Dua dari lima korban ditemukan tak bernyawa sambil berpelukan di sebelah bak air di kamar mandi mereka.
Keduanya adalah kakak beradik AS dan Y. Dua bocah malang tersebut berusaha berlindung dari amukan si jago merah.
Sementara, ibu kedua bocah tersebut, A, ditemukan tewas di depan pintu kamar mandi.
Hal itu disampaikan oleh Ketua RW 02 Kalianyar, Suwardi, yang membersamai tim Inafis Polri untuk mengevakuasi jenazah korban kebakaran.
Suwardi menyebut, jasad ketiga korban tidak bisa lagi dikenali ketika ditemukan.
"Kondisinya itu yang dua di dalam kamar mandi, si AS sama adiknya. Sedangkan ibunya si A itu ada di luar, di depan pintu kamar mandi. Kamar mandi di lantai bawah atau lantai satu," kata Suwardi saat ditemui di lokasi, Selasa.
Dimintai tolong
Sementara, wakil ketua RT setempat bernama Enos (52) bersaksi, ketika kebakaran terjadi, keluarga korban sempat memintanya menyelamatkan S dan R yang terjebak di lantai tiga rumah.
"Ibu RT sempet minta tolong ke saya untuk ngeluarin ibu (S) sama anaknya (R)," kata Enos di lokasi, Selasa (15/10/2024).
Enos pun sempat mengajak warga lain untuk menolong korban. Namun, niat tersebut diurungkan melihat besarnya kobaran api.
Usai kebakaran, pada Selasa pagi sekira pukul 06.00 WIB, Enos membersamai tim Inafis Polri untuk mengevakuasi korban di rumah S.
Di lokasi tersebut, tim Inafis menemukan jasad R di bawah reruntuhan bangunan dalam kondisi mengenaskan.
KOMPAS.com/RAMA PARAMAHAMSA Kondisi rumah R (7) dan S (66) selepas kebakaran di Tambora, Selasa (15/10/2024).Butuh waktu lebih lama untuk tim Inafis mencari jasad S. Jasad lansia tersebut baru ditemukan pada sore hari.
Jasad kelima korban lantas dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Polri Jakarta Timur untuk dievakuasi.
Kebocoran tabung gas
Kebakaran yang menghanguskan sekira 2.000 meter persegi permukiman warga di Kalianyar itu diduga terjadi karena kebocoran tabung gas. Akibat kejadian tersebut, sekira 30 rumah ludes terbakar.
"Dugaan penyebab diduga karena kebocoran gas," kata Kasiops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat Syarifudin.
Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol M Syahduddi. Dia bilang, hasil pengecekan sementara tim Inafis menemukan, penyebab kebakaran berasal dari tabung gas yang meledak.
Ledakan itu lantas menimbulkan api dan merembet ke banyak rumah warga di Kalianyar.
"Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh tim Inafis bahwa memang diduga ada ledakan dari tabung gas LPG milik salah satu rumah warga yang meledak sehingga mengakibatkan terjadinya percikan api dan terjadi kebakaran dan merambat ke rumah-rumah warga di sekitarnya," kata Syahduddi, Selasa.
Syahduddi menyebut, kebakaran terjadi pada dini hari, ketika mayoritas warga sedang beristirahat.
Pemadaman pun sulit dilakukan lantaran akses keluar masuk di Jalan Kalianyar IV yang sempit.
"Akses masuk dan keluar juga sangat-sangat terbatas sehingga ini yang menyulitkan korban untuk keluar dari lokasi kebakaran, sehingga terjebak dalam kebakaran tersebut," tambah dia.
Diserahkan ke keluarga
Pada Senin malam, RS Polri berhasil mengidentifikasi jasad kelima jenazah. Kelimanya yakni, Raihan Hartanto (7), Sri Aniyati (66), Arianti (39), Rian Asgar (13), dan Youka Prasetyo (12).
"Terdapat dua rumah yang mengalami kebakaran dengan korban sejumlah lima orang yang teridentifikasi dua orang perempuan dewasa, tiga orang anak laki-laki," kata Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri Brigjen Prima Heru di RS Polri, Selasa.
Identifikasi lima jenazah dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri berdasarkan pemeriksaan gigi dan catatan medis.
Heru mengatakan, pihaknya sempat menemui kendala dalam proses identifikasi lantaran wajah para korban sulit dikenali.
Setelah proses identifikasi selesai, kelima jenazah langsung diserahkan RS Polri kepada keluarga pada Senin, sekitar pukul 22.40 WIB.
Karumkit Heru Prima memimpin langsung prosesi penyerahan jenazah kepada keluarga korban. Prosesi tersebut diwarnai isak tangis keluarga.
Selanjutnya, oleh keluarga, korban akan dimakamkan di TPU Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.
"Selanjutnya jenazah akan diserahkan kepada keluarga melalui penyidik Polsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat," ucap Heru.
Evaluasi
Terpisah, Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto menyebut, pihaknya telah menyiapkan liang lahad untuk lima korban kebakaran di Kalianyar.
Selain itu, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota juga bakal memfasilitasi kendaraan untuk prosesi pemakaman para korban.
"Stand by dari Dinas Pertaman dan Hutan Kota untuk membantu warga sekiranya mungkin masih ditemukan. Dan sampai saat ini dari jajaran Dinas Pertamanan dan Hutan Kota mempersiapkan sarana prasarana, termasuk juga armada untuk mengurus jenazah sampai pemakaman," kata Uus saat ditemui di lokasi, Selasa.
Uus menambahkan, dia bakal meminta Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Barat untuk mengintensifkan simulasi penanganan kebakaran guna mencegah terjadinya peristiwa serupa.
"Sebagai bahan evaluasi ya, mungkin nanti saya juga minta kepada teman-teman jajaran Dinas Damkar sebagai pengingat dilaksanakan kembali simulasi terkait dengan masalah penanganan kebakaran di Jakarta Barat," tambah Uus.