JAKARTA, investor.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok 9,9 poin (0,13%) ke level 7.547,1 pada penutupan sesi I, Rabu (9/10/2024). Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG hari ini bergerak lambat karena pelaku pasar tengah harap-harap cemas menanti rilis risalah The Fed dan data inflasi Amerika Serikat (AS).
Pilarmas menjelaskan, risalah The Fed tersebut tentunya akan memberikan pandangan baru jalur kebijakan moneter The Fed selanjutnya. Tidak hanya itu, pasar juga menantikan rilis data inflasi yang tentunya ini akan menjadi rujukan The Fed terhadap kebijakan moneternya.
“Pasar tampaknya menilai bahwa The Fed masih fokus mencapai sasaran inflasi dan berupaya menghindari perlambatan lapangan kerja,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Rabu (9/10/2024).
Sebelumnya Presiden Bank Sentral Boston Susan Collins mencatat bahwa pemangkasan suku bunga harus dilakukan secara hati-hati dan berdasarkan data. Tidak hanya itu, The Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan meskipun risiko inflasi telah menurun, ancaman terhadap pasar tenaga kerja telah meningkat, meskipun perekonomian masih kuat.
Selanjutnya, tambah Pilarmas, pasar mempertimbangkan besaran pemangkasan suku bunga acuannya, berdasarkan CME Fedwatch probabilitas pemangkasan sebesar 88% dengan penurunan 25bps.
Disisi lain, Pilarmas mengatakan, kabar kemungkinan gencatan senjata antara pasukan Israel dan Hizbullah. Dimana pihak Hizbullah mendukung upaya ketua parlemen Lebanon yang menyerukan perdamaian dan mencapai gencatan senjata dengan Israel.
Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah mengungkapkan mendukung upaya politik yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Nabih Berri di bawah bendera pencapaian gencatan senjata. Setelah gencatan senjata ditetapkan dan diplomasi dapat mencapainya, semua rincian lainnya akan dibahas dan keputusan akan dibuat secara kolaboratif.
“Tentunya ini akan menghentikan peperangan serangan militer dan membuka ruang perdamaian,” jelas Pilarmas.
Sentimen Dalam Negeri
Dari dalam negeri, Pilarmas mengatakan, Indeks Penjualan Riil (IPR) bulan Agustus mengalami peningkatan pertumbuhannya. Bank Indonesia (BI) dalam rilis mencatatkan bahwa pada Agustus 2024, IPR mencatat peningkatan. IPR tercatat 215,9 atau tumbuh sebesar 5,8% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 4,5% (yoy).
Kenaikan tersebut tidak terlepas dukungan dari tingkat konsumsi rumah tangga, BI mengungkapkan bahwa kenaikan IPR tersebut di dorong terutama oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dan bahan bakar kendaraan bermotor
Pada sesi pertama hari ini, saham-saham yang mengalami kenaikan terbesar JSPT, SKBM, LEAD, BCIC, PPRE. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar SAPX, HADE, MTFN, JGLE, REAL.
Pilarmas merekomendasikan saham EXCL untuk perdagangan di sesi II. “Kami merekomendasikan EXCL buy dengan support dan resistance di level 2.270 – 2.370,” tutup Pilarmas.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News