#30 tag 24jam
Saat Para Pendeta Nasrani Menangis Mendengarkan Bacaan Alquran
Pendeta pada masa Rasulullah SAW juga beriman kepada Allah SWT [395] url asal
#ahlul-kitab #kisah-ahlul-kitab #pendeta-nasrani #pendeta-nasrani-membaca-alquran #alquran #keutamaan-alquran #kedudukan-alquran #keistimewaan-alquran #pendeta-nasrani-menangis
(Republika - Iqra) 17/08/24 15:04
v/14521102/
REPUBLIKA.CO.ID,
JAKARTA— Alquran mengisahkan adanya pendeta dan rahib Nasrani yang beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Mereka percaya Isa adalah hamba Allah, Rasul dan anugerah yang diberikan kepada Maryam.
Ibnu Katsir dalam Qashash al-Anbiya menjelaskan, kisah Najasyi, raja Abisinia, dan para imigran yang datang ke Abisinia dari para sahabat Rasulullah SAW.
Ketika Najasyi mendengar surat Maryam dari Ja'far bin Abī Thālib -RA, dia menangis hingga jenggotnya basah, begitu juga orang-orang yang bersamanya dari kalangan pendeta dan rahib, mereka menangis hingga membasahi Alquran.
Allah SWT mengisyaratkan di dalam Kitab-Nya tentang tangisan sebagian pendeta dan rahib saat mendengar Al Qur'ān, dan menyatakan bahwa orang-orang yang mengetahui kebenaran adalah orang-orang yang paling dekat dan paling bersahabat dengan orang-orang yang beriman.
لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا ۖ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ
وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَىٰ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ
“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri.
Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s. a. w.).” (QS al-Maidah: 82-83).
Fakta ini juga diterangkan surat al-Isra ayat 107-109 dan surat al-Qashah 52-55. Rasulullah SAW bersabda mengabarkan bahwa barang siapa dari ahli kitab yang beriman kepada nabinya, kemudian beriman kepada Muhammad SAW, maka Allah akan memberinya pahala dua kali lipat. Rasulullah SAW bersabda:
ثلاثة لهم أجران: رجلٌ من أهل الكتاب آمن بنبيه وآمن بمحمد صلى الله عليه وسلم، والعبد المملوك إذا أدَّى حق الله وحق مواليه، ورجلٌ كانت له أَمَةٌ فأدَّبها فأحسن تأديبها، وعلَّمها فأحسن تعليمها، ثم أعتقها فتزوَّجها فله أجران
BACA JUGA:Coba Cari Kesalahan Alquran, Mualaf Lamaan Ball: Tuhan Jika Engkau Ada, Bimbinglah Aku
“Tiga orang mendapatkan dua pahala: Seorang laki-laki ahli kitab yang beriman kepada nabinya dan beriman kepada Muhammad SAW, seorang hamba sahaya yang menunaikan hak Allah dan hak walinya, dan seorang laki-laki yang memiliki seorang hamba sahaya, lalu ia mendidiknya dengan baik dan mengajarinya dengan baik, kemudian ia memerdekakannya lalu menikahinya, maka baginya dua pahala.” (HR Bukhari dan Muslim dalam kitab Shahih-nya dari hadis Abu Musa Al-Asy'ari RA)
4 Peristiwa Masa Depan yang Disebutkan Alquran Ini Benar-benar Terjadi
Alquran mengabarkan sejumlah peristiwa masa depan [831] url asal
#mukjizat-alquran #keutamaan-alquran #kedudukan-alquran #keistimewaan-alquran #kekalahan-persia #perang-badar #fathu-makkah
(Republika - Iqra) 09/08/24 22:15
v/13964965/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Alquran adalah mukjizat sepanjang masa. Di antara bentuk kemukjizatan Alquran adalah penginformasain peristiwa masa depan yang akhirnya terbukti.
Prof Raghib as-Sirjani, dalam al-I'jaz al-Ghaibi fi Al-Quran al-Karim, mengatakan Alquran telah menginformasikan peristiwa yang akan terjadi pada masa depan, lalu benar-benar terjadi, tidak berbeda atau berubah sedikitpun. “Ini tidak mungkin ada campur tangan manusia,” kata as-Sirjani.
Berikut ini, contoh peristiwa masa depan yang dikabarkan Alquran dan benar-benar terjadi:
Pertama, kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia
Salah satu contoh mukjizat yang ajaib dalam Alquran adalah firman Allah SWT tentang kemenangan Romawi atas Persia, dalam firman-Nya:
الم غُلِبَتِ الرُّومُ فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُون فِي بِضْعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ الْأَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ ۚ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ بِنَصْرِ اللَّهِ ۚ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
“Alif Laam Miim. Telah dikalahkan bangsa Rumawi di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman. Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Mahaperkasa lagi Penyayang.” (QS Ar Rum: 1-5).
Asal mula kejadiannya adalah bahwa Persia, penyembah berhala, mengalahkan Romawi ahli kitab sehingga orang-orang kafir Makkah menyombongkan diri terhadap Nabi SAW dan para sahabatnya, maka Allah menurunkan ayat-ayat sebelumnya sebagai tantangan bagi orang-orang Arab dan kabar gembira bagi orang-orang mukmin, karena golongan orang beriman akan menang, tetapi yang menjadi perhatian kita adalah bahwa Alquran menceritakan peristiwa gaib yang penting, yang tak seorang pun dapat, pada waktu itu, mengubah atau mendustakannya.
Inilah salah satu warna mukjizat gaib yang dibawa oleh Alquran, yang menantang semua orang yang tidak mematuhinya atau mengingkari kebenarannya, dan terjadilah apa yang telah Allah beritahukan kepada kita, yaitu kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia, dan itu terjadi pada saat Perang Badar.
Kedua, kemenangan kaum Muslim yang dipandang mustahil
Salah satu ayat Alquran yang menandakan kemenangan kaum Muslimin yang lemah di Makkah atas musuh mereka dan berdirinya negara mereka adalah:
سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّونَ الدُّبُرَ
“Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang. “(QS al-Qamar: 45).
Ibnu Katsir -rahimahullah- menyebutkan dalam tafsirnya bahwa ketika ayat ini turun, "Umar berkata, "Golongan apakah yang akan dikalahkan, golongan apakah yang akan dikalahkan?" Umar berkata, "Ketika itu adalah hari Badar, aku melihat Rasulullah -ṣhallallāhu 'alaihi wa sallam- melompati perisai, lalu bersabda, "Golongan itu akan dikalahkan dan mereka akan berbalik.” Saat itu aku mengetahui maknanya.”.
Ketiga...
Ketiga, kabar gembira memasuki Masjidil Haram
Salah satu bentuk mukjizat gaib adalah janji Allah kepada Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman untuk memasuki Masjidil Haram dan bertawaf di Kabah, Allah berfirman:
لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ ۖ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ ۖ فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا فَجَعَلَ مِنْ دُونِ ذَٰلِكَ فَتْحًا قَرِيبًا
“Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.” (QS al-Fath: 27).
Ayat ini diturunkan pada saat keberangkatan dari Hudaybiyyah. Imam Ibnu Katsir mengatakan dalam penjelasan ayat-ayat ini: "Rasulullah SAW diperlihatkan dalam mimpi bahwa beliau telah memasuki Makkah dan melakukan tawaf di Baitullah, maka beliau memberitahukan hal ini kepada para sahabatnya ketika berada di Madinah, dan ketika mereka berangkat pada tahun Hudaibiyah, sebagian mereka tidak meragukan mimpi-mimpi ini akan tertafsirkan tahun ini. "
Ketika terjadi perdamaian dan mereka kembali pada tahun tersebut dengan syarat akan kembali pada tahun berikutnya, maka sebagian sahabat merasa ada yang tidak beres, hingga Umar bin Khaththab menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah SAW dan berkata, "Bukankah engkau telah mengatakan kepada kami bahwa kami akan datang ke Baitullah dan bertawaf di sana?"
Dia berkata, "Ya, apakah aku telah mengatakan kepada kalian bahwa kita akan datang ke sana tahun ini?" Umar berkata, "Aku jawab, tidak." Beliau bersabda, "Sungguh, kalian akan mengunjunginya dan bertawaf di dalamnya."
Janji ini sepenuhnya terealisasi pada tahun berikutnya; Nabi dan para sahabatnya melaksanakan ibadah umrah seperti yang telah diingatkan oleh Alquran, dengan kepala gundul dan keamanan di Masjidil Haram, dan ini terjadi pada bulan Zulkaidah tahun ketujuh hijrah.
Keempat, janji untuk memberdayakan agama di bumi
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS An-Nuur: 55).
Kaum Muslimin mencapai hal ini dalam waktu kurang dari dua puluh lima tahun, memenuhi pendengaran dan penglihatan dengan nilai-nilai dan peradaban mereka, memperluas kekhalifahan mereka dari Cina di timur ke Samudra Atlantik di barat, dan bahkan mencapai Eropa di utara.
Tidak diragukan lagi bahwa realisasi apa yang telah diramalkan oleh Alquran, tanpa ada kekurangan dalam menjelaskan rincian kondisi kaum Muslimin, atau perubahan waktu pelaksanaan, untuk menunjukkan dengan jelas kebenaran Allah dan Rasul-Nya.
5 Hadits Ini Ungkap Kekhawatiran Rasulullah SAW dan Terbukti Umat Mulai Tinggalkan Alquran
Rasulullah SAW memperingatkan umatnya agar tak tinggalkan Alquran [452] url asal
#membaca-alquran #keutamaan-membaca-alquran #pahala-membaca-alquran #meninggalkan-alquran #kedudukan-alquran #alquran-kiamat #al-furqan-30
(Republika - Iqra) 07/08/24 16:40
v/13698353/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Allah SWT memperingatkan hamba-Nya untuk tidak meninggalkan Alquran. Hal ini sebagaimana terabaikan dalam surat Al-Furqan ayat 30:
وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا
“Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Alquran itu sesuatu yang tidak diacuhkan."
Lantas apakah yang dimaksud dengan meninggalkan Alquran tersebut? Ibnu al-Qayyim menjelaskan beberapa makna meninggalkan yaitu pertama meninggalkan dari kebiasaan mendengarnya, mempercayainya, dan mendengarkannya.
Kedua, meninggalkan dengan tak mengamalkannya dan mengabaikan halal dan haramnya, meskipun membacanya dan meyakininya.
Ketiga, meninggalkan pengadilan dan merujuknnya dalam memutuskan masalah-masalah pokok dan cabang agama, dan meyakini bahwa ia tidak memberikan kepastian, dan dalil-dalilnya hanya bersifat lisan dan tidak memberikan ilmu.
Keempat, meninggalkan berobat kepadanya dalam segala penyakit dan penyakit hati, mencari kesembuhan dari selainnya dan meninggalkan kesembuhan darinya.
Kelima, meninggalkan mempelajarinya, memahaminya, dan mengetahui apa yang diinginkan dari Allah SWT.
Kemudian Rasulullah SAW dalam berbagai riwayat memperingatkan bahaya meninggalkan Alquran yaitu antara lain sebagai berikut:
1. Dari ‘an Amr bin Syu’aib: ‘an Abihi: ‘an Jaddihi yang berkata, Rasulullah SAW bersabda:
يمثل القرآن يوم القيامة رجلًا، فيؤتى بالرجل قد حمله فخالف أمره، فيتمثل له خصمًا، فيقول: يا رب، حملته إياي فبئس حامل تعدى حدودي، وضيع فرائضي، وركب معصيتي وترك طاعتي، فما يزال يقذف عليه بالحجج حتى يقال: شأنك به فيأخذ بيده فما يرسله حتى يكبه على منخره في النار
“Nanti pada hari Kiamat Alquran (yaitu amalan bacaan Alquran) akan dibentuk menjadi seseorang. Maka didatangkan seseorang yang memikulnya tapi dia menyelisihi perintah Alquran, maka jadilah Alquran itu musuh baginya, seraya berkata: “Wahai Robbku, Engkau menjadikan dia dia memikulku, tapi dia adalah pemikul yang paling buruk, dia melampaui batasan-batasanku, menyia-nyiakan kewajiban-kewajibanku, melanggar larangan-laranganku, meninggalkan ketaatan padaku.” Terus-menerus Alquran melemparkan tuduhan padanya dengan hujjah-hujjah sampai dikatakan padanya: “Lakukan terhadapnya apapun yang engkau ingin lakukan.” Maka Alquran tidak melepaskannya sampai dia melemparkannya hingga tertelungkup di atas hidungnya di dalam." (HR Ibnu Abi Syaibah)
Kedua...
Kedua, dari Saad bin Ubadah RA, Rasulullah SAW bersabda:
ما من امرئ يقرأ القرآن ثم ينساه إلا لقي الله يوم القيامة أجذم
“Tidaklah seseorang membaca Alquran lalu melupakannya kecuali dia akan bertemu dengan Allah SWT dalam kondisi bisu.” (HR Abu Dawud)
Ketiga, dari Abu Musa al-Asya’ari RA, Rasulullah SAW berkata:
تعاهدوا هذا القرآن - فوالذي نفسي بيده - لهو أشد تفلتًا من الإبل مِن عقلها
“Buatlah perjanjian dengan Alqwuran, demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, Alquran itu lebih mudah lepas dibanding unta dari tali kekangnya.” (HR Bukhari Muslim),
Keempat, dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW bersabda:
إنما مثل صاحب القرآن كمثل الإبل المعلقة، إن عاهد عليها أمسكها وإن أطلقها ذهبت
“Sesungguhnya permisalan sahabat Alquran seperti unta yang ditali, jika dia berjanji tak akan melepaskannya, jika dia lepaskan maka Alquran akan pergi.” (Muttafaq Alaih)
Kelima, dari Ali bin Abi Thalib RA, Rasulullah SAW bersabda:
أَلَا إِنَّهَا سَتَكُونُ فِتْنَةٌ فَقُلْتُ مَا الْمَخْرَجُ مِنْهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ كِتَابُ اللَّهِ فِيهِ نَبَأُ مَا كَانَ قَبْلَكُمْ وَخَبَرُ مَا بَعْدَكُمْ وَحُكْمُ مَا بَيْنَكُمْ وَهُوَ الْفَصْلُ لَيْسَ بِالْهَزْلِ مَنْ تَرَكَهُ مِنْ جَبَّارٍ قَصَمَهُ اللَّهُ وَمَنْ ابْتَغَى الْهُدَى فِي غَيْرِهِ أَضَلَّهُ اللَّهُ وَهُوَ حَبْلُ اللَّهِ الْمَتِينُ وَهُوَ الذِّكْرُ الْحَكِيمُ وَهُوَ الصِّرَاطُ الْمُسْتَقِيمُ
“Ingatlah, sesungguhnya akan terjadi fitnah." Lalu aku bertanya; "Bagaimana solusinya wahai Rasulullah?" beliau menjawab: "Kitab Allah, di dalamnya ada kisah tentang peristiwa sebelum kalian, dan setelah kalian, hukum perkara diantara kalian, ia adalah (firman) yang memisahkan (antara yang hak dan yang bathil), bukan senda gurau, barangsiapa meninggalkannya karena bersikap sombong, maka Allah akan membinasakannya, dan barangsiapa mencari petunjuk pada selainnya, maka Allah akan menyesatkannya, ia adalah tali Allah yang kokoh, ia adalah peringatan yang bijaksana, ia adalah jalan yang lurus. (HR Tirmidzi dan Abu Daud).
Ketika Umat Islam Mulai Melupakan Alquran, Begini Kekhawatiran Rasulullah SAW
Rasulullah SAW memperingatkan umatnya agar tak tinggalkan Alquran [452] url asal
#membaca-alquran #keutamaan-membaca-alquran #alquran #pahala-membaca-alquran #meninggalkan-alquran #kedudukan-alquran #alquran-kiamat #al-furqan-30
(Republika - Iqra) 07/08/24 16:40
v/13665265/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Allah SWT memperingatkan hamba-Nya untuk tidak meninggalkan Alquran. Hal ini sebagaimana terabaikan dalam surat Al-Furqan ayat 30:
وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا
“Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Alquran itu sesuatu yang tidak diacuhkan."
Lantas apakah yang dimaksud dengan meninggalkan Alquran tersebut? Ibnu al-Qayyim menjelaskan beberapa makna meninggalkan yaitu pertama meninggalkan dari kebiasaan mendengarnya, mempercayainya, dan mendengarkannya.
Kedua, meninggalkan dengan tak mengamalkannya dan mengabaikan halal dan haramnya, meskipun membacanya dan meyakininya.
Ketiga, meninggalkan pengadilan dan merujuknnya dalam memutuskan masalah-masalah pokok dan cabang agama, dan meyakini bahwa ia tidak memberikan kepastian, dan dalil-dalilnya hanya bersifat lisan dan tidak memberikan ilmu.
Keempat, meninggalkan berobat kepadanya dalam segala penyakit dan penyakit hati, mencari kesembuhan dari selainnya dan meninggalkan kesembuhan darinya.
Kelima, meninggalkan mempelajarinya, memahaminya, dan mengetahui apa yang diinginkan dari Allah SWT.
Kemudian Rasulullah SAW dalam berbagai riwayat memperingatkan bahaya meninggalkan Alquran yaitu antara lain sebagai berikut:
1. Dari ‘an Amr bin Syu’aib: ‘an Abihi: ‘an Jaddihi yang berkata, Rasulullah SAW bersabda:
يمثل القرآن يوم القيامة رجلًا، فيؤتى بالرجل قد حمله فخالف أمره، فيتمثل له خصمًا، فيقول: يا رب، حملته إياي فبئس حامل تعدى حدودي، وضيع فرائضي، وركب معصيتي وترك طاعتي، فما يزال يقذف عليه بالحجج حتى يقال: شأنك به فيأخذ بيده فما يرسله حتى يكبه على منخره في النار
“Nanti pada hari Kiamat Alquran (yaitu amalan bacaan Alquran) akan dibentuk menjadi seseorang. Maka didatangkan seseorang yang memikulnya tapi dia menyelisihi perintah Alquran, maka jadilah Alquran itu musuh baginya, seraya berkata: “Wahai Robbku, Engkau menjadikan dia dia memikulku, tapi dia adalah pemikul yang paling buruk, dia melampaui batasan-batasanku, menyia-nyiakan kewajiban-kewajibanku, melanggar larangan-laranganku, meninggalkan ketaatan padaku.” Terus-menerus Alquran melemparkan tuduhan padanya dengan hujjah-hujjah sampai dikatakan padanya: “Lakukan terhadapnya apapun yang engkau ingin lakukan.” Maka Alquran tidak melepaskannya sampai dia melemparkannya hingga tertelungkup di atas hidungnya di dalam." (HR Ibnu Abi Syaibah)
Kedua...
Kedua, dari Saad bin Ubadah RA, Rasulullah SAW bersabda:
ما من امرئ يقرأ القرآن ثم ينساه إلا لقي الله يوم القيامة أجذم
“Tidaklah seseorang membaca Alquran lalu melupakannya kecuali dia akan bertemu dengan Allah SWT dalam kondisi bisu.” (HR Abu Dawud)
Ketiga, dari Abu Musa al-Asya’ari RA, Rasulullah SAW berkata:
تعاهدوا هذا القرآن - فوالذي نفسي بيده - لهو أشد تفلتًا من الإبل مِن عقلها
“Buatlah perjanjian dengan Alqwuran, demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, Alquran itu lebih mudah lepas dibanding unta dari tali kekangnya.” (HR Bukhari Muslim),
Keempat, dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW bersabda:
إنما مثل صاحب القرآن كمثل الإبل المعلقة، إن عاهد عليها أمسكها وإن أطلقها ذهبت
“Sesungguhnya permisalan sahabat Alquran seperti unta yang ditali, jika dia berjanji tak akan melepaskannya, jika dia lepaskan maka Alquran akan pergi.” (Muttafaq Alaih)
Kelima, dari Ali bin Abi Thalib RA, Rasulullah SAW bersabda:
أَلَا إِنَّهَا سَتَكُونُ فِتْنَةٌ فَقُلْتُ مَا الْمَخْرَجُ مِنْهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ كِتَابُ اللَّهِ فِيهِ نَبَأُ مَا كَانَ قَبْلَكُمْ وَخَبَرُ مَا بَعْدَكُمْ وَحُكْمُ مَا بَيْنَكُمْ وَهُوَ الْفَصْلُ لَيْسَ بِالْهَزْلِ مَنْ تَرَكَهُ مِنْ جَبَّارٍ قَصَمَهُ اللَّهُ وَمَنْ ابْتَغَى الْهُدَى فِي غَيْرِهِ أَضَلَّهُ اللَّهُ وَهُوَ حَبْلُ اللَّهِ الْمَتِينُ وَهُوَ الذِّكْرُ الْحَكِيمُ وَهُوَ الصِّرَاطُ الْمُسْتَقِيمُ
“Ingatlah, sesungguhnya akan terjadi fitnah." Lalu aku bertanya; "Bagaimana solusinya wahai Rasulullah?" beliau menjawab: "Kitab Allah, di dalamnya ada kisah tentang peristiwa sebelum kalian, dan setelah kalian, hukum perkara diantara kalian, ia adalah (firman) yang memisahkan (antara yang hak dan yang bathil), bukan senda gurau, barangsiapa meninggalkannya karena bersikap sombong, maka Allah akan membinasakannya, dan barangsiapa mencari petunjuk pada selainnya, maka Allah akan menyesatkannya, ia adalah tali Allah yang kokoh, ia adalah peringatan yang bijaksana, ia adalah jalan yang lurus. (HR Tirmidzi dan Abu Daud).