TEHERAN, investor.id – Pidato Perdana Menteri (PM) Israel disebut adalah kebohongan dan penuh tuduhan, sebut kelompok pejuang Palestina Jihad Islam. Mereka menyampaikan kritik ini setelah Netanyahu berbicara di hadapan Kongres Amerika Serikat (AS).
Pidato itu sekaligus memperlihatkan PM Israel tersebut tidak berniat mengakhiri perang di Gaza.
Menurut Al Jazeera, Jihad Islam mengatakan Netanyahu telah membuktikan dalam pidatonya bahwa keberadaan dia dalam perang rapuh.
“Kebohongan Netanyahu bahwa tentaranya tidak membunuh satu pun warga sipil dalam serangan di Kota Rafah merupakan hinaan bagi dunia,” tulis Jihad Islam melalui pernyataan resminya, seperti dikutip kantor berita IRNA, Kamis (25/7/2024).
“Ucapan Netanyahu dengan jelas menunjukkan bahwa dia tidak berniat mengakhiri agresinya di Gaza, dan upayanya untuk mendapatkan lampu hijau dari AS adalah untuk memperluas jangkauan perang dan mencakup seluruh wilayah,” terang mereka.
Netanyahu berpidato selama sidang gabungan Kongres AS pada Rabu (24/7/2024), ketika ketegangan meningkat akibat perang yang dilancarkan rezim zionis Israel di Gaza.
Pidato itu dia sampaikan sementara ribuan orang berunjuk rasa di sekitar gedung Kongres AS, Capitol Hill, untuk mengecam kejahatan rezim Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News