#30 tag 24jam
Bisnis Klenik Jadi Ladang Cuan Baru di Medsos, Mengapa Masih Digandrungi? - kumparan.com
Penerawangan atau cek khodam mendadak jadi tren baru yang ramai ditonton di TikTok belakangan. [652] url asal
(Kumparan.com - Bisnis) 07/07/24 11:17
v/9954020/
Penerawangan atau cek khodam mendadak jadi tren baru yang ramai ditonton di TikTok belakangan.
Khodam sendiri dalam bahasa Arab artinya pembantu, penjaga, atau pengawal dengan bentuk yang beragam, dapat berupa jin, roh leluhur, hingga energi.
Kebiasaan meyakini hal-hal berbau supranatural hingga kepercayaan terhadap roh leluhur di Indonesia telah berlangsung lama, sedari tradisi lisan masih kentara. Seperti halnya khodam, yang dalam budaya Jawa dipercaya dapat memberikan berbagai manfaat bagi pemilik weton, mulai dari perlindungan hingga kekuatan spiritual.
Seiring perkembangan zaman, hal-hal berbau klenik ini rupanya beradaptasi dengan teknologi. Tak cuma cek khodam, sejumlah praktik bisnis klenik telah lebih dulu berekspansi ke media digital.
Sebut saja bisnis jasa pasang susuk berikut dengan penjualan susuk dan jimatnya. Ada pula penjualan bulu perindu untuk memikat lawan jenis, hingga penjualan parfum aura.
Pengamat Sosial Universitas Indonesia, Rissalwan Habdy Lubis, berharap masyarakat bisa lebih berhati-hati dengan praktik bisnis klenik di media sosial yang saat ini menjamur. Menurut dia, banyak kasus penipuan yang terjadi dalam bisnis berbau klenik di media sosial ini.
Dia menyoroti fenomena pemalsuan testimoni produk ataupun jasa ilmu klenik di media sosial. "Saya kira yang jadi masalah dari promosi produk klenik ini adalah adanya unsur penipuan ya. Jadi konsumen perlu lebih cerdas untuk memahami penawaran terkait klenik ini, testimoni bisa saja direkayasa sehingga konsumen tertarik untuk membeli," kata Rissalwan kepada kumparan, Rabu (4/7).
Rissalwan tidak menampik banyak orang yang masih mempercayai hal klenik ini, bahkan setelah berekspansi ke media sosial yang notabene merupakan teknologi baru. Sebab, Rissalwan melihat manusia memiliki kebutuhan akan kekuatan besar yang dapat merubah hidup, membuat masyarakat dengan mudah mempercayai hal-hal berbau klenik.
"Nah fenomena tentang harapan tersebut menjadi lebih kompleks karena peran medsos yang menjadi kanal marketing untuk produk-produk dan jasa layanan klenik," terang Rissalwan.
Pengamat ekonomi digital, Heru Sutadi, memandang praktik klenik semacam ini tidak ubahnya seperti orang yang mempercayai ramalan zodiak juga shio. Dengan catatan, tidak menimbulkan kerugian baik materil maupun nonmateril.
"Sebenarnya sama aja dengan ramalan zodiak, shio, kan itu kan lucu-lucuan aja gitu karena semua bintang. Semua shio itu kan ternyata memang bagus ada motivasi di dalam ramalan-ramalan tersebut. Untuk lucu-lucu, untuk kita baca-baca aja sepanjang itu gratis nggak masalah," tutur Heru kepada kumparan, Selasa (2/7).
Artinya, masih dianggap sebagai pemanfaatan media sosial untuk hal-hal yang menyenangkan sepanjang tidak merugikan peminatnya. Sebaliknya, masyarakat harus menyikapi fenomena ini dengan baik, jika bisnis klenik ini dapat menimbulkan kerugian, seperti mengeluarkan uang dengan jumlah yang besar ataupun melakukan sederet ritual.
"Nah yang masalah itu ketika misalnya harus berbayar kemudian juga ada hal-hal lain misalnya gitu ya diharuskan melakukan ritual, itu yang kita harus berhati-hati," jelas Heru.
Dia tidak menampik bahwa perkembangan teknologi digital akan membawa sederet layanan untuk turut bertransformasi, termasuk bisnis yang berbau klenik. Hanya saja, masyarakat harus lebih bijak untuk menyikapi perubahan ini.
"Kalau kita lihat kan memang misalnya film-film horor juga kan juga ramai, artinya mungkin masyarakat juga banyak yang melirik perkembangan digital ini untuk bisa jadi dengan banyak tujuan, banyak motif. Tapi memang kita harus juga secara bijak menyikapi perubahan-perubahan yang terjadi," tutup Heru.
Berdasarkan survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2021, sebanyak 48,65 persen usaha berjualan daring dilakukan melalui media sosial, seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan sebagainya. Sebanyak 20,64 persen di antaranya memiliki akun penjualan di marketplace/platform digital. Lalu ada 4,92 persen usaha yang menggunakan email dalam berjualan online dan hanya 2,05 persen usaha yang menggunakan website.
Berdasarkan data wearesocial pada Januari 2024 dari 139 juta pengguna media sosial di Tanah Air, 90 persen di antaranya merupakan pengguna WhatsApp atau setara dengan dengan 125,1 juta orang.
Sedangkan pengguna Instagram ada 85,3 persen atau 118,56 juta orang, pengguna Facebook 81,6 persen atau 113,42 juta orang, pengguna TikTok 73,5 persen atau 102,16 juta orang dan 57,5 persen di antaranya menggunakan Telegram atau sebanyak 79,92 juta orang.
Menerawang Lowongan Kerja Masa Depan di Era "Khodam" AI
Memang benar, AI tidak akan menggantikan manusia. Namun, manusia dengan AI akan menggantikan manusia yang tidak menggunakannya. [389] url asal
#lowongan-kerja #kecerdasan-buatan #khodam #ai
(Kompas.com) 07/07/24 11:00
v/9975105/
HOMO LUDENS. "Insan yang bermain" menurut filsuf Belanda, Johan Huizinga, menemukan konteksnya dalam fenomena viral "cek khodam online". Bayangkan, mengecek hal gaib menggunakan teknologi online atau daring.
Antropolog Unair, Biandro Wisnuyana menyebut "cek khodam online" menjadi viral karena masyarakat Indonesia sangat suka dengan hal mistis dan cocoklogi (percocokan logika) alias utak-atik gathuk.
Dia menyebut, fenomena ini sifatnya hiburan semata saja. Dalam bahasa gaul Anak Jaksel, have fun saja atau sekadar buat lucu-lucuan saja.
Khodamsendiri dikutip dari berbagai sumber merupakan bahasa Arab yang mengandung arti pembantu. Kata ini kemudian diserap dalam bahasa Indonesia dalam KBBI menjadi khadam yang memiliki makna sama: pembantu atau pelayan.
Sejalan fenomena "cek khodam online" yang rasanya masih harus kita buktikan secara empiris, sesungguhnya sudah ada khadam, "pembantu" manusia modern yang juga tidak kasat mata, namun menjadi bagian keseharian kerja: kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Dalam laporan global Work Trend Index 2024 yang melibatkan 31.000 responden di 31 negara termasuk Indonesia, mengemuka fakta menarik: sebanyak 92 knowledge workers di Indonesia sudah memiliki "khodam" AI di tempat kerja.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan angka global, yakni 75 persen dan Asia Pasifik 83 persen.
Meski tidak seperti "khodam musang sumatera" atau "khodam rawa rontek", khadam AI sama-sama memiliki kemampuan yang bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah bagi manusia, termasuk di dunia kerja.
Oleh karena itu, 76 persen karyawan di Indonesia berinitiatif untuk membawa khodam atau perangkat solusi AI mereka sendiri ke tempat kerja (Bring Your Own AI/BYOAI).
Lalu apa dampak "khodam" AI ini bagi lowongan kerja masa depan pekerja Indonesia? Mari kita terawang bersama.
AI Jadi Keniscayaan Hari Ini
Data Work Trend Index 2024 menyebut sebanyak 69 persen pemimpin perusahaan di Indonesia secara tegas menyatakan mereka tidak akan merekrut karyawan yang tidak memiliki kemampuan menggunakan AI.
Menerawang Lowongan Kerja Masa Depan di Era "Khodam" AI Halaman all - Kompas.com
Memang benar, AI tidak akan menggantikan manusia. Namun, manusia dengan AI akan menggantikan manusia yang tidak menggunakannya. Halaman all?page=all [389] url asal
#lowongan-kerja #kecerdasan-buatan #khodam #ai
(Kompas.com) 07/07/24 11:00
v/9970617/
HOMO LUDENS. "Insan yang bermain" menurut filsuf Belanda, Johan Huizinga, menemukan konteksnya dalam fenomena viral "cek khodam online". Bayangkan, mengecek hal gaib menggunakan teknologi online atau daring.
Antropolog Unair, Biandro Wisnuyana menyebut "cek khodam online" menjadi viral karena masyarakat Indonesia sangat suka dengan hal mistis dan cocoklogi (percocokan logika) alias utak-atik gathuk.
Dia menyebut, fenomena ini sifatnya hiburan semata saja. Dalam bahasa gaul Anak Jaksel, have fun saja atau sekadar buat lucu-lucuan saja.
Khodamsendiri dikutip dari berbagai sumber merupakan bahasa Arab yang mengandung arti pembantu. Kata ini kemudian diserap dalam bahasa Indonesia dalam KBBI menjadi khadam yang memiliki makna sama: pembantu atau pelayan.
Sejalan fenomena "cek khodam online" yang rasanya masih harus kita buktikan secara empiris, sesungguhnya sudah ada khadam, "pembantu" manusia modern yang juga tidak kasat mata, namun menjadi bagian keseharian kerja: kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Dalam laporan global Work Trend Index 2024 yang melibatkan 31.000 responden di 31 negara termasuk Indonesia, mengemuka fakta menarik: sebanyak 92 knowledge workers di Indonesia sudah memiliki "khodam" AI di tempat kerja.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan angka global, yakni 75 persen dan Asia Pasifik 83 persen.
Meski tidak seperti "khodam musang sumatera" atau "khodam rawa rontek", khadam AI sama-sama memiliki kemampuan yang bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah bagi manusia, termasuk di dunia kerja.
Oleh karena itu, 76 persen karyawan di Indonesia berinitiatif untuk membawa khodam atau perangkat solusi AI mereka sendiri ke tempat kerja (Bring Your Own AI/BYOAI).
Lalu apa dampak "khodam" AI ini bagi lowongan kerja masa depan pekerja Indonesia? Mari kita terawang bersama.
AI Jadi Keniscayaan Hari Ini
Data Work Trend Index 2024 menyebut sebanyak 69 persen pemimpin perusahaan di Indonesia secara tegas menyatakan mereka tidak akan merekrut karyawan yang tidak memiliki kemampuan menggunakan AI.
Menerawang Lowongan Kerja Masa Depan di Era "Khodam" AI
Memang benar, AI tidak akan menggantikan manusia. Namun, manusia dengan AI akan menggantikan manusia yang tidak menggunakannya. Halaman all [818] url asal
#lowongan-kerja #kecerdasan-buatan #khodam #ai
(Kompas.com - Money) 07/07/24 11:00
v/9956549/
HOMO LUDENS. "Insan yang bermain" menurut filsuf Belanda, Johan Huizinga, menemukan konteksnya dalam fenomena viral "cek khodam online". Bayangkan, mengecek hal gaib menggunakan teknologi online atau daring.
Antropolog Unair, Biandro Wisnuyana menyebut "cek khodam online" menjadi viral karena masyarakat Indonesia sangat suka dengan hal mistis dan cocoklogi (percocokan logika) alias utak-atik gathuk.
Dia menyebut, fenomena ini sifatnya hiburan semata saja. Dalam bahasa gaul Anak Jaksel, have fun saja atau sekadar buat lucu-lucuan saja.
Khodamsendiri dikutip dari berbagai sumber merupakan bahasa Arab yang mengandung arti pembantu. Kata ini kemudian diserap dalam bahasa Indonesia dalam KBBI menjadi khadam yang memiliki makna sama: pembantu atau pelayan.
Sejalan fenomena "cek khodam online" yang rasanya masih harus kita buktikan secara empiris, sesungguhnya sudah ada khadam, "pembantu" manusia modern yang juga tidak kasat mata, namun menjadi bagian keseharian kerja: kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Dalam laporan global Work Trend Index 2024 yang melibatkan 31.000 responden di 31 negara termasuk Indonesia, mengemuka fakta menarik: sebanyak 92 knowledge workers di Indonesia sudah memiliki "khodam" AI di tempat kerja.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan angka global, yakni 75 persen dan Asia Pasifik 83 persen.
Meski tidak seperti "khodam musang sumatera" atau "khodam rawa rontek", khadam AI sama-sama memiliki kemampuan yang bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah bagi manusia, termasuk di dunia kerja.
Oleh karena itu, 76 persen karyawan di Indonesia berinitiatif untuk membawa khodam atau perangkat solusi AI mereka sendiri ke tempat kerja (Bring Your Own AI/BYOAI).
Lalu apa dampak "khodam" AI ini bagi lowongan kerja masa depan pekerja Indonesia? Mari kita terawang bersama.
AI Jadi Keniscayaan Hari Ini
Data Work Trend Index 2024 menyebut sebanyak 69 persen pemimpin perusahaan di Indonesia secara tegas menyatakan mereka tidak akan merekrut karyawan yang tidak memiliki kemampuan menggunakan AI.
Bahkan, 76 persen cenderung akan memilih calon karyawan dengan pengalaman kerja lebih sedikit, tetapi jago menggunakan AI, dibandingkan kandidat berpengalaman, tapi tidak mampu menggunakan AI.
Tidak sampai di situ, sebanyak 77 persen pemimpin perusahaan mengaku akan diberi tanggung jawab lebih besar kepada karyawan junior yang memiliki kemampuan menggunakan AI.
Dari data ini kita dapat belajar, mengakuisisi AI sebagai "khodam" di dunia kerja telah menjadi keniscayaan yang tidak bisa ditolak. Tidak menunggu nanti, tidak menunggu dua atau tiga tahun lagi melainkan saat ini di tahun 2024.
Dari sisi perusahaan, pemimpin perusahaan akan memilih calon karyawan dengan kemampuan menggunaan AI untuk mendapatkan talenta terbaik bagi mereka.
Sedangkan dari sisi karyawan atau calon karyawan, kemampuan menggunaan AI menjadi daya jual yang unggul dibanding mereka yang tidak memiliki kemampuan ini.
Riset LinkedIn menyebut, lowongan pekerjaan yang mensyaratkan kemampuan kecerdasan buatan atau AI mengalami peningkatan 17 persen lebih tinggi dibandingkan dua tahun terakhir.
Dari riset yang sama, sebanyak 22 persen pemberi lowongan kerja mengatakan mereka sedang menambahkan deskripsi pekerjaan untuk menambahkan penggunaan AI dalam job desk atau peran/tugas kerja.
Dari angka tersebut, riset LinkedIn mencatat meningkatnya syarat kemampuan AI dalam berbagai lowongan profesi atau bidang pekerjaan seperti penulis konten (33 persen), desain grafis (27 persen), marketing manajer (24 persen), front end developer (19 persen), desainer produk (18 persen), manajer operasional (17 persen), web developer (16 persen), hingga manajer akunting (14 persen).
Akankah AI Menggantikan Manusia?
Gelombang besar penggunaan AI ini nampaknya perlu disadari oleh para pencari kerja di hari ini.
Nicky Vallelly, Kepala Talent Acquisition di Google DeepMind memberikan tips kepada job seeker untuk memperkaya kemampuan dengan penguasaan AI sebagai hard skill yang wajib dimiliki.
Generasi Boomers (58 tahun ke atas) atau Gen X (44-57 tahun) pernah mengalami ada masa di mana salah satu syarat umum dalam setiap lowongan kerja berbunyi "menguasai Windows dan Microsoft Office lebih diminati/disukai".
Kondisi seperti itulah yang dirasakan hari-hari belakang ini di mana AI menjadi "kemampuan dasar" yang harus dimiliki para pencari kerja.
Selain mengasah skill AI, saran lain yang diberikan bagi para pencari kerja adalah menguasai kemampuan-kemampuan yang saat ini belum tergantikan AI.
Soft skill itu di antaranya adalah kemampuan berkomunikasi, membangun relasi/jejaring, kemampuan beradaptasi, mengatasi masalah, dan berpikir kritis.
Kutipan dari artikel Harvard Business Review yang ditulis Karim Lakhani, Profesor di Harvard Business School rasanya dapat menjadi penanda tebal dari seluruh tulisan ini: "AI Won't Replace Humans, but Humans Using AI Will Replace Humans Without AI".
Memang benar, AI tidak akan menggantikan manusia. Namun, manusia dengan AI akan menggantikan manusia yang tidak menggunakannya.
Omong-omong sudah punya "khodam" AI belum?
Mendulang Cuan dari Klenik, Merambah ke Media Sosial - kumparan.com
Dari susuk hingga cek khodam, berbagai bisnis klenik kini dijajakan di media sosial. [1,476] url asal
(Kumparan.com - Bisnis) 07/07/24 09:38
v/9946988/
Febi (24 tahun) kini punya kebiasaan baru kala berselancar di media sosial: Menonton live cek khodam. Kreator untuk hal berbau klenik satu ini tengah menjamur di TikTok.
Para kreator live cek khodam ini punya sejumlah kemiripan. Membubuhkan nuansa mistis, sebagian besar menggunakan latar belakang penampakan foto Nyi Roro Kidul, atau harimau putih.
Cara mereka menjajakan jasa pun nyaris senada. Membacakan nama yang ditulis di kolom komentar, dengan nada suara nyaris datar dan serius. Meski sebagian muncul dengan kesan versi lucu-lucuan dari segi gambar dan tekanan suara.
Kendati tak terlalu percaya, Febi mengaku tetap kerasan menonton siaran langsung itu hingga lewat tengah malam. Meski begitu, karyawan swasta di bilangan Jakarta itu menyatakan tidak pernah melempar gift seperti penonton lainnya.
“Gue kadang nonton sampai jam 1 pagi. Gue enggak percaya sama sekali, sih. Cuma kadang seru aja, karena FOMO doang," ungkap dia saat berbincang dengan kumparan, Selasa (25/6).
Jasa pengecekan atau penerawangan khodam ini jadi salah satu ladang bisnis baru bagi mereka yang melihatnya sebagai potensi. Puluhan hingga ratusan akun cek khodam langsung bermunculan.
Tiap live, si pembaca khodam rata-rata mencantumkan syarat berupa pemberian gift mawar atau donat supaya namanya dibacakan. Untuk satu tangkai mawar, uang yang mesti dikeluarkan Rp 250.
"Kalau enggak kasih gift enggak dibacain. Gue enggak pernah dibacain," kata Febi.
Walau banyak yang menonton sebagai hiburan, namun tak sedikit juga kreator kebanjiran gift dari live-live penerawangan khodam ini.
Bila Febi menyimak hal-hal berbau klenik di media sosial itu karena ikut-kutan, lain halnya dengan Dadang (30 tahun). Pemuda asal Padang itu sudah akrab dengan hal-hal berbau klenik sejak 2009.
Sayangnya, Dadang menilai di Indonesia keyakinan terhadap klenik itu jatuh lantaran menurutnya ada banyak yang palsu alias bohongan.
"Kalau klenik itu memang ada yang nyata, tapi di Indonesia banyak bohongnya. Yang palsu banyak, banyak pembodohan, ungkap Dadang.
Pun begitu kesan wirausaha tersebut terhadap live cek khodam yang bertebaran. Merasa banyak hal klenik dalam negeri yang tidak meyakinkan, ia lebih banyak mempelajari yang berasal dari luar negeri.
Reiki dan Attunement dua di antaranya yang ia tekuni. Alih-alih disebut sebagai mistis atau klenik, Dadang menjelaskan dua hal ini sebagai ilmu memahami energi.
"Attunement proses ritual menyelaraskan tubuh dengan sumber energi. (Fungsinya) spiritualitas, lebih ke arah mengenal jati diri," jelasnya.
"Kalau Reiki bisa untuk healing. Seperti kursus, ada sertifikasinya," sambung Dadang sembari menunjukkan link website dan sertifikat yang telah ia kantongi.
Demi mengikuti sesi Attunement, setidaknya ia harus merogoh Rp 3,5 juta. Angka yang cukup besar itu, masih belum apa-apa dari total uang yang telah ia keluarkan selama mendalami berbagai dunia spiritualitas tersebut.
"Rp 50-100 jutaan lah. Kalau dihitung sama ongkos-ongkos jalan," tuturnya. Ia menjelaskan dana yang dikeluarkan ini tidak disebut sebagai tarif, melainkan mahar.
Berdasarkan pengakuan Dadang juga, hal-hal klenik itu kini telah bertransformasi memanfaatkan berbagai teknologi dan media sosial. "Ada yang sedang saya pelajari via zoom," tuturnya.
Kepercayaan sebagian masyarakat Indonesia terhadap hal-hal berbau supranatural atau klenik telah membawa bisnis ini merambah ke media sosial. Berbagai jasa dan produk ditawarkan, seperti susuk, jimat, ataupun parfum aura yang diracik berdasarkan karakter pembeli.
Jasa ataupun barang-barang supranatural di media sosial ini disebut-sebut juga ramai diminati warganet. Salah satu penjual parfum aura yang menjajakan produknya di platform media sosial TikTok adalah akun Andri Putra Borneo.
Dia menjual parfum racikannya yang diklaim telah disesuaikan dengan karakter pembeli berdasarkan data nama lengkap dan tanggal lahir.
Selain menjajakan produknya melalui platform marketplace Shopee juga toko offline yang berada di Jakarta Utara. Di platform Shopee, Andri memiliki 2,3 ribu pengikut.
Meski demikian, Andri mengaku baru menggeluti bisnis ini setelah memiliki banyak pengikut di TikTok, yaitu sejak 2021. Dengan mengandalkan marketing utama dari brandingnya di TikTok ini, kini Andri mengaku mendapatkan omzet hingga Rp 1 miliar per bulannya.
Di TikTok, berbekal 1,8 juta pengikut, ia telah menjual lebih dari 1.000 parfum aura racikannya dengan merek Parfum Aura Lantih. Satu botol Parfum Aura Lantih dibanderol Rp 99.000, meskipun tidak dijelaskan berapa ukuran botol tersebut.
Adapun kemampuannya untuk meracik parfum berdasarkan karakter pelanggan, didapatnya dari sang ibu yang merupakan seorang ahli supranatural atau dukun suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah.
Salah satu bahan dari parfum aura racikan Andri adalah bulu perindu yang dikirim langsung oleh ibunya. Bulu perindu dikenal sebagai salah satu barang yang kerap digunakan oleh ahli supranatural dan dipercaya memiliki manfaat seperti dapat membantu menarik perhatian orang lain, melancarkan usaha, melunakkan hati hingga menjaga kewibawaan.
Meski menjajakan produk yang erat kaitannya dengan kemampuan supranatural, akan tetapi Andri mengeklaim tidak pernah memberikan iming-iming ataupun janji terhadap pembelinya. Sehingga, dia mengaku tidak pernah menanggapi komentar negatif dari warganet yang tidak mempercayai ilmu supranatural.
"Saya tidak pernah memberi iming-iming atau janji-janji. Tapi hanya memberi bukti dengan terjualnya produk ini lebih dari puluhan ribu yang disertai testimoni positif yang hampir 100 persen. Dilihat dari bintang 4,9 yang diberikan pembeli artinya hampir sempurna," kata Andri kepada kumparan, Kamis (4/7).
Testimoni yang ditulis pelanggan di kolom komentar unggahan TikTok Andri, akan digunakannya untuk mengunggah video-video konten promosi selanjutnya. Tidak lupa, unggahan-unggahan tersebut dilengkapi dengan keranjang kuning, sehingga warganet dapat dengan mudah menemukan produk yang dijualnya.
Unggahan-unggahan tersebut juga rata-rata ditonton lebih dari 100.000 kali. Beberapa di antaranya menggunakan fitur promosi berbayar di TikTok.
Selain menjual Parfum Aura Lantih, Andri juga menjajakan masker daun kelor, Aura Spray, perawatan wajah Aura Booster, Toucan Herbal Dayak Putra Borneo.
Jika dilihat dari testimoni yang disampaikan pembeli, banyak di antaranya yang merasa parfum racikan Andri sesuai dengan karakternya. Bahkan, salah satu pembeli mengaku menjadi lebih dekat dengan suaminya setelah menggunakan parfum ini.
"Nyoba beli ini, pas baca karakter cardnya, luar biasa kok bisa 100 persen akurat banget, ampe shik shak shock," tulis salah satu pembeli.
Selain itu, ada juga pembeli yang membeli parfum ini dengan akun yang berbeda, namun dengan data nama lengkap dan tanggal lahir yang sama. Hasilnya, parfum yang dikirim memiliki aroma yang sama. "Beli dengan akun berbeda 3 kali, tapi ternyata wanginya sama, gak berubah, itu aja aromanya, enak berkarakter," tulis salah satu pembeli.
Tidak hanya parfum aura dengan racikan berdasarkan karakter, kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap hal-hal klenik juga membuat bisnis susuk merambah ke media digital.
Nyai (nama samaran), seorang pelaku bisnis di media sosial yang menjajakan susuk hingga jimat untuk keberuntungan sejak 2019.
Melalui Instagram, Nyai menjajakan produk yang dijualnya. Selain itu, Nyai juga mencantumkan nomor WhatsApp di biografi akun Instagramnya, sehingga pelanggan akan berkonsultasi dan pemesanan. Meskipun, Nyai juga membuka konsultasi, pemesanan dan pemasangan susuk secara langsung.
Di platform WhatsApp, Nyai menyajikan informasi alamat pemesanan dan pemasangan susuk secara langsung, juga detail produk yang dijajakan, seperti susuk berlian juga dompet kekayaan yang dibanderol lebih dari Rp 3 juta per unit.
Susuk berlian yang ditawarkan Nyai ini diklaim dapat membantu pembelinya untuk menarik perhatian banyak orang, memiliki aura yang berkharisma, hingga mendatangkan pelanggan bagi sales marketing.
"Susuk energi bisa digunakan sebagai wasilah untuk menjawab keinginan anda. Banyak orang yang sudah membuktikannya," tulis Nyai dalam katalog susuk berlian.
Tidak lupa, Nyai juga menyertakan testimoni dari pembelinya. Tujuannya untuk dapat menarik minat calon pembeli selanjutnya.
"Susuknya memang manjur. Setelah pakai susuk serasa banyak perubahan, majikan jadi baik, naik gaji, dan selalu jadi pusat perhatian," tulis salah satu pelanggan Nyai.
Selain susuk, ada juga produk dompet kekayaan yang dijajakan Nyai. Melalui katalog di WhatsApp Nyai, dompet kekayaan ini diklaim dapat menarik rezeki juga memperlancar usaha.
Ia bahkan menyediakan tuyul, kalung gendam, pelet getaran sukma, bedak magic, jimat ratu, pesugihan kandang bubrah.
"Dompet kekayaan merupakan sarana spiritual berupa dompet. Ini dibuat khusus, telah dirajah dan didoakan menurut cara tertentu, sehingga berfungsi sebagai penarik rezeki, pelancar usaha dan pemanggil kekayaan dari segala arah," tulis Nyai dalam katalog dompet kekayaan.
"Dengan fungsi ini, menjadikan dompet kekayaan putih sebagai solusi praktis yang sangat cocok digunakan oleh para pelaku bisnis usaha, karyawan TKI atau TKW, pedagang penyedia jasa, maupun pegawai," tambah Nyai.
Meski demikian, Nyai menuturkan keberhasilan usaha batin tetap ditentukan oleh Tuhan. Dompet kekayaan ini memiliki tingkat keberhasilan hingga 97 persen jika dibersamai dengan tekad dan usaha pembeli untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
"Sebagai sarana spiritual, hanya Tuhan yang dapat menjamin keberhasilan usaha batin anda dengan dompet kekayaan putih, namun dapat kami sampaikan di sini bahwa tingkat keberhasilan dompet kekayaan setinggi 97 persen," terang Nyai.
"Yang sangat mempengaruhi tingkat keberhasilannya (adalah) niat baik dan kesungguhan dalam menyelaraskan usaha batin bersama dompet kekayaan dengan usaha nyata berupa kemauan dan upaya anda untuk bekerja lebih giat lagi dan tekun. Akan keliru jika jadinya apabila anda menganggap bahwa dompet kekayaan mampu mendatangkan uang begitu saja tanpa kita perlu berusaha," jelas Nyai.
Cuan dari klenik ini juga turut dirasakan Dadang. Meski ia sendiri belum membuka praktek atau mematok tarif resmi, ada saja yang datang ke dia untuk bertanya. Biasanya untuk saran nama nama anak hingga nama Usaha.
"Sering dimintai tolong bikin nama. (Bayarnya) inisiatif mereka. Jutaan, paling besar Rp 6 juta," ujar Dadang.
Polling kumparan: 88,93% Pembaca Tak Tertarik Ikutan Cek Khodam - kumparan.com
Sebanyak 88,93 persen atau 1.558 pembaca kumparan tak tertarik mengikuti tren viral cek $ khodam$ di media sosial. [306] url asal
(Kumparan.com - News) 05/07/24 07:57
v/9720562/
Sebanyak 88,93 persen atau 1.558 pembaca kumparan tak tertarik mengikuti tren viral cek khodam di media sosial. Angka ini merupakan hasil polling kumparan yang beredar pada 25 Juni-2 Juli 2024.
Total ada sebanyak 1.752 responden yang menjawab polling ini. Sisanya, 11,07 persen atau 194 pembaca tetap tertarik untuk cek khodam mereka di sosial media.
Hingga saat ini, media sosial masih diramaikan dengan layanan cek khodam, baik menggunakan website maupun dengan cara memasukkan nama di kolom komentar live TikTok.
Awalnya, fenomena cek khodam ini ramai di media sosial TikTok. Di platform tersebut, sejumlah kreator konten menayangkan live atau siaran langsung untuk menerawang khodam milik penonton.
Berdasarkan pantauan kumparan, salah satu akun kreator konten di TikTok dapat mendulang hingga seribuan penonton dalam sekali live. Mereka bahkan ada yang menawarkan jasa subscription plan (langganan) via TikTok dengan biaya sekitar Rp 44 ribu per bulan.
Penonton yang subscribe dapat memiliki akses eksklusif ke sub-only live chat dan sub-only chat. Dengan privilege tersebut, penonton yang berlangganan dapat memberikan komentar bahkan saat kolom komentar dimatikan.
Menurut dosen Sastra Jawa Universitas Indonesia (UI), Prapto Yuwono, tren cek khodam yang ada di media sosial perlu diwaspadai. Menurutnya, cek khodam hanya melalui nama seperti di TikTok itu tidak sesuai dengan yang dipahami dalam budaya masyarakat Jawa.
“Kalau itu [live yang di TikTok] ya bisa saja menyesatkan menurut saya, karena belum tentu orang ‘pintar’ itu benar, kan. Jadi bisa aja rekayasa, bisa apa, karena dia berbayar gitu, hati-hati aja gitu. Jadi banyak cara punya kamuflase bisnis sebetulnya, kan,” ungkap Prapto saat dihubungi kumparan, Rabu (26/6).
Menurut Prapto, tidak semua orang dewasa memiliki khodam. Namun jika punya, kata dia, seseorang dapat mengeceknya dengan tata cara khusus. Yang jelas, tegas dia, seseorang tidak bisa mengetahuinya hanya melalui nama. Perlu rangkaian dan upacara khusus untuk mengecek apakah seseorang memiliki khodam.
Heboh Cek Khodam, Seperti Apa Rupa Jin atau Setan? Begini Penjelasan Alquran dan Hadits | Republika Online
Jin mempunyai rupa yang sangat buruk [470] url asal
#pengertian-jin #definisi-jin #alam-jin #dunia-jin #alam-gaib #bentuk-jin #penampakan-jin #bangsa-jin #cek-khodam #cek-khodam-online #pengertian-khodam #apa-itu-khodam
(Republika - Iqra) 05/07/24 06:32
v/9714244/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Berbicara tentang khodam yang saat ini tengah ramai, pentin pula mengetahui seperti apa sebenarnya rupa khodam dari jin yang sebenarnya. Seringkali kita mendapatkan gambaran tentang rupa setan atau jin yang menyeramkan. Benarkah demikian?
Salah satu karakter yang diberikan Allah SWT kepada setan atau jin adalah kemampuannya menjelma menjadi bentuk apapun dari manusia hingga hewan dan tumbuhan. Tetapi, pada dasarnya rupa setan sendiri itu memang benar buruk menyeramkan.
Dalam kitab Alam al-Jin wa as-Syayathin, Syekh Umar Sulaiman al-Asyqar menjelaskan gambaran buruknya rupa setan ini memang sudah mengental dalam alam bawah sadar manusia, dan begitulah memang rupa setan. Menyeramkan.
Allah SWT menyerupakan buah pohon Zaqqum dengan kepala setan. Pohon zaqqum adalah pohon yang paling buruk dan sangat pahit rasanya, tempat asalnya adalah Tihamah.
Allah SWT menumbuhkan pohon itu di dalam neraka Jahim. Permisalan ini tak lain karena memang buruknya rupa setan. Dalam surat as-Saffat ayat 64-65, Allah SWT berfirman:
إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِي أَصْلِ الْجَحِيمِ طَلْعُهَا كَأَنَّهُ رُءُوسُ الشَّيَاطِينِ
“Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dan dasar neraka yang menyala. Mayangnya seperti kepala setan-setan.”
Syekh Umar menambahkan pula, dalam banyak riwayat Rasulullah SAW menyebutkan bahwa setan mempunyai dua tanduk. Ini sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW bersabda:
لاَ تَحَرَّوْا بِصَلاَتِكُمْ طُلُوعَ الشَّمْسِ وَلاَ غُرُوبَهَا فَإِنَّهَا تَطْلُعُ بِقَرْنَىْ شَيْطَانٍ
“Janganlah mengerjakan shalat kalian ketika matahari terbit dan matahari tenggelam karena ketika itu terbit dua tanduk setan.”
Sementara itu, Syekh Badruddin bin Abdullah as-Syibly dalam kitabnya berjudul ‘Ajaib wa Gharaib al-Jin, mengungkapkan fakta-fakta terkait bangsa Jin. Berikut ini tiga di antara fakta yang dibeberkan Syekh Badruddin:
Pertama, kapankah jin diciptakan?...
Keempat, aktivitas jin hampir sama dengan manusia
Aktivitas jin, pada dasarnya serupa dengan manusia. Mereka makan, minum, tidur, dan beranak-pinak. Kendati para ulama tidak satu pendapat, ihwal apa jenis makanan mereka. Ada yang mengatakan di antara makanan jin adalah segala hal yang tidak disembelih dengan asma Allah.
Ada pula yang mengatakan menu favorit jin adalah tulang belulang. Berbeda dengan manusia, dan tuntunan yang diajarkan Rasulullah SAW, bangsa jin makan dan minum menggunakan tangan kiri. Sementara kita, umat Islam diajarkan menggunakan tangan kanan untuk kedua aktivitas tersebut.
Kesamaan tersebut bukan hanya soal kebutuhan biologis sehari-hari, melainkan soal aspek ritual, pada dasarnya bangsa jin juga mendapat perintah yang sama yaitu beribadah kepada Allah SWT, seperti manusia. Mereka juga mendapat perintah dan larangan.
قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ ۖ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا
“Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan. (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami.”(QS al-Jin [72]: 1-2).
Kelima, jin takut pada manusia
Imam Mujahid bin Jabir pernah berpesan ketika seseorang melihat bangsa jin (setan, memedi, makhluk halus, dan lain-lain), janganlah lari tunggang langgang yang membuat diri sendiri trauma. “Tetapi hadapilah dia akan pergi sendiri,” pesannya.
Cek Khodam dan Urusan Makhluk Gaib, Ketahui 8 Fakta Seputar Jin Menurut Ulama Ini | Republika Online
Jin adalah makhluk Allah SWT yang diciptakan dari api [659] url asal
#bangsa-jin #cek-khodam #cek-khodam-online #pengertian-khodam #siapa-jin #pengertian-jin #alam-gaib #makhluk-gaib #alam-jin #dunia-jin #bersekutu-dengan-jin #interaksi-jin #khodam
(Republika - Khazanah) 04/07/24 19:15
v/9715993/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Belakangan ini viral terkait dengan cek khodam secara online. Di antara situs yang tengah populer menawarkan cek Khodam tersebut adalah Khodam Vercel.
Situs tersebut memberikan panduan tata cara mengecek khodam. Yaitu sebagai berikut:
1. Buka situs Khodam Vercel dengan mengklik link khodam.vercel.app
2. Tulis nama kamu atau nama orang lain yang ingin dicek khodam online
3. Klik tombol cek
4. Nantinya akan muncul sosok khodam dari nama yang dimasukkan sebelumnya
Terkait dengan perbincangan khodam ini, pada dasarnya adalah perbincangan ihwal dunia gaib. Khodam sendiri berarti adalah pelayan. Bisa berasal dari golongan malaikat juga jin, hanya saja cukup susah membedakan.
Sementara itu, mengenai jin itu sendiri, sudah banyak referensi ulama membincangkan jin. Perbincangan soal jin dan dunia mereka, seakan tak pernah ada habisnya. Penuh misteri. Ada banyak hal yang belum terungkap dan masih menyisakan tanda tanya besar.
Berbagai upaya di level akademik atau observasi langsung dilakukan demi menjawab segudang pertanyaan tentang bangsa jin dan hakikat mereka.
Syekh Badruddin bin Abdullah as-Syibly dalam kitabnya berjudul ‘Ajaib wa Gharaib al-Jin, mengungkapkan fakta-fakta terkait bangsa Jin. Berikut ini tiga di antara fakta yang dibeberkan Syekh Badruddin:
Pertama, kapankah jin diciptakan?
Syekh Badruddin mengutip pendapat tokoh salaf. Di antaranya Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia mengatakan Allah menciptakan jin 2000 tahun sebelum menciptakan Adam dan keturunannya. Jin didaulat tinggal dan mengurus bumi. Sedangkan para malaikat, menghuni langit dengan kualitas iman dan amal saleh yang jauh di atas bangsa Jin.
Kedua, dari bahan apakah jin tercipta?
Jika manusia tercipta dari sari pati tanah, bangsa jin tercipta dari api neraka. Menurut Qadi Abd al-Jabbar, argumentasi atas fakta ini sangat tekstual. Ini merujuk antara lain surah al-Hijr ayat ke-27 dan surah ar-Rahman ayat ke-15.
Karena itulah, fisik jin sangat halus dan bahkan transparan tidak kasat mata. Mereka melihat manusia, tetapi manusia tak dapat mengindera mereka secara umum
Ketiga, jin mampu berubah wujud
Jin mempunyai kemampuan menjelma dan berubah wujud dalam bentuk makhluk nyata, seperti binatang, atau bahkan manusia.
Ini seperti yang pernah terjadi ketika jin dengan jenis setan menjelma menjadi Suraqah bin Malik bin Ja’syam lalu mendatangi kafir Quraisy, ketika mereka tengah bermusyawarah untuk terjun dalam Perang Badar. Peristiwa tersebut terekam dalam Alquran surat al-Anfal ayat ke-48.
وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَكُمْ ۖ فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَىٰ مَا لَا تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ ۚ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: "Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu". Tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), setan itu balik ke belakang seraya berkata: "Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah". Dan Allah sangat keras siksa-Nya.”
Keempat, aktivitas jin....
Keempat, aktivitas jin hampir sama dengan manusia
Aktivitas jin, pada dasarnya serupa dengan manusia. Mereka makan, minum, tidur, dan beranak-pinak. Kendati para ulama tidak satu pendapat, ihwal apa jenis makanan mereka. Ada yang mengatakan di antara makanan jin adalah segala hal yang tidak disembelih dengan asma Allah.
Ada pula yang mengatakan menu favorit jin adalah tulang belulang. Berbeda dengan manusia, dan tuntunan yang diajarkan Rasulullah SAW, bangsa jin makan dan minum menggunakan tangan kiri. Sementara kita, umat Islam diajarkan menggunakan tangan kanan untuk kedua aktivitas tersebut.
Kesamaan tersebut bukan hanya soal kebutuhan biologis sehari-hari, melainkan soal aspek ritual, pada dasarnya bangsa jin juga mendapat perintah yang sama yaitu beribadah kepada Allah SWT, seperti manusia. Mereka juga mendapat perintah dan larangan.
قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ ۖ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا
“Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan. (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami.”(QS al-Jin [72]: 1-2).
Kelima, jin takut pada manusia
Imam Mujahid bin Jabir pernah berpesan ketika seseorang melihat bangsa jin (setan, memedi, makhluk halus, dan lain-lain), janganlah lari tunggang langgang yang membuat diri sendiri trauma. “Tetapi hadapilah dia akan pergi sendiri,” pesannya.