JAKARTA, investor.id – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 2,5 triliun pada semester I-2024, anjlok 10,6% dibanding periode sama tahun lalu. Pelemahan kinerja keuangan Unilever Indonesia juga terfleksi pada pergerakan saham emiten consumer goods ini yang telah anjlok puluhan persen sejak awal tahun.
Pada perdagangan Rabu (24/7/2024), saham UNVR ditutup di level Rp 2.720 atau melemah 0,37% dibanding sehari sebelumnya. Dalam satu bulan terakhir, saham UNVR terpangkas 9,63% dan ambles 22,95% sejak awal tahun (ytd).
Manajemen Unilever Indonesia dalam laporan keuangan yang dipublikasi hari ini mengungkapkan bahwa koreksi laba bersih pada enam bulan pertama 2024 dipengaruhi oleh penurunan penjualan sebesar 6,2% menjadi Rp 19 triliu dari sebelumnya Rp 20,29 triliun. Penurunan ini terjadi baik dari penjualan di pasar domestik sebesar 5,7% maupun ekspor sebesar 19,2%.
Penjualan emiten berkode saham UNVR tersebut didominasi dari pasar dalam negeri, yang mencapai Rp 18,5 triliun atau 97,17% dari total Rp 19,04 triliun pada semester I-2024. Sementara, sisanya Rp 537,35 miliar dikontribusi dari penjualan ekspor.
Sepanjang enam bulan 2024, UNVR mencatatkan penjualan produk kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh sebesar Rp 12,28 triliun atau 63,39% dari total. Sedangkan produk makanan dan minuman mengontribusi Rp 6,76 triliun dari total pendapatan. Penjualan produk di dua segmen tersebut mengalami penurunan dibanding semester satu 2023.
Presiden Direktur Unilever Indonesia (UNVR) Benjie Yap mengungkapkan, penyebab penurunan penjualan salah satunya dikarenakan pertumbuhan harga dasar (UPG) yang melemah. “Pada paruh pertama 2024, kami menangani beberapa tantangan jangka pendek sembari terus mencatatkan kemajuan di bagian-bagian yang penting bagi masa depan perseroan,” kata dia dalam keterangan resmi, Rabu (24/7/2024).
Benjie meyakinkan, meski telah melewati berbagai tantangan seperti kondisi yang tidak menentu, persaingan ketat, serta kebutuhan konsumen yang terus berkembang, visi jangka panjang perusahaan tetap tidak tergoyahkan.
“Perseroan telah beroperasi di Indonesia selama lebih dari 90 tahun. Kami percaya bahwa berbekal pengalaman, potensi masa depan, dan talenta terdepan, kami akan bangkit kembali, terus bertumbuh dan melaju bersama Indonesia,” tegas dia.
Benjie mengaku, kinerja semester I-2024 sudah lebih baik dibanding semester II-2023. Marjin laba kotor UNVR meningkat 17 basis poin dari semester dua 2023 menjadi 49,7%. Margin laba sebelum pajak (PBT) meningkat 229 basis poin dibanding semester II-2023 menjadi 16,6%,
“Kami tetap teguh pada upaya untuk membangun bisnis dengan cara memperkuat fundamental, mengutamakan peningkatan daya saing brand kami, serta mendorong efisiensi biaya untuk mendongkrak profitabilitas. Secara bersamaan, kami menjalankan program transformasi untuk mempertajam fokus dan mendorong pertumbuhan melalui organisasi yang lebih ramping dan akuntabel,” ujar dia.
Benjie menegaskan, UNVR dijalankan oleh inovasi berbasis sains dan teknologi. Beroperasi di 190 negara, perseroan memiliki pusat Penelitian dan Pengembangan (R&D) di seluruh dunia dengan dukungan lebih dari 5.000 tenaga ahli yang bekerja di 60 negara.
“Jangkauan global ini membantu kami dalam mempercepat inovasi dan menghasilkan produk berkualitas tinggi yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal,” ujar dia.
UNVR juga berkomitmen untuk memberikan dampak yang positif, bukan hanya melalui produk berkualitas, tetapi juga secara aktif berkontribusi pada lingkungan dan masyarakat. “Kami merangkul transformasi digital dan memberdayakan karyawan kami dengan memberikan akses pembelajaran yang berkesinambungan,” ujar dia.
Editor: Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News