KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengunjungi pameran perjalanan Kompas Travel Fair (KTF) 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, pada hari ketiga pameran, yaitu Minggu (22/9/2024).
Bertemakan "Multi Travel Experience", KTF 2024 menargetkan 18.000 pengunjung dan transaksi sebesar Rp 31 miliar dari lebih dari 90 booth peserta.
Melihat perjalanan acara tahunan ini, Sandiaga menilai kondisi pariwisata Indonesia pun membaik.
"(Tahun) 2021 dimulai dengan drop, sekarang jauh di atas pandemi. Dengan mencapai target Rp 31 miliar tidak hanya recover, tetapi juga pulihnya lebih tinggi dan lebih berkualitas," kata Sandiaga lewat keterangan resmi yang Kompas.com terima, Senin (23/9/2024).
Aspek berkelanjutan dan destinasi hidden gem
Dok. Kompas Travel Fair 2024 Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno (tengah) saat mengunjungi Kompas Travel Fair (KTF) 2024 di JCC, Jakarta Pusat, pada Minggu (23/9/2024).Dalam kesempatan yang sama, Sandiaga juga menekankan agar aspek berkelanjutan dijaga dengan baik.
Tidak hanya itu, pameran perjalanan seperti KTF diimbau bisa menawarkan destinasi-destinasi yang dekat dengan gen Z, yakni green tourism.
"Gen Z healing-nya enggak setahun dua kali, seperti gen X. Oleh karena itu, banyak destinasi hidden gem yang harus diperkenalkan di KTF," kata dia.
Sandiaga pun melihat banyak produk wisata destinasi di Indonesia dalam pameran perjalanan ini, antara lain desa wisata di Raja Ampat dan desa wisata di Lombok.
Hal ini, menurutnya, menunjukkan semakin populernya ekowisata.
"Saya berharap agar kolaborasi Kompas Travel Fair mungkin tahun depan kita bisa satukan dengan Wonderful Indonesia," tutur dia.
Akan ada umrah dan haji pada KTF 2025
Sebagai informasi, salah satu hal baru dalam Kompas Travel Fair 2024 ini adalah keberadaan Zona Religious Tourism. Zona tersebut berisi booth destinasi wisata religi.
"Zona Religious Tourism menjadi salah satu daya tarik yang luar biasa pergelaran KTF 2024. Harian Kompas berharap Zona Religious Tourism tahun depan akan menjadi lebih besar. Selain itu, haji dan umrah menjadi pembeda KTF tahun depan," kata Wakil Direktur Bisnis Harian Kompas, Novi Eastiyanto.
Tahun depan, ia optimistis KTF akan semakin berkembang, baik dari segi luas area, variasi zona, maupun dukungan para pemangku kepentingan di sektor pariwisata.