JNE dan Shopee adakan pelatihan untuk ratusan UMKM dalam JNE Golaborasi 2024. Acara ini bertujuan membantu UMKM berkembang di era digital. [739] url asal
JNE menggandeng Shopee memberikan pelatihan bagi ratusan UMKM dalam acara JNE Golaborasi 2024: UMKM Creative Movement. Kolaborasi antara Shopee dan JNE ini menjadi langkah dalam membantu UMKM lokal untuk berkembang.
Senior Vice President Marketing Head JNE Eri Palgunadi mengakui kolaborasi ini penting untuk membantu UMKM di seluruh Indonesia.
"Kami melihat UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Dengan Shopee, kami berkomitmen untuk terus memberikan dukungan logistik yang kuat dari Sabang sampai Merauke, demi membantu UMKM menjangkau pasar lebih luas," jelas Eri dalam keterangannya, Senin (4/11/2024).
Data dari Bank Indonesia memaparkan bahwa di semester pertama 2024 kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia mencapai 60,51%, dengan tingkat penyerapan tenaga kerja sebesar 97%.
Angka ini menunjukkan bahwa UMKM berperan penting dalam ekonomi nasional. Di tengah arus digitalisasi dan inovasi teknologi, pemahaman dan pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci untuk menjaga daya saing dan memperluas pangsa pasar.
Rangkaian workshop JNE Golaborasi 2024 ini pun sukses diadakan di Jakarta dan Bandung dengan mengundang dua marketplace expert, Jonathan Kho dan Yohan Agustian sebagai narasumber workshop.
Dalam workshop di Jakarta dan Bandung, lebih dari 200 pelaku UMKM mendapatkan wawasan baru mengenai cara memanfaatkan berbagai fitur digital seperti iklan, affiliate marketing, dan live shopping, fitur yang kini menjadi kunci sukses di e-commerce.
Direktur Business Partnership Shopee Indonesia Daniel Minardi berpendapat acara ini didesain untuk memberikan ilmu praktikal yang bisa langsung diterapkan.
"Kami melihat UMKM punya potensi besar untuk tumbuh di era digital. Tapi, banyak yang masih belum tahu cara optimal menggunakan platform digital untuk memaksimalkan potensi mereka.Lewat acara seperti ini, kami memberikan solusi agar mereka bisa lebih kompetitif dan tentunya, bisnis mereka diharapkan dapat terus berkembang," ujar Daniel.
Foto: Shopee
Efek dari pelatihan ini langsung dirasakan oleh pelaku UMKM yang hadir. Aryani Pratiwi, pemilik toko Cira Baby kids yang menjual baju anak di Shopee merasa bahwa pelatihan ini membuka kesempatan bagi UMKM untuk saling bertukar pengalaman.
"Gak nyesel hadir di acara ini karena dapat ilmu tambahan dari Om Botak bagaimana cara untuk bisa terus bertahan di bisnis online. Selain nambah ilmu, kita juga bisa kenalan dengan sesama seller, sharing pengalaman, dan belajar dari seller yang sudah lebih dulu sukses. Ini bikin kita semangat untuk terus berkembang," ujar Aryani.
Sementara itu, pemilik toko online Quintessa Hijab Ganjar Firdaus yang juga mengikuti workshop di Bandung mengatakan bahwa JNE Golaborasi 2024 memberikan banyak pengetahuan mengenai bisnis online yang dapat langsung diaplikasikan oleh UMKM.
"Pematerinya jelas dan ilmunya langsung bisa dipraktekkan. Saya bisa tahu lebih dalam tentang strategi iklan, judul produk, dan bagaimana menarik perhatian pembeli dengan fitur afiliasi," ungkap Ganjar.
Salah satu solusi untuk tetap kompetitif dalam skena bisnis online adalah pemahaman akan fitur-fitur digital yang tersedia. Penggunaan fitur seperti Shopee Live dan Shopee Video untuk menarik kunjungan pelanggan terbilang cukup efektif.
Berdasarkan laporan dari Shopee, penjual produk lokal dan UMKM yang memanfaatkan Shopee Live mengalami peningkatan penjualan hingga lima kali lipat, sementara penjualan produk lokal yang menggunakan Shopee Video meningkat hingga 13 kali lipat pada event 9.9 Shopee Super Shopping Day yang lalu.
Bali akan menjadi lokasi selanjutnya dalam rangkaian JNE Golaborasi 2024 yang akan dilaksanakan pada 7 November 2024 mendatang. Ratusan pelaku UMKM dari Bali akan berkumpul untuk mengikuti workshop yang akan membahas strategi jitu agar bisa bertahan dan berkembang di era digital.
Pelatihan UMKM di Bali mendatang, tidak hanya ditujukan untuk mereka yang sudah berjualan online, melainkan juga bagi pelaku UMKM yang baru memulai bisnis digital. Workshop ini diharapkan bisa membantu UMKM Bali, yang terkenal dengan produk kreatifnya, untuk dapat mengembangkan bisnis dan memperluas pasarnya hingga ke luar negeri melalui platform digital.
Kadin menyebut kontribusi UMKM Indonesia terhadap ekspor nasional hanya sebesar 15% atau masih jauh lebih di bawah nilai ekspor Malaysia dan Thailand. [365] url asal
Bisnis.com,JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyebut bahwa usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan tulang punggung ekonomi nasional lantaran kurang dari 65 juta UMKM menyerap sekitar 90% tenaga kerja. Namun, kontribusinya terhadap ekspor nasional tergolong kecil dibandingkan dengan negara tetangga di Asean.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasyid, menyampaikan, kontribusi UMKM Indonesia terhadap ekspor nasional hanya sebesar 15%. Angka ini jauh lebih rendah dibanding nilai ekspor Malaysia dan Thailand.
“Baru 15% UMKM Indonesia yang menembus ekspor dan angka ini jauh dibanding nilai ekspor tetangga di Asean seperti di Malaysia di angka 17,3% dan Thailand 28,7%,” kata Arsjad pada Peluncuran Program Tahap Lanjutan ‘Teknologi Peningkatan Ekspor UMKM Indonesia’ di JCC Senayan, Senin (22/7/2024).
Presiden Direktur Indika Energy itu mengatakan bahwa dirinya kerap menemukan sejumlah keluhan para pelaku UMKM, baik melalui direct message bahkan kolom komentar di platform media sosial.
Arsjad mengungkapkan, banyak pelaku UMKM yang masih kebingungan untuk menembus pasar ekspor, sulit mencari jasa ekspor yang kredibel, hingga sulit mencari informasi mitra negara tujuan dan akses ekspor.
Untuk menjawab kebingungan tersebut, Arsjad menyebut bahwa Kadin sebagai mitra strategis hadir untuk mendukung UMKM Indonesia naik kelas dan menembus pasar ekspor.
Adapun, dua tahun lalu, Kadin Indonesia telah meluncurkan gerakan kemitraan inklusif untuk UMKM naik kelas, yang diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Tahun ini, kata dia, pihaknya berkomitmen mendorong lebih banyak UMKM agar bisa mengakses pasar internasional. Melalui program WikiExport, Kadin mendukung lebih dari 200 UMKM untuk mendapatkan pelatihan bersertifikasi ekspor dan menjadi pusat informasi resmi mengenai ekspor impor.
Sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia, Arsjad menilai bahwa peran UMKM sangat krusial dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Apalagi, kata dia, Presiden terpilih Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8% di periode 2025-2029.
“Untuk itu disinilah UMKM berperan,” ujarnya.
Menurutnya, baik pemerintah maupun sektor swasta perlu mendorong UMKM untuk mengedepankan inovasi dan berorientasi ekspor, utamanya ke negara nontradisional seperti Timur Tengah, Eropa, dan Afrika.
Selain itu, ekonomi daerah juga perlu di dorong dan meningkatkan daya saing produk lokal agar dapat bersaing di pasar global.
“Saya yakin dengan upaya gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan juga organisasi dunia usaha, kita bisa wujudkan visi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.