JAKARTA, investor.id - Tanaman kopi merupakan salah satu tanaman pangan yang memiliki keunggulan kompetitif dari bumi Nusantara. Sebagai produk agribisnis akan terus dikembangkan guna mendukung perekonomian nasional. Ke depan, produk kopi ini dapat menjadi primadona ekspor Indonesia.
Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, industri kopi Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan mencapai 250 persen.
Saat ini, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke-4 di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Di 2021, produksi kopi Indonesia telah mencapai 795 ribu ton dan 94,5 persen di antaranya dipasok dari pengusaha kopi perkebunan rakyat.
Laporan dan outlook kopi dari ICO (international Coffee Organization) April 2023, Indonesia merupakan produsen nomor 2 kopi di kawasan Asia Pasifik. Produsen nomor satu adalah Vietnam sedang nomor 3 India.
Produksi Indonesia berkisar antara 10-12,3 juta karung (1 karung = 60 kg) setiap tahunnya. Luas panen mencapai1,2-1,3 juta ha dengan didominasi petani kecil , luas 2-3 ha/petani. Penerapan GAP yang masih belum optimal membuat produktivitas rendah.
Indonesia menempati posisi nomor satu sebagai produsen kopi arabika di Asia Pasifik, sedang nomor dua Vietnam dan nomor 3 India. Di dunia Indonesia berada di posisi 9 dengan urutan dari yang terbesar adalah Brasil, Kolombia, Ethiopia, Honduras, Peru, Meksiko, Guatemala, Nikaragua. Untuk kopi robusta Indonesia merupakan produsen nomor 3 setelah Vietnam dan Brasil.
Dari sisi konsumsi, Indonesia juga konsumen kopi terbesar kedua di Asia Pasifik dengan konsumsi sekitar 5 juta karung.. Indonesia adalah produsen dan konsumen kopi. Sedang konsumen terbesar Jepang sekitar 7 juta karung. Konsumen terbesar ketiga adalah Vietnam selanjutnta Filipina.
Melihat pasar yang potesial dari kopi baik di pasar nasional dan internasional, perajin kopi di Desa Sukanagara Kecamatan Soreang telah berhasil merintis usaha yang tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Biji kopi yang tumbuh subur di pegunungan Kabupaten Bandung kini mampu mengubah hidup banyak orang.
Awalnya, biji kopi hanya diolah untuk konsumsi sendiri. Namun, dengan semangat gotong royong dan bantuan modal , perajin kopi di Desa Sukanagara, Kecamatan Soreang berhasil mengembangkan usahanya.
Salah seorang perajin kopi, Farhan Fauzan (44), bahkan kini mengembangkan usahanya dengan mendirikan Kedai Kopi Lembur. Berbagai varian kopi, mulai dari natural hingga wine, kini tersaji di Kedai Kopi Lembur miliknya dan siap memanjakan lidah para pelanggan dan penikmat kopi.
Bahkan, pelanggan Kedai Kopi Lembur sudah menembus seantero nusantara dan dunia internasional. "Dulu, kami hanya perajin kopi biasa. Tapi sekarang, kami sudah punya produk kopi sendiri yang berkualitas dan diminati banyak orang hingga ke luar negeri," ujar Farhan antusias menceritakan pengalamannya.
Berbagai varian kopi, mulai dari yang ringan hingga yang kaya rasa, kini siap menemani waktu santai para pelanggan. Uniknya, setiap cangkir Kopi Lembur membawa cerita menarik tentang perjuangan dan semangat masyarakat di baliknya.
“Kopi Lembur bukan hanya sekadar minuman, tapi juga representasi dari semangat pantang menyerah masyarakat kami,” tambah Farhan.
Keberhasilan Kedai Kopi Lembur ini tidak lepas dari dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk BAZNAS.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan sekaligus Pembina Wilayah BAZNAS se-Provinsi Jawa Barat, Rizaludin Kurniawan mengatakan, program pemberdayaan UMKM ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan ekonomi di kalangan masyarakat kurang mampu,
"Kami sangat mengapresiasi program pemberdayaan UMKM yang berjalan dengan baik di Kabupaten Bandung ini. Bukan hanya soal ekonomi, tapi juga tentang pemberdayaan masyarakat, bagaimana mentransformasikan mustahik menjadi muzaki di kemudian hari," ungkap Rizaludin melalui keterangan tertulis, Minggu (15/9/2024).
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H Yusuf Ali Tantowi, Lc., MA mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan program pemberdayaan UMKM para perajin kopi ini. "Kami berharap Kedai Kopi Lembur ini bisa menjadi inspirasi bagi komunitas lain di Kabupaten Bandung," ujarnya.
Menurutnya, Kedai Kopi Lembur telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, semangat gotong royong, dan dukungan yang tepat, masyarakat dapat keluar dari keterbatasan dan meraih kesuksesan.
"Keberhasilan Kedai Kopi Lembur ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat lainnya untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi yang ada," jelasnya.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News