JAKARTA, KOMPAS.com - Apakah Anda pernah mengunjungi Jembatan Kaca Seruni Point di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo-Tengger-Semeru (BTS), Jawa Timur?
Infrastruktur ini menjadi salah satu destinasi populer bagi masyarakat untuk berwisata. Sebab, pengunjung dapat melihat langsung ke dasar jurang.
Sehingga, memberikan sesnasi deg-degan saat berjalan di atas lantai kaca transparan.
Namun, satu hal yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana dengan keamanan wisata jembatan kaca tersebut?
Melansir laman Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR) @kemenpupr, Senin (16/9/2024), ada beberapa syarat material kaca dan uji kelayakan.
- Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)
- Sertifikat Laik Fungsi (SLF)
- Sertifikat Usaha dari Pemerintah Daerah (Pemda)
- Standar teknis bangunan dan pemeliharaan berkala
- Standar penggunaan bangunan
- Standar Operasional Prosedur (SOP) teknis bangunan
Selain itu, ada tiga hal fundamental yang harus diperhatikan seperti konstruksi, struktur, serta bahan atau material yang digunakan.
Pemeliharaan
Setelah jembatan kaca dinyatakan siap beroperasi, proses perawatan dan pemeliharaan merupakan hal yang sangat penting.
Selain itu, pembersihan kaca setelah hujan serta jamur karena paparan sinar matahari juga wajib dilakukan.
Adapun pemeliharaan terbagi atas tiga kategori yakni pekeriksaan rutin, berkala, serta khusus.