#30 tag 24jam
Apakah Kulit Wajah Berminyak Masih Butuh Pakai Pelembab?
Kulit wajah berminyak tetap perlu menggunakan pelembap, tetapi harus memilih pelembap sesuai dengan jenis kulit. [396] url asal
#pelembab #kulit-berminyak #kulit-berminyak-butuh-pelembab
(Kompas.com) 30/07/24 08:25
v/12619934/
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian orang yang memiliki jenis kulit wajah yang berminyak beranggapan bahwa kulitnya tidak lagi membutuhkan pelembap.
Hal ini karena dikhawatirkan produksi minyak jadi berlebih dan bisa memicu penumpukan sebum berlebih.
Pemilik dan founder Cosmo Colony (Co.Co), Fanny, mengungkap bahwa anggapan tersebut ternyata kurang tepat. Ia menjelaskan pemilik kulit wajah berminyak juga perlu menggunakan pelembap.
“Kulit berminyak itu juga perlu moisturizer. Karena peran moisturizernya itu akan melembabkan tanpa bikin minyak berlebih,” kata Fanny kepada Kompas.com saat ditemui di acara Local Joy di Menara Kompas, belum lama ini.
Fanny menjelaskan, fungsi pelembap untuk kulit berminyak bukan untuk membuat produksi minyaknya semakin banyak, melainkan menyeimbangkannya.
“Jadi pelembap juga bantu produksi minyaknya supaya normal dan tidak berlebih juga, apalagi kalau bahanya ceramide itu juga bisa bantu buat balancing minyak di kulit,” jelasnya.
Lebih jauh, penggunanya perlu cerdas dan selektif dalam memilih pelembap sesuai dengan tipe kulitnya.
Apabila kamu memiliki kulit yang berminyak, Fanny menyarankan untuk memilih pelembap yang lebih ringan dan tidak memiliki kandungan yang ekstra hidrasi, seperti campuran bahan Hyaluronic Acid.
Sebab, kandungan tersebut lebih disarankan untuk pemilik kulit yang kering dan membutuhkan nutrisi lebih.
“Kalau kulitnya sangat berminyak, memang saya enggak bakal sarankan pakai pelembap yang mengandung ekstra hyaluronic acid tinggi, nanti malah tambah banyak minyaknya,” ujar Fanny.
Sebagai alternatif, Fanny merekomendasikan pemilik kulit berminyak untuk memakai pelembap dengan bahan antioksidan dan Niacinamide. Kedua kandungan tersebut bisa melembapkan dan membantu produksi minyak pada wajah.
“Tapi, alternatifnya bisa cari pelembap yang bahannya itu ada Cerabeads, daun Camellia sinensis untuk antioksidan, dan Niacinamide. Bahan ini bantu untuk melembabkan kulit, tapi not too much,” tutur Fanny.
“Terus juga bantu untuk memperbaiki tekstur kulit sama ngurangin jerawat gitu. Karena kan produksi minyaknya juga dibantu kontrol ya,” sambungnya.
Apakah Kulit Wajah Berminyak Masih Butuh Pakai Pelembap?
Kulit wajah berminyak tetap perlu menggunakan pelembap, tetapi harus memilih pelembap sesuai dengan jenis kulit. [396] url asal
#pelembab #kulit-berminyak #kulit-berminyak-butuh-pelembab
(Kompas.com) 30/07/24 08:25
v/12619933/
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian orang yang memiliki jenis kulit wajah yang berminyak beranggapan bahwa kulitnya tidak lagi membutuhkan pelembap.
Hal ini karena dikhawatirkan produksi minyak jadi berlebih dan bisa memicu penumpukan sebum berlebih.
Pemilik dan founder Cosmo Colony (Co.Co), Fanny, mengungkap bahwa anggapan tersebut ternyata kurang tepat. Ia menjelaskan pemilik kulit wajah berminyak juga perlu menggunakan pelembap.
“Kulit berminyak itu juga perlu moisturizer. Karena peran moisturizernya itu akan melembabkan tanpa bikin minyak berlebih,” kata Fanny kepada Kompas.com saat ditemui di acara Local Joy di Menara Kompas, belum lama ini.
Fanny menjelaskan, fungsi pelembap untuk kulit berminyak bukan untuk membuat produksi minyaknya semakin banyak, melainkan menyeimbangkannya.
“Jadi pelembap juga bantu produksi minyaknya supaya normal dan tidak berlebih juga, apalagi kalau bahanya ceramide itu juga bisa bantu buat balancing minyak di kulit,” jelasnya.
Lebih jauh, penggunanya perlu cerdas dan selektif dalam memilih pelembap sesuai dengan tipe kulitnya.
Apabila kamu memiliki kulit yang berminyak, Fanny menyarankan untuk memilih pelembap yang lebih ringan dan tidak memiliki kandungan yang ekstra hidrasi, seperti campuran bahan Hyaluronic Acid.
Sebab, kandungan tersebut lebih disarankan untuk pemilik kulit yang kering dan membutuhkan nutrisi lebih.
“Kalau kulitnya sangat berminyak, memang saya enggak bakal sarankan pakai pelembap yang mengandung ekstra hyaluronic acid tinggi, nanti malah tambah banyak minyaknya,” ujar Fanny.
Sebagai alternatif, Fanny merekomendasikan pemilik kulit berminyak untuk memakai pelembap dengan bahan antioksidan dan Niacinamide. Kedua kandungan tersebut bisa melembapkan dan membantu produksi minyak pada wajah.
“Tapi, alternatifnya bisa cari pelembap yang bahannya itu ada Cerabeads, daun Camellia sinensis untuk antioksidan, dan Niacinamide. Bahan ini bantu untuk melembabkan kulit, tapi not too much,” tutur Fanny.
“Terus juga bantu untuk memperbaiki tekstur kulit sama ngurangin jerawat gitu. Karena kan produksi minyaknya juga dibantu kontrol ya,” sambungnya.
Aturan Memakai Pelembap untuk Mendapatkan Kulit Sehat
Kita sebaiknya memperhatikan aturan memakai pelembap atau moisturizer agar memperoleh hasil terbaik. Seperti apa aturannya? [806] url asal
#pelembab-wajah-alami #pelembab-kulit-berminyak #pelembab-kulit #pelembab-untuk-kulit-kering #apakah-kita-perlu-menggunakan-pelembab-wajah #bagaimana-cara-memakai-pelembab-yang-benar #kapan-memakai-pe
(Kompas.com) 16/07/24 11:30
v/10947815/
KOMPAS.com - Tiga produk dasar yang disarankan untuk merawat kulit wajah adalah pembersih, pelembap, dan tabir surya.
Pelembap memang penting, tetapi pelembap juga mudah rusak sehingga membuat kulit berminyak, berjerawat, atau bahkan lebih kering.
Karenanya, untuk mendapatkan kulit sehat, kita sebaiknya memperhatikan aturan memakai pelembap atau moisturizer agar memperoleh hasil terbaik. Seperti apa aturannya?
Melembapkan setiap hari
Menjaga kesehatan kulit memerlukan konsistensi. Ciptakan rutinitas perawatan kulit harian dan patuhi itu, pastikan pelembap adalah prioritas utama.
Elizabeth Tanzi, MD, direktur Capital Laser dan Perawatan Kulit di Chevy Chase, Maryland, menyarankan pemakaian pelembap di pagi dan malam hari, setelah membersihkan muka atau mandi.
Di bulan-bulan yang lebih dingin, kita sebaiknya menggunakan pelembap yang kaya untuk melawan kekeringan akibat angin dingin dan panas dalam ruangan yang mengeringkan; di bulan-bulan hangat, sebaiknya menggunakan formula yang lebih ringan, atau bahkan beralih ke serum.
Melembapkan segera setelah dibersihkan
“Jangan menunggu terlalu lama setelah mencuci muka untuk menggunakan pelembap,” saran Dr. Tanzi, karena kita perlu menjaga kelembapan dan menjaga kulit tetap terhidrasi dan lembut.
Saat baru saja mencuci muka atau keluar dari kamar mandi, gunakan pelembap saat kulit masih lembap. Jika kamu juga menggunakan esens atau serum, aplikasikan terlebih dahulu. Dan jangan lupakan tabir surya sebagai langkah terakhir!
Punya kulit kering? Gunakan pelembap pagi dan sore
Pemilik kulit kering mungkin mengalami bercak kasar, kulit gatal dan bersisik, bahkan pecah-pecah dan berdarah. Cara terbaik untuk mengatasi kekeringan ekstrem ini adalah dengan menggunakan pelembap dengan bahan-bahan yang membantu memulihkan dan menjaga pelindung kelembapan alami kulit.
Carilah bahan humektan seperti urea, gliserin, dan dimetikon, ditambah emolien seperti petrolatum dan squalene untuk membantu memperkuat penghalang tersebut.
Untuk kulit sangat kering yang rentan terhadap eksim, pertimbangkan balsem kaya yang dirancang untuk menyembuhkan dan mengisi kembali hilangnya kelembapan akibat kondisi kulit sensitif, dermatitis atopik, dan eksim.
Untuk kasus yang parah, tanyakan kepada dokter untuk mendapatkan pelembap yang paling tepat, bahkan bila harus diresepkan.
Kulit berminyak juga butuh pelembap
Meski terkesan berlawanan dengan intuisi, kulit yang berminyak atau berjerawat tetap membutuhkan kelembapan, karena jika kita melewatkannya, kelenjar minyak mungkin akan merasakan kekeringan dan merespons dengan memberi kompensasi berlebihan dan memproduksi lebih banyak minyak.
Pilihlah formula yang ringan, bebas minyak, nonkomedogenik (tidak menyumbat pori-pori) yang juga mengandung bahan pengelupas kulit yang lembut, seperti asam salisilat atau asam glikolat.
Hindari bahan yang terlalu agresif
Hindari bahan-bahan yang terlalu agresif, terutama pada kulit sensitif atau kering. Saat membeli pelembap, American Academy of Dermatology menyarankan untuk memeriksa label pada produk untuk memastikan produk tersebut bebas alkohol dan pewangi, yang diketahui dapat menghilangkan minyak alami dari kulit dan berpotensi menyebabkan iritasi.
Carilah bahan terbaik
Tidak semua pelembap sama. Saat berbelanja pelembap baru, perhatikan baik-baik labelnya. Pelembap apa pun yang mengandung bahan-bahan seperti shea butter, gel hialuronat, dan ceramide akan sangat melembapkan, menurut Dr. Tanzi.
Bahan-bahan ini juga akan membantu memulihkan pelindung kulit yang sangat penting dan mendukung kulit serta mendorong fungsi perbaikan alami.
Pilih formula yang sesuai untuk jenis kulitmu
Setiap jenis kulit memiliki kebutuhan perawatan kulitnya masing-masing. Baik memiliki kulit berminyak atau kering, atau sangat sensitif terhadap bahan-bahan keras, tersedia pelembap yang cocok untuk masing-masing jenis kulit.
Dr Tanzi menyarankan untuk membaca label dengan cermat sebelum memilih pelembap, selain mencari bahan yang harus kita hindari, periksa untuk siapa produk tersebut dibuat.
Sebagian besar produk diberi label “untuk kulit kering”, “untuk kulit berminyak”, atau “untuk kulit sensitif”. Jika tidak yakin, gunakan formula dasar yang dirancang untuk “kulit normal”, dan lihat bagaimana kondisi kulitmu —apakah mulai terasa lebih kering atau berminyak.
Jangan abaikan gejala masalah
Rutinitas perawatan kulit yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit, namun hal ini tidak dapat menggantikan bantuan profesional jika kamu memiliki masalah kulit tertentu.
Jika kamu memiliki bercak kasar yang membandel, kulit pecah-pecah dan berdarah, jerawat parah, rosacea, eksim, atau ketidakseimbangan minyak yang tidak dapat diatasi dengan produk yang dijual bebas, buatlah janji bertemu dokter kulit.
Dokter akan membuatu terhindar dari penggunaan formula yang salah, yang dapat merusak kulit dan penampilanmu secara keseluruhan.
Aturan Memakai Pelembab untuk Mendapatkan Kulit Sehat
Kita sebaiknya memperhatikan aturan memakai pelembap atau moisturizer agar memperoleh hasil terbaik. Seperti apa aturannya? [806] url asal
#pelembab-wajah-alami #pelembab-kulit-berminyak #pelembab-kulit #pelembab-untuk-kulit-kering #apakah-kita-perlu-menggunakan-pelembab-wajah #bagaimana-cara-memakai-pelembab-yang-benar #kapan-memakai-pe
(Kompas.com) 16/07/24 11:30
v/10947813/
KOMPAS.com - Tiga produk dasar yang disarankan untuk merawat kulit wajah adalah pembersih, pelembap, dan tabir surya.
Pelembap memang penting, tetapi pelembap juga mudah rusak sehingga membuat kulit berminyak, berjerawat, atau bahkan lebih kering.
Karenanya, untuk mendapatkan kulit sehat, kita sebaiknya memperhatikan aturan memakai pelembap atau moisturizer agar memperoleh hasil terbaik. Seperti apa aturannya?
Melembapkan setiap hari
Menjaga kesehatan kulit memerlukan konsistensi. Ciptakan rutinitas perawatan kulit harian dan patuhi itu, pastikan pelembap adalah prioritas utama.
Elizabeth Tanzi, MD, direktur Capital Laser dan Perawatan Kulit di Chevy Chase, Maryland, menyarankan pemakaian pelembap di pagi dan malam hari, setelah membersihkan muka atau mandi.
Di bulan-bulan yang lebih dingin, kita sebaiknya menggunakan pelembap yang kaya untuk melawan kekeringan akibat angin dingin dan panas dalam ruangan yang mengeringkan; di bulan-bulan hangat, sebaiknya menggunakan formula yang lebih ringan, atau bahkan beralih ke serum.
Melembapkan segera setelah dibersihkan
“Jangan menunggu terlalu lama setelah mencuci muka untuk menggunakan pelembap,” saran Dr. Tanzi, karena kita perlu menjaga kelembapan dan menjaga kulit tetap terhidrasi dan lembut.
Saat baru saja mencuci muka atau keluar dari kamar mandi, gunakan pelembap saat kulit masih lembap. Jika kamu juga menggunakan esens atau serum, aplikasikan terlebih dahulu. Dan jangan lupakan tabir surya sebagai langkah terakhir!
Punya kulit kering? Gunakan pelembap pagi dan sore
Pemilik kulit kering mungkin mengalami bercak kasar, kulit gatal dan bersisik, bahkan pecah-pecah dan berdarah. Cara terbaik untuk mengatasi kekeringan ekstrem ini adalah dengan menggunakan pelembap dengan bahan-bahan yang membantu memulihkan dan menjaga pelindung kelembapan alami kulit.
Carilah bahan humektan seperti urea, gliserin, dan dimetikon, ditambah emolien seperti petrolatum dan squalene untuk membantu memperkuat penghalang tersebut.
Untuk kulit sangat kering yang rentan terhadap eksim, pertimbangkan balsem kaya yang dirancang untuk menyembuhkan dan mengisi kembali hilangnya kelembapan akibat kondisi kulit sensitif, dermatitis atopik, dan eksim.
Untuk kasus yang parah, tanyakan kepada dokter untuk mendapatkan pelembap yang paling tepat, bahkan bila harus diresepkan.
Kulit berminyak juga butuh pelembap
Meski terkesan berlawanan dengan intuisi, kulit yang berminyak atau berjerawat tetap membutuhkan kelembapan, karena jika kita melewatkannya, kelenjar minyak mungkin akan merasakan kekeringan dan merespons dengan memberi kompensasi berlebihan dan memproduksi lebih banyak minyak.
Pilihlah formula yang ringan, bebas minyak, nonkomedogenik (tidak menyumbat pori-pori) yang juga mengandung bahan pengelupas kulit yang lembut, seperti asam salisilat atau asam glikolat.
Hindari bahan yang terlalu agresif
Hindari bahan-bahan yang terlalu agresif, terutama pada kulit sensitif atau kering. Saat membeli pelembap, American Academy of Dermatology menyarankan untuk memeriksa label pada produk untuk memastikan produk tersebut bebas alkohol dan pewangi, yang diketahui dapat menghilangkan minyak alami dari kulit dan berpotensi menyebabkan iritasi.
Carilah bahan terbaik
Tidak semua pelembap sama. Saat berbelanja pelembap baru, perhatikan baik-baik labelnya. Pelembap apa pun yang mengandung bahan-bahan seperti shea butter, gel hialuronat, dan ceramide akan sangat melembapkan, menurut Dr. Tanzi.
Bahan-bahan ini juga akan membantu memulihkan pelindung kulit yang sangat penting dan mendukung kulit serta mendorong fungsi perbaikan alami.
Pilih formula yang sesuai untuk jenis kulitmu
Setiap jenis kulit memiliki kebutuhan perawatan kulitnya masing-masing. Baik memiliki kulit berminyak atau kering, atau sangat sensitif terhadap bahan-bahan keras, tersedia pelembap yang cocok untuk masing-masing jenis kulit.
Dr Tanzi menyarankan untuk membaca label dengan cermat sebelum memilih pelembap, selain mencari bahan yang harus kita hindari, periksa untuk siapa produk tersebut dibuat.
Sebagian besar produk diberi label “untuk kulit kering”, “untuk kulit berminyak”, atau “untuk kulit sensitif”. Jika tidak yakin, gunakan formula dasar yang dirancang untuk “kulit normal”, dan lihat bagaimana kondisi kulitmu —apakah mulai terasa lebih kering atau berminyak.
Jangan abaikan gejala masalah
Rutinitas perawatan kulit yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit, namun hal ini tidak dapat menggantikan bantuan profesional jika kamu memiliki masalah kulit tertentu.
Jika kamu memiliki bercak kasar yang membandel, kulit pecah-pecah dan berdarah, jerawat parah, rosacea, eksim, atau ketidakseimbangan minyak yang tidak dapat diatasi dengan produk yang dijual bebas, buatlah janji bertemu dokter kulit.
Dokter akan membuatu terhindar dari penggunaan formula yang salah, yang dapat merusak kulit dan penampilanmu secara keseluruhan.
Seberapa Sering Kita Harus Melakukan Eksfoliasi?
Melakukan eksfoliasi atau pengelupasan adalah cara yang bagus untuk mengangkat sel kulit mati dan membuat kulit lebih halus. [1,494] url asal
#seberapa-sering-eksfoliasi-wajah #pentingnya-eksfoliasi #jenis-eksfoliasi #eksfoliasi-wajah-untuk-kulit-berminyak #kesalahan-eksfoliasi-wajah #apa-itu-eksfoliasi #cara-melakukan-eksfoliasi-sesuai-jeni
(Kompas.com) 16/07/24 08:08
v/10930031/
KOMPAS.com - Dasar-dasar rutinitas perawatan kulit yang baik meliputi pembersih, pelembap, dan tabir surya. Namun, mereka yang berharap mendapatkan kulit bercahaya biasanya juga menyertakan eksfoliator. Melakukan eksfoliasi atau pengelupasan adalah cara yang bagus untuk mengangkat sel kulit mati dan membuat kulit lebih halus.
Meski begitu, salah satu kesalahan perawatan kulit paling umum yang dilakukan orang adalah pengelupasan kulit secara berlebihan.
Eksfoliasi terlalu banyak atau terlalu sering dapat mengakibatkan kekeringan, iritasi, dan rasa terbakar.
Lalu seberapa sering kita bisa melakukan eksfoliasi wajah?
Sebelum menjawab pertanyaan itu, kita harus memahami manfaat eksfoliasi bagi kulit. Selain mencerahkan, menurut dokter kulit bersertifikat Annie Gonzalez, MD, dari Riverchase Dermatology di Miami, pengelupasan kulit dapat memberikan banyak manfaat.
“Pengelupasan kulit membuka pori-pori yang tersumbat, sehingga mengurangi komedo, meratakan tekstur kulit dengan mengikis sel-sel kulit mati, dan mendorong pergantian sel, yang juga berkontribusi pada kulit yang cerah,” kata Dr. Gonzalez.
Jika kebutuhan untuk “mengikis sel kulit mati” kurang meyakinkan bagimu, ketahuilah bahwa kita kehilangan 500 juta sel kulit setiap hari, menurut American Chemical Society.
Manfaat lain dari eksfoliasi wajah termasuk peningkatan produksi kolagen yang membantu memperkuat dan melembapkan kulit, menurut Dr. Gonzalez. Pengelupasan kulit secara teratur juga meningkatkan sirkulasi dan meningkatkan drainase limfatik, mengurangi pembengkakan pada kulit, katanya.
“Pengelupasan kulit melawan jerawat, mengurangi pigmentasi, dan meminimalkan munculnya kerusakan akibat sinar matahari dan bekas jerawat,” kata Dr. Gonzalez.
Selain menghilangkan sel kulit mati, kotoran, dan membuka pori-pori yang tersumbat, eksfoliasi wajah juga mengurangi minyak, menurut dokter kulit bersertifikat Morgan Rabach, MD, dari LMMedical di New York.
Seberapa sering harus melakukan eksfoliasi pada wajah?
Kulit setiap orang berbeda, jadi cara melakukan eksfoliasi mungkin berbeda dari orang ke orang, menurut Dr. Gonzalez. Dia mengatakan bahwa melakukan eksfoliasi setiap hari adalah hal yang berlebihan, apa pun jenis kulit yang kamu miliki.
Berikut seberapa sering kita harus melakukan eksfoliasi wajah, berdasarkan jenis kulit, menurut Dr. Gonzalez dan Dr. Rabach.
Kulit normal
Jika kamu memiliki kulit normal, melakukan eksfoliasi dua hingga tiga kali seminggu adalah titik awal yang ideal. Perhatikan bagaimana kulit bereaksi dan sesuaikan frekuensi pengelupasan kulit. Ingat, kulit setiap orang berbeda-beda.
Kulit kering atau kulit sensitif
Gonzalez dan Dr Rabach menyarankan eksfoliasi maksimal dua kali seminggu bagi orang yang memiliki kulit sensitif atau kering.
“Bagi mereka yang memiliki kulit kering, bukanlah ide yang baik untuk melakukan eksfoliasi setiap hari,” katanya. “Jika kamu melakukan eksfoliasi terlalu sering, hal ini dapat membuat kulit menjadi lebih gelap dan menghilangkan minyak alami pada kulit.”
Minyak alami menjaga kulit dari kehilangan kelembapan, sedangkan kelembapan menjaga kulit tetap terhidrasi, membantu menjaga kesehatan pergantian sel kulit, mengurangi munculnya noda, dan mencegah timbulnya jerawat.
Rabach juga mencatat bahwa orang dengan kulit kering atau sensitif mungkin hanya perlu melakukan eksfoliasi seminggu sekali atau dua minggu sekali jika mereka juga menggunakan produk lain yang mengeringkan dan mengiritasi seperti serum dengan asam atau retinol.
Bagi mereka yang memiliki kulit sensitif, pengelupasan kulit yang berlebihan juga dapat mengakibatkan ruam dan kemerahan. Pengelupasan kulit yang berlebihan bahkan dapat mengakibatkan luka bakar atau kulit terlalu kering, sehingga meningkatkan sensitivitas. Akibatnya akan lebih sulit, atau tidak mungkin, menggunakan bahan aktif lain yang menyehatkan kulit, seperti retinol, menurut Dr. Rabach.
Kulit berminyak atau rentan berjerawat
Jika kamu memiliki kulit berminyak atau rentan berjerawat, Dr. Gonzalez dan Dr. Rabach merekomendasikan untuk melakukan eksfoliasi dua hingga tiga kali seminggu. Beberapa orang dengan kulit berminyak mungkin dapat mentoleransi pengelupasan kulit yang lebih sering.
“Pengelupasan kulit secara efektif membersihkan kulit dengan menghilangkan sel-sel kulit mati dan memungkinkan sel-sel yang lebih sehat muncul ke permukaan,” kata Dr. Gonzalez. “Mengangkat sel kulit mati itu penting karena mengakibatkan minyak berlebih pada kulit yang mengakibatkan jerawat dan pori-pori tersumbat.”
Namun kita tetap harus “mendengarkan” kulit kita, kata Dr. Rabach. “Jika kulit menjadi terlalu kering, iritasi merah, atau terbakar, kurangi frekuensi eksfoliasi,” katanya.
Kulit kombinasi
Untuk kulit kombinasi, jawaban Dr. Gonzalez mirip dengan kulit sensitif. Dia merekomendasikan eksfoliasi sekitar dua kali seminggu.
“Ini dapat membantu menjaga kulit tetap halus, bercahaya, dan bebas jerawat tanpa melakukan eksfoliasi berlebihan.” Dr. Rabach merekomendasikan untuk menindaklanjutinya dengan pelembap bebas minyak.
Kulit dewasa
Orang dengan kulit dewasa atau menua sebaiknya memilih untuk melakukan eksfoliasi wajah sekali atau dua kali seminggu.
Penuaan, perubahan hormon, stres, dan paparan sinar matahari dapat mengakibatkan kulit menjadi menua, menurut Dr. Gonzalez. Jadi kulit dewasa mungkin tipis, dehidrasi, pori-pori terbuka, dan kerutannya terlihat.
Eksfoliasi satu-dua kali seminggu menjaga kulit tetap kencang, memperbaiki hiperpigmentasi, menghaluskan kerutan, dan memperbaiki flek hitam tanpa mengiritasi kulit, katanya.
“Waspadalah terhadap kemerahan dan iritasi. Ini mungkin merupakan indikasi bahwa kamu harus mengurangi eksfoliasi. Selain itu, carilah eksfoliator yang lembut untuk kulit yang mengurangi kemungkinan kemerahan atau ketidaknyamanan pada kulit,” kata Dr. Gonzalez.
Kulit dewasa juga cenderung lebih kering, jadi eksfoliator yang lembut adalah yang terbaik, Dr. Rabach setuju.
diana.grytsku/ Freepik Jenis eksfoliasi yang dipilih harus sesuai dengan kondisi kulit yang dimiliki.Saran eksfoliasi lainnya
Waktu terbaik untuk melakukan eksfoliasi
Tergantung pada jenis kulit dan kebiasaan, satu waktu dalam sehari mungkin lebih baik daripada waktu lainnya untuk pengelupasan kulit. Jika kamu cenderung memakai riasan sepanjang hari, mungkin lebih baik melakukan eksfoliasi di malam hari, kata Dr. Gonzalez. “Pengelupasan kulit di malam hari membantu membersihkan riasan dan kotoran di kulit,” katanya.
Eksfoliasi di malam hari juga menghilangkan minyak dan kotoran di siang hari. Ditambah lagi, pembersihan malam hari yang mendalam ini memungkinkan produk perawatan kulit lainnya dengan bahan aktif meresap ke dalam kulit semalaman, menurut Dr. Rabach.
Namun, jika kamu memiliki kulit berminyak, eksfoliasi di pagi hari bisa membantu mengurangi penumpukan kulit mati. Eksfoliasi di pagi hari juga membantu kulit terlihat tidak kusam dan memberikan tampilan lebih cerah.
Intinya adalah memilih waktu yang paling sesuai untuk kita masing-masing, jenis kulit, dan kebiasaan. “Kulit akan memberi tahu mana yang terbaik untuk kamu,” kata Dr. Gonzalez.
Cuci muka terlebih dulu
Kamu harus membersihkan kulit terlebih dahulu sebelum melakukan eksfoliasi. “Dengan melakukan ini, kita membersihkan kotoran, minyak, riasan, tabir surya, atau bahan kimia yang mungkin ada di kulit,” kata Dr. Gonzalez.
Jika tidak mencuci muka sebelumnya, mungkin ada paparan kotoran dan bahan kimia pada kulit. Selain itu, pembersihan juga membantu menjaga pori-pori tidak tersumbat.
Pengelupasan fisik vs. kimia
Perbedaan antara exfoliant fisik dan kimia adalah exfoliant kimia menggunakan bahan kimia (asam atau enzim) yang mendukung pergantian sel untuk mengangkat sel kulit mati, menurut Dr. Gonzalez. Sementara itu, exfoliant fisik (biasanya face scrub) mengandung partikel kecil atau butiran yang membantu mengangkat sel kulit mati.
Contoh exfoliant fisik termasuk scrub yang mengandung garam, gula, dan butiran yang larut dalam air, kata Dr. Gonzalez. Jika kamu ingin memilih pengelupas kulit fisik, Dr. Rabach merekomendasikan produk yang lembut dan aman.
Dalam pengelupas kulit kimia, carilah AHA, atau asam alfa hidroksi, termasuk asam laktat, asam malat, dan asam glikolat. “AHA membantu pengelupasan kulit secara alami,” kata Dr. Gonzalez.
Pengelupasan kimia membantu melarutkan lapisan kulit mati, minyak, dan kotoran, kata Dr. Rabach. Carilah yang diformulasikan dengan lembut karena jika terlalu kuat dapat membakar kulit, tambah Dr. Rabach.
Juga, pertimbangkan asam salisilat, yang merupakan asam beta-hidroksi (BHA). Ini sangat ideal untuk jenis kulit berminyak atau rentan berjerawat. Asam salisilat menghilangkan kelebihan sebum pada kulit, membantu mencegah dan mengobati jerawat, menurut jurnal Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology.
Bisakah kita menggunakan beberapa exfoliant sekaligus?
Tergantung. “Saya merekomendasikan penggunaan exfoliant fisik dan exfoliant kimia pada hari dan waktu yang berbeda,” kata Dr. Gonzalez. Memakainya bergantian boleh saja, tetapi jangan gunakan lebih dari satu sekaligus.
Sama seperti melakukan eksfoliasi lebih sering juga tidak lebih baik, menggunakan banyak eksfolian mungkin tidak bermanfaat.
Jika menyangkut penggunaan berbagai jenis pengelupas kimiawi, sebaiknya hubungi dokter kulit untuk mendiskusikan produk mana yang cocok dan apakah aman untuk menggabungkannya.
“Terkadang, menggabungkan exfoliant kimiawi dapat memberikan banyak manfaat,” kata Dr. Gonzalez. “Namun, ada risiko iritasi pada kulit jika kita mencampurkan bahan kimia tertentu.”
Intinya, eksfoliasi adalah langkah penting dalam rutinitas perawatan kulit. Seberapa sering kita harus melakukan eksfoliasi pada wajah bergantung pada jenis kulit, namun para ahli dermatologi sepakat bahwa melakukan eksfoliasi setiap hari itu berlebihan. Faktanya, apa pun jenis kulitmu, dokter kulit tidak menyarankan melakukan eksfoliasi lebih dari tiga kali seminggu.
Kamu mungkin perlu menguji exfoliant fisik vs. kimia serta rutinitas yang berbeda untuk menemukan mana yang cocok untukmu. Berhati-hatilah dengan aktivitas lain dalam rutinitas yang membuat kulit menjadi sensitif, dan selalu gunakan tabir surya.