KOMPAS.com - Timnas U17 Indonesia mendapatkan dukungan fisioterapis kepercayaan Shin Tae-yong, dr Choi Ju-young, selama menjalani Kualifikasi Piala Asia U17 2025 di Kuwait.
Kehadiran Choi Ju-young diharapkan bisa membuat timnas U17 Indonesia tenang menghadapi masalah cedera dan masa pemulihan yang singkat karena jadwal padat.
Timnas U17 Indonesia asuhan Nova Arianto kini tengah bersiap untuk turun dalam ajang Kualifikasi Piala Asia U17 2025 di Kuwait.
Pada laga pertama Kualifikasi Piala Asia U17 2025, timnas U17 Indonesia akan langsung bersua tim tuan rumah.
Partai Kuwait vs Indonesia pada Grup G Kualifikasi Piala Asia U17 2025 akan digelar di Stadion Abdullah Alkhalifa Alsabah, Rabu (23/10/2024) pukul 21.30 WIB.
“Dengan datangnya dr Choi bekerja di sini. Semoga bisa membantu, yang membantu recovery pemain-pemain agar bisa cepat pulih,” ujar Nova Arianto.
Choi Ju-young merupakan dokter olahraga yang sebelumnya pernah bekerja di timnas Korea Selatan pada 1994-2012.
Kemudian, ia bergabung dengan Park Hang-seo di timnas Vietnam. Tim kepelatihan Park Hang-seo sempat membuat Vietnam menjadi skuad yang disegani di Asia Tenggara.
Baru pada tahun 2023, Choi Ju-young ditarik oleh Shin Tae-yong untuk bertugas di timnas Indonesia.
Dokter yang khas dengan kacamata dan rambut tebal tersebut sudah bekerja bersama Indonesia pada Piala Asia U23 2024 dan Piala Asia 2023 lalu.
Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Korea Medicine Sports Center tersebut kini dilibatkan bersama timnas U17 Indonesia dan sudah mulai bekerja sejak masa pemusatan latihan jelang Kualifikasi Piala Asia U17 2025.
Kehadiran Choi Ju-young diharapkan bisa membantu pemulihan pemain timnas U17 Indonesia yang dihadapkan jadwal yang rapat. Jeda tiap pertandingan Grup G hanyalah satu hari.
Iqbal Gwijangge dkk dijadwalkan menghadapi tuan rumah Kuwait di Abdullah Al Khalifa Alsabah Stadium, Mishref, Rabu (23/10/2024) malam.
Setelah itu, anak asuh Nova Arianto akan melawan Kepulauan Mariana Utara, Jumat (25/10/2024) dan terakhir bersua Australia pada Minggu (27/10/2024).
Tantangan lain bagi pemain adalah cuaca di Kota Mishref, Kuwait. Pada bulan Oktober suhu di siang hari bisa mencapai 36 derajat celsius.
Suhu bisa turun drastis saat matahari terbenam hingga 22 derajat celsius. Peran dokter dan fisioterapis pun sangat dibutuhkan untuk menjaga kondisi pemain tetap prima.
“Pemain sudah sangat bugar untuk pertandingan besok dan saya harap pemain memahami apa yang kami rencanakan besok,“ kata Nova Arianto, pelatih asal Semarang itu.
“Semoga pemain bisa tampil dengan performa terbaiknya, sehingga kami bisa mendapatkan hasil terbaik lawan Kuwait,” tuturnya menutup.