#30 tag 24jam
Jamu Kuat Sido Muncul (SIDO) saat Daya Beli Masuk Angin
Daya beli yang melemah bak masuk angin dan musim hujan yang mundur dapat memengaruhi performa Sido Muncul (SIDO). [1,135] url asal
#sido-muncul #sido #dividen-sido #saham-sido #tolak-angin #laba-bersih-sido #sido-muncul #sido #saham-sido #saham-sido-muncul #harga-saham-sido #harga-saham-sido-hari-ini #harga-saham-sido-muncul-hari
(Bisnis.Com - Market) 28/10/24 06:30
v/17086781/
Bisnis.com, JAKARTA — Daya beli masyarakat yang melemah bak masuk angin dan musim hujan yang mundur dari perkiraan dinilai dapat menjadi faktor yang memengaruhi performa PT Industri Jamu dan FarmasiSido MunculTbk. (SIDO) pada kuartal IV/2024.
Kendati begitu, ekspansi yang terus berlanjut dan cakupan distribusi yang kian luas baik di dalam maupun luar negeri menjadi katalis bagi kinerja emiten jamu dan farmasi ini.
Pelemahan daya beli masyarakat sebenarnya sudah berimpak pada kinerja kuartal III/2024 SIDO. Pada periode tersebut, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp730 miliar atau terkoreksi 13,4% dibandingkan kuartal sebelumnya (quartal-to-quartal/QtQ), meski masih tumbuh 3,2% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Pelemahan kinerja penjualan itu terjadi pada semua segmen dengan herbal menjadi kontributor terbesarnya. Sebab, penjualan produk ‘sejuta umat’, Tolak Angin, melandai di tengah melemahnya daya beli konsumen.
“Penjualan yang lebih lemah di semua segmen. Segmen Herbal, kontributor terbesarnya, turun 11,3% QtQ, didorong oleh penjualan Tolak Angin yang lebih rendah di tengah melemahnya daya beli konsumen,” jelas Clara Nathania, analis Sucor Sekuritas, dalam risetnya yang dirilis viaBloomberg, Jumat (25/10/2024).
Penurunan kinerja pada sisitop linejuga diikuti dengan koreksibottom linesecara triwulanan. SIDO mencetak laba bersih sebesar Rp170 miliar pada kuartal III/2024 atau turun 22,2% QtQ, tetapi tumbuh kuat yakni 22,5% YoY seiring adanya efisiensi beban operasional.
Kendati demikian, Sido Munculmasih mencatatkan kinerja impresif sepanjang tahun berjalan. Hingga sembilan bulan pertama 2024, SIDO mampu mengalap pendapatan senilai Rp2,63 triliun. Realisasi meningkat 11,2% YoY.
Pada periode itu, semua segmen bertumbuh. Penjualan segmen herbal meningkat 6,2% YoY yang didorong oleh produk kapsul lunak dan Esemag.
Pada segmen makanan dan minuman (F&B), penjualan SIDO melonjak hingga 20,2% YoY dengan ditopang oleh pertumbuhan kuat produk minuman energi, sedangkan pemasaran segmen farmasi SIDO tercatat naik 11,6% YoY didukung oleh produk sirup.
Tak hanya di dalam negeri, pertumbuhan tersebut juga terjadi di penjualan ekspor SIDO. Bahkan, realisasinya pada sembilan bulan 2024 bertumbuh sebesar 75% YoY atau berkontribusi hingga 8% terhadap total penjualan perseroan. Angka kontribusi itu lebih tinggi ketimbang dua tahun terakhir, yakni sekitar 6% pada 2023 dan 4% pada 2022.
Ekspor produk SIDO ke Malaysia pada periode itu tercatat tumbuh signifikan yakni sekitar 58% YoY. Pengapalan produk Sido Muncul ke Filipina bahkan melonjak hingga 108%, sedangkan ke Nigeria naik 38% YoY di tengah tantangan kondisi ekonomi negara tersebut.
Kenaikan volume penjualan SIDO itu terjadi seiring dengan penguatan saluran distribusi yang terdiri darigeneral trade(berkontribusi sebesar 80% terhadap penjualan),modern trade(15%) dane-commerce(5%).
Sejalan dengan pertumbuhan signifikan padatop line, SIDO mencatatkan laba bersih sebesar Rp778 miliar atau meningkat 32,7% YoY pada sembilan bulan pertama 2024.
Tantangan Sido Muncul pada Kuartal IV/2024
Sederet analis memerinci beberapa tantangan yang akan dihadapiSIDOpada kuartal IV/2024. Berlanjutnya pelemahan daya beli masyarakat masih menjadi kendalanya.
Clara Nathania mengakui potensi itu. Sucor Sekuritas bahkan menurunkan estimasi laba
Sido Muncul untuk 2024 dan 2025 menjadi masing-masing Rp1,0 triliun dan Rp1,1 triliun. “Karena kekhawatiran tentang daya beli yang lemah dan musim hujan yang tertunda yang dapat memengaruhi kinerja 4Q24,” tulisnya dalam riset tersebut.
Sebagai catatan, puncak permintaanTolak Anginsecara tahunan umumnya terjadi pada musim hujan. Pada periode itu, permintaan akan minuman herbal dan hangat.
Selain itu, Sucor Sekuritas memproyeksikan pendapatan SIDO pada periode tersebut mencapai Rp3,6 triliun dan Rp3,9 triliun atau tumbuh masing-masing sebesar 2,3% dan 6,9% YoY.
Sarkia Adelia, analis Panin Sekuritas, dalam risetnya juga mengakui tantangan pelemahan daya beli bagi kinerja SIDO. Selain itu, dia menilai faktor ketidakpastian ekonomi menjadi tantangan lain bagi emiten jamu dan farmasi ini.
Sementera itu, Jonathan Guyadi dan Belva Monica, analis Samuel Sekuritas Indonesia, menilai malaise daya beli masyarakat telah menyebabkan tekanan pada margin kotor (gross margin. Pada kuartal III/2024, margin kotor perseroan tercatat sebesar 52,6% atau berada di bawah capaian triwulan II/2024 sebesar 56,8% dan kuartal III/2023 yakni 55,2%.
“Karena permintaan melemah, terutama untuk produk unggulan SIDO, Tolak Angin, khususnya karena daya beli yang menurun,” tulisnya.
Ekspansi Lintas Negara dan Cakupan Distribusi Jadi Katalis SIDO
Kendati begitu, performa SIDO dinilai dapat ditopang oleh sederet katalis pada kuartal terakhir tahun ini. Salah satunya adalah penguatan saluran distribusi dan penetrasi pasar, serta permintaan ekspor yang masih berlanjut.
Sarkia Adelia mengatakan, SIDO juga memiliki sentimen positif dari potensi pertumbuhan produk herbal memasuki musim hujan. Di samping itu, ada potensi permintaan segmen F&B memasuki puncak Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2024.
Panin Sekuritas sendiri masih merekomendasikan ‘hold’ untuk saham SIDO, tetapi menurunkan target harga ke Rp680 dari sebelumnya sebesar Rp730.
“...mempertimbangkan daya beli masyarakat dan juga ketidakpastian kondisi ekonomi,” tulis Sarkia dalam riset yang dirilis, Kamis (24/10/2024).

Clara Nathania menjelaskan manajemen SIDO tetap optimistis untuk mencapai pertumbuhan lebih dari 10% baik untuktop linemaupunbottom lineantara lain lantaran didukung oleh pemulihan permintaan domestik, perluasan penjualan ekspor ke Vietnam dan Kamboja pada kuartal terakhir.
“Serta cakupan distribusi yang lebih luas, baik domestik maupun luar negeri,” tulisnya.
Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi ‘buy’ untuk saham SIDO dengan target hargasebesar Rp730. “Kami menyukai SIDO karena arus kas yang kuat dan posisi neraca yang kokoh.”
Selain potensi peningkatan ekspor, Jonathan Guyadi dan Belva Monica menilai bahwa penjualan produk pada segmen herbal berpotensi meningkat pada akhir tahun berkat fenomena La Nina, musim hujan, dan tren pengobatan mandiri yang meningkat di tengah pelemahan daya beli.
Samuel Sekuritas Indonesia merekomendasikan ‘beli’ untuk saham SIDO dengan target harga senilai Rp830.
Sementara itu, Analis Sinarmas Sekuritas Vita Lestari menjelaskan permintaan produk segmen herbal dan suplemen berpotensi menguat. Selain itu, segmen F&B SIDO diharapkan akan terus tumbuh.
“Didorong oleh peralihan konsumen dari minuman dingin ke minuman hangat berbahan dasar jahe, termasuk susu jahe dan kopi,” jelas Vita dalam risetnya, Jumat (25/10/2024).
Sinarmas Sekuritas menyematkan rating ‘buy’ pada saham SIDO dengan target harga sebesar Rp740 hingga 2025.
“Kami mengantisipasi bahwa SIDO akan mempertahankan pertumbuhan pendapatan yang kuat pada 4Q24.”
Berdasarkan dataRTI Business, harga sahamSIDOturun 1,60% ke level Rp615 pada penutupan perdagangan Jumat (25/10/2024). Dalam sepekan terakhir harga saham perseroan melemah 8,21% dan terkoreksi 7,52% dalam tiga bulan terakhir.
Namun, sepanjang tahun berjalan atauyear-to-date(YtD), sahamSIDOmeningkat sebesar 17,14%.
berdasarkan data dari terminalBloomberg, Jumat (25/10/2024), mayoritas analis yang mengulas sahamSIDO, memberikan pandangan positif terhadap emiten jamu dan farmasi tersebut.
Dari total 27 analis dalam konsensus, 20 analis (74,1%) merekomendasikanbuy, sedangkan tujuh analis (25,9%) lainnya menyematkan rating ‘hold’.
Berdasarkan konsensus analis tersebut, target harga sahamSIDOberada di level Rp780,48 dalam 12 bulan ke depan. Artinya, masih terdapat potensi kenaikan 26,9% dari harga saham pada penutupan perdagangan pekan lalu.
Sido Muncul (SIDO) Tebar Dividen Interim Rp540 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah
SIDO akan membagikan dividen interim Rp18 per saham atau senilai Rp540 miliar. [428] url asal
#sido-muncul #sido #dividen-sido #saham-sido #tolak-angin #laba-bersih-sido #dividen-interim
(Bisnis.Com - Market) 25/10/24 11:39
v/16968662/
Bisnis.com, JAKARTA – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) bakal mengguyur pemegang saham dengan dividen interim tunai sebesar Rp18 per saham yang dibayarkan pada 20 November 2024.
Direksi Sido Muncul menjelaskan bahwa pembagian dividen interim merupakan hasil keputusan direksi yang disetujui dewan komisaris pada Rabu, 23 Oktober 2024.
“Perseroan akan melaksanakan pembagian dividen interim tunai sebesar Rp18 per saham untuk tahun buku 2024 [periode 1 Januari – 30 Juni 2024],” tulis penjelasan direksi SIDO dalam keterbukaan informasi, Jumat (25/10/2024).
Direksi SIDO menyampaikan bahwa dividen interim akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada 6 November 2024 sampai dengan pukul 16.00 WIB.
Mengutip RTI Infokom, jumlah saham beredar SIDO mencapai 30 miliar saham hingga akhir September 2024. Artinya, dengan dividen interim mencapai Rp18 per saham, perseroan bakal merogoh kocek Rp540 miliar untuk pembayaran dividen.
Didiven interim senilai Rp18 per saham itu merupakan yang tertinggi dalam sejarah SIDO. Sebelumnya, dividen interim per saham tertinggi dibayar SIDO pada tahun buku 2021 senilai Rp15,3 per saham.
Realisasi Dividen SIDO
| Tahun Buku | Jenis Dividen | Dividen per Saham (Rp) | Tanggal Pembayaran | Jumlah Saham (Rp miliar) |
| 2024 | Interim | 18,00 | 20 Nov 2024 | 540 |
| 2023 | Final | 18,00 | 06 Jun 2024 | 540 |
| 2023 | Interim | 12,60 | 20 Nov 2023 | 378 |
| 2022 | Final | 23,00 | 28 Apr 2023 | 690 |
| 2022 | Interim | 13,50 | 18 Nov 2022 | 405 |
| 2021 | Final | 22,70 | 28 Apr 2022 | 681 |
| 2021 | Interim | 15,30 | 27 Agu 2021 | 459 |
| 2020 | Final | 18,90 | 29 Apr 2021 | 567 |
| 2020 | Interim | 12,50 | 18 Nov 2020 | 375 |
| 2019 | Final | 13,50 | 05 Mei 2020 | 405 |
| 2019 | Interim | 11,00 | 20 Nov 2019 | 330 |
| 2018 | Final | 10,50 | 02 Mei 2019 | 315 |
| 2018 | Interim | 7,50 | 28 Nov 2018 | 225 |
Secara kinerja, produsen jamu terbesar di Indonesia ini telah mencetak laba bersih sebesar Rp778,11 miliar hingga kuartal III/2024. Capaian tersebut tumbuh 33% dari periode yang sama tahun lalu yakni Rp586,57 miliar.
Kenaikan laba sejalan dengan kinerja penjualan bersih yang tumbuh 11,42% year on year (YoY) menjadi Rp2,62 triliun. Performa itu ditopang oleh penjualan segmen jamu herbal dan suplemen yang berkontribusi Rp1,54 triliun, segmen makanan dan minuman meraih Rp986,04 miliar, dan farmasi sebesar Rp95,28 miliar.
SIDO turut mencatatkan beban pokok penjualan sebesar Rp1,13 triliun, naik 4,19% YoY. Realisasi ini membuat perusahaan mengantongi laba kotor senilai Rp1,48 triliun sepanjang Januari–September 2024, meningkat 17,32% dari tahun lalu.
Laba usaha untuk 9 bulan pertama tahun ini tumbuh 32% YoY menjadi Rp969 miliar, dengan margin laba usaha naik dari 31% ke 37% hingga kuartal III/2024.
Berikut jadwal pembagian dividen interim Sido Muncul (SIDO):
Akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividen):
· Pasar reguler dan negosiasi: 4 November 2024
· Pasar tunai: 6 November 2024
Awal periode perdagangan saham tanpa hak dividen (ex dividen):
· Pasar reguler dan negosiasi: 5 November 2024
· Pasar tunai: 7 November 2024
Recording date: 6 November 2024
Tanggal pembayaran dividen interim: 20 November 2024.
Sido Muncul (SIDO) Cetak Laba Bersih Rp778 Miliar Kuartal III/2024
Laba bersih SIDO meningkat seiring kinerja penjualan yang tumbuh 11,41% menjadi Rp2,62 triliun hingga kuartal III/2024. [412] url asal
#sido-muncul #sido #laba-bersih-sido #penjualan-sido
(Bisnis.Com - Market) 24/10/24 18:04
v/16936217/
Bisnis.com, JAKARTA – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) mencetak laba bersih Rp778,11 miliar hingga kuartal III/2024. Capaian ini meningkat 33% dari periode sama tahun lalu yakni Rp586,57 miliar.
Melansir laporan keuangan akhir September 2024, produsen jamu terbesar di Indonesia ini membukukan penjualan bersih Rp2,62 triliun atau tumbuh 11,42% dibandingkan realisasi kuartal III/2023 yang meraih Rp2,36 triliun.
“Pertumbuhan ini didorong oleh kuatnya kinerja produk utama SIDO, baik di pasar domestik maupun ekspor,” tulis manajemen SIDO, Kamis (24/10/2024).
Manajemen perusahaan menyampaikan bahwa penjualan ekspor SIDO tumbuh 75% dibandingkankan tahun lalu, sehingga berkontribusi 8% terhadap total penjualan.
Sementara itu, penjualan SIDO ditopang oleh segmen jamu herbal dan suplemen yang berkontribusi Rp1,54 triliun, naik 6,17% year on year (YoY). Adapun segmen makanan dan minuman meraih Rp986,04 miliar dan farmasi sebesar Rp95,28 miliar.
SIDO mencatatkan beban pokok penjualan sebesar Rp1,13 triliun, naik 4,19% YoY. Realisasi ini membuat perusahaan mengantongi laba kotor senilai Rp1,48 triliun sepanjang Januari – September 2024, meningkat 17,32% dari tahun lalu.
Laba usaha untuk sembilan bulan pertama tahun ini tumbuh 32% YoY menjadi Rp969 miliar, dengan marjin laba usaha naik dari 31% ke 37% hingga kuartal III/2024. Manajemen menyatakan bahwa hal tersebut memperlihatkan efisiensi operasional perusahaan dan pengendalian ketat terhadap beban usaha.
Neraca keuangan SIDO juga tetap solid dengan kas sebesar Rp978 miliar dan tanpa utang, menunjukkan kehati-hatian keuangan dan likuiditas perusahaan.
Manajemen menyampaikan perusahaan telah mengucurkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp35 miliar selama Januari – September 2024. Sebagian besar dana ini dialokasikan untuk pemeliharaan proyek.
Memasuki kuartal akhir tahun ini, manajemen SIDO cukup optimistis karena adanya indikasi meningkatnya permintaan secara musiman yang diperkirakan terjadi selama periode akhir tahun dan kondisi cuaca mendukung konsumsi.
“Perusahaan berada di jalur yang tepat untuk mencapai target pertumbuhan penjualan tahunan lebih dari 10%,” ungkap Manajemen Sido Muncul.
Selain itu, fokus strategi SIDO dalam memperkuat jaringan distribusi dan memperkenalkan produk baru, baik di pasar domestik maupun ekspor utama, menempatkan perseroan di posisi terbaik untuk pertumbuhan berkelanjutan.
Di lantai bursa, saham SIDO ditutup melemah 6,02% menuju level Rp625 hingga akhir perdagangan Kamis (24/10/2024). Banderol itu mencerminkan kenaikan 19,05% sepanjang tahun berjalan, tetapi melemah 13,19% selama 3 bulan terakhir.
_______________
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.