JAKARTA, investor.id - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 7,38 triliun pada kuartal III-2024. Angka tersebut rstabil karena hanya turun tipis 0,09% dibandingkan periode yang sama sebesar Rp 7,387 triliun. Meski demikian, perseroan mampu meraup laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 609,26 miliar atau naik 18,72% dari Rp 513,18 miliar.
“Dengan begitu laba per saham dasar SSMS naik jadi Rp63,97 dari sebelumnya Rp53,88 per saham dasar,” demikian pernyataan manajemen Sawit Sumbermas dalam keterangan pers, Jumat (1/11/2024).
Manajemen merinci penjualan SSMS kepada pihak berelasi mencapai Rp4,43 triliun dengan komposisi minyak kelapa sawit Rp2,69 triliun dan penjualan melalui anak usahanya palm olein Rp1,33 triliun, Refined, bleched and deodorized palm oil (RPBDO) Rp196,68 miliar, Tandan buah segar Rp125,24 miliar dan asam lemak sawit Rp84,76 miliar.
Sedangkan penjualan kepada pihak ketiga hanya sebesar Rp2,94 triliun dengan rincian palm olein Rp1,06 triliun, minyak kelapa sawit Rp658,02 miliar, palm stearin Rp550,80 miliar, minyak inti sawit Rp499,51 miliar, Refined, bleached and deodorized palm oil (RPBDO) Rp106,75 miliar, PKE Rp37,07 miliar, kemasan Rp24,01 miliar dan asam lemak sawit Rp565,71 juta.
“Namun, perseroan bisa memangkas beban pokok penjualan dari sebelumnya senilai Rp5,43 triliun menjadi Rp5,22 triliun. Sehingga laba bruto naik 10,16 % menjadi Rp2,15 triliun dibandingkan periode kuartal III-2023 yang tercatat Rp1,95 triliun,” tambah manajemen SSMS.
Dari total beban pokok penjualan SSMS ini, tiga terbesar adalah pembelian bahan baku senilai Rp3,05 triliun, pemupukan dan perawatan Rp576,57 miliar dan biaya tenaga kerja Rp463,73 miliar. Selanjutnya perseroan juga secara wajar membukukan beban penjualan sebesar Rp555,37 miliar, serta beban umum dan administrasi Rp552,61 miliar.
Namun, SSMS untuk periode ini berhasil mencatatkan keuntungan atas nilai wajar aset biologis senilai Rp70,15 miliar dan pendapatan lain-lain melonjak dari tahun sebelumnya hanya Rp87,25 miliar menjadi Rp205,46 miliar. Maka dari itu, laba usaha SSMS per 30 September 2024 naik 26,73 % menjadi Rp1,32 triliun dari periode sama di 2023 yang terkumpul Rp1,04 triliun.
Rincian lain dari laporan keuangan SSMS perseroan meraih pendapatan keuangan Rp80,17 miliar, dengan beban keuangan Rp464,03 miliar dan bagian dari kerugian atas entitas asosiasi menyusut jadi Rp27,31 miliar dari sebelumnya Rp38,43 miliar. Sehingga kinerja ciamik SSMS berlanjut pada laba sebelum pajak penghasilan yang naik 41,93 % jadi Rp909,04 miliar dari sebelumnya Rp640,46 miliar.
Posisi keuangan yang juga menarik diperhatikan dalam melihat kesehatan sebuah perusahaan adalah kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi melonjak jadi 783,67 miliar dari sebelumnya hanya Rp247,77 miliar. Serta hilirnya adalah kas dan setara kas akhir periode yang naik jadi Rp883,31 miliar dari Rp560,18 miliar.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News