JAKARTA, KOMPAS.com - Tabung gas 12 kilogram meledak di salah satu rumah yang ada di Perumahan Taman Kencana, Cengkareng Barat, Jakarta Barat, Kamis (1/8/2024).
Ledakan yang diperkirakan terjadi pukul 05.00 WIB itu sempat membuat geger semua warga perumahan.
Pasalnya, bunyi ledakan yang ditimbulkan begitu keras dan terdengar hingga radius satu kilometer.
“Suara ledakannya begitu keras. Kayak suara bom yang meledak,” ujar salah warga berinisial M (50) saat ditemui di lokasi, Kamis.
M menyebut, suara ledakan terdengar sangat jelas dari rumahnya yang beda beberapa blok dari lokasi kejadian.
Ia baru pertama kali mendengar suara ledakan sekencang ini selama hidupnya.
“Ini pertama kalinya saya dengar ledakan sekencang ini. Makanya bikin geger, kaget semua,” tutur dia.
Detik-detik ledakan
Warga lainnya bernama Suwandi Kusuma (72) turut menyampaikan hal serupa.
Ia menyebut, ledakan tabung gas terdengar seperti ledakan bom yang ada di film.
“Dahsyat sekali ledakannya, seperti bom kalau saya bilang,” ucap dia.
Suwandi mengaku, saat itu dirinya berada sangat dekat tempat kejadian perkara (TKP).
Ia bahkan mengeklaim menjadi satu-satunya saksi yang melihat detik-detik terjadinya ledakan dari rumah di Jalan Kaliandra V Blok C7 nomor 2.
“Saya ini saksi kunci. Waktu kejadian, saya berada di depan rumah Blok C7 nomor 5. Saya saat itu sedang jalan pagi. Makanya saya lihat dengan mata dan kepala saya sendiri bagaimana ngerinya ledakan,” tutur dia.
Suwandi mengatakan, tabung gas meledak persis pukul 05.02 WIB.
Ia menduga terjadi kebocoran gas dari dalam rumah karena ada sesuatu yang janggal saat dirinya melewati rumah korban.
Pintu rumah korban, kata Suwandi, biasanya sudah dalam keadaan terbuka saat dirinya olahraga pagi.
“Biasanya kalau pagi pintunya sudah terbuka. Tapi, pas kejadian, saya baru sadar pintu rumah korban tertutup. Jadi kalau ada dugaan gas bocor, gasnya pasti terperangkap,” tutur dia.
Pagar terbang, kanopi terhempas
Suwandi mengungkapkan, material yang ada di rumah korban seketika terhempas ke mana-mana saat ledakan.
Mulai dari pecahan kaca jendela, pintu, tembok, kanopi, hingga pagar rumah.
“Semuanya terhempas ke arah depan. Salah satu yang paling jauh itu pagar rumah. Pagar dari rumah korban terlempar sampai di depan rumah anak saya. Kebetulan rumah kami berseberangan,” ucap dia.
Maka dari itu, Suwandi sangat bersyukur karena langkah kakinya sempat terhenti beberapa menit sebelum kejadian.
Andai dia melaju lebih jauh lagi, nyawanya bisa terancam.
“Kalau saya jalan lima langkah lagi, mungkin nyawa saya terancam. Bisa saja saya ikut terhempas bersama material ledakan. Jadi saya cukup beruntung ya,” imbuh dia.
Polisi duga ada kebocoran gas
Kapolsek Cengkareng Kompol Hasoloan Situmorang mengatakan, ledakan yang terjadi di rumah Blok C7 nomor 2 diduga kuat karena kebocoran gas.
“Untuk sumber ledakan, dari hasil identifikasi dan cek TKP dari tim gegana, dugaan kuat terjadinya ledakan disebabkan karena bocornya gas dari tabung elpiji 12 kilogram,” ujar dia saat dihubungi.
Kendati begitu, polisi akan mengidentifikasi lebih lanjut karena tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri sudah membawa beberapa sampel dari lokasi ledakan.
Sampel yang dibawa akan dicek lebih dulu untuk memastikan penyebab pasti ledakan.
“Mohon waktu, sampel sudah dibawa dan sedang dicek di laboratorium,” tutur dia.
Dua Rumah hancur
Pantauan Kompas.com di lokasi kejadian, setidaknya dua rumah hancur dan nyaris roboh imbas ledakan tabung gas.
Satu rumah yang hancur adalah rumah di Blok C7 Nomor 2 yang merupakan titik ledakan. Sedangkan, satu rumah lainnya adalah hunian yang menempel di sisi kiri pusat ledakan, yakni rumah Nomor 3.
Khusus untuk rumah Nomor 2, kondisinya porak poranda.
Rumah dua lantai itu nyaris roboh karena fondasi atau penyangga yang menopang lantai atas sudah hancur.
Akibatnya, lantai dua bangunan terlihat menggantung dan bisa roboh ke bawah kapan saja.
Tak jauh berbeda dengan rumah Nomor 2, kondisi rumah Nomor 3 juga cukup memprihatinkan.
Tembok pembatas yang memisahkan kedua rumah hancur berantakan imbas ledakan yang terjadi.
Formasi atau penyangga yang menopang lantai dua juga nyaris roboh dan menggantung seperti rumah Nomor 2.
Di lain sisi, ledakan tabung gas juga mengakibatkan beberapa rumah dan sebuah musala mengalami kerusakan.
Mayoritas rumah yang rusak adalah rumah tetangga yang berada di depan, belakang, maupun di samping pusat ledakan.
Rumah-rumah yang terdampak itu menderita kerusakan di bagian plafon, pintu, dan jendela.
Setidaknya ada delapan rumah yang plafonnya hancur dan mengalami pecah kaca di bagian jendela maupun pintu.
Mushala yang jaraknya hanya sekitar 15 meter dari lokasi juga terdampak.
Kaca musala pecah dan langit-langit musala tampak retak imbas ledakan.