#30 tag 24jam
Wawancara Eksklusif Lee Yong-dae: Istora Rumah Kedua, Bahas Shin Tae-yong
Kepada Kompas.com, Lee Yong-dae menyebut Istora sebagai rumah kedua. Ia juga berbicara soal pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Halaman all [1,215] url asal
#timnas-indonesia #lee-yong-dae #lee-yong-dae #shin-tae-yong #bdmntn-xl
(Kompas.com) 03/11/24 05:40
v/17393608/
KOMPAS.com - Legenda ganda putra Korea Selatan, Lee Yong-dae, meramaikan turnamen BDMNTN-XL di Istora Senayan, Jakarta, 31 Oktober-3 November 2024.
Selain Lee Yong-dae, BDMNTN-XL juga menghadirkan Viktor Axelsen, Ratchanok Intanon, Yuta Watanabe, Kunlavut Vitidsarn, Greysia Polii, dan Hendra Setiawan.
BDMNTN-XL menyajikan pertandingan sistem beregu yang mempertemukan empat tim, yakni Rockets, Blitzers, Lightning, dan Hurricanes.
Keempat tim bakal bertanding tiga kali dalam format round robin dan dua grup teratas maju ke final untuk memperebutkan gelar pada Minggu (3/11/2024).
Lee Yong-dae tergabung di tim Rockets bersama Hendra Setiawan, Yeo Jia Min (Singapura), Kodai Naraoka (Jepang), Chen Tang Jie (Malaysia), Tse Ying Suet (Hong Kong), dan Misaki Matsutomo (Jepang).
Dalam wawancara eksklusif bersama Kompas.com di Istora Senayan, Rabu (30/10/2024), Lee Yong-dae mengungkapkan perasaannya bisa kembali bertanding di Istora.
Peraih medali emas ganda campuran di Olimpiade Beijing 2008 itu juga berbicara mengenai kekagumannya terhadap Hendra Setiawan.
Tak cuma itu, Lee Yong-dae ikut menyoroti permainan timnas Indonesia di bawah asuhan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong.
Berikut wawancara Kompas.com dengan Lee Yong-dae:
Setelah pensiun, Anda kembali ke lapangan dan reuni dengan pemain-pemain hebat lainnya di BDMNTN-XL, bagaimana pendapat Anda tentang acara ini?
Saya sangat senang bisa kembali ke lapangan dalam turnamen internasional, terutama di Jakarta. Saya sangat menantikan turnamen ini.
Anda telah memenangkan banyak gelar di Istora. Bagaimana rasanya kembali ke "home of badminton", apakah Anda merindukan sorakan dari para penggemar?
Saya selalu memiliki kenangan indah tentang semua sorakan dan atmosfer di Istora. Jadi, saya sangat senang bisa mengalaminya sekali lagi. Sebenarnya, sudah lama sejak saya datang ke Istora. Beberapa hal telah berubah sehingga terasa baru bagi saya pada saat yang sama. Saya juga sangat bersemangat.
Apa momen paling berkesan Anda di Istora?
Tentu saja semua sorakan dari para penggemar, terutama saat saya mencapai final. Sorakannya, saya hampir merasa seluruh stadion bergetar. Jadi, itu adalah salah satu kenangan yang tidak bisa saya lupakan sepanjang karier profesional saya.
Jadi, Istora seperti rumah kedua Anda?
Pasti, karena semua sorakan dan semua dukungan yang saya rasakan, Istora seperti rumah kedua saya. Apalagi, saya membuat banyak hasil bagus di Istora. Saya pikir itu tidak mungkin tanpa sorakan dari penggemar bulu tangkis.
Dalam wawancara sebelumnya, Anda sepertinya sangat mengagumi Hendra Setiawan. Bagaimana rasanya berada di tim yang sama dengannya di BDMNTN-XL?
Saya merasakan banyak persaingan dengan Hendra Setiawan karena kami sering bertemu satu sama lain, tetapi pada saat yang sama saya juga mengaguminya karena dia sekarang bermain lebih lama dari saya. Jadi, dia benar-benar pemain yang mengagumkan, dia adalah pemain yang bagus, legenda hidup, dan terutama sekarang saya akan bermain bersamanya. Saya sangat bersemangat. Saya tidak tahu bagaimana komunikasi atau chemistry akan seperti apa. Tapi, jika hasilnya bagus, itu juga akan menjadi kenangan yang sangat baik bagi saya.
Menurut Anda apa yang membuat Hendra Setiawan begitu dihormati dan masih bisa bermain di level ini?
Secara umum dia adalah pemain yang bagus. Apalagi, dia bermain sampai sangat lama. Bahkan, tidak hanya bermain, dia selalu membuat hasil yang bagus sampai sekarang. Itu adalah bagian yang paling mengagumkan darinya. Dalam hal teknik bulu tangkis, dia sangat bagus dalam permainan net. permainan net-nya saya pikir hampir sempurna. Apalagi, di ganda putra Anda harus pandai menyerang dan bertahan untuk mendapatkan hasil bagus di pertandingan. Saya pikir Hendra Setiawan bagus dalam keduanya, dia memenangkan banyak gelar, kejuaraan dunia, Asian Games.
Apa momen terbaik Anda selama menjadi pemain bulu tangkis?
Meskipun itu sudah lama dan saya masih muda, tetapi medali emas Olimpiade jelas merupakan hal yang paling berkesan dalam karier saya. Apalagi, saya sebelum Olimpiade dan setelah Olimpiade benar-benar berbeda, nilai diri saya benar-benar berbeda. Jadi, itu adalah salah satu kenangan yang tak terlupakan.
Bagaimana Anda melihat bulu tangkis Korea Selatan saat ini?
Generasi ini adalah salah satu yang terbaik terutama An Se-young. Dia adalah peringkat satu dunia, dia juga peraih medali emas Olimpiade. Dia luar biasa, jadi saya senang dengan hasilnya. Sektor lainnya, Seo Seung-jae juga bermain bagus di ganda putra dan ganda campuran. Kim Won-ho dan Jeong Na-eun juga, di ganda putri ada Lee So-hee juga. Jadi, semua pemain ini terus membuat hasil bagus dalam mewakili tim nasional Korea Selatan. Saya harap mereka bisa terus membuat hasil bagus dan membuat generasi emas ini lebih lama.
Sebagai salah satu pemain ganda putra legendaris, pasangan ganda putra mana yang menarik perhatian Anda saat ini?
Jelas saya lebih banyak menonton pemain Korea, Seo Seung-jae/Kang Min-hyuk bermain dengan sangat bagus. Namun, kalau bicara pemain internasional, saya pikir Wang Chang/Liang Wei Keng dari China bermain bagus sekarang dan mereka adalah peringkat satu dunia. Permainan mereka sangat mengesankan dan untuk pemain lain, saya pikir level ganda putra sama-sama naik. Itu hal yang bagus bagi bulu tangkis dan saya secara pribadi sangat dekat dengan Fajar Alfian. Saya berharap Fajar dan Rian Ardianto bisa terus mendapatkan hasil yang bagus.
Bagaimana kehidupan Anda di luar lapangan sekarang? Apakah sekarang menjadi komentator olahraga dan apakah ada olahraga lain yang Anda mainkan saat ini?
Saya menjadi komentator untuk acara besar seperti Olimpiade dan Asian Games. Soal bermain olahraga yang berbeda, saya pikir belakangan ini saya sedikit lebih jauh dari bulu tangkis. Saya masih bermain bulu tangkis, tetapi saya juga bermain golf atau sepak bola, hal-hal seperti itu adalah hobi karena ketika saya masih menjadi pemain bulu tangkis saya tidak bisa bermain olahraga lain.
Apakah Anda tidak tertarik menjadi pelatih?
Sebenarnya di turnamen lokal Korea saya bermain dan menjadi pelatih pada saat bersamaan. Saya pikir melatih dan menjadi pemain sangat berbeda. Jadi saya sedang belajar bagaimana menjadi pelatih yang bagus.
Apa pendapat Anda tentang Shin Tae-yong?
Saya sebenarnya sudah beberapa kali bertemu dengannya secara pribadi dan sudah tahu dia adalah orang yang baik. Saya mendengar setelah Shin Tae-yong menjadi pelatih Indonesia, tim Indonesia membuat hasil yang bagus dan kemudian suasana dan atmosfernya hampir gila seperti penggemar bulu tangkis. Saya pikir itu adalah sinyal yang baik bahwa tim Indonesia membuat hasil yang bagus, karena Shin Tae-yong juga saya mendukung tim nasional Indonesia.
Apa yang ingin Anda katakan kepada penggemar bulu tangkis Indonesia?
Sudah lama sejak saya menunjukkan performa saya kepada para penggemar Indonesia. Saya senang bisa menunjukkannya sekali lagi. Sorakan dan semua dukungan dari Istora ini dan semua penggemar bulu tangkis Indonesia adalah kenangan yang benar-benar tak terlupakan. Saya harap semua penggemar bulu tangkis datang ke Istora untuk menonton BDMNTN-XL sehingga saya dapat merasakan sorakan itu dan seperti semua getaran sekali lagi. Jadi, silakan datang dan dukung kami, terima kasih.
BDMNTN-XL: Lee Yong-dae Teringat Masa Lalu, Istora seperti Rumah Kedua
Sorakan penggemar di Istora yang menonton BDMNTN-XL membuat Lee Yong-dae teringat masa lalu ketika ia masih aktif bermain. Istora bak rumah keduanya. Halaman all [519] url asal
#lee-yong-dae #lee-yong-dae #istora #bdmntn-xl #badminton-xl
(Kompas.com) 02/11/24 11:30
v/17354140/
KOMPAS.com - Legenda ganda putra Korea Selatan, Lee Yong-dae, senang bisa mendengar lagi sorakan-sorakan dari penggemar bulu tangkis di Istora Senayan, Jakarta.
Lee Yong-dae menjadi bagian ajang BDMNTN-XL yang menampilkan pebulu tangkis papan di Istora Senayan, Jakarta, mulai 31 Oktober sampai 3 November 2024.
Selain Lee Yong-dae, BDMNTN-XL juga diramaikan Hendra Setiawan, Greysia Polii, Viktor Axelsen, Ratchanok Intanon, Yuta Watanabe, serta Aaron Chia dan Soh Wooi Yik.
Dilansir dari BWF, Lee Yong-dae terakhir kali bertanding di Istora Senayan pada Indonesia Masters 2020 ketika berpasangan dengan Kim Gi-jung.
Setelah empat tahun, Lee Yong-dae merasa senang bisa kembali menunjukkan aksinya di Istora yang selalu punya cerita bagi para pebulu tangkis dunia.
Baginya, sorakan penggemar yang datang ke Istora untuk menonton BDMNTN-XL membuatnya teringat dengan masa lalu saat ia masih aktif bermain.
"Rasanya menyenangkan banget bisa main lagi di Istora, saya sangat excited tapi sekaligus nervous. Saya merasa sorakan-sorakan penonton itu masih sama kayak dulu saya main," tutur Lee Yong-dae kepada media termasuk KOMPAS.com di Istora, Jumat (1/11/2024).
Sebelumnya, Lee Yong-dae juga sempat mengungkapkan, bahwa dukungan yang ia terima setiap bertanding di Jakarta membuatnya merasa Istora seperti rumah kedua.
"Pasti karena semua dukungan yang saya dapatkan, Istora seperti rumah kedua saya. Apalagi, saya meraih banyak hasil bagus di sana. Saya pikir itu tidak mungkin terjadi tanpa dukungan penggemar," tuturnya.
BDMNTN-XL menyajikan duel empat tim yaitu Rockets, Blitzers, Lightning, dan Hurricanes yang masing-masing terdiri dari tujuh pemain.
Tim Rockets terdiri dari Hendra Setiawan, Lee Yong-dae (Korea Selatan), Yeo Jia Min (Singapura), Kodai Naraoka (Jepang), Chen Tang Jie (Malaysia), Tse Ying Suet (Hong Kong), dan Misaki Matsutomo (Jepang).
Tim Lightning diperkuat Viktor Axelsen (Denmark), Ratchanok Intanon (Thailand), Ashwini Ponnappa (India), Greysia Polii (Indonesia), Yuta Watanabe (Jepang), Tang Chun Man (Hong Kong), dan Soh Woi Yik (Malaysia).
Sementara, Kunlavut Vitidsarn (Thailand), Toh Ee Wei (Malaysia), Pornpawee Cochuwong (Thailand), Alexandra Boje (Denmark), Sabar Karyaman Gutama (Indonesia), Seo Seung-jae (Korea Selatan), dan Ong Yew Sin (Malaysia) menghuni tim Blitzers.
Adapun tim Hurricanes dibela Lee Cheuk Yiu (Hong Kong), Aya Ohori (Jepang), Selena Piek (Belanda), Gloria Emanuelle Widjaja (Indonesia), Aaron Chia (Malaysia), Mathias Christiansen (Denmark), dan Teo Ee Yi (Malaysia).
Keempat tim akan bermain tiga kali dengan sistem round robin tunggal dan dua tim teratas bakal bertanding di final untuk memperebutkan juara pada Minggu (3/11/2024).