#30 tag 24jam
Keamanan Finansial di Era Digital, Lebih dari Sekadar Punya Tabungan dan Investasi
Keamanan finansial di era digital tidak lagi sekadar punya tabungan dan investasi. Konsepnya lebih dari itu. Simak artikel berikut untuk mengetahuinya Halaman all [722] url asal
#phising #phishing #link-palsu #keamanan-siber #layanan-keuangan #layanan-keuangan-digital #dompet-digital #dana #lembaga-keuangan
(Kompas.com) 29/10/24 14:25
v/17153285/
KOMPAS.com - Di era digital, konsep keamanan finansial mengalami perluasan makna. Tidak hanya tentang punya tabungan cukup atau investasi menguntungkan, konsep tersebut juga mencakup kemampuan seseorang untuk melindungi aset keuangannya dari berbagai ancaman kejahatan siber (cyber crime).
Salah satu kejahatan siber yang perlu diwaspadai adalah phishing. Pelakunya umumnya menyamar sebagai institusi tepercaya untuk mendapatkan informasi sensitif, seperti data login atau nomor kartu kredit.
Modus itu sering dilakukan melalui tautan (link) palsu yang dikirim lewat WhatsApp atau email, seolah-olah berasal dari lembaga resmi.
Ketika korban memasukkan data pada halaman palsu yang menyerupai situs asli, informasi tersebut dicuri dan digunakan untuk tindakan kriminal. Dengan data ini, pelaku juga dapat mengambil alih akun korban dan melakukan tindakan merugikan lainnya.
Menurut laporan Indonesia Anti-Phishing Data Exchange (IDADX) yang dikutip dari Kompas.id, Senin (15/4/2023), terdapat 69.117 laporan phishing berupa domain .id dari 2018 hingga triwulan I-2023.
Khusus triwulan I 2023, jumlah laporan yang masuk mencapai 26.675 atau meningkat 220 persen dari triwulan IV 2022. Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam upaya phishing di Indonesia.
Kerugian akibat phishing
Mudah untuk memahami seberapa besar risiko phishing terhadap keamanan keuangan melalui berbagai pemberitaan media massa. Salah satu kasus yang menimpa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Klungkung, Bali, I Wayan Misna (56), menjadi contoh nyata.
Dikutip dari Kompas TV, Jumat (3/2/2023), Wayan menjadi korban dan kehilangan uang sebesar Rp 654 juta dari rekeningnya.
Kejadian itu bermula ketika ia mengeklik tautan palsu di Facebook yang mengaku berasal dari bank tempat ia menyimpan uangnya. Tautan tersebut membawa Wayan ke situs palsu yang menirukan tampilan situs resmi bank sehingga ia tanpa sadar memberikan data login yang digunakan pelaku untuk menguras rekeningnya.
Phishing tidak hanya berdampak pada kerugian finansial langsung, seperti yang dialami oleh anggota DPRD tersebut, tetapi juga membawa konsekuensi jangka panjang bagi kesehatan mental dan fisik korban.
Dikutip dari Mind Body Green, Kamis (21/3/2024), stres yang ditimbulkan oleh masalah keuangan, termasuk dari penipuan online seperti phishing, terbukti dapat mempercepat penuaan, menurunkan fungsi kognitif, dan meningkatkan kadar protein peradangan dalam tubuh.
Melihat besarnya dampak ancaman siber terhadap keamanan finansial dan kesehatan, penyedia layanan keuangan digital DANA turut ambil bagian dalam upaya edukasi dan perlindungan pengguna.
Melalui campaign #AwasJebakanBadman, DANA mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus penipuan yang memanfaatkan nama besar perusahaan.
dok. DANA Agar terhindar dari modus link palsu pemulihan akun DANA, pengguna dapat melakukan monitor, konfirmasi, dan lapor.DANA menerapkan prinsip “Monitor”, “Konfirmasi”, dan “Lapor” sebagai langkah pencegahan yang komprehensif.
Prinsip “Monitor” sendiri mengajak pengguna untuk selalu waspada terhadap aktivitas mencurigakan yang menghubungi mereka. Misalnya, pesan yang mengaku dari DANA tentang pembekuan akun.
Dalam kondisi itu, jika ada yang menghubungi dan berkata bahwa akun DANA sedang dibekukan, sebaiknya jangan langsung panik. Buka akun DANA dan cek terlebih dahulu apakah akun dibekukan atau tidak.
Lalu, “Konfirmasi” mendorong pengguna untuk memverifikasi setiap aktivitas mencurigakan melalui fitur “DANA Protection”. Pengguna dapat memeriksa keaslian link, nomor telepon, atau akun media sosial yang mengatasnamakan DANA.
Sementara, prinsip “Lapor” memfasilitasi pengguna untuk melaporkan oknum mencurigakan melalui fitur “Lapor via Aduan Nomor” di DANA Protection. Laporan akan diteruskan ke layanan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk ditindaklanjuti.
Untuk meningkatkan keamanan pengguna, DANA menyediakan beberapa tip penting.
- Jangan pernah mengunduh atau menginstal aplikasi DANA dari tautan yang dibagikan di grup pesan instan, seperti WhatsApp atau Telegram.
- Jika memang benar akun Anda bermasalah, jangan mengeklik tautan atau memberikan informasi apa pun kepada pihak yang menghubungi Anda. Segera blokir dan laporkan nomor tersebut.
- Untuk bantuan, hubungi DANA Customer Care melalui DIANA (asisten virtual DANA), e-mail resmi help@dana.id, atau call center 1500 445 .
- Perlu diingat, DANA tidak memiliki layanan customer care melalui WhatsApp atau Telegram.
- Untuk memastikan keaslian informasi di media sosial, cek apakah akun DANA memiliki tanda centang biru. Jangan terkecoh dengan akun-akun serupa yang tidak terverifikasi.
Hal lain yang perlu diwaspadai adalah semakin banyaknya domain phishing yang menggunakan protokol “HTTPS”. Padahal, protokol ini sering dianggap sebagai indikator keamanan sebuah situs web. Berdasarkan laporan IDADX, pada triwulan I-2023, sebanyak 99 persen domain phishing menggunakan protokol tersebut.
Dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dan memanfaatkan fitur keamanan yang disediakan oleh penyedia layanan seperti DANA, keamanan finansial di era digital dapat dicapai.
Ingat, keamanan finansial lebih dari sekadar punya tabungan dan investasi, tapi juga kemampuan melindungi aset dari ancaman kejahatan siber! Yuk, bertransaksi dengan aman pakai DANA.
Jangan Panik, Ini Tip Jitu Terhindar dari Modus Penipuan Link Palsu Pemulihan Akun DANA
Salah satu modus kejahatan siber yang kini marak adalah penipuan dengan modus link palsu pemulihan akun DANA. Halaman all [582] url asal
#link-palsu #kejahatan-siber #dompet-digital #modus-penipuan #dana #blokir-akun
(Kompas.com) 04/10/24 16:15
v/15971099/
KOMPAS.com – Nada dering tanda pesan masuk terdengar dari ponsel Syifa saat dirinya tengah sibuk mengerjakan tugas.
Sebuah pesan masuk mengklaim bahwa akun DANA milik Syifa telah dibekukan dan perlu segera dipulihkan. Apalagi, ia baru saja mengisi Saldo DANA kemarin.
Syifa yang kadung panik pun langsung mengeklik link pemulihan yang dikirimkan tanpa berpikir panjang. Namun, setelah mengeklik link tersebut dan mengisi data yang diminta, Syifa baru tersadar bahwa dirinya terjebak dalam pusaran penipuan digital.
Kasus penipuan yang menimpa Syifa bukan lagi cerita fiksi. Sebab, seiring meningkatnya penggunaan dompet digital, modus penipuan secara online juga semakin beragam.
Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat, lebih dari 1,4 juta kejahatan siber terjadi di Indonesia sepanjang 2023. Angka ini meningkat signifikan jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1,1 juta kasus.
Adapun salah satu modus kejahatan siber yang kini marak adalah penipuan melalui link palsu pemulihan akun DANA.
Modus operandi penipuan itu biasanya diawali dengan pesan atau telepon yang mengaku dari pihak DANA.
Penipu akan menginformasikan bahwa akun DANA korban sedang dibekukan dan memerlukan proses pemulihan segera. Mereka kemudian akan mengirimkan sebuah tautan yang diklaim sebagai link pemulihan akun.
Monitor, Konfirmasi, Lapor
Untuk membantu pengguna menghindari modus penipuan tersebut, dompet digital DANA meluncurkan campaign #AwasJebakanBadman.
Melalui campaign itu, DANA memberikan sejumlah informasi dan imbauan penting agar masyarakat bisa terhindar dari jebakan penipu yang menggunakan modus link palsu pemulihan akun DANA.
Terdapat sejumlah langkah yang harus dilakukan pengguna jika menerima link palsu pemulihan akun DANA.
dok. DANA Agar terhindar dari modus link palsu pemulihan akun DANA, pengguna dapat melakukan monitor, konfirmasi, dan lapor.Pertama, monitor. Jika menerima link pemulihan akun DANA oleh oknum mencurigakan, jangan panik dan langsung mengeklik link-nya. Cek terlebih dahulu apakah benar akun DANA Anda dibekukan atau tidak. Jika tidak, abaikan atau laporkan saja chat tersebut.
Kedua, konfirmasi. Untuk memastikan link yang diterima berasal dari sumber tepercaya, Anda bisa memeriksanya dengan melakukan copy paste link melalui fitur DANA Protection di aplikasi DANA.
Selain mengecek keaslian link, fitur DANA Protection juga bisa mengecek keaslian nomor telepon dan akun media sosial yang mengatasnamakan DANA.
Ketiga, lapor. Apabila link yang dikirim oknum mencurigakan terbukti palsu, Anda dapat melaporkannya melalui DANA Protection. Laporan bisa dibuat melalui fitur Lapor via Aduan Nomor.
Fitur tersebut akan langsung menghubungkan Anda dengan layanan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Dengan begitu, Anda tidak hanya membantu diri sendiri terhindar dari penipuan online, tetapi juga pengguna DANA lain.
Tak hanya tiga langkah tersebut, DANA juga membagikan sejumlah tip agar pengguna tidak mudah terjebak dalam modus penipuan.
- Jangan download dan instal aplikasi DANA dari link yang dibagikan di grup pesan instan, seperti WhatsApp dan Telegram.
- Jangan langsung percaya jika ada yang mengatakan jika akun DANA Anda dibekukan.?
- Tetap tenang dan segera cek apakah akun DANA Anda benar dibekukan.?
- Jika benar, jangan klik link dan berikan informasi apa pun ke pihak tersebut.
- Segera blokir dan laporkan nomor tersebut ke DANA Customer Care melalui DIANA atau melalui email resmi help@dana.id dan call center 1500 445.?
Perlu diketahui, DANA tidak memiliki layanan customer care melalui WhatsApp ataupun Telegram. Selain itu, akun resmi media sosial DANA juga hanya yang bercentang biru. Jadi, jangan terkecoh akun serupa lainnya, ya.
Anda harus selalu ingat, jika akun DANA Anda benar dibekukan, langsung saja lapor ke DIANA, call center, atau email resmi DANA.
Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai fitur dan keamanan DANA, silakan kunjungi website resmi DANA atau akun Instagram @dana.id dan TikTok @dana.Indonesia. Jangan lupa juga untuk download dan transaksi pakai aplikasi DANA, ya!
Jangan Panik, Ini Tip Jitu Terhindar dari Modus Penipuan Link Palsu Pemulihan Akun DANA
Salah satu modus kejahatan siber yang kini marak adalah penipuan dengan modus link palsu pemulihan akun DANA. Halaman all [582] url asal
#link-palsu #kejahatan-siber #dompet-digital #modus-penipuan #dana #blokir-akun
(Kompas.com) 04/10/24 16:15
v/15966443/
KOMPAS.com – Nada dering tanda pesan masuk terdengar dari ponsel Syifa saat dirinya tengah sibuk mengerjakan tugas.
Sebuah pesan masuk mengklaim bahwa akun DANA milik Syifa telah dibekukan dan perlu segera dipulihkan. Apalagi, ia baru saja mengisi Saldo DANA kemarin.
Syifa yang kadung panik pun langsung mengeklik link pemulihan yang dikirimkan tanpa berpikir panjang. Namun, setelah mengeklik link tersebut dan mengisi data yang diminta, Syifa baru tersadar bahwa dirinya terjebak dalam pusaran penipuan digital.
Kasus penipuan yang menimpa Syifa bukan lagi cerita fiksi. Sebab, seiring meningkatnya penggunaan dompet digital, modus penipuan secara online juga semakin beragam.
Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat, lebih dari 1,4 juta kejahatan siber terjadi di Indonesia sepanjang 2023. Angka ini meningkat signifikan jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1,1 juta kasus.
Adapun salah satu modus kejahatan siber yang kini marak adalah penipuan melalui link palsu pemulihan akun DANA.
Modus operandi penipuan itu biasanya diawali dengan pesan atau telepon yang mengaku dari pihak DANA.
Penipu akan menginformasikan bahwa akun DANA korban sedang dibekukan dan memerlukan proses pemulihan segera. Mereka kemudian akan mengirimkan sebuah tautan yang diklaim sebagai link pemulihan akun.
Monitor, Konfirmasi, Lapor
Untuk membantu pengguna menghindari modus penipuan tersebut, dompet digital DANA meluncurkan campaign #AwasJebakanBadman.
Melalui campaign itu, DANA memberikan sejumlah informasi dan imbauan penting agar masyarakat bisa terhindar dari jebakan penipu yang menggunakan modus link palsu pemulihan akun DANA.
Terdapat sejumlah langkah yang harus dilakukan pengguna jika menerima link palsu pemulihan akun DANA.
dok. DANA Agar terhindar dari modus link palsu pemulihan akun DANA, pengguna dapat melakukan monitor, konfirmasi, dan lapor.Pertama, monitor. Jika menerima link pemulihan akun DANA oleh oknum mencurigakan, jangan panik dan langsung mengeklik link-nya. Cek terlebih dahulu apakah benar akun DANA Anda dibekukan atau tidak. Jika tidak, abaikan atau laporkan saja chat tersebut.
Kedua, konfirmasi. Untuk memastikan link yang diterima berasal dari sumber tepercaya, Anda bisa memeriksanya dengan melakukan copy paste link melalui fitur DANA Protection di aplikasi DANA.
Selain mengecek keaslian link, fitur DANA Protection juga bisa mengecek keaslian nomor telepon dan akun media sosial yang mengatasnamakan DANA.
Ketiga, lapor. Apabila link yang dikirim oknum mencurigakan terbukti palsu, Anda dapat melaporkannya melalui DANA Protection. Laporan bisa dibuat melalui fitur Lapor via Aduan Nomor.
Fitur tersebut akan langsung menghubungkan Anda dengan layanan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Dengan begitu, Anda tidak hanya membantu diri sendiri terhindar dari penipuan online, tetapi juga pengguna DANA lain.
Tak hanya tiga langkah tersebut, DANA juga membagikan sejumlah tip agar pengguna tidak mudah terjebak dalam modus penipuan.
- Jangan download dan instal aplikasi DANA dari link yang dibagikan di grup pesan instan, seperti WhatsApp dan Telegram.
- Jangan langsung percaya jika ada yang mengatakan jika akun DANA Anda dibekukan.?
- Tetap tenang dan segera cek apakah akun DANA Anda benar dibekukan.?
- Jika benar, jangan klik link dan berikan informasi apa pun ke pihak tersebut.
- Segera blokir dan laporkan nomor tersebut ke DANA Customer Care melalui DIANA atau melalui email resmi help@dana.id dan call center 1500 445.?
Perlu diketahui, DANA tidak memiliki layanan customer care melalui WhatsApp ataupun Telegram. Selain itu, akun resmi media sosial DANA juga hanya yang bercentang biru. Jadi, jangan terkecoh akun serupa lainnya, ya.
Anda harus selalu ingat, jika akun DANA Anda benar dibekukan, langsung saja lapor ke DIANA, call center, atau email resmi DANA.
Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai fitur dan keamanan DANA, silakan kunjungi website resmi DANA atau akun Instagram @dana.id dan TikTok @dana.Indonesia. Jangan lupa juga untuk download dan transaksi pakai aplikasi DANA, ya!
Waspada Phishing dengan Modus Link Palsu, Begini 3 Cara Menghindarinya Halaman all
Modus phishing sering kali dilakukan lewat pesan berupa tautan yang menyerupai situs web tepercaya. Halaman all [586] url asal
#phishing #link-palsu #dompet-digital #dana
(Kompas.com) 26/09/24 14:04
v/15584667/
KOMPAS.com –Phishing menjadi salah satu metode penipuan siber yang semakin marak terjadi di era digital.
Berasal dari kata "fishing" atau memancing, metode ini menargetkan kelemahan manusia dengan memancing korban agar memberikan informasi pribadi atau data sensitif.
Mereka biasanya menyamar sebagai pihak yang tepercaya, seperti bank, perusahaan teknologi besar, atau lembaga pemerintah, guna memperoleh kepercayaan korban.
Salah satu cara paling umum yang digunakan dalam phishing adalah dengan menyebarkan tautan atau link palsu.
Berdasarkan laporan Indonesian Anti-Phising Data Exchange (IDADX), total pengaduan serangan phishing di Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Tercatat, IDADX menerima sebanyak 26.675 laporan serangan phishing pada periode kuartal I 2023.
Modus phishing sering kali dilakukan melalui e-mail, pesan teks, atau media sosial. Penjahat siber akan mengirimkan pesan berupa tautan yang menyerupai situs web tepercaya, misalnya halaman login bank, e-commerce, atau akun e-mail pengguna. Namun, saat korban mengeklik tautan tersebut, mereka akan diarahkan ke situs web palsu yang meniru situs asli.
Setelah korban berada di situs palsu, mereka diminta untuk memasukkan informasi pribadi, seperti nomor kartu kredit, kata sandi, atau data sensitif lainnya.
Ketika informasi tersebut sudah diinput, penjahat siber dapat dengan mudah mencuri dan menggunakannya untuk keperluan ilegal, seperti pencurian identitas atau transaksi keuangan tanpa sepengetahuan korban.
Incar pengguna dompet digital
Serangan phishing juga sering menargetkan pengguna layanan keuangan, termasuk dompet digital (e-wallet), seperti salah satunya DANA.
Penipu kerap mengelabui calon korban dengan mengirim link palsu DANA Kaget. Untuk melindungi penggunanya dari penipuan link palsu DANA Kaget dan berbagai modus penipuan lain, aplikasi dompet digital DANA merilis campaign #AwasJebakanBadman.
Dok. DANA Ada tiga tip sederhana yang DANA berikan sebagai upaya melindungi diri dari penipuan bermodus link palsu.Lewat campaign itu, DANA mengimbau penggunanya untuk selalu menerapkan monitor, konfirmasi, dan lapor jika mencurigai adanya tindak penipuan mengatasnamakan DANA.
Pertama, monitor. Pengguna DANA harus bisa menyadari serta mendeteksi jika ada oknum mencurigakan yang menghubungi dan mengirimkan link.
Perlu diingat bahwa format link DANA Kaget asli adalah https://link.dana.id/dan hanya bisa dibuka lewat aplikasi DANA. DANA Kaget asli bisa langsung diklaim di aplikasi DANA jika akun dalam status log-in. Bila mendapatkan link selain format tersebut, bisa dipastikan link itu palsu.
Kedua, konfirmasi. Untuk memastikan link DANA Kaget yang diterima, Anda bisa mengeceknya dengan melakukan copy paste link melalui fitur DANA Protection di aplikasi DANA.
Dengan melakukan konfirmasi di DANA Protection, Anda bisa lebih mudah untuk mengetahui oknum yang mencoba menipu.
Tak hanya mengecek keaslian link, fitur DANA Protection juga bisa mengecek keaslian nomor telepon dan akun media sosial yang mengatasnamakan DANA.
Ketiga, lapor. Apabila link DANA Kaget yang diterima terbukti palsu, Anda bisa langsung melaporkannya lewat bagian Laporkan via Aduan Nomor yang ada di DANA Protection.
Fitur tersebut akan langsung menghubungkan Anda dengan layanan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Dengan begitu, Anda tidak hanya membantu diri sendiri terhindar dari penipuan online, tetapi juga membantu pengguna DANA lain.
Hal lain yang tak kalah penting adalah jangan download dan instal aplikasi DANA dari link yang dibagikan di grup pesan instan, seperti WhatsApp dan Telegram.
Selalu rahasiakan PIN dan kode one-time password (OTP) Anda. Jangan pernah dibagikan ke siapa pun, termasuk pihak DANA. Lalu, segera ganti PIN jika terlanjur mengeklik link tidak jelas atau terlanjur membagikan PIN dan kode OTP.
Untuk diketahui, akun resmi media sosial DANA hanya satu dan bercentang biru. Jadi, jangan terkecoh dengan akun serupa lain, ya.
Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai fitur dan keamanan DANA, silakan download aplikasi DANA di sini serta kunjungi website resmi DANA atau akun Instagram @dana.id dan TikTok @dana.Indonesia.
Waspada Phishing dengan Modus Link Palsu, Begini 3 Cara Menghindarinya
Modus phishing sering kali dilakukan lewat pesan berupa tautan yang menyerupai situs web tepercaya. Halaman all [586] url asal
#phishing #link-palsu #dompet-digital #dana
(Kompas.com) 26/09/24 14:04
v/15584663/
KOMPAS.com –Phishing menjadi salah satu metode penipuan siber yang semakin marak terjadi di era digital.
Berasal dari kata "fishing" atau memancing, metode ini menargetkan kelemahan manusia dengan memancing korban agar memberikan informasi pribadi atau data sensitif.
Mereka biasanya menyamar sebagai pihak yang tepercaya, seperti bank, perusahaan teknologi besar, atau lembaga pemerintah, guna memperoleh kepercayaan korban.
Salah satu cara paling umum yang digunakan dalam phishing adalah dengan menyebarkan tautan atau link palsu.
Berdasarkan laporan Indonesian Anti-Phising Data Exchange (IDADX), total pengaduan serangan phishing di Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Tercatat, IDADX menerima sebanyak 26.675 laporan serangan phishing pada periode kuartal I 2023.
Modus phishing sering kali dilakukan melalui e-mail, pesan teks, atau media sosial. Penjahat siber akan mengirimkan pesan berupa tautan yang menyerupai situs web tepercaya, misalnya halaman login bank, e-commerce, atau akun e-mail pengguna. Namun, saat korban mengeklik tautan tersebut, mereka akan diarahkan ke situs web palsu yang meniru situs asli.
Setelah korban berada di situs palsu, mereka diminta untuk memasukkan informasi pribadi, seperti nomor kartu kredit, kata sandi, atau data sensitif lainnya.
Ketika informasi tersebut sudah diinput, penjahat siber dapat dengan mudah mencuri dan menggunakannya untuk keperluan ilegal, seperti pencurian identitas atau transaksi keuangan tanpa sepengetahuan korban.
Incar pengguna dompet digital
Serangan phishing juga sering menargetkan pengguna layanan keuangan, termasuk dompet digital (e-wallet), seperti salah satunya DANA.
Penipu kerap mengelabui calon korban dengan mengirim link palsu DANA Kaget. Untuk melindungi penggunanya dari penipuan link palsu DANA Kaget dan berbagai modus penipuan lain, aplikasi dompet digital DANA merilis campaign #AwasJebakanBadman.
Dok. DANA Ada tiga tip sederhana yang DANA berikan sebagai upaya melindungi diri dari penipuan bermodus link palsu.Lewat campaign itu, DANA mengimbau penggunanya untuk selalu menerapkan monitor, konfirmasi, dan lapor jika mencurigai adanya tindak penipuan mengatasnamakan DANA.
Pertama, monitor. Pengguna DANA harus bisa menyadari serta mendeteksi jika ada oknum mencurigakan yang menghubungi dan mengirimkan link.
Perlu diingat bahwa format link DANA Kaget asli adalah https://link.dana.id/dan hanya bisa dibuka lewat aplikasi DANA. DANA Kaget asli bisa langsung diklaim di aplikasi DANA jika akun dalam status log-in. Bila mendapatkan link selain format tersebut, bisa dipastikan link itu palsu.
Kedua, konfirmasi. Untuk memastikan link DANA Kaget yang diterima, Anda bisa mengeceknya dengan melakukan copy paste link melalui fitur DANA Protection di aplikasi DANA.
Dengan melakukan konfirmasi di DANA Protection, Anda bisa lebih mudah untuk mengetahui oknum yang mencoba menipu.
Tak hanya mengecek keaslian link, fitur DANA Protection juga bisa mengecek keaslian nomor telepon dan akun media sosial yang mengatasnamakan DANA.
Ketiga, lapor. Apabila link DANA Kaget yang diterima terbukti palsu, Anda bisa langsung melaporkannya lewat bagian Laporkan via Aduan Nomor yang ada di DANA Protection.
Fitur tersebut akan langsung menghubungkan Anda dengan layanan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Dengan begitu, Anda tidak hanya membantu diri sendiri terhindar dari penipuan online, tetapi juga membantu pengguna DANA lain.
Hal lain yang tak kalah penting adalah jangan download dan instal aplikasi DANA dari link yang dibagikan di grup pesan instan, seperti WhatsApp dan Telegram.
Selalu rahasiakan PIN dan kode one-time password (OTP) Anda. Jangan pernah dibagikan ke siapa pun, termasuk pihak DANA. Lalu, segera ganti PIN jika terlanjur mengeklik link tidak jelas atau terlanjur membagikan PIN dan kode OTP.
Untuk diketahui, akun resmi media sosial DANA hanya satu dan bercentang biru. Jadi, jangan terkecoh dengan akun serupa lain, ya.
Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai fitur dan keamanan DANA, silakan download aplikasi DANA di sini serta kunjungi website resmi DANA atau akun Instagram @dana.id dan TikTok @dana.Indonesia.
Awas Jebakan Badman, Penipuan Digital yang Mengintai Pengguna Fintech
Kenali ciri-ciri link palsu dan cara melindungi diri dari penipuan digital di era fintech. Jangan jadi korban “jebakan badman” berikutnya. Halaman all [953] url asal
#link-palsu #fintech #dompet-digital #dana #penipuan-online #teknologi-finansial #phishing
(Kompas.com) 20/09/24 16:25
v/15304005/
KOMPAS.com – Di tengah kemajuan teknologi yang semakin pesat, banyak orang dapat menikmati berbagai kemudahan dalam mengelola keuangan. Platform teknologi finansial (fintech) telah menjadi solusi populer yang memudahkan berbagai transaksi, mulai dari pembayaran hingga investasi.
Namun, seiring dengan meningkatnya adopsi fintech, risiko kejahatan digital pun turut meningkat. Salah satu yang paling meresahkan adalah penipuan dengan menggunakan tautan atau link palsu yang mengincar para pengguna layanan digital.
Penipuan menggunakan tautan palsu disebut sebagai phishing. Modus kejahatan ini dilakukan dengan pelaku membuat tautan yang seolah-olah mirip tautan resmi perusahaan, termasuk fintech. Tujuannya, untuk mencuri informasi pribadi korban dan menggunakannya untuk hal-hal tidak baik.
Data yang dikumpulkan oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) melalui Indonesia Anti-Phishing Data Exchange (IDADX) menunjukkan lonjakan signifikan pada laporan kasus phishing domain .id selama periode 2018 hingga awal 2023.
Tercatat, sebanyak 69.117 laporan phishing berhasil dihimpun, dengan peningkatan drastis sebesar 220 persen pada kuartal I 2023. Lebih lanjut, ditemukan bahwa sektor media sosial menjadi target utama para pelaku phishing, disusul oleh lembaga keuangan dan platform e-commerce.
Kejahatan siber, termasuk tautan palsu, kian canggih dan sering kali sulit dikenali karena pelakunya seperti tidak kehabisan akal.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat, khususnya para pengguna layanan fintech, untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengenali ciri-ciri link palsu. Dengan begitu, diharapkan para pengguna layanan tersebut bisa terhindar dari "jebakan badman".
Ciri-ciri "jebakan badman" link palsu
Link palsu sering kali menggunakan uniform resource locator (URL) panjang dan rumit dengan karakter-karakter tidak lazim. Ambil contoh salah satu layanan dompet digital terbesar di Indonesia, DANA. Platform layanan dompet digital ini memiliki link resmi dana.id.
Namun, dalam kasus link palsu DANA yang disebarkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab, para pelaku berupaya menipu dengan membuat URL yang menyerupai aslinya.
Pelaku penipuan melalui link palsu biasanya juga mengecoh calon korbannya dengan menambahkan subdomain yang mirip dengan domain asli. Adapun subdomain merupakan bagian dari domain yang muncul sebelum domain utama dan ekstensi domain.
Selain URL mencurigakan dan subdomain yang terkesan mirip, link palsu juga ditandai dengan tidak adanya sertifikat secure socket layer (SSL).
Perlu diketahui, situs resmi selalu menggunakan SSL untuk mengamankan data pengguna. Anda dapat mengenali SSL dengan memperhatikan dua hal penting di bilah alamat peramban atau browser.
Pertama, URL yang diawali dengan "https://". Adapun huruf "s" menunjukkan bahwa koneksi antara perangkat Anda dan situs tersebut terenkripsi sehingga data yang dikirimkan aman.
Kedua, simbol gembok di sebelah kiri URL. Simbol ini menandakan bahwa situs menggunakan sertifikat SSL untuk melindungi informasi pribadi pengguna, seperti kata sandi atau detail kartu kredit.
Jika ikon gembok tersebut tidak ada atau Anda hanya melihat “http://” (tanpa "s"), situs tersebut dipastikan tidak aman dan data yang dimasukkan berisiko tinggi untuk dicuri atau disadap.
Selain tidak punya sertifikasi SSL, link palsu biasanya mengarahkan pengguna ke halaman login ketika diklik. Bila menerima link seperti ini, terutama di luar alamat atau aplikasi resmi, abaikan.
Link palsu "jebakan badman" juga biasanya berisikan teks yang mengandung kata-kata mendesak. Contohnya, "Akun Anda akan diblokir jika tidak melakukan verifikasi sekarang" atau "Anda memenangkan hadiah, klik di sini untuk klaim!".
Pesan semacam itu dirancang untuk memancing kepanikan sehingga pengguna segera mengeklik tanpa berpikir panjang.
Sebagai salah satu dompet digital terkemuka di Indonesia, nama DANA kerap disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab. Bentuknya berupa penipuan dengan modus pelaku mengirimkan link DANA Kaget palsu dan iming-iming hadiah.
Jika tidak hati-hati alias asal klik link tersebut, pelaku bakal leluasa menguras saldo DANA korban. Tidak itu saja, data pribadi korban pun akan turut dicuri dan disalahgunakan.
Menanggapi hal tersebut, DANA menginisiasi campaign #AwasJebakanBadman. Inisiatif ini merupakan upaya perusahaan dalam mengedukasi masyarakat, khususnya pengguna, agar lebih cermat dan waspada terhadap segala bentuk penipuan yang memanfaatkan fitur DANA Kaget.
Dengan demikian, diharapkan pengguna dapat terhindar dari kerugian finansial dan risiko kejahatan siber lainnya.
Dok. DANA Ada tiga tip sederhana yang DANA berikan sebagai upaya melindungi diri dari penipuan bermodus link palsu.Dalam campaign #AwasJebakanBadman, ada tiga tip sederhana yang DANA berikan sebagai upaya melindungi diri dari penipuan bermodus link palsu.
Pertama, monitor. Jika ada yang menghubungi Anda menawarkan hadiah DANA Kaget melalui tautan, pastikan tautan tersebut benar-benar berasal dari DANA dengan mengecek alamat lengkapnya. Ingat, tautan asli DANA Kaget selalu diawali dengan https://link.dana.id/. Jangan mudah percaya dan segera laporkan jika menemukan kejanggalan.
Kedua, konfirmasi. Jika Anda menerima tautan DANA Kaget dari orang tidak dikenal, sebaiknya berhati-hati.
Untuk memastikan keaslian tautan tersebut, gunakan fitur DANA Protection yang ada di aplikasi DANA. Cukup salin dan tempelkan tautan yang dicurigai ke fitur ini, dan sistem akan langsung memverifikasi keasliannya. Ingatlah, tautan DANA Kaget yang asli hanya bisa dibuka melalui aplikasi DANA, bukan di browser.
Ketiga, lapor. Jika Anda menemukan tautan DANA Kaget yang mencurigakan, segera laporkan melalui fitur DANA Protection di aplikasi Anda. Laporan tersebut akan langsung diteruskan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk ditindaklanjuti. Dengan begitu, Anda ikut berkontribusi dalam melindungi pengguna DANA lainnya dari penipuan serupa.
Selain tiga upaya di atas, penting untuk memastikan bahwa Anda hanya menggunakan aplikasi resmi DANA yang diunduh dari sumber tepercaya, seperti App Store atau Google Play. Ini menghindarkan Anda dari risiko unduhan aplikasi palsu yang mungkin mengandung malware.
Jangan pernah pula membagikan PIN atau kode OTP kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai customer service DANA. Informasi ini sangat rahasia dan hanya Anda yang seharusnya mengetahuinya.
Jika Anda terlanjur mengeklik link mencurigakan atau memberikan informasi sensitif, segera lakukan tindakan pengamanan seperti mengganti PIN dan memperbarui pengaturan keamanan akun. Tindakan cepat ini dapat mencegah penipu memanfaatkan data pribadi Anda lebih lanjut.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti langkah-langkah keamanan ini, pengguna dapat lebih terlindungi dari "jebakan badman" di era fintech. Keamanan digital adalah tanggung jawab bersama, dan dengan edukasi yang tepat, kita dapat meminimalkan risiko menjadi korban kejahatan siber.
Awas Jebakan Badman, Penipuan Digital yang Mengintai Pengguna Fintech
Kenali ciri-ciri link palsu dan cara melindungi diri dari penipuan digital di era fintech. Jangan jadi korban “jebakan badman” berikutnya. [953] url asal
#link-palsu #fintech #dompet-digital #dana #penipuan-online #teknologi-finansial #phishing
(Kompas.com) 20/09/24 16:25
v/15293053/
KOMPAS.com – Di tengah kemajuan teknologi yang semakin pesat, banyak orang dapat menikmati berbagai kemudahan dalam mengelola keuangan. Platform teknologi finansial (fintech) telah menjadi solusi populer yang memudahkan berbagai transaksi, mulai dari pembayaran hingga investasi.
Namun, seiring dengan meningkatnya adopsi fintech, risiko kejahatan digital pun turut meningkat. Salah satu yang paling meresahkan adalah penipuan dengan menggunakan tautan atau link palsu yang mengincar para pengguna layanan digital.
Penipuan menggunakan tautan palsu disebut sebagai phishing. Modus kejahatan ini dilakukan dengan pelaku membuat tautan yang seolah-olah mirip tautan resmi perusahaan, termasuk fintech. Tujuannya, untuk mencuri informasi pribadi korban dan menggunakannya untuk hal-hal tidak baik.
Data yang dikumpulkan oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) melalui Indonesia Anti-Phishing Data Exchange (IDADX) menunjukkan lonjakan signifikan pada laporan kasus phishing domain .id selama periode 2018 hingga awal 2023.
Tercatat, sebanyak 69.117 laporan phishing berhasil dihimpun, dengan peningkatan drastis sebesar 220 persen pada kuartal I 2023. Lebih lanjut, ditemukan bahwa sektor media sosial menjadi target utama para pelaku phishing, disusul oleh lembaga keuangan dan platform e-commerce.
Kejahatan siber, termasuk tautan palsu, kian canggih dan sering kali sulit dikenali karena pelakunya seperti tidak kehabisan akal.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat, khususnya para pengguna layanan fintech, untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengenali ciri-ciri link palsu. Dengan begitu, diharapkan para pengguna layanan tersebut bisa terhindar dari "jebakan badman".
Ciri-ciri "jebakan badman" link palsu
Link palsu sering kali menggunakan uniform resource locator (URL) panjang dan rumit dengan karakter-karakter tidak lazim. Ambil contoh salah satu layanan dompet digital terbesar di Indonesia, DANA. Platform layanan dompet digital ini memiliki link resmi dana.id.
Namun, dalam kasus link palsu DANA yang disebarkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab, para pelaku berupaya menipu dengan membuat URL yang menyerupai aslinya.
Pelaku penipuan melalui link palsu biasanya juga mengecoh calon korbannya dengan menambahkan subdomain yang mirip dengan domain asli. Adapun subdomain merupakan bagian dari domain yang muncul sebelum domain utama dan ekstensi domain.
Selain URL mencurigakan dan subdomain yang terkesan mirip, link palsu juga ditandai dengan tidak adanya sertifikat secure socket layer (SSL).
Perlu diketahui, situs resmi selalu menggunakan SSL untuk mengamankan data pengguna. Anda dapat mengenali SSL dengan memperhatikan dua hal penting di bilah alamat peramban atau browser.
Pertama, URL yang diawali dengan "https://". Adapun huruf "s" menunjukkan bahwa koneksi antara perangkat Anda dan situs tersebut terenkripsi sehingga data yang dikirimkan aman.
Kedua, simbol gembok di sebelah kiri URL. Simbol ini menandakan bahwa situs menggunakan sertifikat SSL untuk melindungi informasi pribadi pengguna, seperti kata sandi atau detail kartu kredit.
Jika ikon gembok tersebut tidak ada atau Anda hanya melihat “http://” (tanpa "s"), situs tersebut dipastikan tidak aman dan data yang dimasukkan berisiko tinggi untuk dicuri atau disadap.
Selain tidak punya sertifikasi SSL, link palsu biasanya mengarahkan pengguna ke halaman login ketika diklik. Bila menerima link seperti ini, terutama di luar alamat atau aplikasi resmi, abaikan.
Link palsu "jebakan badman" juga biasanya berisikan teks yang mengandung kata-kata mendesak. Contohnya, "Akun Anda akan diblokir jika tidak melakukan verifikasi sekarang" atau "Anda memenangkan hadiah, klik di sini untuk klaim!".
Pesan semacam itu dirancang untuk memancing kepanikan sehingga pengguna segera mengeklik tanpa berpikir panjang.
Sebagai salah satu dompet digital terkemuka di Indonesia, nama DANA kerap disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab. Bentuknya berupa penipuan dengan modus pelaku mengirimkan link DANA Kaget palsu dan iming-iming hadiah.
Jika tidak hati-hati alias asal klik link tersebut, pelaku bakal leluasa menguras saldo DANA korban. Tidak itu saja, data pribadi korban pun akan turut dicuri dan disalahgunakan.
Menanggapi hal tersebut, DANA menginisiasi campaign #AwasJebakanBadman. Inisiatif ini merupakan upaya perusahaan dalam mengedukasi masyarakat, khususnya pengguna, agar lebih cermat dan waspada terhadap segala bentuk penipuan yang memanfaatkan fitur DANA Kaget.
Dengan demikian, diharapkan pengguna dapat terhindar dari kerugian finansial dan risiko kejahatan siber lainnya.
Dok. DANA Ada tiga tip sederhana yang DANA berikan sebagai upaya melindungi diri dari penipuan bermodus link palsu.Dalam campaign #AwasJebakanBadman, ada tiga tip sederhana yang DANA berikan sebagai upaya melindungi diri dari penipuan bermodus link palsu.
Pertama, monitor. Jika ada yang menghubungi Anda menawarkan hadiah DANA Kaget melalui tautan, pastikan tautan tersebut benar-benar berasal dari DANA dengan mengecek alamat lengkapnya. Ingat, tautan asli DANA Kaget selalu diawali dengan https://link.dana.id/. Jangan mudah percaya dan segera laporkan jika menemukan kejanggalan.
Kedua, konfirmasi. Jika Anda menerima tautan DANA Kaget dari orang tidak dikenal, sebaiknya berhati-hati.
Untuk memastikan keaslian tautan tersebut, gunakan fitur DANA Protection yang ada di aplikasi DANA. Cukup salin dan tempelkan tautan yang dicurigai ke fitur ini, dan sistem akan langsung memverifikasi keasliannya. Ingatlah, tautan DANA Kaget yang asli hanya bisa dibuka melalui aplikasi DANA, bukan di browser.
Ketiga, lapor. Jika Anda menemukan tautan DANA Kaget yang mencurigakan, segera laporkan melalui fitur DANA Protection di aplikasi Anda. Laporan tersebut akan langsung diteruskan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk ditindaklanjuti. Dengan begitu, Anda ikut berkontribusi dalam melindungi pengguna DANA lainnya dari penipuan serupa.
Selain tiga upaya di atas, penting untuk memastikan bahwa Anda hanya menggunakan aplikasi resmi DANA yang diunduh dari sumber tepercaya, seperti App Store atau Google Play. Ini menghindarkan Anda dari risiko unduhan aplikasi palsu yang mungkin mengandung malware.
Jangan pernah pula membagikan PIN atau kode OTP kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai customer service DANA. Informasi ini sangat rahasia dan hanya Anda yang seharusnya mengetahuinya.
Jika Anda terlanjur mengeklik link mencurigakan atau memberikan informasi sensitif, segera lakukan tindakan pengamanan seperti mengganti PIN dan memperbarui pengaturan keamanan akun. Tindakan cepat ini dapat mencegah penipu memanfaatkan data pribadi Anda lebih lanjut.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti langkah-langkah keamanan ini, pengguna dapat lebih terlindungi dari "jebakan badman" di era fintech. Keamanan digital adalah tanggung jawab bersama, dan dengan edukasi yang tepat, kita dapat meminimalkan risiko menjadi korban kejahatan siber.
Jangan Asal Klik! Lakukan Hal Ini Biar Tidak Terjebak Link Palsu DANA Kaget
Ada sejumlah langkah yang perlu dilakukan konsumen jika menerima link DANA Kaget palsu. Halaman all [555] url asal
#link-palsu #dompet-digital #dana #pishing
(Kompas.com) 11/09/24 20:13
v/14962994/
KOMPAS.com - Kejahatan siber di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), tercatat lebih dari 1,4 juta kejahatan siber di Indonesia sepanjang 2023. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1,1 juta kasus.
Salah satu modus kejahatan siber paling umum digunakan adalah phishing. Metode ini umumnya berupa link palsu yang mengatasnamakan perbankan atau layanan keuangan digital.
Sebagai salah satu dompet digital terkemuka di Indonesia, nama DANA kerap disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab dalam aksi penipuan tersebut.
Modusnya, oknum akan menghubungi dan menjebak calon korban dengan iming-iming hadiah lewat link DANA Kaget.
Setelah diklik, pelaku akan memperoleh data penting pengguna DANA. Data ini digunakan untuk menyalahgunakan akun DANA, seperti menyedot saldonya.
Merespons maraknya kasus tersebut, DANA pun meluncurkan campaign #AwasJebakanBadman.
Melalui campaign itu, DANA memberikan sejumlah informasi dan imbauan penting agar masyarakat bisa terhindar dari jebakan penipu yang menggunakan modus link DANA Kaget palsu.
Ada sejumlah langkah yang perlu dilakukan konsumen jika menerima link DANA Kaget palsu.
Pertama, monitor. Jika ada oknum yang menghubungi dan memberikan tautan terkait hadiah DANA Kaget, Anda wajib memeriksa dengan cermat kesesuaian format atau alamat link.
Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (2/9/2024), link DANA Kaget yang asli diawali dengan https://link.dana.id/.
Oleh karena itu, jika dihubungi oleh oknum yang mengatasnamakan DANA dan memberikan tautan terkait hadiah DANA Kaget, pastikan Anda memeriksa dengan cermat format atau alamat link tersebut sesuai dengan yang asli.
Kedua, konfirmasi. Bila diberikan link DANA Kaget oleh pihak tak dikenal dan merasa tak yakin terkait hal tersebut, Anda bisa melakukan konfirmasi untuk mengecek keaslian dari link yang diberikan.
Anda bisa mengeceknya melalui fitur DANA Protection yang ada pada aplikasi DANA. Hanya dengan copy paste link yang diberikan di laman DANA Protection, Anda bisa langsung mengetahui keaslian link tersebut.
Sebagai pengingat, link DANA Kaget asli hanya dapat dibuka melalui aplikasi DANA. Maka dari itu, jika mendapatkan link terkait DANA Kaget yang mengarahkan ke laman browser, dapat dipastikan link tersebut palsu.
Ketiga, lapor. Bila mengetahui bahwa link DANA Kaget yang diterima terbukti palsu, Anda diimbau untuk langsung melaporkannya melalui DANA Protection di aplikasi DANA.
Untuk diketahui, fitur lapor yang ada pada DANA Protection terhubung langsung dengan layanan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Dengan melaporkan adanya link DANA Kaget palsu, Anda bisa membantu pengguna lain agar tidak terjebak dengan masalah serupa.
Dok. DANA Kampanye #AwasJebakanBadman dari DANA.Selain imbauan di atas, terdapat juga beberapa info penting lain yang perlu diingat agar Anda bisa aman dari jebakan penipu bermodus link DANA Kaget palsu.
Salah satu info tersebut adalah saldo DANA Kaget dari link asli hanya bisa langsung diklaim di aplikasi DANA tanpa harus mengisi formulir tertentu atau mengikuti prosedur lain yang rumit.
Jadi, bila diminta untuk mengisi formulir dengan data sensitif, bisa dipastikan link DANA Kaget itu palsu.
Selain itu, DANA Kaget umumnya hadir dengan kuota dan periode tertentu. Oleh karena itu, para pengguna yang telah mendapatkan link DANA Kaget diimbau untuk segera melakukan klaim di aplikasi DANA.
Itu tadi sejumlah informasi dan imbauan dari DANA yang bisa membantu Anda terhindar dari link DANA Kaget palsu.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai fitur dan keamanan DANA, silakan ikuti akun Instagram @dana.id dan TikTok @dana.Indonesia. Jika belum memakai DANA, yuk segera download dan bertransaksi pakai DANA!
Awas Link Palsu, Ini Cara Bedakan Tautan DANA Kaget Asli dan “Aspal” Halaman all
Link palsu dikategorikan sebagai link phishing yang bertujuan untuk memperoleh data sensitif pengguna. Halaman all [441] url asal
#penipuan #link-palsu #dompet-digital #dana #pishing
(Kompas.com) 12/08/24 15:40
v/14304505/
KOMPAS.com - Baru-baru ini, muncul modus kejahatan siber baru, yakni menyebarkan tautan atau link palsu yang mengatasnamakan layanan dompet digital seperti DANA.
Tautan “aspal” tersebut biasa disebarkan oleh pihak tak bertanggung jawab melalui aplikasi pesan singkat dan media sosial. Modusnya, oknum akan menghubungi dan menjebak calon korban dengan iming-iming hadiah lewat link yang diberikan.
Setelah diketuk atau klik, pelaku akan memperoleh data penting pengguna DANA. Data ini digunakan untuk menyalahgunakan akun DANA, seperti menyedot saldonya.
Seperti diberitakan Kompas.com, Minggu (15/1/2024), link palsu tersebut dikategorikan sebagai link phishing yang bertujuan untuk memperoleh data sensitif pengguna.
Untuk membantu Anda agar tidak menjadi korban, melalui campaign #AwasJebakanBadman, DANA memberikan beberapa tip yang bisa Anda ikuti.
1. Monitor alamat link DANA Kaget asli
Berdasarkan keterangan resmi dari DANA, link DANA Kaget yang asli diawali dengan https://link.dana.id/.
Jika ada oknum yang menghubungi dan memberikan tautan terkait hadiah DANA Kaget, pastikan Anda memeriksa dengan cermat format atau alamat link tersebut sesuai dengan yang asli.
2. Cek link DANA Kaget untuk konfirmasi
Agar semakin yakin tentang keaslian link DANA Kaget, Anda juga bisa mengeceknya melalui DANA Protection di aplikasi DANA. Cukup copy paste link-nya ke fitur yang disediakan di laman DANA Protection, Anda bisa langsung mengetahui keaslian link tersebut.
Selain itu, perlu diingat juga bahwa link DANA Kaget asli hanya dapat dibuka melalui aplikasi DANA.
Jadi, jika Anda menerima link terkait DANA Kaget yang mengarahkan ke laman browser, dapat dipastikan link tersebut palsu.
3. Langsung lapor jika terimalinkpalsu DANA Kaget
Jika link DANA Kaget mencurigakan yang diterima sudah terbukti palsu, Anda bisa langsung melaporkannya melalui DANA Protection di aplikasi DANA. Laporan Anda akan langsung terhubung dengan layanan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Dengan demikian, Anda bisa membantu pengguna lain agar tidak terjebak dengan link palsu DANA Kaget tersebut.
Dok. DANA DANA minta kepada para nasabah agar mau monitor, konfirmasi, dan lapor jika dihubungi oleh oknum yang mengatasnamakan pihaknya.Selain ketiga tips di atas, ada beberapa info lain yang perlu Anda ingat supaya bisa aman dari jebakan badman ini.
Pertama, saldo DANA Kaget dari link asli hanya bisa langsung diklaim di aplikasi DANA tanpa harus mengisi formulir tertentu atau mengikuti prosedur lain yang rumit.
Nah, jika Anda diminta untuk mengisi formulir dengan data sensitif, bisa dipastikan link DANA Kaget itu palsu.
Kedua, DANA Kaget biasanya hadir dengan kuota dan periode tertentu. Maka dari itu, para pengguna yang telah mendapatkan link harus segera melakukan klaim di aplikasinya.
Itulah sejumlah tip #AwasJebakanBadman dari DANA yang bisa membantu Anda terhindar dari link DANA Kaget yang palsu.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai fitur dan keamanan DANA, silakan ikuti akun Instagram @dana.id dan TikTok @dana.Indonesia.
Awas Link Palsu, Ini Cara Bedakan Tautan DANA Kaget Asli dan “Aspal”
Link palsu dikategorikan sebagai link phishing yang bertujuan untuk memperoleh data sensitif pengguna. Halaman all [441] url asal
#penipuan #link-palsu #dompet-digital #dana #pishing
(Kompas.com) 12/08/24 15:40
v/14304501/
KOMPAS.com - Baru-baru ini, muncul modus kejahatan siber baru, yakni menyebarkan tautan atau link palsu yang mengatasnamakan layanan dompet digital seperti DANA.
Tautan “aspal” tersebut biasa disebarkan oleh pihak tak bertanggung jawab melalui aplikasi pesan singkat dan media sosial. Modusnya, oknum akan menghubungi dan menjebak calon korban dengan iming-iming hadiah lewat link yang diberikan.
Setelah diketuk atau klik, pelaku akan memperoleh data penting pengguna DANA. Data ini digunakan untuk menyalahgunakan akun DANA, seperti menyedot saldonya.
Seperti diberitakan Kompas.com, Minggu (15/1/2024), link palsu tersebut dikategorikan sebagai link phishing yang bertujuan untuk memperoleh data sensitif pengguna.
Untuk membantu Anda agar tidak menjadi korban, melalui campaign #AwasJebakanBadman, DANA memberikan beberapa tip yang bisa Anda ikuti.
1. Monitor alamat link DANA Kaget asli
Berdasarkan keterangan resmi dari DANA, link DANA Kaget yang asli diawali dengan https://link.dana.id/.
Jika ada oknum yang menghubungi dan memberikan tautan terkait hadiah DANA Kaget, pastikan Anda memeriksa dengan cermat format atau alamat link tersebut sesuai dengan yang asli.
2. Cek link DANA Kaget untuk konfirmasi
Agar semakin yakin tentang keaslian link DANA Kaget, Anda juga bisa mengeceknya melalui DANA Protection di aplikasi DANA. Cukup copy paste link-nya ke fitur yang disediakan di laman DANA Protection, Anda bisa langsung mengetahui keaslian link tersebut.
Selain itu, perlu diingat juga bahwa link DANA Kaget asli hanya dapat dibuka melalui aplikasi DANA.
Jadi, jika Anda menerima link terkait DANA Kaget yang mengarahkan ke laman browser, dapat dipastikan link tersebut palsu.
3. Langsung lapor jika terimalinkpalsu DANA Kaget
Jika link DANA Kaget mencurigakan yang diterima sudah terbukti palsu, Anda bisa langsung melaporkannya melalui DANA Protection di aplikasi DANA. Laporan Anda akan langsung terhubung dengan layanan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Dengan demikian, Anda bisa membantu pengguna lain agar tidak terjebak dengan link palsu DANA Kaget tersebut.
Dok. DANA DANA minta kepada para nasabah agar mau monitor, konfirmasi, dan lapor jika dihubungi oleh oknum yang mengatasnamakan pihaknya.Selain ketiga tips di atas, ada beberapa info lain yang perlu Anda ingat supaya bisa aman dari jebakan badman ini.
Pertama, saldo DANA Kaget dari link asli hanya bisa langsung diklaim di aplikasi DANA tanpa harus mengisi formulir tertentu atau mengikuti prosedur lain yang rumit.
Nah, jika Anda diminta untuk mengisi formulir dengan data sensitif, bisa dipastikan link DANA Kaget itu palsu.
Kedua, DANA Kaget biasanya hadir dengan kuota dan periode tertentu. Maka dari itu, para pengguna yang telah mendapatkan link harus segera melakukan klaim di aplikasinya.
Itulah sejumlah tip #AwasJebakanBadman dari DANA yang bisa membantu Anda terhindar dari link DANA Kaget yang palsu.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai fitur dan keamanan DANA, silakan ikuti akun Instagram @dana.id dan TikTok @dana.Indonesia.