#30 tag 24jam
Email Pribadi Orang Terkaya Eropa Tersebar Gegara Keteledoran Inggris
Departemen Bisnis dan Perdagangan Inggris membongkar alamat email taipan Prancis Bernard Arnault saat mengirimkan email jelang pertemuan puncak investasi besar.... | Halaman Lengkap [355] url asal
#bernard-arnault #orang-terkaya-eropa #lvmh #email #inggris
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 13/10/24 06:43
v/16389916/
JAKARTA - Pemerintah Inggris meminta maaf karena "tidak sengaja" mengungkapkan alamat email pribadi Bernard Arnault, pendiri raksasa bisnis barang mewah LVMH dan orang terkaya di Eropa.Insiden itu terjadi akibat keteledoran Departemen Bisnis dan Perdagangan Inggris dalam mengirimkan email menjelang pertemuan puncak investasi besar. Arnault di-CC dalam email yang dikirim oleh departemen tersebut kepada peserta pertemuan puncak awal minggu ini.
Hal itu berarti bahwa alamat email taipan Prancis itu terlihat oleh siapa saja yang menerima pesan elektronik dari Departemen Bisnis dan Perdagangan tersebut. Peserta lain, termasuk eksekutif dari bank global, perusahaan multinasional, dan perusahaan teknologi, juga di-CC dalam pesan tersebut.
"Hal ini disebabkan oleh kesalahan manusia administratif, dan kami mohon maaf kepada mereka yang terdampak," kata departemen tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, seperti dilansir Russia Today, Minggu (13/10/2024).
"Kami menanggapi perlindungan data dengan sangat serius, dan kami telah merujuk masalah ini ke Kantor Komisioner Informasi," pernyataan tersebut berlanjut.
Diselenggarakan oleh Perdana Menteri Keir Starmer dan Menteri Keuangan Rachel Reeves, pertemuan puncak tersebut dimulai di London pada hari Senin, dan bertujuan untuk meyakinkan investor yang waspada bahwa Inggris "terbuka untuk bisnis.
Namun, kekhawatiran atas suku bunga yang tinggi, regulasi yang berlebihan, dan pengumuman Starmer awal tahun ini bahwa "keadaan akan menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik" telah menghambat aliran modal ke Inggris.
Arnault, 75 tahun, adalah orang terkaya di Eropa. Seorang investor real estate pada tahun 1980-an, ia mengakuisisi dan menghidupkan kembali sejumlah merek mewah yang gagal, sebelum mendirikan LVMH, sebuah perusahaan induk multinasional yang dibentuk dari penggabungan Louis Vuitton dan Moet Hennessy.
Saat ini, LVMH memiliki kapitalisasi pasar sebesar 325 miliar euro(USD355,6 miliar) dan mengendalikan 75 merek mewah, termasuk Dior, Tiffany, Tag Heuer, dan Princess Yachts.
Setelah sempat menjadi orang terkaya di dunia, penurunan harga saham LVMH pada bulan Maret membuat kekayaan bersih Arnault turun dari USD231 miliar menjadi USD177 miliar, menurut Forbes. Majalah itu sekarang menempatkan kekayaan bersih taipan itu pada angka USD195,5 miliar, menjadikannya orang terkaya kelima di dunia, di belakang CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk, salah satu pendiri Oracle Larry Ellison, CEO Amazon Jeff Bezos, dan CEO Meta Mark Zuckerberg.
Program SLV: Komitmen Apical Wujudkan Penghidupan Berkelanjutan Petani - kumparan.com
Apical menginisiasi program penghidupan berkelanjutan di tingkat desa dengan berkolaborasi bersama para pemangku kepentingan. [942] url asal
#program-slv #apical #petani #sustainability #desa
(Kumparan.com) 08/10/24 14:09
v/16153822/
Apical, pengolah minyak nabati terkemuka dengan jejak global yang berkembang, menaruh perhatian bagi kehidupan masyarakat desa yang lebih sejahtera. Apical menginisiasi program penghidupan berkelanjutan di tingkat desa dengan berkolaborasi bersama para pemangku kepentingan.
Program bernama Sustainable Living Villages (SLV) ini merupakan program kolaborasi dengan mitra, komunitas, dan warga desa, untuk meningkatkan untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan dan memberdayakan masyarakat dengan mendorong inklusi, dan meningkatkan mata pencaharian sekaligus memastikan keberlanjutan lingkungan.
Fokus program SLV selaras dengan pilar strategis ke-1 dan ke-4 yang tertuang dalam Apical2030, yakni Kemitraan Transformatif dan Kemajuan Inklusif.
Program ini berfokus pada empat hal prioritas, yakni meningkatkan ketahanan mata pencaharian masyarakat melalui pemberdayaan, mempromosikan perlindungan dan konservasi hutan, mendorong transformasi rantai pasok, dan mendorong kolaborasi dengan pemda dan pemangku kepentingan terkait.
Saat ini, program SLV sudah diterapkan di 6 desa di Aceh Singkil dan 3 desa di Kutai Timur dengan total desa terdampak yakni 9 desa.
Di Aceh Singkil, Apical menjalankan program SLV sejak Februari 2023 dengan menggandeng Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH) dan Pemda Aceh Singkil. Apical dan IDH berkomitmen untuk mendorong dampak sosial yang positif bagi masyarakat dan lingkungan, dan menandai awal dari kemitraan tiga tahun di 6 desa di wilayah ini.
Aceh Singkil dipilih karena memainkan peran penting dalam melindungi Ekosistem Leuser, 2,6 juta hektare hutan tropis dan rumah bagi spesies Sumatera seperti orang utan, badak, harimau Sumatera, dan gajah.
Selain itu di Aceh Singkil, konversi ilegal yang cepat untuk perkebunan kelapa sawit merupakan tantangan bagi keberlanjutan ekosistem penting ini. Namun, deforestasi tidak langsung membawa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan dampak turun ke penghidupan petani.
Selain upaya menjaga lingkungan, program SLV di Aceh Singkil berfokus pada peningkatan mata pencaharian alternatif masyarakat melalui budidaya madu Trigona.
Pemda Aceh Singkil pun mengapresiasi program kolaborasi Apical dan IDH ini karena diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat di tingkat desa.
“Pemerintah Aceh Singkil menyambut baik dan menghargai semua pihak, IDH, Apical, dan masyarakat yang memulai dan aktif terlibat dalam program SLV. Kami berharap bahwa Program SLV akan membantu meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi yang positif untuk semua,” jelas Sekretaris Distrik Aceh Singkil, Azmi, saat penandatanganan MoU pada Januari 2023.
Hal senada juga disampaikan oleh Head of Sustainability Apical, Chandramohan Nair. Ia optimistis program SLV dapat memenuhi kesejahteraan masyarakat di Aceh Singkil.
"Kami memahami bahwa setiap komunitas memiliki kekhawatiran yang berbeda dan bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan tidaklah universal. Dengan SLV, kami berharap dapat mengurangi kemiskinan, meningkatkan dan memberdayakan mata pencaharian masyarakat dengan memperkuat kesenjangan pengetahuan dan pembangunan kapasitas,” kata dia.
Pada Agustus 2024, Apical, IDH, dan Muspida Aceh Singkil, merayakan pencapaian penting dengan penyerahan surat tanda daftar budidaya (STDB) ke 160 petani swadaya kelapa sawit. Selain itu, momen ini menandai panen perdana madu Trigona di Kantor Kabupaten Danau Paris, Aceh Singkil.
Panen madu Trigona merupakan langkah mendiversifikasi mata pencaharian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Para petani pun merasa terbantu dengan adanya program pelatihan yang komprehensif soal budidaya, pemanenan, hingga pemasaran madu Trigona.
Selain bertujuan meningkatkan ekonomi petani kecil dan melindungi hutan, program SLV di Aceh Singkil terus mendorong transformasi rantai pasokan dan mendukung kolaborasi lanskap melalui Perjanjian Produksi, Perlindungan, dan Inklusi (PPI).
Inisiatif ini diadaptasi untuk memenuhi kebutuhan lokal dengan membangun kapasitas dan memberdayakan masyarakat melalui kemitraan dengan berbagai organisasi seperti Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) dan Forum Konservasi Leuser (FKL).
Tak berhenti di Aceh Singkil, program SLV juga diterapkan di Kutai Timur, Kalimantan Timur. Program ini diresmikan pada awal September lalu dengan menggandeng Earthworm Foundation dan Pemkab Kutai Timur untuk lima tahun di tiga desa, yakni Tepian Indah, Tepian Langsat, dan Tepian Makmur.
Daerah ini terkenal dengan keanekaragaman hayati yang kaya dan sejarah penting dalam produksi minyak sawit, yang menjadi tumpuan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Di Kutai Timur, program SLV berfokus untuk membekali petani dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk praktik pertanian dan perkebunan sawit berkelanjutan, mengembangkan mata pencaharian alternatif melalui budidaya kakao, dan melindungi lanskap alam dengan menguatkan komitmen para pemangku kepentingan terhadap konservasi dan restorasi hutan.
Praktik pertanian dan perkebunan berkelanjutan akan mendukung petani dalam memperoleh Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB), yang penting untuk kepatuhan hukum, akses pendanaan pemerintah, dan mencapai sertifikasi Minyak Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO) serta Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).
Selain itu, petani akan didorong untuk beralih ke pupuk alternatif berbasis non-kimia guna meningkatkan teknik pertanian mereka.
Program SLV di Kutai Timur juga mencakup pembuatan demplot pertanian kakao untuk membantu mendiversifikasi sumber pendapatan petani. Sebab Kakao, menjadi komoditas prioritas di Kutai Timur, karena terkenal dengan kualitasnya. Selain itu, program ini juga akan mendukung akses pasar bagi para petani.
CSR Manager Apical, Agus Wiastono, menjelaskan program SLV tidak hanya akan memperkuat perekonomian lokal tetapi juga menanamkan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
"Kami sangat antusias memulai perjalanan ini bersama mitra kami untuk membawa perubahan transformatif dan berkelanjutan bagi masyarakat Kutai Timur," ujar dia saat peluncuran program SLV di Kutai Timur.
Sementara itu, Dean Affandi selaku Ketua Program Lapangan Earthworm Foundation di Indonesia, menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam menjaga alam dan mendukung masyarakat melalui praktik rantai pasokan yang berkelanjutan.
Dengan dukungan Apical, Earthworm Foundation akan mendorong perencanaan penggunaan lahan partisipatif (PLUP), proses kolaboratif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk membuat rencana penggunaan lahan yang adil, layak, dan berkelanjutan.
Program ini menargetkan perlindungan 10.000 hektar lahan dan penanaman 90.000 pohon untuk konservasi dan restorasi hutan.
Pemkab Kutai Timur pun menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya kolaborasi Apical dan Earthworm Foundation ini.
"Program ini sejalan dengan visi dan misi Kutai Timur untuk meningkatkan daya saing ekonomi berbasis sektor pertanian dan merancang program yang berwawasan lingkungan. Kami berharap program ini dapat menjadi model yang bisa diterapkan di daerah lain," ungkap Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Bappeda Kutai Timur, Ripto Widargo.
Diduga Eksploitasi Buruh, Dior dan Armani Terancam Denda Rp 175 M!
Otoritas persaingan usaha Italia menyelidiki dugaan pelanggaran oleh Armani dan Dior terkait proses produksi mereka. [364] url asal
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 19/07/24 08:40
v/11286912/
Jakarta - Otoritas persaingan usaha Italia menyelidiki dugaan pelanggaran oleh Armani dan Dior terkait proses produksi mereka. Kedua brand kenamaan itu dilaporkan menggunakan pemasok yang membayar pekerja terlalu rendah dengan jam kerja panjang.
"Armani dan Dior mungkin telah mengeluarkan pernyataan yang tidak benar tentang etika dan tanggung jawab sosial mereka, khususnya yang berkaitan dengan kondisi kerja dan kepatuhan pemasok mereka terhadap hukum," terang otoritas berwenang, dikutip dari CNN, Jumat (19/7/2024).
Investigasi difokuskan pada beberapa perusahaan di Grup Armani dan Grup Dior milik LVMH. Inspeksi juga telah dilakukan di sejumlah pemasok pada hari Selasa.
Perusahaan-perusahaan tersebut sedang diselidiki atas kemungkinan tindakan melanggar hukum dalam pemasaran dan penjualan pakaian hingga aksesoris, yang melanggar kode etik konsumen Italia. Pelanggaran tersebut dapat mengakibatkan denda hingga € 10 juta atau US$ 10,9 juta, atau sekitar Rp 175,49 miliar.
Banyak merek fesyen dituding melakukan eksploitasi terhadap para pekerjanya. Namun pengawasan terhadap merek-merek mewah menjadi hal yang menonjol karena berkaitan dengan persepsi bahwa harga yang tinggi, dan pemasok yang berbasis di Eropa maka proses pengerjaannya dianggap unggul, atau proses produksi dilakukan secara etis.
Dalam beberapa kasus, para pekerja dipaksa bekerja berjam-jam dalam kondisi kesehatan dan keselamatan yang tidak memadai. Praktik-praktik ini kontras dengan klaim keunggulan produksi yang dibanggakan oleh kedua brand itu.
Penyelidikan dilakukan setelah jaksa Milan menuduh beberapa perusahaan milik China di Italia, yang memproduksi barang-barang mewah untuk Dior dan Armani, secara sistematis melakukan pelecehan terhadap karyawan mereka.
Dior menyebut pihak berwenang Italia baru-baru ini memberi tahu pihaknya soal praktik ilegal di dua pemasoknya. Pemasok itu memproduksi barang-barang kulit untuk pria.
"Keluarga Dior dengan tegas mengutuk tindakan tidak layak ini, yang bertentangan dengan nilai-nilainya dan kode etik yang ditandatangani oleh para pemasok ini. Meskipun telah dilakukan audit rutin, kedua pemasok ini terbukti menyembunyikan praktik-praktik ini," kata pernyataan Dior.
Mereka berkomitmen tidak akan memesan barang dari pemasok tersebut. Dior juga menyatakan siap berkolaborasi dengan otoritas berwenang di Italia.
Sementara itu, Armani membantah segala tudingan yang dialamatkan kepada mereka. Mereka pun siap bekerja sama dalam proses penyelidikan.
"Perusahaan-perusahaan yang terlibat berkomitmen penuh dengan pihak berwenang, tetapi tuduhan tersebut tidak berdasar dan yakin akan hasil positif setelah penyelidikan," tutupnya.
(ily/das)