Amerika Serikat, bersama sejumlah negara lainnya, mengambil langkah tegas untuk menghadapi malware pencuri aset kripto dan infostealer seperti RedLine dan META, yang telah mencuri data sensitif dari jutaan korban di seluruh dunia.
Dalam operasi gabungan ini, pihak berwenang berhasil menyita berbagai infrastruktur yang digunakan oleh pelaku untuk mengelola malware dan infostealer tersebut.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya internasional untuk menanggulangi kejahatan siber yang semakin mengkhawatirkan, terutama karena peningkatan kasus yang cukup signifikan di tahun 2024.
Operasi Magnus: Kolaborasi Global PerangiMalwareKripto dan InfostealerPihak berwenang AS telah bekerja sama dengan berbagai pihak internasional untuk memerangi malware pencuri aset kripto dan infostealer yang saat ini semakin meluas.

“Departemen Kehakiman Amerika Serikat bersama Belanda, Belgia, Eurojust, dan mitra lainnya mengumumkan upaya internasional untuk mengganggu operasi versi terbaru dari RedLine Infostealer,” ungkap pengumuman tersebut, Selasa (29/10/2024).
Operasi Magnus mendapat dukungan dari berbagai lembaga penegak hukum Eropa dan berbagai pihak internasional lainnya.

Tren Kenaikan Infeksi Malware dan Penurunan Tebusan – Chainalysis
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun serangan malware kripto semakin sering terjadi, korban kini lebih memilih untuk tidak membayar tebusan.
Sebaliknya, mereka lebih memilih menyelesaikan masalah tersebut sendiri, yang menunjukkan bahwa mereka telah mempersiapkan langkah-langkah pencegahan yang lebih baik.
Penindakan Lebih Tegas terhadap Kejahatan SiberKejahatan siber yang melibatkan aset cryptocurrency terus meningkat dan kini menjadi ancaman serius. Para pelaku kejahatan siber, seperti metode yang menggunakan malware pencuri aset kripto kerap menargetkan perusahaan besar yang memiliki aset signifikan dan infrastruktur kompleks.
Keberhasilan penegak hukum dalam operasi internasional seperti Operasi Magnus diharapkan dapat mengganggu rantai pasokan kriminal, mulai dari pelaku utama hingga penyedia infrastruktur dan perantara pencucian uang.
Tindakan penegakan hukum di ranah kripto sangat penting, terutama dengan memanfaatkan teknologi blockchain yang memungkinkan pelacakan transaksi secara transparan.
Penindakan ini diharapkan dapat mengurangi intensitas kegiatan kriminal di dunia kripto dan menjadi langkah awal untuk menunjukkan bahwa aktivitas kriminal berbasis teknologi akan mendapatkan sanksi yang setimpal.
Kolaborasi antar-negara ini menjadi bukti pentingnya kerja sama global dalam melawan kejahatan siber, khususnya yang memanfaatkan perkembangan teknologi dan jaringan malware kripto, ransomware dan infostealer yang tersebar secara luas. [dp]