PT MRT Jakarta (Perseroda) bersinergi dengan Bank DKI mengenalkan sistem pembayaran baru berbasis digital "Martipay" dalam aplikasi MyMRTJ untuk ... [368] url asal
Jakarta (ANTARA) - PT MRT Jakarta (Perseroda) bersinergi dengan Bank DKI mengenalkan sistem pembayaran baru berbasis digital "Martipay" dalam aplikasi MyMRTJ untuk memudahkan transaksi bagi pengguna transportasi umum tersebut.
"Sinergi bersama Bank DKI ini menjawab kebutuhan akan perlunya sistem dan alat pembayaran untuk pembelian tiket perjalanan MRT Jakarta yang meminimalis pemeliharaan infrastruktur dan ketersediaan kartu,” kata Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda) Farchad Mahfud di Jakarta, Jumat.
Peluncuran kerja sama tersebut digelar dalam acara HUB SPACE 2024 yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. PT MRT Jakarta (Perseroda) menggandeng Bank DKI meluncurkan pembayaran MartiPay dalam acara HUB SPACE 2024 yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat (6/9/2024) ANTARA/Luthfia Miranda Putri
MartiPay merupakan fitur pembayaran yang terdapat di aplikasi MyMRTJ dengan sejumlah keunggulan seperti promo menarik, penambahan (top up) saldo, pembayaran QRIS dan tiket QR, serta riwayat transaksi.
“Melalui MartiPay, masyarakat mendapatkan kemudahan akses satu aplikasi untuk beragam sumber dana dalam melakukan transaksi di stasiun karena fitur-fiturnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Kehadiran sistem pembayaran baru itu diharapkan bisa menambah jumlah pengguna jasa MRT Jakarta yang ditargetkan naik 30 persen sejak peluncuran.
"Kita berharap lebih dari 30 persen dalam bulan pertama ini bisa kita dapat, karena pengguna MRT 100 ribu ya per hari," ujarnya.
Sementara, Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI, Amirul Wicaksono menjelaskan strategi Bank DKI terhadap aplikasi MartiPay sejalan dengan visi Bank DKI untuk berkontribusi dalam pengembangan layanan perbankan digital yang lebih modern dan inklusif.
"Kemitraan dengan MRT Jakarta merupakan strategi memperkuat ekosistem pembayaran digital, serta memberikan tambahan kenyamanan dan keamanan bagi para pengguna transportasi publik,” ujarnya.
Amirul mengatakan pengguna MRT merupakan mayoritas warga yang memiliki keinginan untuk mendapatkan pelayanan praktis, aman, dan cepat.
Selain peluncuran MartiPay, PT MRT Jakarta (Perseroda) dan Bank DKI juga menghadirkan tenan aktivasi dengan tema "MartiPay: Pilihan Baru Sistem Pembayaran di MRT Jakarta", yang bertujuan untuk memberikan informasi lebih mendalam kepada pengunjung mengenai fitur-fitur MartiPay.
MartiPay diharapkan dapat mendorong adopsi pembayaran digital di kalangan masyarakat dan mendukung program Gerakan Nasional NonTunai (GNNT) yang dicanangkan oleh pemerintah.
Dengan solusi ini, MRT Jakarta optimis tidak hanya menawarkan kemudahan bagi penggunanya, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan efisiensi dan keamanan dalam bertransaksi.
PT MRT Jakarta telah meluncurkan sistem pembayaran baru bernama Martipay. Namun, pengguna MRT Jakarta tetap bisa memakai model pembayaran lain, seperti kartu. [263] url asal
PT MRT Jakarta telah meluncurkan sistem pembayaran baru bernama Martipay. Namun, pengguna MRT Jakarta tetap bisa memakai model pembayaran lain, seperti kartu.
Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud mengatakan penumpang MRT Jakarta tidak perlu cemas karena sistem pembayaran yang lain juga masih bisa digunakan, mulai dari kartu uang elektronik (e-money).
"Sebetulnya wajar ya ada kekhawatiran seperti itu. Yang jelas sistem pembayaran berbasis kartu tidak kita hilangkan sama sekali, hanya yang berbasis multi trip ticket (MTT)," ujar Farchad saat ditemui di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2024).
Dia menjelaskan peluncuran sistem pembayaran ini sebagai bagian dari strategi perusahaan. Sebelumnya, MRT Jakarta menggunakan kartu MTT sebagai sistem pembayaran dan hanya bisa digunakan untuk membeli tiket.
Dengan berbasis digital ini, dia bilang jauh lebih efisien dibandingkan dengan menggunakan kartu. Penumpang MRT Jakarta dapat menggunakan Martipay untuk sistem pembayaran lainnya, seperti beli makanan dan minuman.
"Kalau berbasis kartu hanya bayar tiket ga bisa diberikan akses terkait dengan promo dan lain-lain. Toh sudah jadi gaya hidup digital jadi itu pertimbangannya. Kami tetap terbuka dengan card base payment, e-money juga masih ada dan sistem pembayaran lain berbasis kartu masih bisa digunakan juga," terang Farchad.
Dia pun menargetkan setidaknya 30% dari 100 ribu pengguna MRT per hari yang beralih dari kartu menjadi Martipay di bulan pertama ini. Sebelumnya, pihaknya mencatat penumpang MRT yang menggunakan kartu sebagai pembayaran makin menurun, dari sebelumnya 97% menjadi 80%. Sebaliknya, pembayaran menggunakan digital meningkat dari 3% menjadi 20%.
"Kalau kita berharap lebih dari 30% sekarang kan baru 20% ya dari bulan pertama yang menggunakan Martipay," imbuhnya.