
Jakarta: Modernisasi yang dilakukan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dinilai dapat membantu masyarakat prasejahtera. Modernisasi pada sistem serta pengelolaan keuangan yang baik membuat masyarakat prasejahtera naik kelas.
Hal itu diungkapkan Wakil Menteri BUMN RI Kartika Wirjoatmodjo saat melakukan kunjungan ke kantor pusat PNM. Menurutnya, program PNM Mekaar telah mengalami kemajuan, dari 432 ribu ibu-ibu pada tahun 2016, kini mampu melayani 21 juta ibu-ibu yaang tersebar di Indonesia.
"PNM mampu menjalankan kombinasi antara program sosial dan korporasi modern," kata Tiko.
Delapan tahun perjalanan PNM sejak 2016 dinilai telah mencapai hasil yang optimal berkat modernisasi pada sistem serta pengelolaan keuangan yang baik.
Tiko ingin konsep pemberdayaan berkelompok yang dilakukan PNM Mekaar dapat terus mendorong ibu-ibu prasejahtera untuk naik kelas dan mengoptimalkan potensi di masing-masing wilayah.
Perbaikan proses bisnis, kebijakan serta optimalisasi digital yang dilakukan harus sejalan dengan culture perusahaan sehingga dapat mempertahankan nature hubungan yang selama ini telah terjalin baik antara PNM dan nasabahnya.
"Pemberdayaan berkelompok ini harus dipertahankan dan diperkuat. Semoga transformasi modernisasi PNM terus berkembang sehingga dapat menghasilkan banyak ibu prasejahtera yang bisa naik kelas menjadi wirausaha yang lebih baik," ujar Tiko.
Tiko mendorong seluruh insan PNM untuk meningkatkan kualitas serta kapasitas diri demi menyukseskan visi besar pengembangan ekonomi kerakyatan melalui program pemberdayaan yang modern.
"Tingkatkan kapasitas pribadi masing-masing baik di kantor pusat maupun wilayah karena BUMN ini jadi ujung tombak Indonesia untuk pemberdayaan," katanya.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id(FZN)