JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan harga-harga bahan pokok dirasakan oleh masyarakat saat ini. Tentu saja kondisi ini memengaruhi pola dan kebiasaan belanja Anda.
Kenaikan harga berarti Anda perlu menanggarkan keuangan dengan lebih cerdik. Meskipun mengatur uang belanja dengan cerdas perlu dilakukan setiap saat, namun ini sangat penting dilakukan jika keuangan Anda sedang ketat.
Bagi sebagian orang, ini berarti memangkas atau menghilangkan pengeluaran yang bukan kebutuhan pokok.
UNSPLASH/HANSON LU Ilustrasi belanja di supermarket atau pasar swalayan.Faktanya, sebagian besar ahli akan mendorong Anda untuk menyediakan ruang bagi hal-hal yang mendukung kesejahteraan Anda, karena tubuh dan pikiran yang sehat sangat penting selama kondisi yang cukup sulit.
Berikut beberapa cara mengatur uang belanja saat harga-harga naik, dikutip dari Mind Body Green, Selasa (30/7/2024).
1. Pahami titik awal Anda
Kapan terakhir kali Anda memeriksa rekening bank atau tagihan? Wajar saja jika sekadar memikirkannya dapat membuat Anda merasa sedikit tidak nyaman.
Namun, semakin sering Anda melakukannya, semakin mudah jadinya.
Sebagai bagian dari proses ini, susunlah hal-hal yang perlu dibayar secara teratur, misalnya kontrak atau sewa rumah, belanja bahan makanan, tagihan listrik, tagihan kartu kredit, biaya teknologi seperti tagihan internet, pembayaran pinjaman, dan kebutuhan pokok lainnya.
Jumlah pengeluaran ini dianggap sebagai dasar Anda, dan alokasi terperinci tidak dapat dinegosiasikan. Uang yang tersisa dapat Anda tabung atau belanjakan.
SHUTTERSTOCK/ODUA IMAGES Ilustrasi belanja di supermarket atau pasar swalayan.2. Urutkan prioritas belanja
Setelah Anda memilah hal-hal dasar dan menentukan uang yang tersedia untuk dibelanjakan, bijaklah dalam menentukan ke mana uang Anda akan dibelanjakan.
Berinvestasilah pada hal-hal yang mendatangkan kegembiraan dan kesejahteraan dalam hidup, bukan pada hal-hal yang nantinya dapat membuat Anda merasa bersalah.
"Mengetahui nilai-nilai hidup Anda adalah salah satu tindakan terpenting yang dapat Anda lakukan untuk kesehatan finansial Anda. Tanpa nilai-nilai ini, Anda akan terjebak dalam pola pengeluaran yang tidak menyenangkan," kata financial coach Brianna Firestone.
Intinya, luangkan waktu untuk memikirkan apa yang Anda inginkan dalam hidup, apa yang membuat Anda bahagia, dan hal-hal apa yang dapat membantu Anda mencapainya.
"Ketika Anda mengetahui nilai-nilai Anda tentang cara Anda ingin menjalani hidup, tiba-tiba Anda memiliki sistem alami untuk membuat keputusan. Apakah Anda perlu membuat pilihan antara melakukan perbaikan rumah atau menyimpan uang di tabungan, nilai-nilai Anda akan membantu Anda membuat keputusan yang tepat," tutur Firestone.
"Ketika membuat keputusan tentang uang (atau keputusan hidup), tanyakan saja pada diri Anda, apakah ini sejalan dengan nilai-nilai saya? Pertanyaan ini akan memandu Anda ke jalan yang benar untuk membuat pilihan yang mendukung Anda dan hidup Anda," imbuh dia.
3. Pahami pemicu emosional
Uang bersifat emosional, dan berpura-pura tidak demikian hanya akan menghambat hubungan kita dengannya.
Salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan pemahaman Anda tentang keuangan pribadi adalah memahami hambatan finansial Anda sendiri.
"Sayangnya, baik literasi keuangan maupun literasi emosional tidak diajarkan, jadi ketika perasaan ini muncul, kita tidak tahu bagaimana menghadapinya," terang Bari Tessler, seorang terapis keuangan.
SHUTTERSTOCK/DRAGON IMAGES Ilustrasi mengatur keuangan, membuat perencanaan keuangan."Dan setelah Anda menggunakan uang untuk memenuhi kebutuhan dasar Anda, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, masalah keuangan tidak lagi hanya tentang uang. Itu selalu tentang hal-hal lain yang lebih dalam," imbuh Tessler.
Tidak ada cara ajaib untuk menyembuhkan hubungan Anda dengan uang. Sama seperti butuh waktu untuk menghidupkan kembali persahabatan yang telah terabaikan selama bertahun-tahun, perjalanan ini akan memakan waktu dan menjadi unik bagi Anda.
Namun, cara yang bagus untuk memulai adalah praktik kesadaran sederhana.
Saat Anda membayar sewa, bagaimana perasaan Anda saat ini? Apakah Anda merasa cemas saat pergi ke pasar swalayan? Apakah membeli sesuatu untuk diri sendiri menimbulkan rasa bersalah?
Akui emosi tersebut, validasi, dan pahami bahwa perasaan adalah bagian alami dari proses keuangan.
4. Jangan menunda-nunda menerapkan perubahan
"Ada banyak beban emosional yang menyertai keputusan keuangan, jadi kita akhirnya mengabaikannya atau membuat pilihan yang tidak memperhitungkan semuanya karena kita mencoba menghindari sesuatu," ungkap financial coach Lynne Somerman tentang pengambilan keputusan keuangan.
Kemudian, kata Somerman, ketika Anda dipaksa untuk membuat keputusan, keputusan itu mungkin bukan yang terbaik untuk Anda.
"Pada akhirnya Anda akan menunda banyak hal, dan kemudian ketika Anda harus membuat keputusan, Anda bereaksi. Anda mungkin berpikir, saya tidak tahu apakah ini keputusan yang tepat, tetapi saya perlu membuat beberapa keputusan," katanya.
Ingatkan diri sendiri, harga diri Anda tidak terikat pada keuangan Anda.