KAIRO, investor.id – Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengundurkan diri pada Jumat (8/11/2024) dalam upacara resmi. Israel Katz, mantan menteri luar negeri (menlu), hanya tiga hari setelah Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memecat Gallant. Pemecatan ini memicu aksi protes.
Banyak orang di Israel memandang Gallant sebagai satu-satunya suara moderat dalam pemerintahan sayap kanan. Pemecatan ini dilihat sebagai tanda Netanyahu telah kehilangan minat untuk memulangkan sandera yang masih ditahan di Gaza. Katz saat ini menjabat sebagai menteri luar negeri dan merupakan loyalis lama Netanyahu dan menteri kabinet veteran.
Di hari yang sama, badan militer Israel yang menangani bantuan ke Gaza mengatakan sedang bersiap membuka jalur penyeberangan bantuan baru ke Gaza. Mereka tidak menyebutkan kapan realisasinya.
Militer Israel mengatakan akan mengizinkan 300 truk bantuan kemanusiaan yang dipasok oleh Uni Emirat Arab (UEA) untuk memasuki Jalur Gaza dalam beberapa hari mendatang. Jumlah tersebut kurang dari 350 truk per hari yang menurut Amerika Serikat (AS) ingin mereka lihat memasuki wilayah yang dilanda perang.
Perang Israel-Hamas dimulai setelah militan menyerbu Israel pada 7 Oktober 2023, menewaskan sekitar 1.200 orang yang mayoritas adalah warga sipil serta menculik 250 orang lainnya. Militer Israel di Gaza merespons dengan menewaskan lebih dari 43.000 orang, kata pejabat kesehatan Palestina.
Mereka tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan, tetapi mengatakan lebih dari separuh dari mereka yang tewas adalah wanita dan anak-anak.
Hizbullah mulai menembaki Israel pada 8 Oktober 2023, sebagai bentuk solidaritas dengan Hamas di Jalur Gaza. Sejak konflik meletus, lebih dari 3.100 orang telah tewas dan hampir 13.900 orang terluka di Lebanon, menurut laporan kementerian kesehatan.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News