Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumedi mengakui Presiden Joko Widodo (Jokowi) berperan besar dalam tranformasi angkutan massal di dalam negeri.
Budi bercerita hal ini sudah dilakoni Jokowi sejak menjabat sebagai Gubernur Jakarta. Bahkan menurutnya beberapa proyek yang sempat macet seperti Moda Raya Terpadu (MRT) juga baru tuntas saat Jokowi menjabat.
"Itu kan tadinya saya di DKI, proyek MRT itu tidak pernah selesai-selesai. Jadi istilahnya 'Mari Rapat Terus', itu namanya MRT," kata Budi dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor Transportasi Selama 10 Tahun Pemerintahan Presiden Jokowi di Kemenhub, Jakarta Pusat, Selasa malam (1/10).
Budi mengatakan, Jokowi komitmen melakukan pembangunan di sektor transformasi sejak tahun pertama menjadi gubernur Jakarta.
Menurutnya, komitmen ini berlanjut sampai Jokowi terpilih menjadi kelapa negara pada tahun 2014 silam.
Sehingga saat ini banyak angkutan kota yang sudah terbangun termasuk proyek Lintas Raya Terpadu (LRT) hingga Kereta Cepat Jakarta Bandung yang memanfaatkan perkembangan teknologi.
"Itu dilaksanakan konsisten MRT, LRT disana mengadopsi teknologi baru," ujar Menhub.
Lebih lanjut, menhub mengklaim tranformasi angkutan perkotaan ini turut membangun peradaban baru angkutan antar wilayah yang dilakukan oleh swasta.
Menurutnya, usaha di bidang transportasi juga kian beragam menawarkan banyak fasilitas yang lebih canggih dan memberikan kenyamanan kepada masyarakat.
"Kemarin saya ke Bandung, ada bus, di situ ada bus sleeper. Satu bus itu kira-kira 20 orang. Itu enak sekali. Dan bersih. Ada toiletnya, ada Wifi-nya, segala macem. Jadi apa yang dilakukan di Jakarta ini berdampak atau menjadi inisiasi atau inspirasi bagi masyarakat yang ada di sektor transportasi," kata Budi.