Presiden Jokowi mengajak jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju untuk makan siang bersama sekaligus mengucapkan salam perpisahan jelang purnatugas. [564] url asal
Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar jamuan santap siang terakhir atau sebelum dirinya lengser dari kursi RI 1 di Istana Kepresidenan pada Jumat (19/10/2024). Bersama Wapres Ma'ruf Amin dan Presiden terpilih Prabowo Subianto, Jokowi mengajak seluruh jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju untuk mengucapkan salam perpisahan.
Berdasarkan pantauan Bisnis di Istana Kepresidenan, ada nuansa berbeda saat jamuan makan siang terakhir yang digelar Presiden Jokowi hari ini.
Alih-alih terkesan serius layaknya agenda kenegaraan, suasana penuh kehangatan, dialog yang santai, dan canda tawa mewarnai pertemuan antara Presiden Jokowi dan para pembantunya tersebut.
Acara dimulai dengan sambutan dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, yang memberikan pengantar purnatugas Presiden Jokowi dengan penuh hormat.
"Selamat datang di Istana Negara. Ini adalah acara makan siang bersama. Agenda utamanya nanti Bapak Presiden yang menyampaikan," ujar Pratikno di hadapan hadirin, Jumat (18/10/2024).
Setelah sambutan singkat tersebut, makan siang pun dimulai. Hidangan prasmanan disediakan dengan beragam menu khas Tanah Air, mulai dari Soto Bangkong, Asinan khas Betawi, Nasi Liwet, Kambing Guling yang lezat, Pempek asal Palembang, hingga Mie Ayam yang menggugah selera.
Para menteri kabinet dan tamu undangan bebas mengambil makanan di stan yang telah disiapkan oleh koki Istana Kepresidenan. Sambil makan, mereka pun mengobrol satu sama lain dan menciptakan suasana akrab dan santai, layaknya pesta 'kondangan'.
Di meja utama, Presiden Jokowi duduk bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Presiden terpilih Prabowo Subianto, Mensesneg Pratikno, serta Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Momen kehangatan makin terasa ketika di tengah acara, Jokowi berpindah meja untuk menghampiri para menteri. Dia terlihat berbincang hangat dengan beberapa di antaranya, menjalin komunikasi yang akrab dan penuh canda tawa.
Para menteri pun tampak menikmati momen ini, mereka santai sambil mengobrol, sesekali tertawa bersama rekan-rekan kabinet.
Di penghujung jamuan, Presiden Jokowi pun memberikan kata sambutan. Dia memulai dengan mengingat perjalanan 10 tahun pemerintahannya, di mana banyak momen penting dan dinamika yang telah mereka lalui bersama.
"Kita telah lalui bersama-sama, banyak tantangan-tantangan yang kita diskusikan, kita debatkan, kita ramaikan di dalam rapat-rapat kabinet, rapat terbatas, dan rapat internal," ujarnya.
Presiden asal Surakarta itu juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan kerja keras seluruh kabinetnya selama satu dekade terakhir. Ia berharap apa yang telah dikerjakan bersama dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara.
"Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan, atas support, atas kerja keras untuk negara ini. Dan saya berharap apa yang sudah kita lakukan dalam 10 tahun ini bermanfaat bagi rakyat, bermanfaat bagi negara, bermanfaat bagi bangsa kita yang kita cintai," tuturnya.
Jokowi menyampaikan selamat bekerja kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto dan kabinet barunya. Presiden Jokowi turut mengucapkan permintaan maaf kepada seluruh jajarannya jika selama masa interaksi dan kerja sama ada hal-hal yang kurang berkenan.
Menurutnya, jamuan makan siang ini bukan sekadar pertemuan formal, tetapi menjadi momen keakraban dan perpisahan hangat antara Presiden Joko Widodo dengan jajaran Kabinet Indonesia Maju.
"Hari Minggu siang saya akan pulang ke Solo. Kalau ada yang pas ke Jogja 30 menit nanti lewat tol bisa silakan kalau ada yang ingin ke Solo. Kalau pakai jalan tol ada yang ke Surabaya lewatnya pasti harus lewat Solo, silakan juga kalau ingin mampir ke rumah. Sekali lagi mohon maaf," ujar Jokowi.
Pertemuan hangat terakhir di Istana Merdeka itu pun ditutup dengan melakukan foto bersama antara Presiden Jokowi, Presiden terpilih Prabowo Subianto dengan setiap hadirin yang di sana.
Presiden Jokowi mengajak jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju untuk makan siang bersama sekaligus mengucapkan salam perpisahan jelang purnatugas. [564] url asal
Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar jamuan santap siang terakhir atau sebelum dirinya lengser dari kursi RI 1 di Istana Kepresidenan pada Jumat (19/10/2024). Bersama Wapres Ma'ruf Amin dan Presiden terpilih Prabowo Subianto, Jokowi mengajak seluruh jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju untuk mengucapkan salam perpisahan.
Berdasarkan pantauan Bisnis di Istana Kepresidenan, ada nuansa berbeda saat jamuan makan siang terakhir yang digelar Presiden Jokowi hari ini.
Alih-alih terkesan serius layaknya agenda kenegaraan, suasana penuh kehangatan, dialog yang santai, dan canda tawa mewarnai pertemuan antara Presiden Jokowi dan para pembantunya tersebut.
Acara dimulai dengan sambutan dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, yang memberikan pengantar purnatugas Presiden Jokowi dengan penuh hormat.
"Selamat datang di Istana Negara. Ini adalah acara makan siang bersama. Agenda utamanya nanti Bapak Presiden yang menyampaikan," ujar Pratikno di hadapan hadirin, Jumat (18/10/2024).
Setelah sambutan singkat tersebut, makan siang pun dimulai. Hidangan prasmanan disediakan dengan beragam menu khas Tanah Air, mulai dari Soto Bangkong, Asinan khas Betawi, Nasi Liwet, Kambing Guling yang lezat, Pempek asal Palembang, hingga Mie Ayam yang menggugah selera.
Para menteri kabinet dan tamu undangan bebas mengambil makanan di stan yang telah disiapkan oleh koki Istana Kepresidenan. Sambil makan, mereka pun mengobrol satu sama lain dan menciptakan suasana akrab dan santai, layaknya pesta 'kondangan'.
Di meja utama, Presiden Jokowi duduk bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Presiden terpilih Prabowo Subianto, Mensesneg Pratikno, serta Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Momen kehangatan makin terasa ketika di tengah acara, Jokowi berpindah meja untuk menghampiri para menteri. Dia terlihat berbincang hangat dengan beberapa di antaranya, menjalin komunikasi yang akrab dan penuh canda tawa.
Para menteri pun tampak menikmati momen ini, mereka santai sambil mengobrol, sesekali tertawa bersama rekan-rekan kabinet.
Di penghujung jamuan, Presiden Jokowi pun memberikan kata sambutan. Dia memulai dengan mengingat perjalanan 10 tahun pemerintahannya, di mana banyak momen penting dan dinamika yang telah mereka lalui bersama.
"Kita telah lalui bersama-sama, banyak tantangan-tantangan yang kita diskusikan, kita debatkan, kita ramaikan di dalam rapat-rapat kabinet, rapat terbatas, dan rapat internal," ujarnya.
Presiden asal Surakarta itu juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan kerja keras seluruh kabinetnya selama satu dekade terakhir. Ia berharap apa yang telah dikerjakan bersama dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara.
"Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan, atas support, atas kerja keras untuk negara ini. Dan saya berharap apa yang sudah kita lakukan dalam 10 tahun ini bermanfaat bagi rakyat, bermanfaat bagi negara, bermanfaat bagi bangsa kita yang kita cintai," tuturnya.
Jokowi menyampaikan selamat bekerja kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto dan kabinet barunya. Presiden Jokowi turut mengucapkan permintaan maaf kepada seluruh jajarannya jika selama masa interaksi dan kerja sama ada hal-hal yang kurang berkenan.
Menurutnya, jamuan makan siang ini bukan sekadar pertemuan formal, tetapi menjadi momen keakraban dan perpisahan hangat antara Presiden Joko Widodo dengan jajaran Kabinet Indonesia Maju.
"Hari Minggu siang saya akan pulang ke Solo. Kalau ada yang pas ke Jogja 30 menit nanti lewat tol bisa silakan kalau ada yang ingin ke Solo. Kalau pakai jalan tol ada yang ke Surabaya lewatnya pasti harus lewat Solo, silakan juga kalau ingin mampir ke rumah. Sekali lagi mohon maaf," ujar Jokowi.
Pertemuan hangat terakhir di Istana Merdeka itu pun ditutup dengan melakukan foto bersama antara Presiden Jokowi, Presiden terpilih Prabowo Subianto dengan setiap hadirin yang di sana.
Nama Abdullah Azwar Anas menjadi salah satu di antara jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju yang disebut-sebut lanjut pada Pemerintahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Namun sosok Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) ini mengaku sebaliknya.
Anas mengatakan, dirinya belum ada komunikasi dengan Prabowo terkait dengan tawaran untuk masuk kabinet. Politikus PDI-P ini juga mengungkapkan kalau dirinya sudah berkemas untuk pindah dari rumah dinas menteri yang terletak di kawasan Widya Chandra.
"Nggak ada (ajakan menjadi menteri kabinet Prabowo)," kata Anas, di Bidakara Hotel, ditulis Jumat (11/10/2024).
"Saya sudah berkemas, kadang menginap di rumah Wican (Widya Chandra), kadang di luar Wican," sambungnya.
Saat ditanya lebih lanjut terkait rencananya usai purnatugas, Anas bilang bahwa dirinya akan focus melanjutkan bisnisnya atau mengajar. Bisnisnya sendiri bergerak di berbagai bidang, mulai dari otomotif, agriculture, hingga pariwisata.
"Ada banyak rencana, ya mengajar, ngurus pendidikan, mengisi banyak undangan-undangan yang cukup banyak, terus meneruskan usaha. Kita dari waktu ke waktu acara padat betul ya, keluar saja harus izin Presiden (Jokowi)," ujarnya.
Anas mengatakan, dirinya telah menjadi pejabat negara selama lebih dari 20 tahun, mulai dari menduduki posisi sebagai anggota DPR RI, Bupati Banyuwangi, hingga menjadi Menteri seperti sekarang.
"Cukup lah saya kira, Allah memberikan banyak kesempatan kepada kita," ujar dia.
Lebih lanjut, Anas menyampaikan pandangannya terkait pekerjaan rumah (PR) untuk pemerintahan yang akan datang. Menurutnya, salah satu hal di lingkup Kementerian PAN-RB yang paling penting ialah perbaikan tata kelola ASN.
"Saya kira melanjutkan perbaikan tata kelola, SDM, dan transformasi manajemen ASN yang baru saja kita membereskan di UU ASN," kata Anas.
Selain itu, pemerintah juga punya PR untuk mendorong transformasi digital dalam administrasi pemerintahan. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu persoalan mendesak.
"Karena kalau nggak, nanti biayanya tinggi, jumlah orang nambah, kantor nambah, sementara tren perusahaan swasta mengurangi orang, mengurangi kantor pekerjaan lebih cepat. Dan ini sudah di depan mata karena track-nya sudah mulai kelihatan," ujarnya.
Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengungkap, tidak semua menteri Kabinet Indonesia Maju akan menghadiri upacara peringatan HUT RI di IKN - Halaman all [206] url asal
JAKARTA, investor.id – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengungkapkan, tidak semua menteri Kabinet Indonesia Maju akan menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-79 di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pratikno menjelaskan, tidak semua menteri akan hadir pada tanggal 17 Agustus 2024 nanti di IKN, karena banyak menteri yang bertugas dalam upacara kemerdekaan di daerah terluar.
Selain ada beberapa yang bertugas, Pratikno mengatakan, upacara pun menyesuaikan dengan komposisi kesiapan infrastruktur.
“Kita masih terus konfirmasi juga menteri-menteri yang menjadi inspektur upacara di daerah-daerah pinggiran, selama ini memang kita dukung karena untuk memeriahkan HUT RI di daerah-daerah pinggiran. Misal pak Mendagri selama ini kan di jauh-jauh dan lain-lain ya," kata Pratikno di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (5/8/2024).
Pratikno mengakui, ada banyak permintaan yang masuk ke Sekretariat Negara agar dapat menjadi peserta upacara di IKN nantinya. Permintaan itu datang dari organisasi sosial hingga organisasi keagamaan.
"Banyak sekali yang Minat ke IKN, banyak sekali. kami tuh di Setneg menerima banyak surat. Permintaan untuk ikut upacara di IKN. Itu mulai surat resmi sampai surat anu, informal," kata Pratikno.
Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id