JAKARTA, investor.id - Seolah tak ada yang mampu membendung, saham PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW) lagi-lagi melompat 9,91% mentok auto reject atas (ARA) ke Rp 2.330 pada perdagangan 16 Agustus 2024. Nilai kapitalisasi pasarnya pun menjadi Rp 1,36 triliun.
Alhasil dalam periode year to date (ytd) alias tahun berjalan ini, saham KARW telah meroket lebih dari 4.400% atau tepatnya 4.468% dari Rp 51.
Lesatan saham emiten ini menjadi-jadi setelah diakuisisi. PT Saranakelola Investa atau Grup Meratus per 1 Februari 2024 melakukan pengambilalihan atas saham pengendalian KARW dari ICTSI Far East Pte Ltd sejumlah 470.830.500 atau setara dengan 80,19% seharga Rp 66/lembar. Sehingga nilai keseluruhan transaksi Rp 31,07 miliar.
Otomatis Grup Meratus jadi pengendali sehingga namanya perseroan berubah menjadi Meratus Jasa Prima dari sebelumnya PT ICTSI Jasa Prima Tbk.
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang saham KARW per 31 Juli 2024, Saranakelola Investa sudah menguasai 471.351.600 (80,28%) saham KARW. Kian menegaskan posisinya sebagai pengendali KARW.
Sementara itu tertera sebagai salah satu penerima manfaat akhir dari KARW adalah Charles Menaro.
Dihimpun dari berbagai sumber terungkap bahwa Charles Menaro adalah presiden komisaris dari Meratus Group. Disebutkan pula bahwa Charles Menaro adalah generasi kedua putra Hen Menaro yang melahirkan Meratus Line dan mendidik Charles dengan disiplin tinggi serta kerja keras.
Meratus adalah perusahaan pertama yang mengintegrasikan pelayaran dan logistik di Indonesia. Akuisisi KARW dilakukan guna membangun konektivitas sebagai operator terintegrasi swasta terkemuka di Indonesia yang melayani bisnis pelayaran, logistik, dan pelabuhan.
Rugi dan Ekuitas Negatif
Saham Meratus Jasa Prima (KARW) tercatat di papan pemantauan khusus full call auction (FCA). Saham ini pernah kena suspensi pada 17-29 Juli 2024. Kemudian tanggal 30 Juli suspensinya dibuka. Dan sejak itu sampai 6 Agustus saham KARW selalu ARA meski FCA.
Tapi pada perdagangan 7 Agustus KARW sempat terpeleset. Lalu kembali bangkit dan terus melaju. Dalam periode tahun berjalan saham KARW meroket 4.468%.
KARW sendiri bergerak dalam bidang jasa bongkar muat, serta pengembangan, pembangunan dan pengoperasian fasilitas infrastruktur maritim dan layanan terkait.
Dilihat dari performa keuangannya, KARW membukukan rugi bersih US$ 66 ribu sepanjang semester I-2024. Berbalik dari laba US$ 1,27 juta pada periode yang sama tahun 2023.
Per 30 Juni 2024, total aset KARW US$ 11,97 juta dan jumlah liabilitas US$ 44,37 juta. Sehingga terjadi defisiensi modal atau ekuitas negatif US$ 32,39 juta.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News