JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka suspensi perdagangan saham PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) efektif mulai sesi I tanggal 24 September 2024.
Karena itu, saham Mineral Sumberdaya dengan kode AKSI sudah bisa diperdagangkan lagi baik di pasar reguler maupun pasar tunai.
Namun, BEI memasukkan saham AKSI ke papan pemantauan khusus full call auction (FCA) dengan kriteria 10, yakni dikenakan penghentian sementara perdagangan efek selama lebih dari satu hari bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan.
Sebelumnya saham Mineral Sumberdaya kena suspensi BEI sejak 9 September 2024 lantaran terjadi peningkatan harganya yang signifikan.
Pada 6 September, sebelum disuspensi, harga saham AKSI melejit 24,79% mentok auto reject atas (ARA) ke Rp 302. Padahal harganya per 26 Agustus 2024 masih Rp 114. Artinya melambung 165% dalam kurun waktu kurang dari dua pekan.
Rugi
Direktur Utama Mineral Sumberdaya Mandiri (AKSI), Doddy Hermawan sempat mengungkapkan, di tengah kondisi ketidakpastian akibat dampak perekonomian global, ketegangan geopolitik dunia dan pemulihan ekonomi domestik, perseroan masih mencatat perolehan pendapatan usaha yang cukup baik yaitu sebesar Rp 222,23 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 13,6% untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp 195,64 miliar.
Tapi, sebagaimana dilihat dari laporan keuangannya, AKSI masih membukukan rugi bersih Rp 10,5 miliar pada semester I-2024. Membengkak dari Rp 3,87 miliar pada periode yang sama tahun 2023.
“Latar belakang perseroan membukukan rugi bersih per 30 Juni 2024 yaitu adanya rasio beban penyusutan sebesar 3,8% atau kenaikan beban penyusutan sebesar 3,45% dibandingkan per 30 Juni 2023 sebesar 0,35%, rasio beban gaji sebesar 5,7% atau kenaikan beban gaji sebesar 0,4% dibandingkan per 30 Juni 2023 sebesar 5,3%, rasio beban perawatan sebesar 5,6% atau kenaikan beban perawatan sebesar 0,9% dibandingkan per 30 Juni 2023 sebesar 4,7% dan adanya pembayaran bunga utang bank. Kenaikan tersebut adanya penambahan armada baru di tahun 2024 sebanyak 35 unit,” papar Doddy dalam keterbukaan informasi belum lama ini.
Doddy Hermawan menyebutkan, kegiatan usaha yang dijalankanMineral Sumberdaya Mandiri (entitas induk) adalah perusahaan holding (investment) dan kegiatan usaha entitas anak adalah pengangkutan bahan baku mineral dan batu bara menggunakan truk.
“Perseroan (AKSI) optimistis dengan prospek usaha yang dijalankan oleh entitas anak. Jasa angkutan darat entitas anak perusahaan kami adalah pada jasa angkutan batu bara, di mana komoditi batu bara masih menjadi tren di tahun 2024 seiring dengan peningkatan kebutuhan batu bara khususnya untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang relatif besar pemakaian dan kebutuhan batu bara sebagai sumber energinya, di samping kebutuhan untuk industri tetap relatif stabil,” sebutnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News