JAKARTA, investor.id – PT Wijaya Karya Gedung Tbk (WEGE) alias WIKA Gedung, anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), mengincar proyek pembangunan tiga juta rumah yang disiapkan pemerintah pada 2025.
Direktur Utama Wika Gedung, Hadian Pramudita mengungkapkan, pemerintahan baru di bawah kepemimpinan presiden terpilih Prabowo Subianto tahun depan memiliki program khusus berupa pengembangan tiga juta perumahan di mana satu juta di antaranya berbentuk apartemen.
“Dengan 3 juta rumah ini atau 1 juta apartemen, kalau kami ambil rumahnya sederhana 30 meter persegi, anggap kali Rp 4-5 juta per meter persegi, itu sudah lumayan sekian triliun,” beber Hadian di acara Webinar bersama Phillip Sekuritas dikutip, Minggu (29/9/2024).
Dia menyebut, program pembangunan tiga juta rumah ini bakal menjadi ceruk pasar baru bagi WEGE. Apalagi, perseroan memiliki kompetensi di bidang konstruksi dan modular. Perseroan juga terlibat dalam forum group discussion (FGD) bersama Tim Kementerian Perumahan Presiden Prabowo di pemerintahan mendatang terkait program perumahan tersebut.
“Jadi itu ceruk pasar baru. Memang (alokasi) untuk infrastruktur direndahkan, tapi khusus untuk perumahan, pemerintah baru mengusahakan agar gap dari perumahan diperkecil,” tutur Hadian.
Sekretaris Perusahaan Purba Yudha Tama menambahkan, lewat program pemerintah membangun tiga juta rumah tersebut, WEGE akan memanfaatkannya sekaligus untuk memasarkan produk-produk modular bagi landed house.
“Kalau kami lihat memang tidak hanya landed house, tapi juga apartemen dan rumah susun itu akan ditunjuk pemerintah dalam lima tahun ke depan. Kami berharap, kami bisa meng-grab sekitar 10% dari total potensi pasar yang akan pemerintah programkan untuk lima tahun ke depan,” imbuh dia.
Hingga Agustus 2024, Purba menyebut, WEGE sudah mengantongi kontrak baru sebesar Rp 1,47 triliun dari total target kontrak baru pada tahun ini sebesar Rp 5 triliun dan target laba bersih sebesar Rp 89 miliar pada 2024.
Adapun komposisi pemilik proyek dari kontrak baru yang sudah diraih WEGE mayoritas berasal dari pemerintah 72,25%, Kementerian BUMN sebesar 15% dan swasta sebesar 12,65%. Sementara dilihat dari jenis pekerjaannya terdiri dari proyek office sebesar 46,35%, fasilitas publik sebesar 18,96%, dan residensial sebesar 34,7%.
“Dari sisi pekerjaan, kami mendapatkan 100% dari eksternal. Jadi dari Rp 1,47 triliun, kami ada pekerjaan dari WIKA Group. Pekerjaan internal itu cukup kecil. Bahkan, bisa dibilang sejak 2008-2023 kontribusi WIKA Group itu hanya 7,85%. Sisanya, semuanya pekerjaan-pekerjaan dari eksternal,” tandas Purba.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News