#30 tag 24jam
10 Mukjizat Sains Alquran yang Membuka Mata Para Ilmuwan Dunia
Alquran memuat unsur isyarat ilmiah tentang sains [312] url asal
#alquran #mukjizat-alquran #mukjizat-sains-alquran #mukjizat-ilmiah-alquran #sains-alquran #an-naml-ayat-88 #an-nur-ayat-40 #al-muminun-ayat-14 #al-furqan-ayat-48
(Republika - Iqra) 15/10/24 14:00
v/16527182/
REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO — Rektor Universitas Al-Azhar Kairo Mesir Prof Salamah Dawud, menekankan bahwa Alquran mengandung banyak keajaiban ilmiah yang meneguhkan kebesaran Sang Pencipta, dan keajaiban-keajaiban tersebut telah memukau para ilmuwan di berbagai bidang.
“Aspek-aspek kemukjizatan Alquran sangat banyak, termasuk mukjizat wahyu, pengungkapan hal-hal yang gaib, mukjizat numerik, serta mukjizat hukum dan ilmiah,” ujar Syekh Salamah, sebagaimana dikutip Masrawy, Selasa (15/10/2024).
Mukjizat ilmiah adalah tanda zaman, katanya, karena ilmu pengetahuan maju dengan kecepatan yang menakjubkan, mendorong beberapa orang untuk menganggap ilmu pengetahuan sebagai tuhan, menolak untuk mengakui apa pun kecuali apa yang dibuktikan oleh laboratorium dan eksperimen.
Dia menjelaskan, berikut ini 10 keajaiban ilmiah dalam Alquran yang paling menonjol:
Pertama, pergerakan gunung-gunung
وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ ۚ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ ۚ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ
“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Mahamengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS an-Naml ayat 88). Ayat ini berbicara tentang pergerakan gunung yang tidak pernah terlihat kasat mata.
Kedua, kegelapan di lautan
أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُجِّيٍّ يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ سَحَابٌ ۚ ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ إِذَا أَخْرَجَ يَدَهُ لَمْ يَكَدْ يَرَاهَا ۗ وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِنْ نُورٍ
“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.” (QS an-Nur ayat 40). Ayat ini merujuk pada fenomena ilmiah yang berkaitan dengan kegelapan di kedalaman laut.
Ketiga, embrio di dalam rahim. Tahapan perkembangan embrio disebutkan dalam Alquran sesuai dengan ilmu pengetahuan modern.
ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ
“Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).” (QS al-Muminun: 14)
Keempat, siklus air. Alquran menyebutkan siklus air dalam firman-Nya:
وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۚ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا
“Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih.” (QS al-Furqan: 48).
3 Peristiwa Ini Tegaskan Kebenaran Alquran Bahwa Allah SWT Lindungi Muhammad SAW
Alquran tegaskan perlindungan Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW [522] url asal
#rasulullah #muhammad #allah-lindungi-muhammad #allah-menjaga-muhammad #al-maidah-67 #mukjizat-alquran #alquran #keutamaan-alquran #suraqah #pembunuhan-nabi
(Republika - Iqra) 30/09/24 14:00
v/15868889/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Banyak mukjizat cemerlang Rasulullah SAW yang menunjukkan betapa Allah melindungi dan membimbingnya.
Hal ini diutarakan Badiuzzaman Said Nursi, seorang ulama dan pemikir besar dari Turki yang dikenal karena kontribusinya dalam menafsirkan ajaran Islam dan memperjuangkan pendidikan serta pemahaman agama yang mendalam.
"Perlindungan dan penjagaan yang Allah berikan kepada Nabi SAW dari gangguan manusia merupakan mukjizat cemerlang dan hakikat nyata yang disebutkan oleh Alquran," kata Said Nursi dalam buku Kumpulan Mukjizat Nabi Muhammad SAW terbitan Risalah Nur Press halaman 182-190. Dalam Alquran, Allah SWT befirman:
وَٱللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ ٱلنَّاسِ
Artinya: “Allah melindungi kamu dari (gangguan) manusia.” (QS al-Maidah [5]: 67).
Lalu, Said Nursi menyebutkan sejumlah peristiwa yang sangat valid sebagai berikut yaitu pertama Said Nursi mengungkapkan kisah Suraqah ibn Malik (HR al-Bukhari) saat hijrah.
Saat itu kaum Quraisy menjanjikan hadiah bagi siapa saja yang dapat menangkap Rasul SAW dan Abu Bakar RA. Ia menunggang kudanya dan mengikuti beliau.
Ketika sudah dekat, Nabi SAW berdoa sehingga kaki kuda yang ia tunggangi goyah dan iapun terjatuh darinya. Lalu dia naik lagi dan mendekat hingga mendengar bacaan Alquran Nabi SAW yang tidak menoleh. Hanya Abu Bakar yang menoleh.
Abu Bakar RA berkata kepada Nabi SAW, “Kita dikejar.”
“Jangan khawatir, Allah bersama kita,” ujar Nabi SAW seperti yang beliau katakan saat berada di dalam gua.
Untuk kedua kalinya...
Untuk kedua kalinya kuda Suraqah jatuh sehingga ia terpental darinya. Kemudian kudanya bangkit dan kakinya seperti berasap. Akhirnya ia memanggil mereka dengan sikap damai. Nabi pun membiarkannya pergi seraya menyuruhnya agar jangan sampai ada lagi yang mengikuti mereka. Setelah itu ia kembali.
Dalam riwayat lain disebutkan adanya seorang pengembala yang mengetahui keberadaan mereka berdua. Ia pun pergi untuk memberitahu bangsa Quraisy.
Namun ketika memasuki Mekkah, ia dibuat lupa. Iapun menjadi tidak tahu apa yang harus diperbuat dan lupa kepada tujuan kepergiannya hingga kembali ke tempat semula. Setelah di sana barulah ia sadar kalau dirinya dibuat lupa.
Kedua, Said Nursi menyebutkan menceritakan mukjizat lewat riwayat hadits shahih bahwa Amir ibn Thufail dan Arbad ibn Qays datang menemui Nabi SAW untuk mencelakai beliau. Ketika itu Amir berkata kepada Arbad, “Aku akan membuatnya sibuk. Nah, ketika itu engkau bisa memukulnya.”
Namun, Amir tidak melihat Arbad melakukan sesuatu. Ketika ditanya mengapa demikian, ia menjawab,
“Demi Allah, ketika aku hendak memukulnya kulihat engkau berada di hadapanku. Apa kamu ingin aku memukulmu?” (HR Ibnu Hisyam)
Ketiga, Said Nursi juga menjelaskan lewat riwayat sahih, di mana disebutkan bahwa orang-orang Yahudi bersekongkol untuk membunuh Nabi SAW saat beliau duduk bersandar ke sebuah tembok. Salah seorang dari mereka bangkit untuk menjatuhkan sebuah batu ke atas kepala beliau. Namun tiba-tiba Nabi SAW bangkit dan pergi. (HR al-Baihaqi).
BACA JUGA: Sengaja Cari Link Video Mesum Oknum Guru dan Siswi Gorontalo, Ingat Pesan Rasulullah SAW
"Rencana mereka pun gagal dengan pengawasan Allah terhadap beliau. Dan masih banyak peristiwa lainnya yang serupa," jelas Nursi.
Imam Bukhari, Muslim, dan para imam lain meriwayatkan dari Aisyah RA yang berkata, “Nabi SAW dikawal hingga turun ayat Alquran surat al-Maidah ayat 67:
وَٱللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ ٱلنَّاسِ
Artinya: “Allah melindungi kamu dari (gangguan) manusia.”
Ketika itu, Rasulullah SAW mengeluarkan kepalanya dari kemah seraya berkata, ‘Wahai para pengawal, pergilah. Tuhanku telah melindungiku.’” (HR at-Tirmidzi)
4 Peristiwa Masa Depan yang Disebutkan Alquran Ini Benar-benar Terjadi
Alquran mengabarkan sejumlah peristiwa masa depan [831] url asal
#mukjizat-alquran #keutamaan-alquran #kedudukan-alquran #keistimewaan-alquran #kekalahan-persia #perang-badar #fathu-makkah
(Republika - Iqra) 09/08/24 22:15
v/13964965/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Alquran adalah mukjizat sepanjang masa. Di antara bentuk kemukjizatan Alquran adalah penginformasain peristiwa masa depan yang akhirnya terbukti.
Prof Raghib as-Sirjani, dalam al-I'jaz al-Ghaibi fi Al-Quran al-Karim, mengatakan Alquran telah menginformasikan peristiwa yang akan terjadi pada masa depan, lalu benar-benar terjadi, tidak berbeda atau berubah sedikitpun. “Ini tidak mungkin ada campur tangan manusia,” kata as-Sirjani.
Berikut ini, contoh peristiwa masa depan yang dikabarkan Alquran dan benar-benar terjadi:
Pertama, kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia
Salah satu contoh mukjizat yang ajaib dalam Alquran adalah firman Allah SWT tentang kemenangan Romawi atas Persia, dalam firman-Nya:
الم غُلِبَتِ الرُّومُ فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُون فِي بِضْعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ الْأَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ ۚ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ بِنَصْرِ اللَّهِ ۚ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
“Alif Laam Miim. Telah dikalahkan bangsa Rumawi di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman. Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Mahaperkasa lagi Penyayang.” (QS Ar Rum: 1-5).
Asal mula kejadiannya adalah bahwa Persia, penyembah berhala, mengalahkan Romawi ahli kitab sehingga orang-orang kafir Makkah menyombongkan diri terhadap Nabi SAW dan para sahabatnya, maka Allah menurunkan ayat-ayat sebelumnya sebagai tantangan bagi orang-orang Arab dan kabar gembira bagi orang-orang mukmin, karena golongan orang beriman akan menang, tetapi yang menjadi perhatian kita adalah bahwa Alquran menceritakan peristiwa gaib yang penting, yang tak seorang pun dapat, pada waktu itu, mengubah atau mendustakannya.
Inilah salah satu warna mukjizat gaib yang dibawa oleh Alquran, yang menantang semua orang yang tidak mematuhinya atau mengingkari kebenarannya, dan terjadilah apa yang telah Allah beritahukan kepada kita, yaitu kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia, dan itu terjadi pada saat Perang Badar.
Kedua, kemenangan kaum Muslim yang dipandang mustahil
Salah satu ayat Alquran yang menandakan kemenangan kaum Muslimin yang lemah di Makkah atas musuh mereka dan berdirinya negara mereka adalah:
سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّونَ الدُّبُرَ
“Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang. “(QS al-Qamar: 45).
Ibnu Katsir -rahimahullah- menyebutkan dalam tafsirnya bahwa ketika ayat ini turun, "Umar berkata, "Golongan apakah yang akan dikalahkan, golongan apakah yang akan dikalahkan?" Umar berkata, "Ketika itu adalah hari Badar, aku melihat Rasulullah -ṣhallallāhu 'alaihi wa sallam- melompati perisai, lalu bersabda, "Golongan itu akan dikalahkan dan mereka akan berbalik.” Saat itu aku mengetahui maknanya.”.
Ketiga...
Ketiga, kabar gembira memasuki Masjidil Haram
Salah satu bentuk mukjizat gaib adalah janji Allah kepada Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman untuk memasuki Masjidil Haram dan bertawaf di Kabah, Allah berfirman:
لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ ۖ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ ۖ فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا فَجَعَلَ مِنْ دُونِ ذَٰلِكَ فَتْحًا قَرِيبًا
“Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.” (QS al-Fath: 27).
Ayat ini diturunkan pada saat keberangkatan dari Hudaybiyyah. Imam Ibnu Katsir mengatakan dalam penjelasan ayat-ayat ini: "Rasulullah SAW diperlihatkan dalam mimpi bahwa beliau telah memasuki Makkah dan melakukan tawaf di Baitullah, maka beliau memberitahukan hal ini kepada para sahabatnya ketika berada di Madinah, dan ketika mereka berangkat pada tahun Hudaibiyah, sebagian mereka tidak meragukan mimpi-mimpi ini akan tertafsirkan tahun ini. "
Ketika terjadi perdamaian dan mereka kembali pada tahun tersebut dengan syarat akan kembali pada tahun berikutnya, maka sebagian sahabat merasa ada yang tidak beres, hingga Umar bin Khaththab menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah SAW dan berkata, "Bukankah engkau telah mengatakan kepada kami bahwa kami akan datang ke Baitullah dan bertawaf di sana?"
Dia berkata, "Ya, apakah aku telah mengatakan kepada kalian bahwa kita akan datang ke sana tahun ini?" Umar berkata, "Aku jawab, tidak." Beliau bersabda, "Sungguh, kalian akan mengunjunginya dan bertawaf di dalamnya."
Janji ini sepenuhnya terealisasi pada tahun berikutnya; Nabi dan para sahabatnya melaksanakan ibadah umrah seperti yang telah diingatkan oleh Alquran, dengan kepala gundul dan keamanan di Masjidil Haram, dan ini terjadi pada bulan Zulkaidah tahun ketujuh hijrah.
Keempat, janji untuk memberdayakan agama di bumi
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS An-Nuur: 55).
Kaum Muslimin mencapai hal ini dalam waktu kurang dari dua puluh lima tahun, memenuhi pendengaran dan penglihatan dengan nilai-nilai dan peradaban mereka, memperluas kekhalifahan mereka dari Cina di timur ke Samudra Atlantik di barat, dan bahkan mencapai Eropa di utara.
Tidak diragukan lagi bahwa realisasi apa yang telah diramalkan oleh Alquran, tanpa ada kekurangan dalam menjelaskan rincian kondisi kaum Muslimin, atau perubahan waktu pelaksanaan, untuk menunjukkan dengan jelas kebenaran Allah dan Rasul-Nya.