JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan perkembangan akuisisi enam multifinance oleh investor asing yang berasal dari Korea Selatan, Hong Kong, dan Jepang. OJK juga mengungkap alasan ketertarikan mereka masuk ke industri pembiayaan Tanah Air.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya OJK, Agusman menyampaikan, empat dari enam perusahaan multifinance yang dimaksud telah menyampaikan laporan realisasi akuisisi oleh pihak asing. Dua multifinance lainnya masih dalam proses realisasi oleh investor asing.
“Investor asing tersebut antara lain berasal dari Korea Selatan, Hong Kong, dan Jepang,” beber Agusman dalam keterangan kepada wartawan, pada Rabu (2/10/2024).
Di samping itu, ia juga mengungkapkan alasan sejumlah investor asing tersebut akhirnya terpikat masuk ke industri multifinance Tanah Air. Alasan itu tergambarkan lewat minat mereka, dimana penempatan investasi dilakukan terhadap multifinance yang bergerak di sektor pembiayaan kendaraan bermotor.
“Sektor pembiayaan kendaraan bermotor masih mendominasi segmen perusahaan pembiayaan yang akan diakuisisi oleh asing tersebut,” ungkap Agusman.
Di samping realisasi yang ada, investasi atau suntikan modal baik dari investor lokal maupun asing memang tengah dibutuhkan oleh sejumlah perusahaan pembiayaan atau multifinance. Agusman menuturkan, terdapat sebanyak enam dari 147 multifinance yang yang belum memenuhi kewajiban ekuitas minimum hingga Agustus 2024. Jumlah multifinance dengan modal cekak berkurang 1 entitas dibandingkan bulan Juli 2024.
“Hal ini disebabkan antara lain karena belum dilakukannya penyuntikan modal atau proses peningkatan permodalan yang sedang dilakukan belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ucap Agusman.
Pembiayaan Kendaraan Terus Menanjak
Di sisi lain, Agusman menyatakan bahwa pembiayaan kendaraan bermotor di Indonesia masih sangat potensial untuk terus berkembang. Tercermin dari penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor roda dua yang meningkat sebesar 12,94% year on year (yoy) menjadi Rp 108,49 triliun per Agustus 2024.
“Dengan melihat pertumbuhan yang positif di tengah penurunan penjualan kendaraan bermotor tersebut, diproyeksikan pembiayaan kendaraan bermotor roda dua masih memiliki peluang tumbuh sampai dengan akhir tahun 2024,” beber Agusman, merespons AISI yang memangkas penjualan motor pada tahun ini.
Dia juga menjelaskan bahwa faktor yang dapat mendukung permintaan kendaraan bermotor roda dua antara lain peningkatan daya beli masyarakat dan kebutuhan transportasi pribadi. Outstanding pembiayaan kendaraan bermotor roda dua per Agustus 2024 memiliki porsi sebesar 20,63% dari total seluruh pembiayaan kendaraan bermotor.
Sementara itu, penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor roda empat (mobil) dari multifinance juga tak kalah agresif, meskipun diketahui penjualan mobil relatif anjlok dalam beberapa waktu belakangan.
“Outstanding pembiayaan terhadap kendaraan bermotor roda empat baik baru dan bekas per Agustus 2024 mengalami kenaikan sebesar 12,58% (yoy) menjadi sebesar Rp 240,86 triliun,” demikian ujar Agusman.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News