REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Salah satu nama yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah Yasin yang merupakan nama sekaligus ayat pertama surat Yasi. Benarkah sebutan ini merupakan salah satu dari sekian nama Rasulullah SAW yang indah?
Jawaban atas pertanyaan ini, disampaikan oleh Syekh Prof Syauqi 'Allam, mantan Mufti Republik Arab Mesir. Dalam ringkasan fatwanya, Syekh Syauqi menyebutkan banyak pendapat ulama dari pakar hadits dan Sirah bahwa nama “Yasin” adalah salah satu nama Nabi Muhammad SAW.
Syekh Syauqi mengutip sebuah riwayat dari Muhammad ibn al-Hanafiyah yang mengatakan:
يٓسٓ: مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عليه وَآلِهِ وَسَلَّمَ
“Yasin: Muhammad SAW.” Al-Baihaqi meriwayatkannya dalam “Dalail al-Nubuwwah” dan Ibnu Asakir meriwayatkannya dalam “Tarikh Dimasyq”.
وعَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم: «إِنَّ لِي عِنْدَ رَبِّي عَشَرَةَ أَسْمَاءٍ: مُحَمَّدٌ، وَأَحْمَدُ، وَأَبُو الْقَاسِمِ، وَالْفَاتِحُ، وَالْخَاتِمُ، وَالْعَاقِبُ، وَالْحَاشِرُ، وَالْمَاحِي، وطَهَ، وَيَاسِينُ» أخرجه أبو بكر الآجُرِّي في "الشريعة"، وأبو نعيم الأصبهاني في "دلائل النبوة".
Dari Abu al-Tufail RA, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, "Aku memiliki sepuluh nama di sisi Tuhanku: Muhammad, Ahmad, Abu al-Qasim, Penakluk (Al-Fatih), Penutup (Al-Khatim), Aqib, Hasyir, Penghapus (al-Mahi), Taha, dan Yasin.” (HR. Abu Bakar al-Ajurri dalam al-Syari'ah, dan Abu Naim al-Ashbahani dalam Dalail al-Nubuwwah).
Perkataan Muhaddits Ibnu Babawayh al-Qummi dalam “Uyun al-Ridha”: "Abu al-Hasan berkata, "Beritahukanlah kepadaku tentang firman Allah:
يٓسٓ وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ
Siapakah yang dimaksud dengan 'Yasin'? Para ulama berkata, "Muhammad SAW tidakada yang meragukannya."
Al-Hafizh al-Suyuthi dalam Tanwir al-Hawalik, Abu Naim dalam “ad-Dalail”, dan Ibnu Mardawayh dalam “Tafsir” dari hadits Abu al-Tufail RA secara marfu':
لِي عَشْرَةُ أَسْمَاءٍ عِنْدَ رَبِّي: أَنَا مُحَمَّدٌ، وَأَحْمَدُ، وَالْفَاتِحُ، وَالْخَاتَمُ، وَأَبُو الْقَاسِمِ، وَالْحَاشِرُ، وَالْعَاقِبُ، وَالْمَاحِي، وَيَاسِينُ، وطَهَ
BACA JUGA:7 Layanan Publik di Israel yang Mengalami Pemogokan Massal, Negara Zionis Itu Oleng?
“Aku memiliki sepuluh nama di sisi Tuhanku: Aku adalah Muhammad, Ahmad, Sang Penakluk (al-Fatih), Sang Penutup (al-Khatim), Abu al-Qasim, Al-Hasyir, Al-Aqib, Al-Mahi, Yasin, dan Taha.” Saya telah menelusuri nama-nama Nabi (SAW) dan keluarganya, dan jumlahnya sekitar empat ratus].
Syekh Syauqi menyimpulkan fatwanya melalui portal resmi Dar, dengan menekankan hal tersebut: Nama “Yasin” dipilih oleh Allah SWT sebagai nama Nabi Muhammad SAW, seraya mengagungkan dan memuliakan, sebagaimana yang dinyatakan oleh sejumlah ulama, termasuk para muhaddits, ahli tafsir, dan ahli fiqih, baik yang klasik atau kontemporer.
Syekh Imran al-Zannati...
Syekh Imran al-Zannati dalam kitab Dala’il al-Khayrat mengatakan ada 201 nama indah Baginda Nabi. Di antaranya Muhammad, Ahmad, al Mahi, al Hasyir, dan al Aqib.
Dalam sebuah hadis shahih al Bukhari, Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya aku memiliki beberapa nama. Aku adalah Muhammad, aku Ahmad, aku al-Mahi yang sebab diriku Allah menghapus kekafiran, aku al-Hasyir tempat manusia akan berkumpul, dan aku al-Aqib.”
Setiap nama tersebut memiliki makna. Nama Muhammad berarti terpuji, yang berasal dari kata hamd atau pujian.
Muhammad merupakan nama bagi orang yang melakukan perbuatan mulia dan agung, sehingga berhak mendapatkan pujian atas perbuatannya. Nama ini berarti pula, tak hanya sekali atau dua kali, tapi orang akan terus memujinya.
Kemudian nama Ahmad bermakna, orang yang paling banyak memuji Allah. Tidak ada manusia yang paling banyak memuji Allah dibandingkan Rasulullah, karena pujiannya kepada Allah lebih besar pula dari pujian semua mahluk, maka beliau disebut Ahmad al-Hamidin.
Dalam al-Quran surah al-Shaff ayat ke-6, Allah berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku. Yang namanya Ahmad.”
BACA JUGA:Protes Keras RS Medistra Soal Jilbab, Siapa Dr Diani? Kakeknya Tokoh Utama Muhammadiyah
Selanjutnya al-Mahi berarti yang menghilangkan kekufuran dan kelalaian. Dengan cahaya risalahnya, kezaliman berubah menjadi kedamaian dan kegelapan menjadi cahaya. Lewat ajarannya, segala tindakan kekafiran pun diubah dengan keimanan sekaligus kebijaksanaan.
Nama berikutnya yakni al-Hasyir, memilkii arti yang mengumpulkan. Ini dimaksudkan, manusia akan dikumpulkan di belakang beliau. Pasalnya, Rasulullah merupakan orang pertama yang dibukakan surga, juga orang pertama yang memberi dan diberi syafaat.
Lalu al-Aqib artinya ‘yang menggantikan semua nabi, nabi terakhir.’ Allah berfirman dalam surah al-Ahzab ayat ke-40, “Muhammad adalah utusan Allah dan penutup para nabi...” Dengan demikian tidak ada lagi nabi setelahnya hingga hari kiamat.