WASHINGTON, investor.id – Pertumbuhan lapangan kerja alias Nonfarm payrolls/ NFP AS melambat ke tingkat yang masih sehat pada Juni 2024, dengan tingkat pengangguran meningkat menjadi 4,1%. Ini meningkatkan peluang The Federal Reserve (The Fed) akan mampu mengendalikan inflasi tanpa membawa perekonomian AS ke dalam resesi.
Data NFP meningkat 206.000 pekerjaan pada Juni 2024, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) Departemen Tenaga Kerja dalam laporan ketenagakerjaan yang diawasi ketat pada Jumat (5/7/2024). Data untuk Mei 2024 direvisi turun tajam untuk menunjukkan penambahan pekerjaan sebesar 218.000 dibandingkan dengan 272.000 yang dilaporkan sebelumnya.
Pendapatan rata-rata per jam naik 0,3% setelah naik 0,4% pada Mei 2024. Dalam 12 bulan hingga Juni2024, upah meningkat 3,9% yang merupakan kenaikan upah terkecil sejak Juni 2021 dan menyusul kenaikan 4,1% pada Mei 2024. Pertumbuhan upah pada kisaran 3%-3,5% dipandang konsisten dengan target inflasi The Fed sebesar 2%.
Tingkat pengangguran naik menjadi 4,1% dari sebelumnya 4,0% pada Mei 2024.
Ditambah dengan moderasi harga pada Mei 2024, laporan tersebut menegaskan tren disinflasi kembali terjadi setelah inflasi melonjak pada kuartal I-2024. Hal ini juga dapat meningkatkan kepercayaan para pengambil kebijakan The Fed terhadap prospek inflasi dan mendorong bank sentral AS selangkah lebih dekat untuk mulai menurunkan suku bunga pada akhir tahun ini.
The Fed telah mempertahankan suku bunga acuan overnight pada kisaran 5,25%-5,50% sejak Juli 2024. Risalah pertemuan bank sentral pada 11-12 Juni 2024, yang diterbitkan pada Rabu (3/7/2024), menunjukkan regulator mengakui perekonomian tampaknya melambat dan “tekanan harga mulai berkurang”.
Bank sentral AS telah menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar 525 basis poin (bps) sejak 2022 untuk mengendalikan inflasi. Pasar keuangan tetap optimis The Fed dapat memulai siklus pelonggaran kebijakannya pada September 2024.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News