Jakarta, Investor.id- Menjaga keselarasan alam dalam membangun hunian di Bali menjadi perhatian NPG Indonesia.
Kesesuaian bangunan dengan alam sekitar dinilai turut mewujudkan keberlanjutan sekaligus membuat semua orang jatuh cinta kepada Bali, yaitu alam dan budayanya.
“Kami selalu mengaplikasikan beberapa fitur keberlanjutan seperti energi terbarukan di setiap unit Ecoverse melalui penggunaan panel tenaga surya, sistem pengolahan sampah, filter air osmosis dan Rain Water Trap,” kata Evgeny Obolentsev, general manager NPG Indonesia dalam keterangan tertulis kepada Investor Daily, Senin (14/10/2024).
NPG Indonesia tengah mengembangkan proyek hunian premium Ecoverse di Bali yang mencakup 34 unit apartemen serta 16 unit townhouse dengan 2 dan 3 lantai.
Dia menerangkan, proyek hunian premium Ecoverse akan memberikan kenyamanan luar biasa melalui fasilitas konstruksi berkualitas tinggi serta keharmonisan dengan alam sekitar.
“Proyek hunian premium Ecoverse yang sedang kami kerjakan target penyelesaiannya pada kuartal keempat 2025,” ujar Evgeny Oboletsev.
Tak hanya selaras dengan alam sekitar, jelas dia, sebagian besar tenaga kerja yang membangun proyek Ecoverse pun merupakan tenaga kerja lokal.
Bagi Evgeny, dari para pekerja lokal tersebut pihaknya bisa belajar tentang budaya dan kearifan lokal, khususnya Tri Hita Karana, konsep kehidupan masyarakat Bali yang menitikberatkan hubungan manusia dengan sesama, alam, dan Tuhan, yang mampu menumbuhkan toleransi dan rasa damai.
“Sementara itu, kami bisa mengalihkan keahlian kami dari Eropa dalam mendirikan bangunan. Hal ini sangat penting bagi kami agar tercipta keseimbangan yang harmonis antara pertumbuhan pariwisata dengan alam dan budaya Bali itu sendiri,” kata dia.
Menurut Evgeny Oboletsev, saat ini yang diperlukan adalah keseimbangan yakni menjaga agar Bali tetap menjadi surga tropis bagi wisatawan, tanpa mengorbankan alam dan budaya yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu.
Untuk itu, imbuhnya, peran Pemerintah sangatlah penting, khususnya dalam enforcement regulasi kepemilikan dan peruntukan atas tanah ataupun sawah.
“Dengan demikian, zonasi menjadi sangat krusial agar tidak terjadi tumpang tindih peruntukan lahan yang akhirnya bisa merugikan semua pihak yang terlibat,” tuturnya.
Editor: Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News