DEPOK, KOMPAS.com - Warung sembako yang jual obat psikotropika di Sukatani, Depok, dulu melancarkan aksinya dengan modus jualan tembakau.
"Awal bukanya (itu warung) jualan tembakau yang bungkusan buat linting, tingwe itu," kata Santoso (31), pemilik ruko sebelah tempat kejadian perkara kepada Kompas.com, Rabu (10/7/2024).
Santoso mengungkapkan, saat itu warung mulai buka mendekati penghujung bulan Ramadhan.
"Pas bulan puasa kemarin, pas puasa mau beres. Kira-kira seminggu sebelum Lebaran (bukanya)," ungkap Santoso.
Warung yang disebut selalu buka mulai pukul 07.30-21.30 WIB itu terlihat mencurigakan dari gerak-gerik pembeli saat bertransaksi.
"Yang paling aneh tuh karena mereka mampirnya bentar. Mampir, beli, terus pergi. Gitu terus polanya," ucap Santoso.
Kala itu, warga sudah sekali menggerebek warung itu dan sempat mengamankan sang penjaga warung. Namun, orang itu berhasil lolos.
"Yang pertama (gerebek) itu pak RW sama anak-anak sini, terus sudah dipegang itu, tapi sempat ditinggal sebentar atau gimana (kurang tahu), orangnya sudah kabur," ujar Santoso.
Modus itulah yang kemudian selalu diingat warga setempat setiap kali melihat warung sembako di ruko yang sama kembali beroperasi.
Sebelumnya, warga menggerebek warung sembako yang diduga menjual obat-obatan psikotropika di daerah Sukatani, Tapos, Kota Depok, Minggu (7/7/2024).
"Iya (ada penggerebekan warga), untuk obat daftar G," kata Kapolsek Cimanggis Kompol Judika Sinaga saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (8/7/2024).
Judika mengungkapkan, aksi penggerebekan berawal dari kecurigaan warga karena melihat warung sembako yang sudah pernah digerebek sebelumnya itu beraktivitas kembali.
"Awalnya warga curiga warung itu buka lagi, karena sebelumnya katanya sudah pernah digrebek warga," ungkap Judika.
Polisi mengamankan KM (26), penjaga warung itu yang diketahui baru bekerja di sana selama 15 hari.
"(KM) baru 15 hari kerja di toko, diajak temannya dari Aceh," jelas Judika
Di samping itu, polisi mengamankan enam jenis obat-obatan psikotropika dengan jumlah yang berbeda.
"Ada Merlopam 10 butir, Valdimex lima butir, Rexlina delapan butir, Prohiper delapan butir, Esilgan 10 butir, dan Tramadol 15 butir," jelas Judika.