JAKARTA, investor.id- Pasar saham Asia mayoritas libur pada Senin (16/9/2024). Sedangkan Di Australia, indeks S&P/ASX 200 dibuka naik 0,44%. Saat ini, investor tengah menantikan keputusan suku bunga The Fed.
Dikutip dari CNBC internasional, pertemuan kebijakan The Fed akan berlangsung pada 17-18 September 2024. pada pertemuan tersebut bank sentral Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan memangkas bunga untuk pertama kalinya sejak 2020.
China merilis sejumlah data ekonomi yang mengecewakan, termasuk produksi pabrik, penjualan ritel, dan angka investasi untuk bulan Agustus, yang semuanya tidak memenuhi ekspektasi. Tingkat pengangguran di daerah perkotaan meningkat ke level tertinggi dalam enam bulan, sementara harga rumah mengalami penurunan tahunan tercepat dalam sembilan tahun terakhir.
Pasar saham di China daratan dan Korea Selatan ditutup pada Senin untuk merayakan Festival Pertengahan Musim Gugur. Sementara pasar Jepang tutup karena memperingati Hari Penghormatan kepada Lansia.
Dampak dari data ekonomi China yang mengecewakan diperkirakan akan terlihat di pasar saham Hong Kong. Indeks Hang Seng Hong Kong diperdagangkan pada angka 17.348, sedikit lebih rendah dari penutupan terakhir pada 17.369,09.
Sementara itu, badai topan Bebinca menyebabkan pembatalan ratusan penerbangan di China, dengan kota Shanghai diperkirakan akan dilanda badai terkuat sejak 1949.
Setelah awal yang sulit pada September, tiga indeks utama Wall Street mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu dengan hasil positif. Dengan S&P 500 naik 0,54% dan ditutup di angka 5.626,02, sementara Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi menguat 0,65% menjadi 17.683,98. Sedangkan Dow Jones Industrial Average melonjak 0,72% dan berakhir di 41.393,78.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News