MALAKA, KOMPAS.com - Warga perbatasan Indonesia-Timor Leste, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, menggelar pawai obor, Jumat (16/8/2024) malam.
Pawai obor digelar sebagai momen menyambut peringatan ke-79 kemerdekaan Republik Indonesia.
Rombongan mengawali pawai dari gerbang Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin sekitar pukul 18.00 WITA. Peserta terdiri dari pelajar SD dan SMP beserta para guru. Tak ketinggalan ada juga TNI-Polri memeriahkan acara itu.
Sebenarnya, rombongan pawai sudah bersiap dari dua jam sebelumnya. Tapi, mereka menunggu kedatangan Pelaksana harian Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Robert Simbolon.
Saya, jurnalis Kompas.com Shinta Dwi Ayu menjadi bagian rombongan BNPP yang tiba di PLBN sekitar pukul 17.40 WITA. Ketika rombongan tiba, suasana rombongan pawai mendadak riuh. Warga menyambut kami dengan gembira.
Sebelum masuk ke bangunan wisma, kami disambut dengan tarian tradisional Likurai khas Belu.
Tarian ini biasanya diselenggarakan ketika menjemput tamu negara atau turis yang datang ke Belu sebagai salah satu bentuk penghormatan.
"(Tarian ini) untuk acara penjemputan tamu atau perlombaan saat 17-an," kata salah seorang penari bernama Dian (27).
Dalam upacara itu, Robert Simbolon memberikan obor secara simbolis kepada dua orang siswa peserta pawai.
Tak lama, para siswa SD dan SMP, bersama para pegawai BNPP, TNI, Polisi, guru dan tokoh masyarakat, berkeliling PLBN Motamasin sambil membawa obor bambu.
Para siswa terlihat kompak menggunakan seragam pramuka lengkap dengan dasi berwarna merah putih, dan topi.
KOMPAS.com/SHINTA DWI AYU Siswa SD dan SMP di Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, menggelar pawai obor, Jumat (16/8/2024) malam. Pawai obor digelar sebagai momen menyambut peringatan ke-79 kemerdekaan Republik Indonesia.Kepala Sekolah SMPN Metamauk, Robert mengatakan, muridnya sudah berada di PLBN Motamasin sejak pukul 16.00 WITA untuk melaksanakan pawai obor.
Meski sudah menunggu sekitar dua jam, semangat para siswa nampaknya tak luntur.
Pawai obor dilaksanakan juga sebagai tanda semangat siswa dalam merayakan peringatan hari kemerdekaan RI.
"Sebagai ucapan semangat para siswa merayakan kemerdekaan," terang Robert.
Sepanjang perjalanan mengelilingi PLBN Motamasin, para peserta pawai obor menyanyikan beberapa lagu kebangsaan dengan suara yang lantang, antara lain Dari Sabang Sampai Marauke, Maju Tak Gentar, Garuda Pancasila, dan Indonesia Pusaka.
Usai berkeliling, para peserta pawai obor kembali berkumpul dan berbaris di depan bangunan Wisma PLBN Motamasin sebelum akhirnya membubarkan diri.