#30 tag 24jam
Mantan Intel Israel: Hamas Jauh dari Kata Kalah
Sejumlah tentara Israel terluka dalam berbagai serangan di Tepi Barat dan Gaza. [788] url asal
#pejuang-palestina #pejuang-hamas #pejuang-hamas-melawan-israel #hamas-di-tepi-barat
(Republika - News) 26/07/24 05:35
v/12142890/
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Klaim Perdana Menteri Israel soal mengalahkan kelompok Hamas di Gaza disangkal mantan perwira intelijen Israel. Kelompok pejuang Palestina itu disebut masih jauh dari kata kalah.
Michael Milshtein, mantan perwira intelijen militer Israel yang memimpin studi Palestina di Pusat Studi Timur Tengah dan Afrika Moshe Dayan yang berbasis di Tel Aviv, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Israel akan membutuhkan lebih banyak pasukan di lapangan di lebih banyak wilayah Gaza untuk mencapai tujuannya. bertujuan untuk melenyapkan Hamas.
“Kami masih jauh dari tujuan menghancurkan pemerintahan dan kapasitas militer Hamas. Kami sebenarnya belum mendekati hal itu,” kata Milshtein kemarin. Namun, ia mencatat bahwa kemenangan militer murni akan mengabaikan pengaruh sosial, politik dan ekonomi kelompok tersebut. “Kami terus memperlakukan musuh yang perilakunya bersifat multidimensi hanya sebagai ancaman militer.”
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menetapkan penghancuran Hamas sebagai tujuan utama perang Israel di Gaza dan mengatakan bahwa ia tidak akan menyetujui gencatan senjata atau perjanjian pertukaran tawanan apa pun yang tidak memungkinkan Israel untuk mencapai tujuan ini.
Sementara di Gaza, pejuang-pejuang Palestina masih terus melancarkan serangan terhadap pasukan penjajahan Israel (IDF) di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Sejumlah tentara penjajah dilaporkan terluka dalam serangan-serangan kemarin.
Dilansir Aljazirah, militer Israel melaporkan bahwa dua tentaranya terluka parah dalam pertempuran di Jalur Gaza selatan. Seorang pasukan terjun payung Israel “terluka parah” pada Rabu dan seorang anggota Brigade Givati juga menderita luka serius pada Selasa dalam pertempuran di selatan wilayah Palestina.
Keduanya dievakuasi ke Israel untuk perawatan, kata militer. Menurut angka terbaru yang dikeluarkan oleh militer, 683 tentara Israel telah terbunuh sejak 7 Oktober dan 326 di antaranya tewas di Gaza atau di sepanjang pagar pemisah wilayah tersebut dengan Israel sejak dimulainya operasi darat Israel di daerah kantong Palestina.
Selain itu, 2.147 tentara Israel terluka sejak peluncuran serangan darat terhadap Gaza.
Tiga tentara Israel juga terluka dalam penembakan di jalan antara Qalqilya dan Nablus di Tepi Barat yang diduduki, menurut laporan media lokal. Serangan itu terjadi ketika seorang pria bersenjata tak dikenal melepaskan tembakan dari sebuah kendaraan di dekat kota Azzun dan an-Nabi Elyas. Perburuan pelaku kini terus dilakukan Israel.
Seorang perwira Israel dilaporkan meninggal karena cedera akibat sengaja ditabrak warga Palestina di Tepi Barat. Kapten berusia 24 tahun itu meninggal karena luka-luka yang dideritanya pada 14 Juli dalam serangan tabrakan mobil di persimpangan Nir Zvi di Israel tengah, kata militer Israel dalam sebuah postingan singkat di media sosial.
Seorang tentara Israel kedua terluka ringan dalam serangan itu, yang dilaporkan dilakukan oleh seorang pria Palestina dari Yerusalem Timur yang diduduki. Ia tertembak dan, menurut pihak berwenang Israel, kemudian meninggal karena luka-lukanya.
Komando dan pasukan terjun payung bertempur melawan pejuang Palestina di Khan Younis pada Rabu ketika unit Hamas menargetkan kendaraan lapis baja Israel dengan alat peledak improvisasi (IED) yang “sangat mematikan” pada tiga kesempatan di daerah Bani Suheila di kota selatan, laporan pemantau perang.
Institut Studi Perang (ISW) dan Proyek Ancaman Kritis (CTP) mengatakan bahwa Hamas terus menggunakan “penetrator yang bersifat eksplosif” yang sulit diproduksi untuk melawan kendaraan lapis baja Israel. Ini menunjukkan bahwa Hamas masih menyimpan persediaan senjata tersebut bahkan setelah empat bulan pertempuran di Israel.
Pejuang Palestina di Bani Suheila di Khan Younis juga menyerang pasukan Israel dengan granat berpeluncur roket dan mortir pada Rabu, menurut laporan lembaga pemikir pertahanan yang berbasis di AS.
Pertempuran di dekat kota Rafah terus berkecamuk, termasuk peledakan sebuah bangunan jebakan di area kamp pengungsi Yibna ketika pasukan Israel berada di dalamnya. Roket juga ditembakkan dari Gaza menuju sasaran militer di Israel selatan, laporan ISW/CTP.
Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Hamas kemarin melansir, mereka menghancurkan sebuah pengangkut personel lapis baja Zionis dengan alat peledak Shuath, membakarnya di tengah Bani Suheila, sebelah timur kota Khan Younis di Jalur Gaza selatan.
“Brigade al-Qassam menargetkan tank Zionis dengan peluru Al-Yassin 105 di kota Bani Suheila, sebelah timur kota Khan Younis di selatan Jalur Gaza. Mereka juga mengeklaim menghancurkan tank Merkava Zionis dengan alat peledak Shuath di kota Bani Suheila, sebelah timur kota Khan Younis.
Sekembalinya mereka dari misi tempur, pejuang al-Qassam melaporkan menargetkan tank Merkava 4 dan buldoser D9 Zionis dengan dua peluru Al-Yassin 105 dan terlibat dalam bentrokan dengan pasukan infanteri di dekatnya, menyebabkan kematian dan cedera di antara mereka di dekat Masjid al-Awda di kota Rafah, Jalur Gaza selatan.
“Setelah mereka kembali dari misi tempur mereka, pejuang kami melaporkan ledakan sebuah rumah yang telah dipasang sebelumnya oleh pasukan Zionis, menewaskan dan melukai anggotanya, di kamp Yabna di Rafah, Jalur Gaza selatan.”
Sedangkan Brigade al-Quds dari Jihad Islam Palestina melansir, mereka membombardir tentara dan kendaraan musuh di poros depan timur laut Khan Younis dengan rentetan mortir reguler kaliber 60. “Kami membombardir tentara dan kendaraan musuh Zionis di jalur pasokan di poros Netzarim dengan mortir.”
Viral, Video Pesan Terakhir Pejuang Hamas kepada Ibunya Sebelum Dibunuh Drone Israel
Ibu saya sekarang terluka. Drone berada di atas saya. [477] url asal
#pejuang-hamas #pertempuaran-israel #pertempuran-israel-dengan-hamas #pertempuran-di-tepi-barat #pejuang-hamas-melawan-israel #tepi-barat-di-pejuang-hamas #israel-gerebek-hamas #pesan-terakhir-pejuang
(Republika - Khazanah) 24/07/24 18:50
v/11954551/
REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT — Video detik-detik terakhir seorang pejuang Hamas sebelum menjadi syuhada viral di media sosial. Pejuang yang diketahui bernama Hamam Hashash tersebut menyampaikan pesan terakhir kepada ibunya. Dalam kendisi terluka dan di bawah dengung suara drone penjajah Israel, Hamam meminta ibunya untuk mendoakannya pada saat-saat terakhir. Terlebih, saudaranya Harits telah terlebih dahulu menjadi syuhada.
“Ibu saya sekarang terluka. Drone berada di atas saya. Aku sayang kamu dan ayah. Doakan saya.. Bersedekahlah untuk saya. Insya Allah saya akan membela kamu pada hari kiamat. Asyhadu an Laailaha Illallah. Wa Asyhadu Anna Muhammad ar Rasulullah,”ujar Hamam dalam video yang dirilis di akun X. "Maafkan saya ibu dan ridhai saya. Ya Rabb ridhai saya."
Times of Israel pada 3 Juli 2024 lalu melaporkan, tujuh orang bersenjata Palestina, termasuk anggota sel yang berada di balik serangan bom pinggir jalan yang mematikan pada pekan lalu, tewas dalam serangan pesawat tak berawak dan bentrokan dengan tentara di kota Jenin, Tepi Barat utara, Jumat pagi, kata militer Israel.
Pasukan Pertahanan Israel mengatakan bahwa pasukan dari unit komando Duvedevan dan unit pengintai Haruv Brigade Kfir menyerbu Jenin menyusul informasi intelijen yang diberikan oleh Shin Bet mengenai lokasi sel yang menewaskan Letnan Kolonel Alon Sacgiu dan melukai 16 tentara lainnya pada tanggal 27 Juni.
Pasukan tersebut mengepung sebuah bangunan di Jenin di mana Hammam Hashash, 23 tahun, dan saudaranya Harith Hashash, 19, - yang menurut IDF berada di balik serangan bom pinggir jalan - bersembunyi. Mereka melakukan taktik yang dikenal sebagai pressure cooker yang melibatkan peningkatan volume tembakan yang diarahkan ke sebuah bangunan untuk memaksa para tersangka keluar.
Penangkapan warga Palestina..
Komisi Urusan Tahanan dan Masyarakat Tahanan Palestina mengatakan, setidaknya ada 30 lagi warga Palestina ditangkap oleh pasukan Israel dalam serangan militer di wilayah pendudukan Tepi Barat.
Melalui pernyataan bersama komisi tersebut yang dikutip Senin, penggerebekan dilaporkan menargetkan kota Ramallah, Yerusalem, Hebron, Qalqilya, Tulkarm, Jenin, dan Jericho.“Para tahanan menjadi sasaran penganiayaan, pemukulan parah, dan ancaman terhadap keluarga mereka, selain tindakan sabotase dan penghancuran rumah warga yang meluas,” kata pernyataan itu.
Penangkapan warga terbaru tersebut menjadikan jumlah warga Palestina yang ditahan oleh tentara Israel di Tepi Barat yang diduduki sejak 7 Oktober 2023 menjadi 9.655 orang, menurut data Palestina.
Ketegangan meningkat di Tepi Barat yang diduduki sejak Israel melancarkan serangan militer mematikan terhadap Jalur Gaza yang telah menewaskan hampir 38.600 korban sejak 7 Oktober.
Kementerian Kesehatan mendata bahwa setidaknya 574 warga Palestina, termasuk 136 anak-anak telah tewas dan hampir 5.350 lainnya terluka akibat tembakan tentara Israel di wilayah pendudukan.Sembilan bulan setelah perang Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur akibat blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang melumpuhkan.
Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional yang keputusan terbarunya memerintahkan Tel Aviv untuk segera menghentikan operasi militernya di Rafah di Jalur Gaza selatan, tempat lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum diserbu pada 6 Mei.