#30 tag 24jam
Mengenal Side Hustle: Peluang Tambahan di Tengah Kesibukan dan Dampak Positif-Negatifnya
Di tengah kesibukan hidup yang serba cepat, banyak orang mencari cara untuk menambah penghasilan di luar pekerjaan utama. [343] url asal
#side-hustle #pekerjaan-sampingan #generasi-milenial
(MedCom - Ekonomi) 29/10/24 16:55
v/17167947/
Jakarta: Di tengah kesibukan hidup yang serba cepat, banyak orang mencari cara untuk menambah penghasilan di luar pekerjaan utama. Salah satu solusinya adalah dengan melakukan side hustle, yaitu kegiatan sampingan yang bisa menghasilkan uang tambahan.| Baca juga: Soal Daya Beli Melemah, Pemerintah Diminta Responsif |
Meskipun menawarkan peluang finansial, side hustle juga memiliki dampak positif dan negatif yang perlu diperhatikan.
Dikutip dari Prudential.co.id, mari kita bahas lebih lanjut tentang konsep ini dan pengaruhnya terhadap keseimbangan hidup.
Apa sih side hustle itu?
Side hustle adalah kegiatan tambahan yang dijalani seseorang di luar pekerjaan utama mereka, biasanya untuk mengejar minat atau meningkatkan penghasilan.Menurut Forbes, side hustle adalah cara yang efektif untuk meraih lebih banyak pendapatan, sekaligus memberikan kesempatan untuk menjelajahi berbagai ide di luar fokus pekerjaan utama.
Dampak positif dan negatif dari side hustle
Side hustle memiliki dampak yang beragam bagi siapa saja yang menjalankannya. Dampak ini sangat tergantung pada bagaimana Anda merencanakan dan mengelolanya.Dampak positif
Salah satu manfaat utama dari side hustle adalah kemampuan untuk menambah penghasilan. Selain itu, aktivitas ini juga dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan Anda, memberikan motivasi baru, serta memberikan kepuasan pribadi.Bahkan, bagi yang berpikir untuk berpindah karir, side hustle bisa menjadi modal yang berharga untuk mengeksplorasi jalur baru dalam dunia kerja.
Dampak negatif
Namun, ada juga potensi dampak negatif yang dapat muncul jika persiapan tidak dilakukan dengan baik. Misalnya, Anda mungkin mengalami burnout atau stres akibat kelelahan, yang bisa berujung pada pekerjaan utama yang terganggu.Selain itu, terlalu banyak kendala yang dihadapi dalam menjalani side hustle bisa membuat Anda kehilangan motivasi. Oleh karena itu, sangat penting untuk merencanakan dengan baik agar dapat meminimalkan risiko dampak negatif dari side hustle ini.
Side hustle bisa jadi cara yang bagus untuk menambah penghasilan dan belajar hal baru, tetapi tetap penting untuk menjaga keseimbangan hidup. Sebelum mulai, rencanakan dengan baik dan atur prioritas.
Dengan persiapan yang tepat, kamu bisa dapat manfaat dari side hustle tanpa mengganggu kualitas hidup. Ingat, keseimbangan adalah kunci untuk sukses dalam semua aspek hidup, termasuk kegiatan sampingan. (Nanda Sabrina Khumairoh)
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(SAW)
10 Usaha Sampingan Ibu Rumah Tangga, Bisa Bantu Atur Budget!
Kerjain usaha dari rumah bisa banget bantu keuangan keluarga. Yuk, cari tahu apa saja usaha sampingan ibu rumah tangga yang menguntungkan! Menjadi ibu rumah tangga... | Halaman Lengkap [767] url asal
#pegadaian #gadai-emas #pekerjaan-sampingan #sindonews-stories
(SINDOnews Ekbis) 08/08/24 19:28
v/13828758/
JAKARTA - Menjadi ibu rumah tangga bukanlah halangan untuk memiliki pendapatan sendiri. Ibu rumah tangga bisa memulai usaha sampingan di rumah selagi memanfaatkan waktu luangnya.Penasaran seperti apa sih usaha sampingan ibu rumah tangga yang bisa menambah keuntungan? Inilah rekomendasinya.
1. Laundry Kiloan
Mulai usaha rumahan yang menjanjikan dengan memanfaatkan peralatan cuci dan setrika di rumah. Sebagai ibu rumah tangga, kamu hanya perlu menggunakan mesin cuci dan setrika yang sudah tersedia. Di samping itu, siapkan deterjen dan pewangi pakaian.
Jasa laundry kiloan kini banyak dicari, utamanya di area perkantoran dan perkuliahan kota-kota besar. Kesibukan yang semakin meningkat membuat banyak orang beralih menggunakan jasa laundry untuk meringankan beban kerja rumah tangga.
2. Warung
Pemanfaatan ruangan tak terpakai sebagai warung bisa menjadi usaha sampingan ibu rumah tangga sederhana yang dapat menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang. Agar mudah ditemukan, sulap area depan rumah menjadi warung kecil-kecilan. Baik warung makan ataupun warung kopi bisa menjadi pilihan usaha rumahan yang menjanjikan.
3. Dropshipping
Adakah usaha rumahan modal kecil yang bisa dicoba oleh ibu rumah tangga? Tidak perlu modal besar, dropshipping bisa mendatangkan pemasukan tanpa proses yang rumit. Berbeda dengan reseller, seorang dropshipper tidak perlu menyediakan stok produk untuk menjalankan usahanya. Dropshipper hanya perlu mencari pemasok (supplier) barang dan mempromosikannya ke calon konsumen melalui media pilihan, termasuk media sosial.
4. Thrift Shop
Punya barang-barang yang masih bagus tapi sudah tidak dipakai? Daripada menumpuk di lemari, jual kembali agar bisa mendapatkan pemasukan. Bentuk usaha rumahan modal kecil ini disebut sebagai thrift shop atau toko barang-barang bekas yang masih layak dan berkualitas. Jika sudah mendapatkan keuntungan, ibu rumah tangga bisa mengembangkan usaha rumahan ini dengan menyiapkan stok barang yang lebih banyak lagi.
5. Les Online
Pembelajaran tidak berhenti di sekolah saja. Biasanya, anak sekolah membutuhkan pelajaran tambahan di luar jam sekolah. Maka dari itu, ibu rumah tangga yang memiliki keterampilan mengajar bisa memanfaatkan waktu senggang untuk mendapatkan pemasukan dengan membuka jasa les online. Agar dapat menjangkau calon siswa, gunakan media sosial untuk mempromosikan usaha dengan efektif.
6. Day Care
Bagi ibu rumah tangga, merawat anak sudah bukan hal yang baru. Dengan memanfaatkan keterampilan mengasuh bayi dan balita, usaha day care bisa menjadi pilihan untuk menopang ekonomi keluarga.
Usaha penitipan bayi dan balita ini dapat dijalankan di rumah sehingga tidak membutuhkan biaya sewa tempat terpisah yang cenderung mahal. Pengguna jasa day care biasanya beragam, namun yang paling utama adalah ibu rumah tangga yang merangkap menjadi wanita karier dengan kesibukan tinggi.
7. Catering
Penyediaan makanan dalam jumlah besar biasanya dibutuhkan dalam acara besar, seperti rapat dan pernikahan. Untuk memastikan semua orang mendapatkan makanan tanpa terkecuali, penyelenggara pun mengandalkan jasa catering. Makanan dalam jumlah besar bisa disediakan dalam bentuk prasmanan ataupun kotak makanan.
Usaha sampingan ibu rumah tangga ini tentunya memerlukan keterampilan memasak dan modal cukup besar. Pembelian bahan baku dan peralatan-peralatan khusus untuk penyajian hidangan membutuhkan biaya yang perlu dihitung dengan tepat agar pemilik usaha tidak merugi.
8. Jasa Jahit
Terampil menjahit bisa jadi aset berharga lho. Sebagai ibu rumah tangga yang memiliki kewajiban di rumah, kamu bisa memanfaatkan keterampilan menjadi sebagai usaha sampingan. Jika sudah punya mesin dan alat jahit lainnya, cukup beli benang yang sesuai dengan warna kain pelanggan.
9. Bakery
Ibu rumah tangga yang suka memasak kue bisa memanfaatkan keterampilannya untuk mendapatkan pemasukan dari usaha bakery. Toko kue rumahan yang dimulai dari nol bisa menyediakan beberapa jenis kue terlebih dahulu.
Jika sudah mulai mendapatkan pelanggan tetap dan keuntungan yang cukup, kembangkan resep lain agar menu yang ditawarkan lebih bervariasi. Gunakan strategi promosi produk baru dengan memberikan tester untuk setiap pembelian produk dengan syarat dan ketentuan tertentu.
10. Jual Tanaman Hias
Menghijaukan rumah kini menjadi hal yang banyak digemari oleh ibu rumah tangga. Namun, di sini, ibu rumah tangga bukan menjadi konsumen. Berbekal hobi merawat dedaunan hijau tersebut, ibu rumah tangga bisa memulai usaha jual tanaman hias di rumah yang dapat mendatangkan keuntungan.
Sediakan berbagai tanaman dekorasi yang memiliki nilai estetika, seperti lili paris, gelombang cinta, dan lidah mertua. Untuk menjangkau target pelanggan, bergabunglah ke forum komunitas pecinta tanaman online dan promosikan usaha jual tanaman hias kepada individu yang berminat.
Nah, itulah beberapa ide usaha sampingan ibu rumah tangga yang bisa dijadikan referensi untuk membantu ekonomi keluarga. Tentunya, memulai suatu usaha dari awal membutuhkan modal. Bagi ibu rumah tangga yang sudah mengambil ancang-ancang untuk memulai usaha sampingan, sebaiknya siapkan modal terlebih dahulu untuk menjamin kelancaran prosesnya.
Jika butuh modal, ibu rumah tangga bisa mengajukan pinjaman lewat gadai yang tidak memerlukan pengecekan skor kredit lewat BI Checking. Gadai emas bisa menjadi pilihan dalam hal ini. Uang pinjaman bisa didapat dengan cepat dan emas pun tersimpan dengan aman hingga pembayaran lunas.
Pekerjaan Sampingan Jadi Cara Bisa Tetap Foya-foya Saat Semuanya Mahal
Krisis keuangan yang cenderung menghambat pertumbuhan belanja rumah tangga, justru tidak terjadi di Amerika Serikat. Pekerjaan sampingan jadi jawabannya. [859] url asal
#pekerjaan-sampingan #side-job
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 20/07/24 17:42
v/11448921/
Jakarta - Krisis keuangan yang cenderung menghambat pertumbuhan belanja rumah tangga, justru tidak terjadi di Amerika Serikat. Meskipun biaya hidup dan inflasi tinggi, utang kartu kredit meningkat, dan tabungan menyusut, belanja konsumen tampak melonjak tajam dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. Ada apa dengan AS?
Berdasarkan survei Bankrate, perusahaan jasa keuangan, yang diterbitkan pada Rabu (17/7/2024), lebih dari sepertiga orang dewasa di AS memiliki sumber pendapatan kedua.
"Secara keseluruhan, hal ini mengarah pada, 'Saya ingin membelanjakan lebih banyak, jadi saya perlu mendapatkan lebih banyak," Kayla Bruun, ekonom senior di firma intelijen bisnis Morning Consult, mengatakan kepada CNBC Make It, dikutip Sabtu (20/7/24).
Data menunjukkan bahwa terjadi ledakan bisnis sampingan di setiap kelompok umur, tingkat pendapatan, dan industri di Amerika. Ahli mengatakan generasi muda sangat nyaman menjalankan pekerjaan sampingan untuk mencari nafkah.
Ted Rossman, analis industri senior Bank Rate, mengatakan bahwa rata-rata pekerjaan sampingan di AS menghasilkan US$ 250 per bulan atau senilai Rp 4.053.262 (kurs Rp 16.213). Pekerjaan sampingan dilakukan bukan untuk bersenang-senang, melainkan untuk kebutuhan dan didorong oleh ketidakpastian finansial.
Sekitar 45% orang Amerika menggunakan hasil dari pekerjaan sampingannya untuk melunasi utang dan biaya hidup. Tahun lalu, Bankrate menemukan bahwa US$ 250 per bulan tidak cukup sama sekali untuk hidup meskipun angka tersebut cukup bagus.
"Ini adalah taktik yang bagus untuk keluar dari utang kartu kredit atau menabung untuk uang muka rumah atau pernikahan," kata Rossman.
Meskipun upah dan pertumbuhan lapangan kerja meningkat, biaya hidup yang lebih besar masih terasa di luar jangkauan sebagian orang Amerika. Pinjaman pelajar dan utang kartu kredit masing-masing berjumlah lebih dari US$ 1 triliun atau Rp 16.213 triliun dan banyak masyarakat berusia 28 hingga 43 tahun yang berjuang dengan peningkatan biaya perumahan dan penitipan anak. Kedua bidang perekonomian yang belum mereda sejak pandemi ini.
Shonnita Leslie, seorang manajer program berusia 40 tahun di sebuah universitas di Texas, bekerja untuk DoorDash (aplikasi jasa pengiriman makanan dan barang) untuk membayar utang pinjaman mahasiswanya sebesar enam digit pada tahun 2018. Dia menghasilkan $72.000 atau Rp 1,16 miliar selama lima tahun di DoorDash, mengurangi utangnya menjadi $18.000 atau Rp 291 juta. Sekarang, ia tetap melakukan pekerjaan sampingan karena merasa semakin nyaman dengan berbagai sumber pendapatan.
Generasi Leslie yang mengalami The Great Recession pada usia 20-an merasa pendapatan kedua menjadi jaring pengaman yang potensial. Hal yang sama juga terjadi di generasi milenial muda dan generasi Z yang kini mengalami periode inflasi tinggi berkepanjangan untuk pertama kalinya saat mereka dewasa.
Merespons tingginya jumlah warga AS yang memiliki pendapatan kedua, Rossman berharap lebih banyak orang yang ingin bergerak maju. Ia juga berharap orang-orang terus mengejar proyek yang mereka sukai atau menabung dan berinvestasi lebih banyak.
"Orang-orang mengatakan kepada kami bahwa mereka melakukan pekerjaan sampingan karena mereka harus melakukannya, bukan karena mereka ingin melakukannya," kata Rossman.
Meskipun kondisi ekonomi terus membaik pasca pandemi Covid-19, masyarakat yang berpendapatan sehat tetap memiliki pekerjaan sampingan. Bankrate menyatakan bahwa orang Amerika dengan pendapatan lebih dari US$ 100.000 (Rp 1.621.300.000) adalah orang yang paling mungkin mencari uang tambahan di luar pekerjaan
Bagi orang-orang seperti itu, $250 per bulan belum tentu merupakan jumlah yang mengubah hidup. Tetapi, jumlah tersebut tentu saja cukup untuk mendanai liburan, konser, atau kencan. Jenis kegiatan rekreasi sederhana yang biasanya didanai dengan gaji penuh waktu mereka.
Bankrate menemukan 52% orang Amerika yang memiliki pekerjaan sampingan menggunakan penghasilan tambahan mereka untuk investasi atau menambah tabungan mereka. Beberapa di antara mereka mungkin menjadi korban dari "gaya hidup yang buruk", yaitu semakin banyak uang yang dihasilkan, semakin banyak pula godaan untuk membelanjakan uang Anda.
Namun, secara keseluruhan, hal tersebut merupakan tanda bahwa setidaknya sebagian orang Amerika telah mengidentifikasikan pekerjaan sampingan sebagai cara untuk mendanai atau meningkatkan rekreasi mereka. Hal tersebut dibuktikan dari lima bulan melakukan pekerjaan sampingan di AS dapat membayar tiket US$ 1.088 (Rp 17,6 juta) ke Eras Tour Taylor Swift.
"Penelitian kami benar-benar menemukan bahwa hal ini ada hubungannya dengan keinginan finansial. Gaji mereka tidak sesuai dengan harapan mereka," kata ekonom Gusto, Nich Tremper.
Ekonom mengatakan bahwa warga AS yang masih melakukan usaha sampingan walaupun tidak membutuhkan usaha sampingan merupakan indikator bahwa tren ini akan terus berlanjut.
"Sekarang lebih mudah untuk menghasilkan uang di waktu luang Anda dengan mengirimkan paket, menjual kerajinan tangan, mengikuti survei, menjadi asisten pribadi online, desainer grafis, dan lain-lain. Pekerjaan sampingan akan semakin populer seiring berjalannya waktu," kata Rossman.
Tremper juga sependapat dengan Ross. Ia menekankan bahwa pekerjaan yang bersifat hybrid dan jarak jauh memberikan orang lebih banyak waktu untuk membangun pekerjaan sampingan. Setiap pertunjukan adalah peluang untuk mengembangkan kreativitas dan profesionalitas, katanya. Sebab, tidak ada atasan yang memberi tahu Anda apa yang harus dilakukan.
Meskipun waktu dan tenaga tidak terbatas, memiliki pekerjaan kedua tentu saja berarti lebih banyak jam kerja dan lebih sedikit waktu untuk tidur, melakukan hobi, dan menjaga hubungan. Pekerjaan sampingan mungkin akan tetap ada, tetapi tidak ada kegiatan yang dijamin dapat bertahan lama.
"Etos kerja patut dipuji, tetapi saya khawatir dengan risiko kelelahan dan kurangnya jaring pengaman bagi pekerja lepas penuh waktu [dan] pekerja lepas. Ini sebagian besar merupakan tanda peringatan bahwa satu pekerjaan saja tidak cukup lagi," kata Rossman.
(eds/eds)