JAKARTA, KOMPAS.com - Para ibu bisa semakin berdaya dengan memanfaatkan teknologi digital, meskipun bekerja dari rumah.
Sebab, saat ini tersedia beragam opsi yang bisa dijalankan para ibu hanya menggunakan gawai dan koneksi internet.
Misalnya, bergabung dengan program afiliasi dan membuat konten.
Hal ini salah satunya bisa dilakukan dengan bergabung di Project 1MPACT, inisiatif yang diluncurkan oleh platfrom digital Supermom.
Program ini menargetkan 1 juta ibu di Indonesia agar berdaya melalui pelatihan ketermpilan digital gratis.
Pelatihan yang ditawarkan mencakup berbagai topik, termasuk cara menjadi Content Creator, Affiliate Seller, Product Reviewer, dan Panel Survey.
"1 juta ibu ini kami harapkan bisa berkontribusi terhadap industri digital secara keseluruhan," ujar Country Director Supermom Indonesia, Hellen Katherina dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta, Selasa (24/9/2024).
Adapun Project 1MPACT resmi dimulai pada 3 Juli 2024 dan akan berlangsung selama 18 bulan hingga Desember 2025.
Peserta yang telah menyelesaikan pelatihan akan memiliki kesempatan untuk mengikuti kampanye merek yang disediakan oleh Project 1MPACT.
Hellen menuturkan,peluncuran Project 1MPACT berakar dari keprihatinan terhadap rendahnya literasi digital di kalangan ibu.
"Sebagai platform yang memposisikan diri sebagai wadah untuk belajar, berbagi, dan mendapatkan penghasilan, kami ingin memberdayakan para ibu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang saat ini berkembang pesat," ungkap Hellen.
Pelatihan dalam Project 1MPACT akan dibantu oleh para 'Mombassador", yakni paraSupermom yang telah diseleksi dari komunitas.
Hingga saat ini, hampir 10.000 ibu telah terdaftar sebagai partisipan dalam Project 1MPACT, dengan jumlah Mombassador mendekati 100 orang.
Hellen menekankan pentingnya peran ibu sebagai pengelola keuangan keluarga dan pembuat keputusan.
Pemahaman para ibu dinilai akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan industri digital.
Apalagi, ibu adalah menteri keuangan keluarga. Sehingga, mayoritas keputusan membeli ada di tangan seorang ibu.
Meleknya para ibu terhadap teknologi digital juga penting untuk dijadikan perhatian para pemangku kepentingan, termasuk dari sisi brand.
"Dari berbagai survei, hampir 90 persen keputusan pembelian yang terhadi di keluarga diatur oleh ibu."
"Ini bukan hanya brand yang berhubungan dengan kosmetik, kebutuhan anak, dan makanan. Bahkan kebutuhan bapak-bapak juga dibelinya oleh para ibu," ucap Hellen.
KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA Konferensi pers Project 1MPACT oleh Supermom di Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2024).Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, Project 1MPACT sejalan dengan komitmen Kemenparekraf untuk mengatasi kekurangan talenta digital dengan target memiliki 9 juta orang pada 2030.
Indonesia saat ini memerlukan tambahan sekitar 600.000 talenta digital setiap tahunnya.
Sedangkan, saat ini, lembaga pemerintah baru mampu memenuhi sekitar 200.000 talenta, sehingga dukungan terhadap Project 1MPACT diharapkan dapat memberikan solusi melalui pelatihan literasi digital dan pengembangan kewirausahaan.