JAKARTA, investor.id – Pendapatan dan laba bersih PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) kompak menunjukkan pertumbuhan cukup kencang secara kuartalan (qoq). Pada kuartal III-2024, pendapatan WIKA naik sebesar 66,55% dibanding kuartal sebelumnya. Sedangkan, laba bersihnya melambung 84,45% secara qoq.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang berakhir pada 30 September 2024, emiten BUMN Karya ini mengumumkan perolehan laba bersih sepanjang sembilan bulan 2024 sebesar Rp 741 miliar. Laba tersebut membalikkan kinerja WIKA pada kuartal III-2023 yang menderita kerugian fantastis sebesar Rp 5,84 triliun.
Namun, jika dilihat secara tahunan (yoy), maka pendapatan WIKA pada kuartal III-2024 terpangkas cukup dalam menjadi Rp 12,54 triliun dengan kapasitas produksi (burn rate) sebesar 34,3%. Padahal, jika membandingkan dengan kuartal III-2023, emiten bersandi saham WIKA itu mampu mencetak pendapatan sebesar Rp 15 triliun.
Manajemen WIKA merinci, pendapatan perseroan pada kuartal III-2024 mayoritas masih berasal dari segmen infrastruktur dan gedung dengan kontribusi sebesar Rp 6 triliun. Angka ini lebih kecil ketimbang capaian sebelumnya yang sebesar Rp 8 triliun.
Disusul, pendapatan dari segmen industri sebesar Rp 3,52 triliun serta EPC dan industrial plant sebesar Rp 2 triliun. Sisanya, disumbang dari pendapatan di segmen hotel sebesar Rp 703 miliar, naik dari semula Rp 634 miliar, kemudian realty dan properti sebesar Rp 117 miliar, turun dari sebelumnya Rp 279 miliar, dan investasi sebesar Rp 103 miliar, meningkat dibanding sebelumnya Rp 62 miliar.
WIKA juga berhasil membukukan laba kotor sebesar Rp1,06 triliun, dengan Gross Profit Margin (GPM) sebesar 8,4%, naik dari periode sama tahun sebelumnya sebesar 8,1%. Menurun Manajemen WIKA, ini menunjukkan kemampuan perseroan dalam mengeksekusi proyek yang semakin excellence.
Utamanya, pada lini bisnis yang menjadi inti dari operasi perusahaan seperti infrastruktur & gedung serta EPCC yang naik rata-rata 0,6% dibanding tahun sebelumnya.
Selain membukukan peningkatan margin laba kotor, WIKA juga memperlihatkan peningkatan sebanyak 55,3% dari sisi laba usaha menjadi Rp 839,75 miliar. Dengan demikian, Operating Profit Margin (OPM) WIKA terdongkrak secara yoy.
Kolektibilitas Piutang
Dari sisi neraca atau balance sheet, WIKA mampu memperbaiki kolektibilitas piutang hingga 30,4% menjadi sebesar Rp 6,61 triliun dari posisi per September 2023 sebesar Rp 9,50 triliun.
Manajemen WIKA menekankan bahwa pihaknya terus berupaya maksimal untuk membayar mitra kerja. Sebagai hasilnya, utang usaha perseroan kini menyusut sampai 50,7% di periode sama tahun sebelumnya. Liabilitas perseroan ikut turun dari sebelumnya Rp 56,40 triliun, menjadi Rp 50,72 triliun pada kuartal III-2024. Begitupun dengan ekuitas yang menguat menjadi Rp 16,26 triliun ketimbang sebelumnya Rp 9,57 triliun.
Bersamaan dengan itu, arus kas atas aktivitas operasi WIKA juga menunjukkan perbaikan hingga 86,9% dari -Rp1,67 triliun menjadi -Rp 218,94 miliar di kuartal III-2024 sebagai hasil dari transformasi perseroan yang fokus pada peningkatan likuiditas.
Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskita (BW) meyakini, dengan peningkatan tata kelola, perkuatan manajemen risiko, keunggulan eksekusi proyek, dan fokus terhadap likuiditas serta pengelolaan struktur modal kerja yang baik, WIKA akan mampu menjaga nilai kompetitifnya di masa mendatang.
Kondisi likuiditas WIKA yang semakin baik turut terefleksi dari current ratio perusahaan yang meningkat menjadi 191,8% dengan rasio solvabilitas seperti rasio utang berbunga terhadap ekuitas (gearing ratio) dan Debt to Equity Ratio (DER) yang kini menurun menjadi 2,18 kali dan 3,12 kali dari posisi sebelumnya 3,10 kali dan 5,07 kali.
“Kami mengapresiasi seluruh stakeholder yang mendukung upaya penyehatan WIKA baik kepada lembaga keuangan atas selesainya proses restrukturisasi dan pemerintah yang sudah memperkuat struktur permodalan WIKA,” tutup Agung BW dalam keterangan resminya dikutip, Jumat (1/11/2024).
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News