JAKARTA, investor.id – Ketahanan pangan merupakan komponen penting dalam menekan angka kemiskinan di Indonesia. Karena itu, pemerintah harus mewujudkan program ini. Seba, jika stabilitas pangan terganggu, dapat menyebabkan kenaikan inflasi sehingga dampaknya akan meningkatkan angka kemiskinan.
Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menjelaskan, kondisi tersebut sangat berpotensi terjadi ketika komoditas pokok seperti beras mengalami peningkatan harga akibat stabilitas terganggu.
"Bisa dibilang kemiskinan akan naik juga ketika masyarakat itu tidak mampu lagi untuk menjangkau harga beras yang cukup tinggi," kata Nailul, Selasa (13/8/2024).
Dikatakan Nailul, secara nasional beras berpengaruh 20-25% untuk garis kemiskinan di Indonesia. Karena itu, ketika harga beras naik, otomatis masyarakat pun kebanyakan tidak mampu menjangkaunya.
"Tentu ini akan menaikkan tingkat kemiskinan secara nasional. Ini sudah ada datanya di BPS (Badan Pusat Statistik)," ujar Nailul.
Nailul mengatakan, adanya gejolak harga pangan akan membuat pengeluaran masyarakat membengkak hanya untuk membeli bahan pokok sehingga turut mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.
Dia menggambarkan, dalam sebuah survei baru-baru ini, disebutkan, masyarakat membuat pengeluarkan hingga 26% dari total pendapatannya hanya untuk membeli bahan pangan. Angka ini meningkat dari awalnya hanya 19%.
Menurut Nailul, situasi menjadi lebih pelik karena yang banyak terdampak adalah masyarakat kelas menengah. Pasalnya, kebanyakan kelas menengah tidak mendapatkan kucuran dana bantuan pemerintah seperti BLT maupun bantuan beras yang lebih dikhususkan untuk kalangan tak tak mampu.
Kondisi ini pun membuat masyarakat kelas menengah cenderung lebih terbebani untuk memenuhi kebutuhan hidup karena bahan-bahan pokok yang harganya melejit.
"Ini menambah porsi mereka (kelas menengah) untuk membeli bahan pangan dibandingkan mereka mengonsumsi barang-barang lainnya. Jadi ini yang menyebabkan ekonomi kita, konsumsi kita itu kemudian melambat dan diprediksi itu semakin tertekan konsumsi rumah tangga kita," imbuhnya.
Oleh karena itu, katanya, ketahanan pangan menjadi komponen yang krusial untuk perekonomian Tanah Air dan menekan angka kemiskinan. Nailul menyebut bahwa pemerintah seharusnya dapat mengoptimalkan sumber daya pangan yang melimpah di dalam negeri.
Program swasembada pangan juga harus diterus didorong sebagai solusi jangka panjang ketahanan pangan, bukan bergantung terhadap impor semata yang merupakan solusi janga pendek.
"Kalau kita lihat ketergantungan dengan impor dan sebagainya, ini yang menyebabkan kita sangat mudah sekali terpengaruhi oleh dinamika global ataupun permintaan dan penawaran dari pasar pangan global," tandasnya.
Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News