SPK Wuling di GIIAS 2024 tembus 2.000. Dari 2.000-an SPK itu, BinguoEV jadi model paling banyak diburu.
Sejumlah pabrikan menorehkan catatan positif selama ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024. Wuling termasuk salah satunya. Pabrikan dengan logo lima berlian itu mencatat angka pemesanan kendaraan hingga 2.000-an unit.
Sampai dengan hari penutupan pameran otomotif tahunan tersebut, Wuling berhasil mencatatkan angka 2.301 surat pemesanan kendaraan (SPK) dan test drive hingga 1.610 pengunjung. Kontribusi besar didapat dari mobil-mobil listrik Wuling seperti Air ev, BinguoEV, dan Cloud EV.
"Pencapaian Wuling dalam partisipasi GIIAS 2024 bertumbuh positif dibandingkan tahun sebelumnya. Kami mengapresiasi antusiasme para pengunjung yang luar biasa terhadap Wuling dan lini produk yang dihadirkan. Ini merupakan bukti nyata dari kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan inovasi yang Wuling hadirkan hingga memasuki usia ke 7 tahun di Indonesia. Selaras dengan tema ulang tahun Wuling 7th Anniversary: Melangkah Bersama Indonesia, Wuling pun terus berkomitmen untuk berinovasi dalam layanan dan produk untuk bersama sama konsumen indonesia menuju kehidupan yang lebih baik sesuai dengan semangat 'Drive For A Better Life'," jelas Ricky Christian, selaku Senior Manager Marketing Strategy Wuling Motors Wuling Motors dalam keterangan resminya.
Secara persentase 30 persen SPK datang dari BinguoEV. Diikuti oleh Air ev sebesar 26 persen, dan Cloud EV 23 persen. Sisanya barulah model Wuling lainnya. Selain angka SPK tinggi, mobil-mobil Wuling juga bikin penasaran pengunjung GIIAS tahun ini.
Dalam catatan Wuling, ada 1.610 pengunjung yang telah merasakan pengalaman berkendara produk Wuling selama pameran. Jajaran mobil listrik Wuling pun menjadi yang paling banyak dicoba oleh pengunjung. Dimulai dari CloudEV yang sudah dicoba oleh 687 pengunjung, kemudian pada urutan kedua ada BinguoEV sebanyak 399 pengunjung dan dilanjutkan oleh Air ev dengan 304 pengunjung.
Sepanjang GIIAS, Wuling diketahui memamerkan 15 unit mobil yang terdiri dari versi listrik, bensin, dan juga hybrid.
"Terima kasih kepada seluruh pengunjung GIIAS 2024 yang telah berkunjung ke booth Wuling dan melakukan pemesanan serta test drive lini produk Wuling selama pameran. Sampai bertemu kembali di pameran GIIAS 2025 mendatang," imbuh Ricky.
Lebih dari 2.181 pengunjung GIIAS 2024 menjajal mobil BYD. Yang paling bikin penasaran adalah BYD M6.
BYD M6 mencuri perhatian para pengunjung pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024. MPV listrik yang disiapkan khusus untuk pasar Indonesia tersebut juga bikin penasaran para pengunjung.
Secara keseluruhan BYD mencatat ada lebih dari 2.181 pengunjung menjajal mobil asal China itu. Dari angka tersebut, model M6 paling banyak dijajal. Diketahui BYD M6 juga didapuk jadi 'Most Driven Car' pada ajang GIIAS 2024.
"Kehadiran kami di GIIAS 2024 mencerminkan dedikasi kami terhadap pasar Indonesia. Sambutan positif terhadap teknologi dan produk canggih kami, seperti BYD M6 serta teknologi Tank Turn dan E-4 Platform dalam BYD Yangwang U8 sangat menggembirakan," ungkap Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao dalam keterangan resmi yang diterima detikOto.
"Hal ini memperkuat komitmen kami untuk menyediakan solusi inovatif ramah lingkungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Kami harap, penerimaan konsumen otomotif Indonesia kepada produk dan teknologi yang BYD tawarkan selama GIIAS 2024 tidak hanya meningkatkan pengalaman berkendara di era baru, tetapi juga memudahkan konsumen untuk lebih adaptif terhadap elektrifikasi kendaraan," lanjut Eagle.
Spesifikasi BYD M6
Dirancang khusus untuk keluarga Indonesia, BYD M6 menawarkan kombinasi sempurna antara ruang, kenyamanan, performa, dan teknologi terkini, menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang mencari kendaraan ramah lingkungan tanpa mengorbankan fungsionalitas. Dari sisi spesifikasi, BYD M6 ini menawarkan opsi konfigurasi tempat duduk 6-seater dan 7-seater.
BYD M6 menggunakan Blade Battery milik BYD. Ada dua opsi baterai yang ditawarkan BYD M6. Untuk versi standard menggendong baterai berkapasitas 55,4 kWh. Berkat baterai itu, mobil bisa menempuh jarak sejauh 420 km. Versi standar ini memiliki kapasitas 7-seater. Khusus versi ini, baterai bisa dicas dengan DC 89 kW dan AC 7 kW. Akselerasi 0-100 km/jam menggunakan baterai ini dapat ditempuh dalam waktu 10,1 detik.
Selanjutnya ada baterai berkapasitas 71,8 kWh yang tersemat pada varian Superior Captain dan Superior. Varian Superior Captain mengusung konfigurasi 6 tempat duduk sedangkan Superior 7-seater. Baterai yang diusung Superior Captain dan Superior ini bisa menempuh jarak sejauh 530 km. Akselerasi 0-100 km/jam dapat ditempuh lebih cepat yaitu 8,6 detik. Soal pengecasan, baterai 71,8 kWh ini bisa menggunakan DC 115 kW dan AC 7 kW.
BYD M6 menggendong motor tipe AC Permanent Magnet Synchronous Motor dengan penggerak roda depan. Varian Standard memiliki tenaga 120 kW sedangkan varian Superior Captain dan Superior 150 kW. Sementara itu torsinya sama-sama 310 Nm dan kecepatan maksimalnya 180 km/jam.
Salah satu hal yang jadi pemikat adalah harga jualnya. BYD M6 saat ini ditawarkan mulai Rp 379 juta hingga yang termahal Rp 429 juta.