#30 tag 24jam
Simak 5 Hal Mudah yang Bisa Dilakukan untuk Turunkan Kolesterol
Setidaknya ada 5 hal mudah yang bisa dilakukan untuk turunkan kadar kolesterol dalam darah. [460] url asal
#kolesterol #makanan-penurun-kolesterol #cara-menurunkan-kolesterol-dengan-mudah #health #kesehatan
(Bisnis.Com) 27/09/24 11:22
v/15621863/
Bisnis.com, JAKARTA — Kolesterol tinggi sudah menjadi penyakit yang lumrah saat ini, seiring dengan perubahan gaya hidup. Namun, penyakit ini tentu tak boleh dianggap sepele.
Pasalnya, kadar kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan komplikasi kesehatan lainnya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan sampai 2022, di Indonesia sendiri, penderita kolesterol bisa dibilang cukup tinggi, yaitu mencapai 28%. Lebih mengejutkan lagi, ternyata 7,9% orang di dunia meninggal akibat penyakit ini.
Untuk mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh, kita harus mengikuti gaya hidup tertentu dan menerapkan kebiasaan yang menyehatkan jantung.
Mengutip Times Entertainment, berikut ini adalah 5 hal penting yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dan menjaga kesehatan jantung:
1. Awali hari dengan air biji chia
Biji chia kaya akan asam lemak omega-3, serat, dan antioksidan. Minum air biji chia di pagi hari dapat membantu mengurangi kadar LDL (kolesterol jahat).
Serat larut dalam biji chia menyerap air, mengubahnya menjadi zat seperti gel yang membantu mengurangi penyerapan kolesterol dalam aliran darah. Untuk mengonsumsinya, rendam satu sendok makan biji chia dalam air semalaman dan minumlah di pagi hari.
2. Konsumsi biji-bijian utuh seperti oat dan barley
Biji-bijian utuh bagaikan sahabat bagi jantung. Karena biji-bijian utuh bekerja keras untuk menurunkan kadar kolesterol. Oat dan barley, khususnya, mengandung serat larut yang disebut beta-glukan, yang telah terbukti menurunkan kadar kolesterol LDL.
Cobalah sarapan dengan makan semangkuk oatmeal atau menambahkan barley ke dalam sup dan salad yang dapat memberikan manfaat yang signifikan.
3. Perbanyak serat pada makanan
Sahabat baik lainnya untuk kesehatan jantung adalah serat. Meningkatkan konsumsi serat dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.
Makanan yang kaya serat larut, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan polong-polongan dapat membantu mengikat kolesterol dan membuangnya dari tubuh sebelum dapat menimbulkan kerusakan.
Menambahkan porsi makanan kaya serat pada setiap makanan tidak hanya meningkatkan pencernaan tetapi juga membantu menjaga kadar kolesterol tetap terkendali. Cobalah untuk menambahkan setidaknya 25–30 gram serat sehari untuk melihat manfaatnya.
4. Upayakan tetap aktif sepanjang hari
Aktivitas fisik berperan besar dalam mengendalikan kolesterol. Berolahraga setiap hari dapat membantu kita mengurangi kolesterol LDL dan meningkatkan kolesterol HDL (baik).
Anda tidak perlu melakukan olahraga berat, cukup dengan berjalan kaki, bersepeda, atau bahkan melakukan pekerjaan rumah tangga sehari-hari dapat membantu mempertahankan gaya hidup aktif.
Setidaknya lima hari dalam seminggu, cobalah untuk melakukan aktivitas sedang setidaknya selama 30 menit sehari.
5. Pilih kacang-kacangan dan biji-bijian sebagai camilan
Kacang-kacangan yang kaya akan lemak baik yang dapat menurunkan kolesterol termasuk kenari, dan almond. Kacang-kacangan mengandung lemak tak jenuh, yang membantu meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat.
Makan segenggam kecil kacang-kacangan atau menambahkan sedikit biji-bijian pada salad atau makanan Anda sehari-hari dapat meningkatkan asupan nutrisi harian secara signifikan. Namun, tetap perhatikan seberapa banyak kacang-kacangan yang dimakan karena mengandung kalori yang tinggi.
Mahasiswa UGM Teliti Campuran Ekstrak Rosella dan Bekatul Beras Hitam untuk Penurun Kolesterol
Penelitian ini dilatarbelakangi tingginya bahaya kolesterol bagi kesehatan masyarakat. [536] url asal
#mahasiswa-ugm #rosella #bekatul-beras-hitam #penurun-kolesterol #inovasi-mahasiswa-ugm
(MedCom) 30/07/24 13:17
v/12652005/
Jakarta: Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan potensi tanaman kombinasi ekstrak Rosella dan bekatul beras hitam sebagai penurun kadar kolesterol. Campuran ekstrak tersebut diformulasikan dalam bentuk serbuk sehingga mudah dikonsumsi.Penelitian diajukan dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Riset Eksakta (PKM-RE) UGM dan mendapat pendanaan dari Kemendikbudristek RI. Anggota tim PKM-RE UGM terdiri atas Anggi Abdillah Surya Amni, Khoirun Nafisah (Kimia, 2022), Anes Arjuni, Luna Azahara (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, 2022), dan Rani Mutiara (Kedokteran, 2023) dengan pendampingan dari dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, UGM, Wahyu Dwi Saputra.
Anggi menjelaskan penelitian ini dilatarbelakangi tingginya bahaya kolesterol bagi kesehatan masyarakat. Pihaknya ingin menawarkan solusi yang bisa diakses seluruh lapisan masyarakat.
“Kami ingin menemukan solusi yang alami dan mudah diakses oleh masyarakat untuk mengatasi masalah ini," kata Anggi dikutip dari laman umg.ac.id, Selasa, 30 Juli 2024.
Kebiasaan mengonsumsi makanan berminyak dan berlemak bisa meningkatkan risiko penimbunan kolesterol dan dapat menimbulkan penyakit berbahaya, seperti jantung dan stroke. Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 dan Riset Kesehatan Dasar 2018, frekuensi konsumsi makanan berlemak masyarakat Indonesia meningkat signifikan dari 41,7 persen menjadi 50,4 persen seiring dengan peningkatan prevalensi kolesterol total tinggi.
Anggi mengungkapkan tren saat ini menunjukkan masyarakat memiliki ketertarikan pada pola hidup sehat dan mendorong banyak orang beralih ke beras hitam. Hasil gilingan beras ini berupa bekatul dengan kandungan pengikat kolesterol belum dimanfaatkan secara optimal
“Hal inilah yang mendorong kami untuk menciptakan inovasi pemanfaatan bekatul beras hitam dengan mencampur ekstraknya bersama bunga rosella,” papar dia.
Salah satu anggota tim peneliti, Nafisah, menuturkan bekatul beras hitam mengandung senyawa bioaktif yang lebih banyak dibandingkan dengan beras merah maupun putih. Bekatul memiliki senyawa metabolit sekunder berupa karotenoid, fenolik, tanin, saponin, alkaloid serta senyawa flavonoid.
Sementara itu, rosella memiliki memiliki potensi sebagai pengikat kolesterol, antioksidan, antidiabetes, antiinflamasi, dan antihipertensi karena mengandung komponen fitokimia seperti polifenol, alkaloid, flavonoid, saponin, dan tannin.
“Kami memilih bekatul beras hitam karena kandungan senyawa bioaktifnya yang tinggi. Ditambah dengan ekstrak rosella, kami berharap bisa menciptakan formula yang efektif untuk menurunkan kolesterol,” tutur dia.
Anes menjelaskan proses pembuatan formulasi untuk masing-masing ekstrak serta campuran ekstrak rosella dan bekatul dengan berbagai perbandingan. Selanjutnya, dilakukan analisis senyawa bioaktif, penurunan kadar kolesterol, dan uji sifat fisikokimia sampel.
Hasil penelitian memperlihatkan campuran ekstrak rosella dan bekatul beras hitam dapat menurunkan kadar kolesterol hingga 68,39±0,26 persen dengan kandungan total antosianin, total fenolik, dan total flavonoid yang cukup tinggi serta kualitas serbuk yang baik berdasarkan uji sifat fisikokimia.
“Hasil penelitian kami menunjukkan potensi besar dalam menurunkan kolesterol dengan bahan alami,” jelas Anes.
Luna meneybut penemuan ini membuka peluang besar untuk memanfaatkan bahan alami dalam mengatasi masalah kolesterol tinggi. Tim berharap ada penelitian dan pengembangan lebih lanjut terhadap produk formulasi minuman serbuk tersebut.
“Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, kami berharap temuan ini dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat Indonesia,” ucap dia.
Anggota tim lainnya, Rani, berharap penelitian ini menjadi solusi untuk mengatasi masalah kesehatan dan dapat ditemukan melalui pemanfaatan sumber daya alam di lingkungan sekitar rumah.
“Karenanya kami merasa bangga dapat berkontribusi dalam penelitian ini. Harapannya hasil penelitian kami bisa dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Rani.
| Baca juga: Penelitian Mahasiswa UGM: Daun Sirih Hijau Berpotensi Tingkatkan Produktivitas Ayam Broiler |
(REN)
Wajib Waspada, Ini Gejala Kolesterol Tinggi yang Muncul di Mata, Dada, & Hati
Kolesterol adalah zat lilin yang ditemukan dalam darah Anda. [704] url asal
#unlisted #jangan-lewatkan #obat-kolesterol #obat-penurun-kolesterol #gejala-kolesterol #kolesterol #gejala-kolesterol-tinggi #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan - Terbaru) 30/07/24 03:39
v/12595218/
Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kolesterol adalah zat lilin yang ditemukan dalam darah Anda. Tubuh Anda membutuhkan kolesterol untuk membangun sel-sel sehat, tetapi kadar kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Melansir Mayo Clinic, kolesterol tinggi bisa berbahaya karena dapat mengembangkan timbunan lemak di pembuluh darah Anda. Akhirnya, endapan ini tumbuh, sehingga mempersulit aliran darah yang cukup melalui arteri Anda. Terkadang, endapan tersebut bisa tiba-tiba pecah dan membentuk gumpalan yang menyebabkan serangan jantung atau stroke.
Kolesterol tinggi dapat diwariskan, tetapi seringkali akibat dari pilihan gaya hidup yang tidak sehat, yang membuatnya dapat dicegah dan diobati.
Diet sehat, olahraga teratur, dan terkadang pengobatan dapat membantu mengurangi kolesterol tinggi.
Gejala Kolesterol Tinggi yang Wajib Diwaspadai
Melansir laman Kemkes.go.id, kolesterol tinggi tidak memiliki gejala khas sehingga banyak orang yang tidak menyadarinya. Biasanya, gejala kolesterol tinggi baru dirasakan saat sumbatan (plak) sudah terbentuk di pembuluh darah, yang akhirnya menyebabkan berbagai komplikasi serius.
Berikut adalah beberapa gejala kolesterol tinggi :
1. Mudah Mengantuk
Seringnya menguap terjadi akibat pasokan oksigen ke otak berkurang. Kalau frekuensi menguap sudah tidak wajar, Anda patut curiga karena bisa jadi, hal itu disebabkan menumpuknya kolesterol yang tinggi sehingga pasokan oksigen menuju otak tidak optimal.
2. Kesemutan
Sering merasakan kesemutan pada kaki, tangan, atau bagian tubuh tertentu merupakan salah satu gejala aliran darah tidak lancar. Akibatnya, ada syaraf yang tidak mendapat pasokan darah yang optimal. Secara umum, penyebab aliran darah tidak lancar disebabkan oleh kolesterol.
6 Manfaat Buah Kecapi untuk Kesehatan Tubuh, Punya Banyak Khasiat
3. Pegal pada Tengkuk atau Pundak
Tengkuk atau pundak terasa pegal? Ada kemungkinan hal itu terjadi karena kurangnya suplai oksigen serta darah ke daerah tersebut akibat penumpukan kolesterol. Segera atasi agar tidak berkelanjutan.
4. Rasa Nyeri di Kaki
Nyeri pada kaki bisa jadi merupakan gejala kolesterol tinggi akibat tersumbatnya aliran di arteri sehingga aliran darah ke kaki terhambat.
5. Xanthelasma
Yaitu endapan kolesterol yang berada di bawah jaringan kulit. Jika ini terjadi, biasanya tampak noda kuning muda di ujung kelopak mata atau mucul bentolan kecil padat di lipatan tubuh seperti tumit, siku, atau lutut.
6. Perlemakan Hati
Ketika hati dipenuhi lemak berkadar tinggi, timbul keluhan berupa rasa tidak nyaman, begah, bahkan mual. Keadaan seperti ini bisa meningkatkan risiko penyakit sirosis, bahkan kanker hati.
10 Fungsi Karbohidrat Bagi Tubuh Berdasarkan Jenisnya
7. Gejala Stroke
Tingginya kolesterol dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah di otak karena kurangnya asupan oksigen dan darah. Kondisi ini yang menyebabkan seseorang mengalami gejala melemahnya salah satu sisi tubuh, muntah menyemprot, atau sakit kepala yang hebat.
8. Kram
Gejala kolesterol tinggi juga bisa berupa kram di beberapa bagian tubuh pada malam hari saat terbangun dari tidur. Kram terjadi pada tumit, telapak kaki, dan lainnya. Rasa nyeri itu akan hilang saat tubuh digerakkan.
9. Dada Terasa Nyeri
Dada yang terasa nyeri bisa menjadi tanda dari komplikasi kolesterol tinggi. Kondisi ini terjadi akibat adanya plak di dinding arteri, sehingga jantung tidak mendapatkan pasokan darah yang memadai.
10. Disfungsi Ereksi
Plak yang terbentuk akibat kolesterol tinggi tidak hanya membuat dada terasa nyeri, tetapi juga menyebabkan disfungsi ereksi. Kondisi ini terjadi akibat aliran darah yang menuju ke penis terhambat oleh plak tersebut.
11. Xanthoma
Xanthoma adalah kelainan kulit yang ditandai dengan penumpukan lemak sehingga membentuk benjolan-benjolan kecil (papula). Kondisi ini bisa muncul di bagian tubuh mana pun, tetapi lebih sering di persendian, khususnya lutut dan siku.
Selain akibat kadar kolesterol yang tinggi, xanthoma juga bisa disebabkan oleh kondisi lain, seperti diabetes, hipotiroidisme, kolestasis, sindrom nefrotik, dan penyakit hematologi.
Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini Segudang Manfaat Ikan Nila
Cara Menangani Kolesterol Tinggi
Mengutip Kemkes.go.id, kolesterol tinggi bisa ditangani dengan perubahan gaya hidup, seperti : mengurangi makanan berlemak jenuh, rutin berolahraga, hingga menjaga berat badan ideal.
Namun, jika perubahan gaya hidup ini tidak mampu menangani kolesterol tinggi yang Anda alami, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan, di antaranya :
1. Golongan obat statin, seperti simvastatin, atorvastatin, fluvastatin, dan lovastatin. Obat ini bekerja dengan cara menghambat hati dalam memproduksi kolesterol.
2. Ezetimibe, yang bekerja dengan cara membatasi penyerapan kolesterol dari makanan yang Anda konsumsi.
3. Golongan obat bile acid sequestrant. Obat ini bekerja dengan mengubah zat kolesterol menjadi asam empedu.
Selain mengonsumsi obat penurun kolesterol, Anda juga dianjurkan untuk rutin melakukan tes darah. Tujuan dilakukannya tes ini adalah untuk memantau kadar kolesterol sekaligus mengetahui gejala kolesterol tinggi yang mungkin Anda alami.