#30 tag 24jam
6 Cara Mengurangi Stres di Kantor
Stres di tempat kerja masih menjadi masalah yang dihadapi pekerja, tak hanya di Indonesia, namun di berbagai belahan dunia. Halaman all [1,242] url asal
#stres #stres-kerja #cara-menghilangkan-stres #penyebab-stres #stres-di-kantor #stres-di-tempat-kerja
(Kompas.com - Money) 09/08/24 13:49
v/13917381/
JAKARTA, KOMPAS.com - Stres di tempat kerja masih menjadi masalah yang dihadapi pekerja, tak hanya di Indonesia, namun di berbagai belahan dunia.
Dikutip dari Business News Daily, Jumat (9/8/2024), di Amerika Serikat saja, 77 persen karyawan melaporkan stres terkait pekerjaan pada bulan lalu, menurut survei oleh American Psychological Association (APA).
Yang lebih memprihatinkan, 57 persen karyawan melaporkan merasakan dampak negatif dari stres kerja yang terkadang dikaitkan dengan kelelahan, seperti kelelahan emosional dan mudah tersinggung.
PEXELS/MIKHAIL NILOV Ilustrasi stres di tempat kerja, stres di kantor.Meskipun beberapa kondisi stres di tempat kerja memang wajar, stres yang berlebihan dapat berdampak buruk pada kinerja. Sebanyak 37 persen pekerja melaporkan kehilangan satu jam atau lebih produktivitas akibat stres di tempat kerja setiap hari, menurut ComPsych.
Lebih buruk lagi, stres dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental karyawan baik di tempat kerja maupun di rumah.
Jika Anda merasa mengalami stres di kantor, jangan khawatir. Berikut beberapa cara menghilangkan stres di tempat kerja.
1. Identifikasi penyebabnya stres
Mengidentifikasi sumber stres dapat memulai proses penyembuhan. Kesadaran diri membantu mengidentifikasi hal-hal yang memicu kondisi pikiran yang penuh tekanan, sehingga Anda dapat menemukan cara yang lebih baik dan lebih sehat untuk mengatasinya.
Karena ada banyak kemungkinan penyebab stres, penting untuk membuat inventaris kehidupan pribadi dan profesional Anda guna menentukan faktor mana yang paling membuat Anda stres.
PEXELS Ilustrasi stres dalam pekerjaan.Setelah membuat daftar pemicu stres utama, Anda akan dapat mulai merencanakan jalur yang jelas untuk menghilangkan atau menguranginya.
Penting untuk mengidentifikasi pemicu stres ini sebelum menjadi tidak terkendali karena stres yang tidak terkelola dapat memiliki efek negatif dan berpotensi berbahaya.
Menurut sebuah penelitian bertajuk Desk Rage Survey of American Workers, karyawan menemukan bahwa stres telah menyebabkan kesulitan di tempat kerja.
Sekitar 10 persen mengatakan bahwa mereka bekerja di lingkungan tempat kekerasan fisik terjadi akibat stres kerja, dengan 42 persen responden melaporkan bahwa teriakan dan pelecehan verbal lainnya umum terjadi di tempat kerja.
Adapun sekitar 14 persen mengatakan bahwa mesin atau peralatan rusak di meja kerja mereka karena kemarahan di tempat kerja.
2. Bersosialisasi dengan rekan kerja
Setelah Anda mengidentifikasi bahwa stres terkait pekerjaan membebani Anda, nilailah cara Anda bekerja dan berinteraksi dengan rekan kerja.
Sedikit perubahan pada gaya komunikasi dan kerja dapat membangun hubungan yang lebih baik dengan orang-orang di sekitar Anda dan menghilangkan stres.
Apakah Anda memiliki teman di tempat kerja atau Anda bersembunyi di balik layar komputer dan menghindari kontak dengan orang lain di kantor? Mengobrol ringan dengan rekan kerja dapat membantu Anda rileks.
"Angkat topik yang ringan dan menarik dan mulailah percakapan. Ini dapat bermanfaat untuk produktivitas dan pelepasan stres," saran Austin Paley, manajer produk di Mediaocean.
"Anda akan mulai memahami satu sama lain pada tingkat yang lebih individual dan bekerja di lingkungan yang lebih kolaboratif sebagai hasilnya," imbuh dia.
PEXELS/EDMOND DANTES Ilustrasi bekerja di kantor.Bahkan sekadar mengenal orang-orang di tim langsung Anda dapat meningkatkan suasana hati Anda dan membantu Anda bekerja sama dengan lebih baik.
3. Lepaskan diri dari teknologi
Terhubung melalui perangkat seluler setiap waktu memiliki serangkaian pemicu stres tersendiri. Panggilan telepon, teks, dan pembaruan e-mail yang terus-menerus menjadi sangat membebani, terutama saat Anda menjawab pesan di malam hari.
Meskipun mungkin ada beberapa saat di mana Anda harus tetap terhubung dengan tim atau rekan kerja setelah jam kerja, sebaiknya Anda memanfaatkan waktu senggang yang memang layak Anda dapatkan untuk bersantai dan memulihkan tenaga.
Ini dapat membantu tidak hanya mengurangi stres, tetapi juga mengatasi stres di kantor.
Cara lain untuk melepaskan diri dari teknologi adalah dengan lebih sering mengatakan ya saat rekan kerja menawarkan bantuan pada proyek besar atau bersedia bekerja sama. Ini meringankan sebagian beban kerja dan berfungsi sebagai pereda stres, dan tetap teratur serta mengerjakan tugas memungkinkan alur kerja yang lebih produktif.
4. Buatlah daftar tugas yang ditulis tangan
Tetap fokus pada tugas atau pekerjaan dengan daftar tugas sangat penting untuk kesuksesan dan kesehatan mental secara umum.
Di era digital, gagasan untuk menuliskan tugas Anda untuk hari itu mungkin tampak membosankan, boros, dan tidak perlu.
Akan tetapi, Paley mengatakan, daftar tugas terpenting yang ditulis tangan dan diprioritaskan akan membantu Anda memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang seperti apa hari Anda nantinya.
PEXELS/SORA SHIMAZAKI Ilustrasi menulis dengan tangan.“Dengan memiliki daftar tugas yang ditulis tangan, tugas saya untuk hari itu tidak akan pernah hilang di antara semua hal lain yang terjadi di komputer saya sepanjang hari dan saya tidak stres memikirkan apakah saya melupakan tugas penting atau tidak,” tutur Paley.
“(Menulis) daftar (tugas atau pekerjaan) di pagi hari membantu menguraikan seperti apa hari itu nantinya dan membuatnya lebih jelas di awal hari apa yang perlu dilakukan. Selain itu, mencoret item dari daftar Anda secara fisik bisa sangat memuaskan dan menanamkan perasaan lega dan puas," imbuh dia.
5. Jadwalkan waktu istirahat
Rutinitas harian sering kali memainkan peran besar dalam tingkat stres Anda. Menghentikan kebiasaan buruk dan membentuk kebiasaan baik dapat membantu Anda merasa lebih tenang selama hari kerja.
Jika Anda hanya fokus pada pekerjaan sepanjang hari dan tidak pernah memberi diri Anda waktu untuk menjauh dari tugas-tugas yang berhubungan dengan pekerjaan, Anda cenderung lebih stres.
Paley menyarankan untuk memprioritaskan waktu istirahat dalam jadwal harian Anda dan menaatinya.
“Jalan-jalan, minum kopi, atau luangkan waktu untuk duduk dan makan siang,” katanya.
“Semua hal ini memberi Anda waktu untuk menenangkan pikiran, memberi otak Anda waktu istirahat dari apa pun yang sedang Anda kerjakan, dan mengurangi stres. Istirahat yang berlangsung tidak lebih dari satu jam tidak akan mengurangi produktivitas Anda dan sangat bermanfaat jika Anda bekerja di pekerjaan yang mengutamakan kreativitas," ungkap Paley.
Paley mengungkapkan, menjadwalkan istirahat ini pada waktu yang sama setiap hari membantu Anda melatih diri untuk bersiap menghadapi “reset otak," sehingga Anda jauh lebih produktif sepanjang hari.
FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi bekerja, bekerja di kantor.
6. Bersikap baik kepada diri sendiri
John Koeberer, penulis Green-Lighting Your Future: How to Manifest the Perfect Life, mengatakan, pola makan yang sehat dan olahraga teratur, disertai citra diri yang baik dan praktik spiritual, dapat mempersiapkan Anda untuk menghadapi stres dengan sukses.
“Hanya dengan mengetahui bahwa pikiran, tubuh, dan jiwa Anda dalam kondisi yang kuat merupakan pencegah besar untuk mengatasi stres,” ucap Koeberer.
Ketika Anda terbebani dengan pekerjaan dan tenggat waktu yang membuat stres, mungkin sulit untuk melihat lebih jauh dari itu.
Bahkan tugas jangka panjang pun akan berakhir. Badai pasti berlalu.
Jadi Anda harus terus maju dan ingat bahwa tantangan yang Anda hadapi sekarang akan tampak kecil dan tidak berarti ketika Anda akhirnya berhasil mengatasinya.
“Kita semua dapat mengingat kejadian-kejadian yang pada saat itu kita pikir benar-benar dapat menghancurkan segalanya, tetapi ternyata itu hanya masalah kecil. Anggaplah ini juga akan berlalu," ujarnya.
Mungkin mustahil untuk menghilangkan semua pemicu stres di kantor. Anda mungkin tidak ingin melakukannya karena beberapa stres dapat menyehatkan dan mendorong Anda untuk memenuhi tenggat waktu dan tetap termotivasi.
Namun, berusaha menghilangkan stres yang buruk dan membuat lingkungan kerja lebih sehat akan mengubah cara pandang Anda terhadap pekerjaan.