KOMPAS.com – Hari Raya Galungan atau Hari Suci Galungan dirayakan oleh umat Hindu di Indonesia setiap 210 hari sekali, tepatnya pada Rabu (25/9/2024).
Selanjutnya umat Hindu juga akan merayakan Hari Raya Kuningan pada Sabtu (5/10/2024).
Adapun Hari Suci Galungan dan Hari Raya Kuningan kerap dikaitkan satu sama lain, bahkan tak jarang ucapan Hari Suci Galungan dan Kuningan pun disatukan.
Lantas, apakah ada perbedaan di antara keduanya?
Perbedaan Hari Suci Galungan dan Kuningan
1. Waktu perayaan
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Umat Hindu bersembahyang saat Hari Raya Galungan, Rabu (14/4/2021). Hari raya Galungan merupakan Hari Raya Suci Agama Hindu yang jatuh setiap 6 bulan sekal.Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Banten, Ida Bagus Alit Wiratmaja menuturkan, Hari Suci Galungan dirayakan setiap 210 hari sekali atau enam bulan sekali.
Sementara itu, Hari Raya Kuningan dirayakan dengan jeda 10 hari dari waktu perayaan Hari Suci Galungan, berdasarkan perhitungan kalender Bali.
“Berdasarkan kalender Saka Bali, Hari Suci Galungan jatuh tepat pada Rabu Kliwon (Wuku) Dungulan, sedangkan Hari Raya Kuningan jatuh tepat pada Sabtu Kliwon (Wuku) Kuningan," tutur Ida Bagus kepada Kompas.com, Selasa (24/9/2024).
2. Makna
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar Pemuka agama Hindu memberikan air suci saat persembahyangan Hari Raya Galungan di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta, Rabu (28/2/2024). Hari Raya Galungan merupakan hari merayakan kemenangan kebaikan (Dharma) melawan kejahatan (Adharma). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.Ida Bagus menyampaikan, Hari Suci Galungan dirayakan untuk menyatukan kekuatan rohani supaya bisa melaksanakan dharma dalam hidup.
“Hari raya Galungan diperingati oleh umat Hindu Dharma Indonesia untuk menyatukan kekuatan rohani supaya mendapat pikiran, perkataan, dan perbuatan yang benar, serta memiliki pendirian yang tenang dan bijaksana,” terangnya.
Sementara itu, lanjutnya, Hari Raya Kuningan menjadi momen untuk memohon keselamatan, perlindungan, dan tuntunan lahir batin kepada Ida Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).
Tidak hanya itu, Ida Bagus menyampaikan, Hari Suci Galungan kerap dimaknai sebagai peringatan kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (keburukan).
Pada Hari Suci Galungan, biasanya umat Hindu merayakan dan menghaturkan puja dan puji syukur serta ucapan terima kasih kepada Ida Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).
Sementara itu, Hari Raya Kuningan atau sering disebut Tumpek Kuningan, umat Hindu melakukan pemujaan kepada para dewa dan leluhur (pitara) untuk memohon keselamatan, perlindungan, serta tuntunan lahir dan batin.
3. Waktu sembahyang
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Umat Hindu bersembahyang saat Hari Raya Galungan di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (14/4/2021).Dilaporkan oleh Kompas.com, Selasa (3/1/2023), umat Hindu biasanya bersembahyang dari pagi hingga sore saat Hari Suci Galungan.
Sementara itu, persembahyangan pada Hari Raya Kuningan hanya bisa dilakukan dari pagi hingga siang pukul 12.00 waktu setempat.
“Pada Hari Raya Kuningan, diyakini para dewa diiringi oleh para pitara atau leluhur turun ke bumi hanya sampai tengah hari saja sehingga pelaksanaan upacara dan persembahyangan Hari Raya Kuningan hanya sampai tengah hari saja," jelas Ida Bagus.