TANGERANG, KOMPAS.com - Nasib malang menimpa menimpa petani berinisial MS (74) yang tewas di tangan temannya sendiri N alias Baron (42) di Teluknaga, Kabupaten Tangerang.
Jasad MS ditemukan oleh warga sekitar dan kerabat di sebuah kebun Kampung Cilampe, Desa Kampung Melayu Timur dua hari lalu tepatnya pada Kamis (1/8/2024).
Kronologi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam mengatakan, awal mula, MS berangkat berkebun dengan menggunakan sepeda seperti biasa, sekitar pukul 07.00 WIB.
Hingga pukul 12.00 WIB, korban tidak pulang ke rumah. Keluarga bertanya-tanya karena biasanya korban pulang ke rumah untuk makan siang.
"Karena, setiap hari biasanya korban pulang ke rumah saat makan siang. Namun, korban tidak kembali,” ujar Ade Ary saat dikonfirmasi, Sabtu (3/8/2024).
Hingga matahari terbenam, korban tak kunjung pulang. Saksi AF bersama MR kemudian mencari di sekitar kebun atau tempat korban sehari-hari bertani atau beristirahat.
Hanya saja, AF dan MR tidak menemukan keberadaan korban. Keduanya kemudian kembali pulang ke rumah.
“Kemudian saksi AF dan saksi MR kembali rumah. Tidak lama kemudian, ada yang kasih tahu AF bahwa sepeda milik korban berada di sekitar kebun,” tutur Ade.
Berdasarkan informasi itu, AF dan MR kembali ke kebun untuk menelusuri menggunakan senter mengingat hari sudah gelap.
“Akhirnya, mereka menemukan korban sudah tergeletak di kebun," kata Ade.
Bersimbah darah
Saat ditemukan, korban sudah meninggal dunia. Kondisinya penuh luka di bagian kepala dan bersimbah darah.
"Kondisi (korban) saat ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dan penuh luka di kepala,” kata Ade.
Sementara itu, Kapolres Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Zain Dwi Nugroho mengatakan, keluarga korban lalu melaporkan ke polisi karena menduga kematiannya tak wajar.
Berangkat dari laporan itu, polisi langsung olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta memeriksa CCTV di sekitar lokasi.
"Setelah itu mendapatkan petunjuk dan mencurigai orang yang diduga sebagai pelakunya berinisial N alias Baron, sesama petani tanah garapan di kampung itu," kata Zain.
Polisi memburu N alias Baron dan menangkapnya di rumah tak jauh dari lokasi kejadian. Rumah itu adalah tempat tinggal pelaku.
"Pelaku berhasil diamankan di rumahnya, dan setelah dilakukan interogasi secara detail, mengakui bahwa dialah yang telah membunuh korban,” kata Zain.
Dituduh curi buah
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Baron mengakui telah menghabisi nyawa teman sesama petani.
"Dan setelah dilakukan interogasi secara detail, mengakui bahwa dialah yang telah membunuh korban,” kata Zain.
Baron nekat dan tega menghabisi nyawa korban karena sakit hati. Ia mengaku dituduh telah mencuri buah dari tanaman milik korban.
"Pelaku merasa sakit hati dituduh korban telah mencuri buah tanaman milik korban," kata Zain.
Berdasarkan pemeriksaan awal, Baron menghabisi nyawa rekannya yang sudah lansia itu dengan memukul di bagian kepala adn wajah menggunakan kayu.
"Pelaku mengakui telah menghabisi nyawa korban dengan cara memukul bagian kepala dan wajah korban dengan menggunakan kayu,” tutup Zain.
(Reporter : Baharudin Al Farisi | Editor : Irfan Maullana)