HOUSTON, investor.id - Harga minyak melonjak di atas 3% pada Senin (26/8/2024). Setelah adanya pemotongan produksi minyak Libya. Hal itu menambah kekhawatiran terhadap pasokan akibat laporan eskalasi konflik di Timur Tengah.
Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup melejit US$ 2,41 (3,05%) menjadi US$ 81,43 per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) melesat US$ 2,59 (3,5%) menjadi US$ 77,42 per barel. Kedua acuan harga ini sebelumnya telah naik lebih dari 2% pada Jumat (23/8/2024).
“Kenaikan harga dalam jangka pendek tampaknya terbukti,” kata Dennis Kissler, Wakil Presiden Senior Perdagangan di BOK Financial, dengan mengutip ketegangan di Timur Tengah, gangguan produksi di Libya, serta stok minyak yang lemah di Cushing, Oklahoma, pusat penyimpanan utama di AS.
Pemerintah Libya mengumumkan penutupan semua ladang minyak pada Senin, menghentikan produksi dan ekspor. Perusahaan Minyak Nasional (NOC), yang mengendalikan sumber daya minyak negara tersebut, belum memberikan konfirmasi.
Namun, anak perusahaan NOC, Waha Oil Company, mengatakan pihaknya berencana untuk mengurangi produksi secara bertahap dan memperingatkan kemungkinan penghentian total produksi Libya, dengan alasan ‘protes dan tekanan’ yang tidak dijelaskan secara spesifik.
Sirte Oil Company, anak perusahaan NOC lainnya, juga mengumumkan akan memulai pengurangan produksi secara parsial.
Produksi minyak Libya mencapai sekitar 1,18 juta barel per hari pada Juli, menurut Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang mengutip sumber-sumber sekunder.
"Risiko terbesar bagi pasar minyak kemungkinan adalah penurunan lebih lanjut dalam produksi minyak Libya akibat ketegangan politik di negara tersebut, dengan risiko produksi bisa turun dari level saat ini sekitar 1 juta barel per hari menjadi nol," kata analis Giovanni Staunovo dari bank Swiss UBS.
Serangan Misil
Serangan misil yang telah lama dinantikan oleh gerakan Hizbullah yang didukung Iran tampaknya sebagian besar telah digagalkan oleh serangan pendahuluan Israel di Lebanon selatan. Namun, Pentagon mengatakan pada Senin bahwa AS terus menilai bahwa ancaman serangan terhadap Israel oleh Iran dan kelompok-kelompok proksinya masih ada.
Tidak ada kesepakatan yang dicapai dalam pembicaraan gencatan senjata di Gaza yang berlangsung di Kairo pada Minggu (25/8/2024). Hamas maupun Israel tidak sepakat dengan beberapa kompromi yang diajukan oleh para mediator, menurut dua sumber pihak keamanan Mesir.
Sementara itu, sebuah kapal tanker minyak terbakar di Laut Merah sejak 23 Agustus setelah serangan oleh Houthi Yaman. hal itu diungkapkan angkatan laut Uni Eropa Aspides dalam sebuah unggahan di X.
Stok minyak mentah di Cushing, titik penentuan harga minyak mentah berjangka AS, telah turun ke level terendah dalam enam bulan. Persediaan minyak mentah AS diperkirakan telah turun sekitar 3 juta barel minggu lalu, menurut jajak pendapat Reuters.
Analis pasar senior di Phillip Nova Priyanka Sachdeva mengatakan, investor tetap berhati-hati terhadap tindakan OPEC dan sekutunya, atau OPEC+, yang berencana meningkatkan produksi akhir tahun ini.
Sedangkan, analis utama minyak mentah di Kpler Viktor Katona mengatakan, sebagian besar analis memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak pada 2025 akan berada di sekitar 1 juta barel per hari. “Jika Libya jatuh ke dalam perang saudara lainnya, keseimbangan 2025 bisa terlihat sangat mirip dengan tahun ini meskipun ada peningkatan produksi dari Saudi dan Rusia,” ucap Katona.
Dari sisi permintaan, tanda-tanda pertumbuhan yang lesu dan risiko baru terhadap pasar tenaga kerja membayangi pertemuan pembuat kebijakan global di konferensi tahunan The Fed di Jackson Hole, menyoroti perubahan arah kebijakan moneter saat bank sentral AS dan Eropa mempertimbangkan pemangkasan suku bunga.
Namun, Presiden The Fed San Francisco Mary Daly mengatakan, sulit membayangkan apa pun dapat menggagalkan pemangkasan suku bunga September dari kisaran saat ini 5,25%-5,50%.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News