#30 tag 24jam
Bukit Asam Bawa Pulang 4 Penghargaan dari Global ESG Awards di Dubai
Penghargaan ini bertujuan untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan, sekaligus memberikan apresiasi kepada perusahaan terdepan dalam mendukung SDGs. [488] url asal
#bukit-asam #penghargaan #esg #dubai #ptba #emirat #bentuk-pembinaan #gerakan-nasional-pemberantasan-buta-membaca #tastaka #platinum-award-kategori-renewable-energy-integration #pt-bukit-asam-tbk #pemberantasan
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 25/10/24 14:10
v/16972414/
Jakarta - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membawa pulang empat penghargaan dari ajang Global ESG Awards yang diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab. Keempat penghargaan tersebut, antara lain Platinum Award kategori Education and Awareness Program, Platinum Award kategori Renewable Energy Integration, Gold Award kategori Supporting Economically Weaker Sections, dan Gold Award kategori Terrestrial Biodiversity Conservation.
Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PTBA, Suherman menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas apresiasi ini. Menurutnya, penghargaan ini merupakan pengakuan atas komitmen PTBA dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
"Apresiasi ini tentunya menjadi kebanggan bagi kami, sekaligus memotivasi kami untuk memberikan dampak positif yang lebih besar pada lingkungan dan masyarakat," kata Suherman, dalam keterangan tertulis, Jumat (25/10/2024).
Dalam rangka mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), PTBA telah mengembangkan berbagai program untuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Di bidang pendidikan, PTBA menjalankan berbagai program seperti Bantuan Biaya Pendidikan Mahasiswa Sekitar Bukit Asam (Bidiksiba), Beasiswa Ayo Sekolah, Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka), Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Membaca (Gernas Tastaba).
Perusahaan pun melaksanakan berbagai program untuk peningkatan kemandirian ekonomi dan tingkat pendapatan riil dalam bentuk pembinaan usaha bagi para mitra binaan, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di sekitar wilayah perusahaan.
Untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, PTBA menjalankan program Eco Agrotomation yang mendorong budidaya tanaman berbasis otomasi ramah lingkungan untuk mendukung program penghijauan dan reklamasi di wilayah PTBA maupun perusahaan lainnya. PTBA juga mengembangkan irigasi pertanian berbasis pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk lahan pertanian tadah hujan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
"PTBA senantiasa berkontribusi secara aktif dalam pembangunan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat. Sejalan dengan Noble Purpose (Tujuan Mulia) PTBA sebagai anggota Grup MIND ID, yaitu pertambangan untuk membangun peradaban, menciptakan kesejahteraan dan masa depan yang lebih baik," tegas Suherman.
Global ESG Awards diselenggarakan oleh Global Awards 2030 Limited, sebuah organisasi yang berbasis di Inggris dengan misi untuk mendorong agenda keberlanjutan dan transformasi rendah karbon. Pada tahun ini, Global ESG Awards diikuti oleh 35 perusahaan dari seluruh dunia.
Acara ini bertujuan untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan, sekaligus memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan terdepan dalam mendukung SDGs.
(prf/ega)
Tingkatkan Kapasitas Bongkar Batubara, PTBA Gandeng KAI dan Semen Batubara
PTBA Kereta Api Indonesia dan Semen Baturaja kerjasama soal Rencana Peningkatan Kapasitas Bongkar Batu Bara Area Kertapati. [434] url asal
#pt-kereta-api-indonesia #pt-bukit-asam #pt-semen-baturaja #peningkatan-kapasitas-bongkar-batubara #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #tambang
(Kontan-Industri) 23/10/24 20:00
v/16894269/
Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) menyepakati Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) terkait Rencana Peningkatan Kapasitas Bongkar Batu Bara Area Kertapati.
Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas bongkar batubara di area Kertapati, Palembang. Selain itu, kerja sama ini juga untuk memaksimalkan potensi masing-masing perusahaan, dengan prinsip saling menguntungkan dan sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).
Direktur Pengembangan Usaha PTBA Rafli Yandra mengatakan, sinergi ini merupakan bagian dari upaya PTBA dalam meningkatkan kapasitas angkutan batu bara.
"Kerja sama ini adalah langkah strategis bagi kami untuk memperkuat pilar logistik dan infrastruktur. Melalui peningkatan kapasitas logistik, kami dapat berkontribusi lebih besar dalam menghadirkan energi tanpa henti untuk negeri," kata Rafli dalam keterangan resmi, Rabu (23/10).
Rafli menuturkan, dengan cadangan batubara sebesar 2,98 miliar ton dan sumber daya 5,81 miliar ton, PTBA merupakan salah satu pengelola kekayaan batubara terbesar di Indonesia. Peningkatan kapasitas logistik merupakan langkah penting dalam rangka mempercepat monetisasi cadangan batu bara dan menjaga ketahanan energi nasional.
Direktur Utama SMBR Suherman Yahya mengatakan Semen Baturaja sangat mendukung kolaborasi ini untuk memperkuat keberlanjutan pasokan bahan baku energi. Sinergi ini juga berkontribusi pada efisiensi operasional dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah serta pembangunan infrastruktur nasional.
KAI berkolaborasi dengan PTBA dan SMBR untuk meningkatkan kapasitas angkut batubara di Kertapati dengan target penyelesaian pada tahun 2027. Hal ini dilakukan mengingat pentingnya pengembangan area bongkar muat batu bara dan semen di wilayah Divre III Palembang untuk mendukung kebutuhan energi dan infrastruktur nasional.
Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menambahkan, KAI mencatat kinerja positif pada angkutan barang selama periode Januari hingga September 2024, di mana KAI mengangkut 50.987.328 ton barang atau meningkat 8% dibanding periode yang sama Januari hingga September 2023 sebanyak 47.174.683 ton barang.
Angkutan batu bara mendominasi dengan total 40.828.696 ton atau 80% dari keseluruhan angkutan barang KAI. Angkutan barang dengan kereta api memiliki berbagai keunggulan seperti ketepatan waktu, keamanan, kapasitas besar, bebas pungutan liar, dan dikelola oleh SDM yang profesional.
Kelebihan lainnya yaitu angkutan barang dengan kereta api mampu mengangkut dengan kapasitas yang sangat besar. Satu gerbong bisa mengangkut 50 ton atau seukuran 2 truk kontainer.
Bahkan, satu rangkaian KA angkutan batu bara di Sumatera bagian selatan dapat menarik 61 gerbong atau 3.000 ton sekaligus. Jika diangkut truk butuh kurang lebih 120 truk.
"Angkutan barang dengan kereta api tentunya lebih mendukung efisiensi biaya logistik, mengurangi kemacetan dan polusi yang mendukung keberlanjutan lingkungan," tutup Didiek.
KAI Teken MoU Angkutan Batu Bara Area Kertapati dengan PTBA dan SMBR
KAI teken MoU bersama PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dan PT Semen Baturaja Tbk. (SMBR) terkait rencana peningkatan kapasitas bongkar batu bara di Area Kertapati [448] url asal
#kai #mou-kai-ptba-smbr #ptba #smbr #pt-bukit-asam #pt-semen-baturaja #mou #angkutan-batubara #kerta-pati
(Bisnis.Com - Ekonomi) 23/10/24 10:42
v/16873604/
Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menandatangani perjanjian kerja sama (memorandum of understanding/MoU) bersama PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dan PT Semen Baturaja Tbk. (SMBR) terkait rencana peningkatan kapasitas bongkar batu bara di area Kertapati.
KAI berkolaborasi dengan PTBA dan SMBR untuk meningkatkan kapasitas angkut batu bara di Kertapati dengan target penyelesaian pada tahun 2027. Hal ini dilakukan mengingat pentingnya pengembangan area bongkar muat batu bara dan semen di wilayah Divre III Palembang untuk mendukung kebutuhan energi dan infrastruktur nasional.
Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas bongkar batu bara di area Kertapati, Palembang. Selain itu, kerja sama ini juga untuk memaksimalkan potensi masing-masing perusahaan, dengan prinsip saling menguntungkan dan sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik.
Direktur Pengembangan Usaha Bukit Asam, Rafli Yandra, mengatakan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari upaya PTBA dalam meningkatkan kapasitas angkutan batu bara.
"Kerja sama ini adalah langkah strategis bagi kami untuk memperkuat pilar logistik dan infrastruktur. Melalui peningkatan kapasitas logistik, kami dapat berkontribusi lebih besar dalam menghadirkan energi tanpa henti untuk negeri," kata Rafli Yandra dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (23/10/2024).
Rafli mengklaim dengan cadangan batu bara sebesar 2,98 miliar ton dan sumber daya 5,81 miliar ton, PTBA merupakan salah satu pengelola kekayaan batu bara terbesar di Indonesia. Peningkatan kapasitas logistik merupakan langkah penting dalam rangka mempercepat monetisasi cadangan batu bara dan menjaga ketahanan energi nasional.
Senada, Direktur Utama SMBR, Suherman Yahya, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis sinergi antar BUMN. Semen Baturaja sangat mendukung kolaborasi ini guna memperkuat keberlanjutan pasokan bahan baku energi.
“Sinergi ini juga berkontribusi pada efisiensi operasional dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah serta pembangunan infrastruktur nasional," kata Suherman.
Adapun Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, mengatakan bahwa KAI mencatat kinerja positif pada angkutan barang selama periode Januari hingga September 2024, di mana KAI mengangkut 50.987.328 ton barang atau meningkat 8% dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 47.174.683 ton barang. Angkutan batu bara mendominasi dengan total 40.828.696 ton atau 80% dari keseluruhan angkutan barang KAI.
Didiek juga mengklaim angkutan barang dengan kereta api memiliki berbagai keunggulan seperti ketepatan waktu, keamanan, kapasitas besar, bebas pungutan liar, dan dikelola oleh SDM yang profesional. Kelebihan lainnya yaitu angkutan barang dengan kereta api mampu mengangkut dengan kapasitas yang sangat besar.
Satu gerbong dapat mengangkut 50 ton atau seukuran 2 truk kontainer. Bahkan, satu rangkaian KA angkutan batu bara di Sumatera bagian selatan dapat menarik 61 gerbong atau 3.000 ton sekaligus. Jika diangkut truk, butuh kurang lebih 120 truk.
“Angkutan barang dengan kereta api tentunya lebih mendukung efisiensi biaya logistik, mengurangi kemacetan dan polusi yang mendukung keberlanjutan lingkungan,” imbuh Didiek.
Menilik Upaya Industri Batu Bara Beradaptasi di Tengah Tantangan Transisi Energi Halaman all
Industri batu bara menghadapi tekanan harga global dan transisi energi. Inovasi jadi kunci menghadapi perubahan. Halaman all?page=all [1,456] url asal
#industri #batu-bara #pertambangan #pt-bukit-asam #ptba #bukit-asam #transisi-energi #energi #net-zero-emission #ramah-lingkungan
(Kompas.com) 03/10/24 17:55
v/15929828/
KOMPAS.com – Setiap 28 September, Indonesia memperingati Hari Pertambangan dan Energi. Ini menjadi momen penting untuk merefleksikan masa depan sektor pertambangan nasional, termasuk industri batu bara.
Pasalnya, di tengah tantangan global terkait transisi energi, industri batu bara masih menjadi pilar ketahanan energi nasional. Bahkan, sektor ini tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang pesat.
Laporan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuktikan hal tersebut. Pada 2023, produksi batu bara nasional mencapai 775 juta ton. Angka ini melampaui target yang ditetapkan sebesar 695 juta ton.
Pencapaian itu menandai peningkatan produksi yang konsisten sejak 2020. Kala itu, produksi batu bara tercatat sebesar 564 juta ton.
Tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, lonjakan produksi batu bara juga mendorong ekspor ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dari total produksi 775 juta ton pada 2023, sebanyak 518 juta ton batu bara diekspor, sedangkan 213 juta ton digunakan untuk memenuhi kewajiban pasar domestik (domestic market obligation/DMO).
Angka tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu eksportir batu bara terbesar di dunia.
Tantangan industri batu bara
Di balik pertumbuhan yang mengagumkan itu, industri batu bara menghadapi tantangan besar yang tidak bisa diabaikan. Mulai dari koreksi harga, kebijakan negara tujuan impor, hingga isu lingkungan menjadi hambatan yang harus diatasi.
Dikutip dari Kompas.id, Rabu (1/5/2024), koreksi harga komoditas batu bara membuat kinerja perusahaan tambang melemah sepanjang tiga bulan pertama 2024. Tantangan harga komoditas batu bara dinilai sejumlah pihak akan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.
Seperti diwartakan Kontan.id, Rabu (26/6/2024), Bank Dunia memproyeksikan tren koreksi harga batu bara diperkirakan akan terus berlanjut hingga 2025, dengan proyeksi penurunan sebesar 28 persen pada 2024 dan 12 persen pada 2025.
Selain itu, Perjanjian Paris tentang perubahan iklim dan target net zero emission yang diadopsi oleh banyak negara, termasuk Indonesia, mengharuskan adanya transformasi besar dalam sektor energi. Rencana transisi energi dari bahan bakar fosil ke sumber energi terbarukan menjadi agenda penting yang harus direspons oleh industri batu bara.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, perusahaan-perusahaan pertambangan dituntut untuk berinovasi dan beradaptasi. Mereka harus mencari cara untuk tetap relevan dalam lanskap energi yang berubah, seraya mengurangi dampak lingkungan dari operasional.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA), sebagai salah satu pemain utama industri batu bara nasional, memainkan peran krusial dalam menghadapi tantangan tersebut. Sebagai anggota BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID, perusahaan tidak hanya fokus pada peningkatan produksi dan distribusi, tetapi juga aktif dalam pengembangan inovasi energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
1. Hilirisasi batu bara
PTBA telah melakukan sejumlah gebrakan inovatif untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Salah satunya adalah hilirisasi batu bara untuk meningkatkan nilai tambah komoditas ini.
Pada Senin (15/7/2024), PTBA bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memulai pilot project konversi batu bara menjadi Artificial Graphite dan Anode Sheet untuk bahan baku baterai Lithium-ion (Li-ion). Pilot project ini merupakan yang pertama di dunia.
Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Arsal Ismail mengatakan, pihaknya ingin menghadirkan energi tanpa henti untuk negeri. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mewujudkan industri batu bara dengan clean technology di Indonesia.
"Pilot project implementasi Anode Sheet berbahan baku batu bara merupakan yang pertama di dunia sehingga dapat menjadi salah satu terobosan penting dalam hilirisasi batu bara. Pengembangan batu bara menjadi Artificial Graphite dan Anode Sheet juga akan mendukung kemajuan industri kendaraan listrik di dalam negeri,” tuturnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (27/9/2024).
Dok. PTBA PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 merupakan bagian dari Program Pembangunan Pembangkit Listrik 35.000 MW hasil kerja sama PTBA dan CHDHK.2. Gunakan teknologi ramah lingkungan untuk PLTU
PTBA juga memperkuat pasar domestik melalui proyek PLTU Sumsel-8. PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 dengan kapasitas 2x660 MW ini resmi beroperasi secara komersial sejak 7 Oktober 2023.
Proyek tersebut adalah bagian dari Program Pembangunan Pembangkit Listrik 35.000 MW. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan listrik di Sumatera, PLTU MT Sumsel-8 berperan penting dalam memenuhinya
PLTU yang juga dikenal sebagai PLTU Tanjung Lalang itu dibangun melalui kerja sama strategis antara PTBA dengan China Huadian Hongkong Company Ltd (CHDHK).
“PLTU Tanjung Lalang menggunakan teknologi supercritical yang efisien dan ramah lingkungan. Selain itu, PLTU ini juga menerapkan teknologi flue gas desulfurization (FGD) untuk menekan emisi gas buang,” ucap Arsal.
Dengan beroperasinya PLTU tersebut, PTBA tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pasar ekspor. PLTU Sumsel-8 membutuhkan batu bara hingga 5,4 juta ton per tahun yang akan dipasok dari tambang lokal PTBA.
Dok. PTBA PTBA juga bekerja sama dengan Jasa Marga Group untuk pengembangan PLTS di jalan-jalan tol, salah satunya ruas Tol Bali-Mandara.3. Pengembangan energi terbarukan
PTBA secara proaktif menghadapi isu lingkungan dengan berbagai inovasi yang berfokus pada dekarbonisasi dan energi bersih. Salah satu langkah penting adalah diversifikasi bisnis ke energi terbarukan.
Perusahaan sejauh ini telah membangun PLTS di Bandara Soekarno-Hatta bekerja sama dengan PT Angkasa Pura II (Persero), yang sudah beroperasi penuh sejak Oktober 2020. PLTS tersebut berkapasitas maksimal 241 kilowatt-peak (kWp) dan terpasang di Gedung Airport Operation Control Center (AOCC).
Selain dengan Angkasa Pura II, PTBA juga bekerja sama dengan Jasa Marga Group untuk pengembangan PLTS di jalan-jalan tol. PLTS berkapasitas 400 kWp di Jalan Tol Bali-Mandara telah selesai dibangun dan diresmikan pada 21 September 2022.
Perusahaan pun bekerja sama dengan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) dalam pembangunan PLTS berkapasitas 23,07 kWp yang mencapai tahap COD pada Juni 2023. Proyek pembangunan PLTS di lahan bekas tambang terus dijajaki untuk memaksimalkan potensi lahan tambang menjadi sumber energi terbarukan.
Lebih lanjut lagi, PTBA juga tengah mengembangkan pengembangan energi biomassa dari Kaliandra Merah. Tanaman ini dipilih karena kayunya memiliki nilai kalor yang tinggi, pertumbuhannya cepat, mudah tumbuh pada berbagai kondisi, serta cepat bertunas.
Kaliandra merah juga menyerap karbon dari udara untuk memproduksi biomassa. Dengan mencampurkan biomassa dan batu bara, maka emisi dapat dikurangi.
Penanaman kaliandra merah sendiri dilakukan di atas lahan seluas 80 hektare (ha). Langkah ini berpotensi mengurangi emisi karbon sebesar 119,18 ton per ha per tahun.
Selain itu, tanaman tersebut juga menjadi penyimpan biomassa sebesar 11.805 ton untuk dijadikan wood pellet dengan kalori berkisar 4.500-4.700 kcal/kg, yang digunakan untuk co-firing di PLTU.
Dok. PTBA Salah satu inovasi penting PTBA, yakni pengembangan lahan basah buatan (constructed wetland) untuk pemurnian air tambang.4. Terapkan good mining practice
PTBA menerapkan praktik pertambangan yang baik (good mining practice) melalui berbagai inovasi teknologi dan pendekatan ramah lingkungan. Salah satu inovasi penting adalah pengembangan lahan basah buatan (constructed wetland) untuk pemurnian air tambang.
Aplikasi constructed wetland di PTBA meliputi dua model, yaitu floating wetland system dan swampy forest.
Floating wetland sendiri menggunakan pipa paralon sebagai konstruksi apung di atas kolam yang berisi air asam tambang. Pipa diisi dengan bahan organik berupa bokashi dan pupuk tankos, lalu ditanami tumbuhan untuk menyerap logam berat.
Sementara itu, model swampy forest mengombinasikan tanaman air dengan jenis tanaman rawa. Berbagai tanaman dimanfaatkan untuk menyerap kandungan logam berat berupa besi (Fe) dan mangan (Mn), termasuk akar wangi, melati air, lonkida, jelutung rawa, balangerang, gelam, dan kayu putih. Sistem ini efektif dalam menghilangkan bahan pencemar dan menetralkan air asam tambang.
Selain itu, PTBA juga menerapkan eco mechanized mining, yaitu menggantikan peralatan tambang berbahan bakar fosil dengan peralatan elektrik. Saat ini, PTBA telah mengoperasikan 7 unit shovel listrik (PC3000-6E), 40 unit hybrid dump truck (Belaz-75135), dan 6 pompa tambang berbasis listrik.
Arsal menjelaskan bahwa penggunaan alat-alat tambang berbasis listrik itu menghasilkan penghematan bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel yang signifikan.
"Penggunaan alat-alat tambang berbasis listrik ini menghasilkan penghematan bahan bakar minyak jenis diesel hingga 7 juta liter per tahun dan mereduksi emisi sebesar 19.777 tCO2e," kata Arsal.
Selain itu, PTBA telah mengoperasikan 5 unit bus listrik di Pelabuhan Tarahan dan 10 unit bus listrik di Unit Pertambangan Tanjung Enim. Total, telah ada 15 unit bus listrik yang dioperasikan PTBA. Inisiatif ini diprediksi bakal mengurangi emisi karbon hingga 16 ton CO2 per tahun per bus.
PTBA juga mengembangkan aplikasi Corporate Information System and Enterprise Application (CISEA) untuk memantau aktivitas pertambangan secara real-time melalui ponsel. Transformasi digital merupakan bagian dari langkah PTBA untuk menjalankan good mining practice. Penggunaan teknologi digital juga meningkatkan efisiensi dan keberlangsungan usaha.
Dengan berbagai inovasi tersebut, PTBA berada satu langkah di depan dalam mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi sektor pertambangan batu bara, baik dari sisi ekonomi, lingkungan, maupun kebijakan.
Langkah-langkah tersebut tidak hanya memperkuat posisi PTBA dalam industri batu bara, tetapi juga menunjukkan komitmen perusahaan dalam transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Melalui inovasi-inovasi tersebut, PTBA membuktikan bahwa industri batu bara dapat beradaptasi dengan tuntutan transisi energi dan keberlanjutan. Perusahaan ini menunjukkan bahwa dengan inovasi yang tepat, industri batu bara dapat tetap menjadi pilar penting dalam perekonomian dan energi Indonesia, seraya berkontribusi pada upaya menjaga lingkungan dan mencapai target emisi karbon netral.
Menilik Upaya Industri Batu Bara Beradaptasi di Tengah Tantangan Transisi Energi
Industri batu bara menghadapi tekanan harga global dan transisi energi. Inovasi jadi kunci menghadapi perubahan. Halaman all [1,582] url asal
#industri #batu-bara #pertambangan #pt-bukit-asam #ptba #bukit-asam #transisi-energi #energi #net-zero-emission #ramah-lingkungan
(Kompas.com) 03/10/24 17:55
v/15919012/
KOMPAS.com – Setiap 28 September, Indonesia memperingati Hari Pertambangan dan Energi. Ini menjadi momen penting untuk merefleksikan masa depan sektor pertambangan nasional, termasuk industribatu bara.
Pasalnya, di tengah tantangan global terkait transisi energi, industri batu bara masih menjadi pilar ketahanan energi nasional. Bahkan, sektor ini tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang pesat.
Laporan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuktikan hal tersebut. Pada 2023, produksi batu bara nasional mencapai 775 juta ton. Angka ini melampaui target yang ditetapkan sebesar 695 juta ton.
Pencapaian itu menandai peningkatan produksi yang konsisten sejak 2020. Kala itu, produksi batu bara tercatat sebesar 564 juta ton.
Tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, lonjakan produksi batu bara juga mendorong ekspor ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dari total produksi 775 juta ton pada 2023, sebanyak 518 juta ton batu bara diekspor, sedangkan 213 juta ton digunakan untuk memenuhi kewajiban pasar domestik (domestic market obligation/DMO).
Angka tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu eksportir batu bara terbesar di dunia.
Tantangan industri batu bara
Di balik pertumbuhan yang mengagumkan itu, industri batu bara menghadapi tantangan besar yang tidak bisa diabaikan. Mulai dari koreksi harga, kebijakan negara tujuan impor, hingga isu lingkungan menjadi hambatan yang harus diatasi.
Dikutip dari Kompas.id, Rabu (1/5/2024), koreksi harga komoditas batu bara membuat kinerja perusahaan tambang melemah sepanjang tiga bulan pertama 2024. Tantangan harga komoditas batu bara dinilai sejumlah pihak akan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.
Seperti diwartakan Kontan.id, Rabu (26/6/2024), Bank Dunia memproyeksikan tren koreksi harga batu bara diperkirakan akan terus berlanjut hingga 2025, dengan proyeksi penurunan sebesar 28 persen pada 2024 dan 12 persen pada 2025.
Selain itu, Perjanjian Paris tentang perubahan iklim dan target net zero emission yang diadopsi oleh banyak negara, termasuk Indonesia, mengharuskan adanya transformasi besar dalam sektor energi. Rencana transisi energi dari bahan bakar fosil ke sumber energi terbarukan menjadi agenda penting yang harus direspons oleh industri batu bara.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, perusahaan-perusahaan pertambangan dituntut untuk berinovasi dan beradaptasi. Mereka harus mencari cara untuk tetap relevan dalam lanskap energi yang berubah, seraya mengurangi dampak lingkungan dari operasional.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA), sebagai salah satu pemain utama industri batu bara nasional, memainkan peran krusial dalam menghadapi tantangan tersebut. Sebagai anggota BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID, perusahaan tidak hanya fokus pada peningkatan produksi dan distribusi, tetapi juga aktif dalam pengembangan inovasi energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
1. Hilirisasi batu bara
PTBA telah melakukan sejumlah gebrakan inovatif untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Salah satunya adalah hilirisasi batu bara untuk meningkatkan nilai tambah komoditas ini.
Pada Senin (15/7/2024), PTBA bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memulai pilot project konversi batu bara menjadi Artificial Graphite dan Anode Sheet untuk bahan baku baterai Lithium-ion (Li-ion). Pilot project ini merupakan yang pertama di dunia.
Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Arsal Ismail mengatakan, pihaknya ingin menghadirkan energi tanpa henti untuk negeri. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mewujudkan industri batu bara dengan clean technology di Indonesia.
"Pilot project implementasi Anode Sheet berbahan baku batu bara merupakan yang pertama di dunia sehingga dapat menjadi salah satu terobosan penting dalam hilirisasi batu bara. Pengembangan batu bara menjadi Artificial Graphite dan Anode Sheet juga akan mendukung kemajuan industri kendaraan listrik di dalam negeri,” tuturnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (27/9/2024).
Dok. PTBA PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 merupakan bagian dari Program Pembangunan Pembangkit Listrik 35.000 MW hasil kerja sama PTBA dan CHDHK.2. Gunakan teknologi ramah lingkungan untuk PLTU
PTBA juga memperkuat pasar domestik melalui proyek PLTU Sumsel-8. PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 dengan kapasitas 2x660 MW ini resmi beroperasi secara komersial sejak 7 Oktober 2023.
Proyek tersebut adalah bagian dari Program Pembangunan Pembangkit Listrik 35.000 MW. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan listrik di Sumatera, PLTU MT Sumsel-8 berperan penting dalam memenuhinya
PLTU yang juga dikenal sebagai PLTU Tanjung Lalang itu dibangun melalui kerja sama strategis antara PTBA dengan China Huadian Hongkong Company Ltd (CHDHK).
“PLTU Tanjung Lalang menggunakan teknologi supercritical yang efisien dan ramah lingkungan. Selain itu, PLTU ini juga menerapkan teknologi flue gas desulfurization (FGD) untuk menekan emisi gas buang,” ucap Arsal.
Dengan beroperasinya PLTU tersebut, PTBA tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pasar ekspor. PLTU Sumsel-8 membutuhkan batu bara hingga 5,4 juta ton per tahun yang akan dipasok dari tambang lokal PTBA.
Dok. PTBA PTBA juga bekerja sama dengan Jasa Marga Group untuk pengembangan PLTS di jalan-jalan tol, salah satunya ruas Tol Bali-Mandara.3. Pengembangan energi terbarukan
PTBA secara proaktif menghadapi isu lingkungan dengan berbagai inovasi yang berfokus pada dekarbonisasi dan energi bersih. Salah satu langkah penting adalah diversifikasi bisnis ke energi terbarukan.
Perusahaan sejauh ini telah membangun PLTS di Bandara Soekarno-Hatta bekerja sama dengan PT Angkasa Pura II (Persero), yang sudah beroperasi penuh sejak Oktober 2020. PLTS tersebut berkapasitas maksimal 241 kilowatt-peak (kWp) dan terpasang di Gedung Airport Operation Control Center (AOCC).
Selain dengan Angkasa Pura II, PTBA juga bekerja sama dengan Jasa Marga Group untuk pengembangan PLTS di jalan-jalan tol. PLTS berkapasitas 400 kWp di Jalan Tol Bali-Mandara telah selesai dibangun dan diresmikan pada 21 September 2022.
Perusahaan pun bekerja sama dengan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) dalam pembangunan PLTS berkapasitas 23,07 kWp yang mencapai tahap COD pada Juni 2023. Proyek pembangunan PLTS di lahan bekas tambang terus dijajaki untuk memaksimalkan potensi lahan tambang menjadi sumber energi terbarukan.
Lebih lanjut lagi, PTBA juga tengah mengembangkan pengembangan energi biomassa dari Kaliandra Merah. Tanaman ini dipilih karena kayunya memiliki nilai kalor yang tinggi, pertumbuhannya cepat, mudah tumbuh pada berbagai kondisi, serta cepat bertunas.
Kaliandra merah juga menyerap karbon dari udara untuk memproduksi biomassa. Dengan mencampurkan biomassa dan batu bara, maka emisi dapat dikurangi.
Penanaman kaliandra merah sendiri dilakukan di atas lahan seluas 80 hektare (ha). Langkah ini berpotensi mengurangi emisi karbon sebesar 119,18 ton per ha per tahun.
Selain itu, tanaman tersebut juga menjadi penyimpan biomassa sebesar 11.805 ton untuk dijadikan wood pellet dengan kalori berkisar 4.500-4.700 kcal/kg, yang digunakan untuk co-firing di PLTU.
Dok. PTBA Salah satu inovasi penting PTBA, yakni pengembangan lahan basah buatan (constructed wetland) untuk pemurnian air tambang.4. Terapkan good mining practice
PTBA menerapkan praktik pertambangan yang baik (good mining practice) melalui berbagai inovasi teknologi dan pendekatan ramah lingkungan. Salah satu inovasi penting adalah pengembangan lahan basah buatan (constructed wetland) untuk pemurnian air tambang.
Aplikasi constructed wetland di PTBA meliputi dua model, yaitu floating wetland system dan swampy forest.
Floating wetland sendiri menggunakan pipa paralon sebagai konstruksi apung di atas kolam yang berisi air asam tambang. Pipa diisi dengan bahan organik berupa bokashi dan pupuk tankos, lalu ditanami tumbuhan untuk menyerap logam berat.
Sementara itu, model swampy forest mengombinasikan tanaman air dengan jenis tanaman rawa. Berbagai tanaman dimanfaatkan untuk menyerap kandungan logam berat berupa besi (Fe) dan mangan (Mn), termasuk akar wangi, melati air, lonkida, jelutung rawa, balangerang, gelam, dan kayu putih. Sistem ini efektif dalam menghilangkan bahan pencemar dan menetralkan air asam tambang.
Selain itu, PTBA juga menerapkan eco mechanized mining, yaitu menggantikan peralatan tambang berbahan bakar fosil dengan peralatan elektrik. Saat ini, PTBA telah mengoperasikan 7 unit shovel listrik (PC3000-6E), 40 unit hybrid dump truck (Belaz-75135), dan 6 pompa tambang berbasis listrik.
Arsal menjelaskan bahwa penggunaan alat-alat tambang berbasis listrik itu menghasilkan penghematan bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel yang signifikan.
"Penggunaan alat-alat tambang berbasis listrik ini menghasilkan penghematan bahan bakar minyak jenis diesel hingga 7 juta liter per tahun dan mereduksi emisi sebesar 19.777 tCO2e," kata Arsal.
Selain itu, PTBA telah mengoperasikan 5 unit bus listrik di Pelabuhan Tarahan dan 10 unit bus listrik di Unit Pertambangan Tanjung Enim. Total, telah ada 15 unit bus listrik yang dioperasikan PTBA. Inisiatif ini diprediksi bakal mengurangi emisi karbon hingga 16 ton CO2 per tahun per bus.
PTBA juga mengembangkan aplikasi Corporate Information System and Enterprise Application (CISEA) untuk memantau aktivitas pertambangan secara real-time melalui ponsel. Transformasi digital merupakan bagian dari langkah PTBA untuk menjalankan good mining practice. Penggunaan teknologi digital juga meningkatkan efisiensi dan keberlangsungan usaha.
Dengan berbagai inovasi tersebut, PTBA berada satu langkah di depan dalam mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi sektor pertambangan batu bara, baik dari sisi ekonomi, lingkungan, maupun kebijakan.
Langkah-langkah tersebut tidak hanya memperkuat posisi PTBA dalam industri batu bara, tetapi juga menunjukkan komitmen perusahaan dalam transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Melalui inovasi-inovasi tersebut, PTBA membuktikan bahwa industri batu bara dapat beradaptasi dengan tuntutan transisi energi dan keberlanjutan. Perusahaan ini menunjukkan bahwa dengan inovasi yang tepat, industri batu bara dapat tetap menjadi pilar penting dalam perekonomian dan energi Indonesia, seraya berkontribusi pada upaya menjaga lingkungan dan mencapai target emisi karbon netral.
PTBA Gandeng KAI Logistik, Angkut 20 Juta Ton Batu Bara per Tahun
PTBA dan KAI Logistik menandatangani perjanjian pengangkutan batu bara hingga 20 juta ton per tahun di Terminal Batu Bara Kramasan [322] url asal
#kerja-sama-ptba-kai-logistik #ptba #pt-bukit-asam #kai-logistik #batu-bara-ptba #batu-bara #batu-bara
(Bisnis.Com - Ekonomi) 21/09/24 13:11
v/15337250/
Bisnis.com, JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik), anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) menandatangani perjanjian pengangkutan batu bara hingga 20 juta ton per tahun di Terminal Batu Bara Kramasan.
Direktur Utama KAI Logistik Fredi Firmansyah mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik kolaborasi dan sinergi bersama PTBA, khususnya dalam pengoptimalan pemanfaatan batu bara di Sumatra Selatan.
“Melalui Unloading Terminal Batu Bara Kramasan ini, KAI Logistik akan melakukan kegiatan bongkar muat setidaknya 20 juta ton volume batu bara milik PTBA,” kata Fredi dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (21/9/2024).
Dalam mendukung kegiatan bongkar muat batu bara di Terminal Kramasan, KAI Logistik memastikan kesiapan dan keandalan infrastruktur termasuk Train Unloading System dengan kapasitas mencapai 3.000 ton per jam per TULS, dengan luas area stockpile maksimal berkapasitas 480.000 ton.
Lebih lanjut, Terminal Bongkar Batu Bara Kramasan ini juga mampu melayani 20 kereta api dengan rangkaian 60 gerbong batu bara setiap harinya.
Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Bukit Asam Suherman mengatakan penandatanganan perjanjian kerja sama ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas angkutan batu bara PTBA.
Dengan cadangan batu bara sebesar 2,98 miliar ton dan sumber daya 5,81 miliar ton, PTBA merupakan salah satu pengelola sumber daya alam batu bara terbesar di Indonesia. Peningkatan kapasitas angkutan merupakan langkah strategis untuk mempercepat monetisasi cadangan batu bara.
Sebelumnya, PTBA telah menyepakati sinergi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dalam pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung Enim - Kramasan pada 6 Oktober 2023 lalu.
Angkutan batu bara relasi Tanjung Enim - Kramasan akan meningkatkan kapasitas angkutan batu bara PTBA hingga 20 juta ton per tahun. Sarana dan prasarana untuk moda transportasi angkutan kereta disiapkan oleh PT KAI. Sementara untuk fasilitas dermaga di Terminal Kramasan dibangun oleh KAI Logistik.
PTBA sendiri telah melakukan groundbreaking fasilitas penanganan batu bara (coal handling facility) di Tanjung Enim pada 30 Desember 2023 untuk mendukung pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung Enim - Kramasan.
PTBA Ambil Peran di Piagam Menoreh, Dukung Rehabilitasi DAS
Penandatanganan Piagam Menoreh menjadi simbol komitmen PT Bukit Asam mendukung reklamasi hutan dan penanaman terkait rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS). [392] url asal
#brandnewsroom #bnr #pt-bukit-asam #rehabilitasi-das #daerah-aliran-sungai #reklamasi-hutan
(CNN Indonesia - Ekonomi) 20/09/24 18:02
v/15296467/
PT Bukit Asam Tbk atau PTBA turut serta dalam penandatanganan Piagam Menoreh "Collaboration for Sustainability" yang diadakan di Desa Ngadi Rejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada Kamis (19/9) sebagai simbol komitmen perusahaan meningkatkan sinergi guna mendukung reklamasi hutan dan penanaman terkait rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS).
Piagam itu juga menandai komitmen terkait pemanfaatan dan pengelolaan DAS yang berkelanjutan di masa mendatang. Terdapat 9 perusahaan pertambangan dan energi yang menandatangani Piagam Menoreh, dengan VP Pengelolaan Lingkungan & Penunjang Tambang, Amarudin, sebagai perwakilan PTBA.
"Kolaborasi multipihak ini adalah wujud komitmen PTBA untuk pembangunan yang berkelanjutan dalam mengawal masa transisi setelah proses penanaman, dilanjutkan dengan penguatan kapabilitas masyarakat dalam pengolahan pascapanen hingga pemasaran produk, terutama pasar digital, sehingga masyarakat lebih siap menghadapi tantangan ke depan," kata Amarudin.
Pada saat bersamaan, PTBA juga ambil peran dalam penandatanganan Komitmen Multi Pihak "Collaboration for Sustainability" yang bertujuan meningkatkan pemberdayaan masyarakat demi keberlanjutan pemanfaatan dan pengelolaan hasil reklamasi hutan dan rehabilitasi DAS menyusul serah terima kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) di Kawasan Bukit Menoreh.
Kolaborasi multi pihak itu mencakup berbagai pelatihan, termasuk budidaya tanaman agroforestry, penanganan pascapanen, bimbingan teknis pengelolaan agrowisata tanaman buah, peningkatan mutu hasil panen, manajemen keuangan, pengolahan produk turunan, digital marketing, dan pemasaran hasil sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat hingga penguatan kelembagaan KTH.
Amarudin selaku perwakilan PTBA juga menyerahkan secara simbolis bantuan kepada 19 gabungan kelompok tani. Bantuan itu terdiri dari pompa air submersible, pompa air listrik, sprayer elektrik, pupuk, biofloc, toren air, selang dan pipa, hydrogel, serta bantuan air bersih sebanyak 35 ribu liter.
Dyah Murtiningsih dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyampaikan harap agar rehabilitasi DAS di Kawasan Bukit Menoreh dapat menjadi tolok ukur pelaksanaan rehabilitasi DAS nasional.
Terlebih, terkait upaya keberlanjutan pengelolaan area reklamasi dan rehabilitasi melalui penguatan kelembagaan Kelompok Tani hutan dan desa. KLHK juga memfasilitasi pertemuan produsen dengan konsumen guna meyakinkan masyarakat dalam memasarkan hasil-hasil rehabilitasi DAS.
"Festival Collaboration for Sustainability di kawasan Menoreh menjadi salah satu bentuk pembelajaran untuk meningkatkan exposure betapa pentingnya kolaborasi multipihak dengan memaksimalkan keterlibatan para pihak untuk keberlanjutan reklamasi hutan dan rehabilitasi DAS," kata Dyah.
Sebagai informasi, sejak 2021 PTBA serta dalam Kegiatan Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 344 hektare di Kawasan Bukit Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta yang sesuai dengan SK Rehabilitasi DAS dari KLHK.
Adapun peran serta tersebut merupakan bagian kewajiban PTBA sebagai perusahaan pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).
Ekspor Batu Bara PTBA Melonjak, Pasar Asia Menjanjikan Halaman all
PTBA tetap optimistis terhadap prospek industri batu bara meski menghadapi tantangan global. Halaman all [397] url asal
#pt-bukit-asam #industri-batu-bara #pasar-ekspor-asia #proyek-pengembangan
(Kompas.com) 27/08/24 13:41
v/14770741/
JAKARTA, KOMPAS.com -PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tetap optimistis mengenai prospek industri batu bara meskipun dihadapkan pada tantangan regulasi dan pembatasan di beberapa negara maju.
Senior Vice President Project Management Office PTBA, Setiadi Wicaksono, menyatakan bahwa keyakinan ini didasarkan pada analisis data produksi, supply, dan demand yang ada di pasar saat ini.
"Memang benar ada beberapa pembatasan di negara-negara maju seperti Cina, namun kami masih melihat potensi besar di negara-negara berkembang, terutama di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan," ungkap Setiadi dalam acara Public Expose Live, Selasa (27/8/2024).
Setiadi menambahkan, negara-negara seperti India, Bangladesh, dan Pakistan akan menjadi pasar yang menarik di masa depan, mengingat permintaan batu bara di kawasan ini masih tinggi.
Sebagai informasi, PTBA berhasil mengoptimalkan pasar ekspor pada kuartal kedua 2024, termasuk Bangladesh dan Filipina. Ekspor ke India meningkat signifikan sebesar 37 persen, mencapai 3 juta ton.
Ekspor ke negara lain seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam juga mengalami lonjakan. Penjualan ke Thailand pada Semester I-2024 mencapai 933.000 ton, melesat 605 persen secara tahunan.
Ekspor ke Malaysia naik 257 persen menjadi 488.000 ton, sementara ekspor ke Vietnam melonjak 164 persen dari 461.000 ton menjadi 1,2 juta ton.
"Dari sisi demand, negara-negara ini memiliki kebutuhan energi yang besar, dan kami melihat ini sebagai peluang untuk mengembangkan pasar kami di kawasan tersebut," tambahnya.
Selain mengincar peluang ekspor, PTBA juga tengah menyiapkan berbagai proyek pengembangan yang bertujuan untuk mengamankan pemakaian batu bara di pasar domestik. Setiadi menjelaskan bahwa upaya ini mencakup pengembangan di sektor energi dan hilirisasi batu bara.
"Dalam jangka panjang, kami berharap proyek-proyek ini dapat men-secure pemakaian batu bara Bukit Asam di dalam negeri melalui hilirisasi maupun pengembangan energi," ujarnya.
Ekspor Batu Bara PTBA Melonjak, Pasar Asia Menjanjikan
PTBA tetap optimistis terhadap prospek industri batu bara meski menghadapi tantangan global. [397] url asal
#pt-bukit-asam #industri-batu-bara #pasar-ekspor-asia #proyek-pengembangan
(Kompas.com) 27/08/24 13:41
v/14768799/
JAKARTA, KOMPAS.com -PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tetap optimistis mengenai prospek industri batu bara meskipun dihadapkan pada tantangan regulasi dan pembatasan di beberapa negara maju.
Senior Vice President Project Management Office PTBA, Setiadi Wicaksono, menyatakan bahwa keyakinan ini didasarkan pada analisis data produksi, supply, dan demand yang ada di pasar saat ini.
"Memang benar ada beberapa pembatasan di negara-negara maju seperti Cina, namun kami masih melihat potensi besar di negara-negara berkembang, terutama di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan," ungkap Setiadi dalam acara Public Expose Live, Selasa (27/8/2024).
Setiadi menambahkan, negara-negara seperti India, Bangladesh, dan Pakistan akan menjadi pasar yang menarik di masa depan, mengingat permintaan batu bara di kawasan ini masih tinggi.
Sebagai informasi, PTBA berhasil mengoptimalkan pasar ekspor pada kuartal kedua 2024, termasuk Bangladesh dan Filipina. Ekspor ke India meningkat signifikan sebesar 37 persen, mencapai 3 juta ton.
Ekspor ke negara lain seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam juga mengalami lonjakan. Penjualan ke Thailand pada Semester I-2024 mencapai 933.000 ton, melesat 605 persen secara tahunan.
Ekspor ke Malaysia naik 257 persen menjadi 488.000 ton, sementara ekspor ke Vietnam melonjak 164 persen dari 461.000 ton menjadi 1,2 juta ton.
"Dari sisi demand, negara-negara ini memiliki kebutuhan energi yang besar, dan kami melihat ini sebagai peluang untuk mengembangkan pasar kami di kawasan tersebut," tambahnya.
Selain mengincar peluang ekspor, PTBA juga tengah menyiapkan berbagai proyek pengembangan yang bertujuan untuk mengamankan pemakaian batu bara di pasar domestik. Setiadi menjelaskan bahwa upaya ini mencakup pengembangan di sektor energi dan hilirisasi batu bara.
"Dalam jangka panjang, kami berharap proyek-proyek ini dapat men-secure pemakaian batu bara Bukit Asam di dalam negeri melalui hilirisasi maupun pengembangan energi," ujarnya.
Kembangkan Inovasi CISEA & Floating Wetland, PTBA Raih Paten dari DJKI
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mendapatkan hak paten dari DJKI Kemenkumham atas dua inovasi yang dikembangkannya, aplikasi CISEA dan teknologi floating wetland. [551] url asal
#brandnewsroom #bnr #pt-bukit-asam #aplikasi-cisea #floating-wetland #super-app #industri-pertambangan #lingkungan
(CNN Indonesia - Ekonomi) 13/08/24 19:54
v/14372467/
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) meraih sertifikat hak paten atas dua inovasi pentingnya, yakni aplikasi CISEA (Corporate Information System and Enterprise Application) dan teknologi floating wetland atau lahan basah buatan terapung. Kedua inovasi ini merupakan upaya signifikan PTBA dalam mengembangkan teknologi digitalisasi industri pertambangan dan solusi lingkungan berkelanjutan.
CISEA merupakan in-house super app yang dikembangkan secara mandiri oleh PTBA untuk digitalisasi pertambangan. Sedangkan floating wetland merupakan metode yang dikembangkan PTBA untuk menghilangkan bahan pencemar seperti logam berat dan menetralkan air asam tambang.
Penyerahan sertifikat hak paten tersebut dilakukan oleh Sri Lastami, Direktur Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Rahasia Dagang Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), kepada Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, di Jakarta pada Selasa (13/8).
Arsal mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. Tidak hanya menghargai dan melindungi hasil karya PTBA, hak paten ini juga dapat mendorong inovasi lain yang lebih besar.
Dia juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada DJKI Kemenkumham yang telah mendukung penuh upaya PTBA untuk mendapatkan hak paten atas dua inovasi ini.
"Upaya, kerja keras, dan dedikasi kami akhirnya berbuah manis dengan diperolehnya hak paten atas super apps kebanggan kami yaitu CISEA, dan floating wetland yang berkontribusi pada lingkungan. Hak paten memberikan perlindungan hukum atas inovasi-inovasi kami dan membuka peluang besar untuk pengembangan lebih lanjut," kata Arsal dalam keterangan tertulis.
Arsal berharap, diperolehnya hak paten ini dapat menjadi pemicu dan pendorong bagi insan-insan PTBA untuk terus berinovasi ke depannya. Sebab ini merupakan titik tolak dari langkah-langkah besar dalam menjelajahi peluang baru dan menciptakan karya yang lebih hebat lagi.
"Semangat inovasi diperlukan untuk mencapai visi menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan, sehingga PTBA dapat menghadirkan energi tanpa henti," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Sri Lastami mengatakan menekankan bahwa hak paten yang diperoleh PTBA tidak hanya memberikan perlindungan hukum atas inovasi tersebut, tetapi juga meningkatkan Global Innovation Index Indonesia (Indeks Inovasi Global) Indonesia. Sri berharap agar insan-insan PTBA terus membuat inovasi yang bermanfaat bagi kemajuan Indonesia.
"Inovasi diciptakan karena adanya masalah yang timbul. Kemudian inovasi tersebut dipatenkan agar inovator atau pencipta dari produk atau gagasan inovasi tersebut berhak penuh atas produk atau gagasan yang ia hasilkan," tutur Sri.
"Kita harapkan akan ada banyak lagi inovasi yang dihasilkan oleh PTBA dan juga bangsa ini sehingga kita bisa menjadi negara dengan peringkat tinggi di dunia dengan jumlah inovasi yang banyak, apalagi dengan populasi Indonesia yang mencapai 270 juta jiwa," tutupnya.
Sebagai informasi, CISEA merupakan super app yang dikembangkan secara in-house oleh PTBA pada Oktober 2019 dan telah menjadi tulang punggung digitalisasi proses pertambangan.
Diluncurkan secara resmi pada Maret 2020, CISEA memungkinkan pemantauan seluruh kegiatan operasi secara real-time melalui ponsel, mulai dari produksi di pertambangan hingga pengiriman ke pelabuhan. Pada 2021, CISEA memperoleh hak merek dan hak cipta, dan pada 2024 telah resmi mengantongi hak paten.
Sementara metode floating wetland yang dikembangkan sejak 2011 merupakan jawaban PTBA terhadap tantangan pencemaran lingkungan. Teknologi ini dirancang untuk menghilangkan bahan pencemar seperti logam berat dan menetralkan air asam tambang.
Keberhasilan floating wetland ini mengantarkan PTBA menjadi referensi bagi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam implementasi constructed wetland pada 2022, seiring dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pengolahan Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pertambangan dengan Menggunakan Metode Lahan Basah Buatan.
PTBA Kembangkan Lahan Basah Buatan demi Pulihkan Lingkungan
Lahan basah buatan itu memiliki beragam manfaat keberlanjutan, termasuk sebagai pengolahan air limbah tambang, serta upaya restorasi pemulih ekosistem. [346] url asal
#brandnewsroom #bnr #pt-bukit-asam #lahan-basah-buatan
(CNN Indonesia - Ekonomi) 13/08/24 10:45
v/14353261/
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tengah mengadakan pengembangan lahan basah buatan yang bertujuan menghilangkan bahan pencemar seperti logam berat, dan mampu menetralkan air asam tambang.
Keberadaan lahan basah buatan itu memiliki beragam manfaat keberlanjutan, termasuk sebagai pengolahan air limbah tambang, serta upaya restorasi dalam memulihkan ekosistem yang terganggu.
AVP Perencanaan Lingkungan & Kehutanan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Dedy Saptaria Rosa menambahkan, manfaat lahan basah buatan juga termasuk biaya operasional dan perawatan rendah, serta keberlanjutan energi dengan pemanfaatan tanaman sehingga lebih ramah lingkungan dan mendukung prinsip keberlanjutan.
"Penerapan metode ini adalah salah satu wujud komitmen Bukit Asam dalam menjalankan prinsip Good Mining Practice," kata Dedy dalam Talkshow Inspiratif pada Festival LIKE di Jakarta, Kamis (8/8).
Nantinya, air tambang yang telah diolah dan memenuhi baku mutu lingkungan akan digunakan kembali untuk berbagai keperluan, seperti pembersihan Coal Handling Facility, hingga memenuhi kebutuhan air bersih perkantoran tambang.
"Pemanfaatan air tambang untuk menunjang kegiatan operasi tambang dapat memberikan benefit optimal serta efisien dalam penggunaan air permukaan," kata Dedy.
Dedy kemudian menegaskan komitmen kuat PTBA untuk menerapkan kaidah teknik pertambangan agar kegiatan operasional dapat berlangsung secara efektif, efisien, serta aman dan ramah lingkungan.
"Aspek keberlanjutan sangat penting bagi Bukit Asam dalam upaya menghadirkan energi tanpa henti untuk negeri. Selaras juga dengan visi Bukit Asam, yaitu menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan," ujar Dedy.
Implementasi lahan basah buatan di PTBA itu meliputi dua model, masing-masing adalah floating wetland system, dan swampy forest. Floating wetland merupakan inovasi PTBA yang menggunakan pipa paralon sebagai konstruksi apung di atas kolam yang berisi air asam tambang.
Pipa akan diisi dengan bahan organik berupa bokashi dan pupuk tankos, lalu ditanami tumbuhan untuk menyerap logam berat. Akar tumbuhan akan memanjang hingga ke air asam tambang dan menyerap unsur logam berat.
Sementara, model swampy forest mengombinasikan tanaman air dengan jenis tanaman rawa. Adapun berbagai tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk menyerap kandungan logam berat besi (Fe) dan mangan (Mn), antara lain Akar Wangi (Vetiveria Zizanioides), Melati Air (Echinodorus Palaefolius), Lonkida (Nauclea Orientalis), Jelutung Rawa (Dyera Costulata), Balangeran (Shorea Balangeran), Gelam (Melaleuca Leucadendron), dan Kayu Putih (Melaleuca Cajuputi).
Eco Agrotomation, Upaya Bukit Asam Berdayakan Masyarakat Sumsel
Lewat program Eco Agrotomation, PT Bukit Asam Tbk mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat sekitar sekaligus turut menjaga kelestarian lingkungan. [473] url asal
#cnn-indonesia-awards #cnn-indonesia-awards-palembang #cnn-awards #palembang #bukit-asam #pt-bukit-asam #csr
(CNN Indonesia - Ekonomi) 09/07/24 13:38
v/10194086/
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil memberikan dampak positif dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasional.
Melalui program Eco Agrotomation yang diinisiasi Bukit Asam, perekonomian masyarakat menjadi tumbuh sekaligus kelestarian lingkungan tetap terjaga.
Eco Agrotomation adalah program budidaya tanaman berbasis otomasi yang ramah lingkungan untuk mendukung program penghijauan dan reklamasi. Program Eco Agrotomation merupakan salah satu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR).
Dilansir dari laman Bukit Asam, program ini juga dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan sayur dan buah masyarakat sekitar sehingga mendukung konsep pangan lestari di Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan.
Berkat inovasi yang berdampak tersebut, program ini berhasil meraih penghargaan kategori Gold dalam ajang Bisnis Indonesia Social Responsibility Awards (BISRA) 2024 di Jakarta pada Kamis (27/6).
Corporate Secretary PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Niko Chandra menyampaikan ucapan terima kasih atas apresiasi yang telah diberikan.
"Kami merasa bangga dan bersyukur atas penghargaan ini. Tentunya apresiasi tersebut semakin memotivasi kami untuk terus berkontribusi dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasi," ujar Niko.
Salah satu penerapan program Eco Agrotomation ini adalah pemberdayaaan petani di Desa Tanjung Karangan dan Keban Agung, Muara Enim untuk melakukan pembibitan dengan memanfaatkan lahan tidak produktif.
PTBA bekerja sama dengan petani mulai dari penyediaan media tanam, bibit, hingga budidaya tanaman. Pelatihan dan pendampingan secara berkala juga diberikan PTBA kepada para petani.
Sistem otomasi mempermudah budidaya tanaman. Terdapat dashboard monitor yang terhubung dengan ponsel sehingga memudahkan petani untuk memantau dan mengelola tanamannya. Penyiraman dan pemupukan dilakukan secara otomatis dengan takaran sesuai standar.
Sumber energi untuk otomasi ini pun berbasis energi terbarukan, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Tak hanya menurunkan emisi dari proses budidaya tanaman, otomasi berbasis energi terbarukan ini juga menurunkan biaya operasional harian.
PT Bukit Asam Tbk merupakan salah satu kandidat yang dinominasikan dalam CNN Awards. Ajang penghargaan yang digelar CNN Indonesia ini akan berlangsung pada Rabu (10/7) di Palembang, Sumatra Selatan.
CNN Indonesia Awards di Palembang ini merupakan ajang penghargaan ketiga. Sebelumnya, CNN Indonesia Awards pertama telah digelar di Makassar dan Bali.
Bukit Asam adalah perusahaan pertambangan milik negara (BUMN) yang juga merupakan grup dari MIND ID. Misinya adalah memberikan kontribusi maksimal terhadap kelestarian lingkungan dan kehidupan Bumi yang lebih baik.
Visi Bukit Asam adalah menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan. Sejalan dengan visi menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli terhadap lingkungan, Bukit Asam terus melakukan inovasi dalam bisnis energi berbasis batubara, energi terbarukan, dan proyek hilirisasi batubara.
Terdapat tiga bidang pengembangan bisnis Bukit Asam yakni generik penguatan dan pengembangan nilai bisnis melalui pengembangan operational excellence.
Lalu pembangkit listrik dengan memperluas portofolio bisnis energi baru dan terbarukan sebagai langkah mewujudkan visi menjadi perusahaan energi dan kimia kelas dunia yang peduli lingkungan.
Kemudian hilirisasi, dengan terus berinovasi dan berkomitmen penuh untuk mengolah dan menghasilkan hilirisasi produk batubara agar memiliki nilai tambah yang lebih besar untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan.
