#30 tag 24jam
Erick Thohir Ungkap BSI Mau Buka Cabang di Arab Saudi
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membuka cabang di Arab Saudi. [215] url asal
#lisensi-pembukaan-bsi #jamaah-umroh #erick-thohir-ungkap-bsi-mau-buka-cabang #cabang-bsi #arabia #dubai #byond #press #pt-bank #byond-by-bsi #pt-bank-syariah-indonesia-tbk #qatar #jamaah #pembukaan #saudi-arabia
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 09/11/24 20:59
v/17914008/
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membuka cabang di Arab Saudi. Dengan begitu bank syariah terbesar di Indonesia ini dapat memberikan layanan keuangan untuk para jamaah umroh dan haji.
"Saya yakin ke depan bagaimana BSI juga bisa terus memberikan solusi kepada umroh dan haji. Ya ke depan kita dorong (BSI buka cabang di Arab Saudi)," kata Erick dalam press conference peluncuran BYOND by BSI, Sabtu (9/11/2024).
"Sehingga nanti masalah isu-isu data untuk umroh haji dan lain-lain ini bisa disinergikan melalui accessibility daripada BSI ke depan," sambung Erick Thohir
Menurut Erick, saat ini proses pembukaan cabang di luar negeri itu masih menunggu izin resmi dari pemerintah setempat. Jika rencana ini terwujud maka Arab Saudi akan menjadi cabang BSI kedua di luar negeri setelah Qatar.
"Sekarang kita sedang menunggu lisensi pembukaan BSI di Saudi Arabia yang kemarin sudah buka di tentunya Dubai, ya nanti ke Saudi Arabia," ucapnya.
Di luar itu Erick turut mengapresiasi kinerja positif BSI yang berhasil menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia. Begitu juga dengan pencapaian BSI yang berhasil masuk Top 10 Global Islamic Bank.
"BSI ini bank syariah secara market capitalization nomor 9 terbesar di dunia. Tepuk tangan dong. Dulu nomor 12, sekarang nomor 9," kata Erick.
(hns/hns)
Erick Thohir: Pembukaan cabang BSI di Arab Saudi tunggu lisensi
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan, pembukaan cabang PT Bank Syariah Indonesia (BSI) di Arab Saudi masih menunggu lisensi resmi ... [370] url asal
#menteri-bumn #erick-thohir #bsi #arab-saudi #dubai
(Antara) 09/11/24 20:21
v/17978835/
Ya ke depan kita dorong. Ya sekarang kita sedang menunggu lisensi pembukaan BSI di Arab Saudi,
Jakarta (ANTARA) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan, pembukaan cabang PT Bank Syariah Indonesia (BSI) di Arab Saudi masih menunggu lisensi resmi untuk dapat beroperasi dan melayani nasabah di sana.
Erick dalam BYOND by BSI Launching di Jakarta, Sabtu, mengatakan, pihaknya mendorong agar ke depan bagaimana BSI bisa terus memberikan solusi mengenai umrah dan haji.
"Ya ke depan kita dorong. Ya sekarang kita sedang menunggu lisensi pembukaan BSI di Arab Saudi," kata Erick.
Menurut Erick, ekspansi BSI di Arab Saudi akan memberikan kemudahan bagi jamaah umrah dan haji dalam mengakses layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah.
"Ke depan kita dorong BSI untuk terus memberi solusi bagi jamaah umrah dan haji," ujar Erick.
Selain itu, Erick menyebutkan bahwa BSI sebelumnya telah membuka cabang di Dubai, Uni Emirat Arab, sebagai langkah awal dalam memperluas jaringan layanan internasional. Dubai menjadi lokasi strategis BSI dalam melayani komunitas internasional dan diaspora Indonesia.
Ekspansi BSI di Timur Tengah ini, menurut Erick, bukan hanya untuk meningkatkan layanan keuangan syariah tetapi juga memperkuat aksesibilitas bagi nasabah dalam hal transaksi finansial terkait ibadah.
"Yang kemarin sudah buka tentunya di Dubai. Ya nanti ke Arab Saudi. Sehingga nanti masalah isu-isu data untuk umrah, haji dan lain-lain, ini bisa disinergikan melalui accessibility dari pada BSI ke depan," ujar Erick.
Erick mengapresiasi kinerja Direktur Utama BSI Hery Gunardi dan jajaran manajemen yang dianggap progresif dalam mengembangkan layanan bagi jamaah haji dan umrah.
Menurut dia, kehadiran BSI di Arab Saudi dapat membantu jamaah mengelola keuangan mereka lebih mudah selama di tanah suci.
"Jadi saya mengucapkan terima kasih Pak Dirut (BSI Hery Gunardi) dan seluruh manajemen. Ini perkembanganya, percepatannya luar biasa, saya apresiasi," ucap Erick.
Sebelumnya sejak Agustus 2023, BSI mendapatkan lisensi atau mandat dari otoritas di Dubai untuk beroperasi secara penuh.
Setelah dua tahun beroperasi di Dubai, kini kantor cabang BSI tersebut sudah mengantongi izin dari otoritas setempat untuk dapat melaksanakan aktivitas perbankan secara penuh.
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi mengatakan bahwa pihaknya menggencarkan branding untuk kantor cabang BSI di Dubai, Uni Emirat Arab, dengan memperbanyak sarana promosi.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2024
Menyelami Dubai Tempo Dulu Saat Masa Sulit di Al Shindagha Museum
Di Al Shindagha Museum, pengunjung bisa menyaksikan kondisi masa lalu Dubai ketika masih sulit dan belum bergelimang kekayaan seperti sekarang. Halaman all [1,271] url asal
#dubai #wisata-dubai #al-shindagha-museum
(Kompas.com - Travel) 09/11/24 19:07
v/17897801/
KOMPAS.com – Dubai di Uni Emirat Arab (UEA), saat ini dikenal sebagai tempat dengan gedung-gedung tinggi dan bergelimang kekayaan.
Namun, ternyata masa lalu Dubai tidaklah demikian. Dubai saat itu hanya semacam kota kecil di tengah padang pasir.
“Waktu saya sampai di Dubai 22 tahun lalu, kota ini belum ada apa-apa. Hanya padang pasir. Jalan-jalan ini, gedung-gedung tinggi itu, semua belum ada,” kata Said Jamil Usman Shah, seorang pria asal Pakistan yang bekerja di sebuah perusahaan agen wisata di Dubai.
Jamil menjadi saksi begitu cepatnya Dubai melakukan pembangunan. Pria yang sehari-hari membawa turis-turis asing itu bahkan kerap terkaget-kaget akan gedung-gedung pencakar langit baru, jalan-jalan besar baru yang terus bermunculan setiap saat.
Jika melihat ke belakang, tidak ada yang menyangka bahwa kota ini dulunya melewati masa-masa sulit. Bahkan, saat Indonesia merdeka, UEA belum menjadi sebuah negara yang diperhitungkan. Popularitas Dubai sama sekali belum terdengar.
Ketika itu, Dubai hanyalah kota kecil di pesisir pantai yang hanya diisi para nelayan dan penyelam mutiara.
Dubai yang bergelimang kekayaan
Namun dalam kurang dari 50 tahun, Dubai bertransformasi begitu masif menjadi sebuah kota metropolis dan pusat perdagangan penting bagi dunia internasional.
Di kota dengan 3,7 juta penduduk ini, segala rekor dunia diciptakan. Gedung tertinggi, pulau reklamasi terbesar, shopping mall terbesar, hotel berbintang 7 pertama, akuarium terbesar, dan sebagainya. Bagi Dubai, tidak ada yang tidak mungkin.
Saat Kompas.com menginjakkan kaki di Dubai pada 26 Oktober 2024, kemegahan dan kecanggihan Dubai International Airport langsung menyambut saya dan rekan.
Setelah melakukan perjalanan udara 8 jam dari Jakarta, kami pun memulai perjalanan di Dubai pada malam hari.
Gedung-gedung pencakar langit dengan berbagai arsitektur yang tak jarang bergaya futuristik tampak memukau.
Saya pun bertanya-tanya, bagaimana Dubai menjadi kota semaju ini hanya dalam waktu cepat? Bagaimana pula Dubai mengubah wajahnya dari sebuah kota beretnis Arab menjadi kota multi-etnis di mana 90 persen penduduknya adalah ekspatriat?
Semua pertanyaan itu akhirnya terjawab saat kami mengunjungi Al Shindagha Museum.
Al-Shindagha Museum, Potret dubai melawan masa sulit
Di hari kedua di Dubai, kami mengunjungi Al Shindagha Museum. Di museum inilah kami melihat bagaimana perjuangan Dubai menjadi kota elite seperti sekarang ini.
Tak ada yang instan. Masa sulit harus dilewati untuk mendorong manusia mencari kehidupannya yang lebih baik.
Determinasi dan imajinasi meraih kemakmuran menjadi kunci bagi Dubai. Al Shindagha Museum membawa kita kembali ke Dubai tempo dulu. Melalui arsip foto, ruang multimedia, instalasi, hingga artefak, perjalanan Dubai terurai dengan begitu indah.
KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN Salah satu instalasi di Al Shindagha Museum, Bur Dubai Area, Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu (27/10/2024). Al Shindagha Museum merupakan salah satu destinasi wisata sejarah di Dubai yang memberikan informasi tentang perkembangan Dubai dari masa ke masa.Saat memasuki bangunan utama Al Shindagha Museum, pengunjung langsung ditampilkan pada sebuah instalasi seni yang memiliki makna perubahan tanpa henti yang terjadi di kota ini.
Setelah melalui ruangan ini, pengunjung akan dibawa mengenali awal mula kota ini lahir hingga maju seperti saat ini. Pengunjung kemudian dibawa ke sebuah ruang teater di mana sebuah film diputarkan.
Berabad-abad lalu, Dubai diceritakan hanyalah sebuah padang pasir gersang. Mata air sulit ditemukan. Mereka memproses air laut untuk dijadikan air minum dengan keterbatasan teknologi yang ada. Kelaparan dan kematian kerap menghantui.
Namun, kondisi alam yang ekstrem itu tak membuat penduduk Dubai menyerah. Pada abad ketiga hingga kelima, warga di sana menemukan mutiara-mutiara indah dengan menyelam ke bawah laut.
Mutiara inilah yang menarik perhatian dunia dan mengubah kehidupan penduduk Dubai. Dengan cepat, penduduk asli menggantungkan hidupnya dengan laut.
Pesisir Dubai Creek menjadi nadi bagi kehidupan mereka. Perdagangan di sepanjang Dubai Creek saat itu berkembang pesat. Saudagar-saudagar dari Eropa mencari mutiara Dubai.
Mutiara itu kerap digunakan penduduk Dubai untuk ditukar dengan pakaian, bumbu-bumbu, hingga alat memasak. Mutiara telah menghidupi penduduk Dubai selama berabad-abad, meski mereka harus menyelam 25 meter dengan alat seadanya.
Namun, peristiwa The Great Depression (1929-1939) dan Perang Dunia Kedua (1939-1945) mengubah segalanya. Krisis ekonomi terjadi, pasar mutiara langsung “drop”.
Dubai pun kembali dihantui kelaparan karena mutiara mereka sulit dijual. Kapal-kapal asing mulai jarang terlihat, menyisakan Dubai Creek yang kembali sepi.
Baru pada tahun 1966, Dubai bangkit setelah minyak ditemukan. Eksplorasi pun langsung dilakukan besar-besaran, yang sekaligus dengan cepat mengisi pundi-pundi kekayaan wilayah ini. Menariknya, kejayaan Dubai lewat minyak ini dimanfaat dengan sangat baik untuk pembangunan kota.
Semua itu tak lepas dari sosok penting Keluarga Al-Maktoum yang menjadi penguasa Dubai.
“Leadership” Penguasa Dubai
Al Shindagha Museum dulunya adalah kediaman Sheikh Saeed Al-Maktoum, mantan pengusa Dubai. Kediaman ini kini terbuka bagi publik untuk memelajari sejarah dan kultur Dubai.
Ada salah satu bagian dari Al Shindaga Museum yang memampang peran penting keluarga Al-Maktoum. Dia lah Sheikh Rashid bin Saeed Al-Maktoum yang berperan memulai pembangunan drastis bagi kota ini.
Setelah minyak ditemukan pada tahun 1966, Sheikh Rashid yang memimpin Dubai ketika itu langsung membangun bandara dan membangun pelabuhan laut dalam untuk mengirimkan berton-ton minyak ke negara lain.
Dia juga berperan penting memodernisasi Dubai untuk menjadi “hub” bagi perdagangan internasional. Kota ini mengoperasikan dua pelabuhan terbesar di dunia yang semakin menguatkan ekonomi Dubai. Ribuan perusahaan asing pun membuka cabang dan pabrik mereka di kota ini.
Perlahan namun pasti, sektor perdagangan ini yang kemudian berperan penting membuat Dubai kaya raya. Ini sekaligus mematahkan stigma bahwa negara-negara Arab hanya bisa bergantung pada minyak.
Dari pemikiran-pemikiran inovatif Sheikh Rashid ini pula yang membawa Dubai yang awalnya diisi oleh para emarati (istilah penduduk asli), kini berubah menjadi sebuah kota metropolis dunia.
Dubai membuka diri selebar-lebarnya bagi dunia. Arsitektur gedung pencakar langit dan masuknya teknologi canggih tak lepas dari kerja sama Dubai dengan berbagai ahli dunia.
Bahkan, kini emirati bukanlah penduduk mayoritas di Dubai. Dubai menjadi rumah bagi lebih dari 200 kebangsaan, dengan ekspatriat dari India yang paling banyak jumlahnya di kota ini.
Sheikh Rashid memiliki visi jauh ke depan. Berbagai teknologi digunakan untuk menciptakan perubahan ekstrem sekaligus mengantarkan Dubai mencetak berbagai rekor dunia dalam pembangunan yang dilakukannya.
Soal perubahan ini, Sheikh Rashid memiliki sebuah kutipan yang begitu terkenal. Kutipan ini tak sengaja saya lihat ketika menjelajah bagian lain Dubai, Palm Jumeirah, sebuah pulau buatan terbesar di dunia.
“Opportunities are made, they do not just lie around waiting for someone to grab them”. Perubahan nyatanya harus dibuat, karena perubahan tak akan menunggu seseorang untuk mendatanginya.
Sheikh Rashid meyakini bahwa tak ada yang tak mungkin untuk dilakukan selama manusia memiliki keyakinan dan kegigihan. Semakin besar visinya, maka akan semakin besar pula yang akan dicapai. Dan, saat ini Dubai sedang membuat gunung buatan untuk menciptakan kota hujan! Akankah berhasil?
Tentang Al-Shindagha Museum
Harga tiket masuk Al Shindagha Museum adalah 50 AED. Ada harga spesial bagi pelajar atau pengunjung yang datang berkelompok.
Sebaiknya melakukan reservasi sebelum datang ke lokasi.
Museum ini juga bisa dicapai menggunakan Metro. Pengunjung bisa turun di Al Ghubaiba Metro Station dan berjalan kaki sekitar lima menit untuk sampai ke museum.
Aroma Parfum Favorit di Dubai Ternyata Berasal dari Indonesia
Di Dubai, terdapat museum parfum yang menyimpan tabung bahan dasar parfum. Salah satun bahan, Oud, ternyata berasal dari Indonesia. Halaman all [651] url asal
#wisata-dubai #perfume-house-dubai #al-shindagha-museum-dubai #bahan-dasar-parfum-dubai #museum-parfum-dubai #perfume-museum-di-dubai
(Kompas.com - Travel) 09/11/24 13:37
v/17875290/
JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat keturunan Arab dikenal menyukai aroma parfum-parfum yang semerbak. Demikian pula dengan masyarakat di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Mereka bahkan memiliki museum parfum sendiri yang ada di dalam kompleks Al-Shindagha Museum di pinggir Dubai Creek.
Kompas.com mendatangi tempat yang dinamakan Perfume House itu. Museum ini berada di sebuah bangunan dengan arsitektur gaya Dubai tempo dulu dengan dinding berwarna coklat. Begitu masuk ke dalam, sebuah ruang eksibisi cukup luas langsung menyambut.
- Resorts World Cruises Berlayar dari Dubai, Rasakan Pengalaman Pesiar Khas Timur Tengah
- Resorts World Cruises Resmi Berlayar dari Dubai 3 Kali Seminggu
Tampak tabung-tabung panjang transparan berisikan contoh-contoh bahan dasar parfum. Ada beberapa bahan dasar pembuat parfum yang menjadi ciri khas parfum di tempat ini, yang paling favorit adalah Oud. Lainnya seperti mawar, saffron, musk, dan yas.
“Di sini orang paling banyak suka pakai parfum aroma Oud. Kamu tahu dari mana Oud di sini berasal?” tanya sang petugas museum kepada kami.
Kami pun menggeleng tanda tak tahu.
“Ini dari negara kalian, Indonesia,” ujarnya tersenyum sambil menunjuk sebuah gambar peta Indonesia dalam papan informasi yang menjelaskan sejarah asal muasal Oud yang terkenal di UEA ini.
KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN Suasana di House of Perfume di kawasan Al Shindagha Museum, Bur Dubai Area, Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu (27/10/2024). House of Perfume menampilkan sejarah parfum di Dubai yang sudah turun temurun hingga saat ini.Selesai berkeliling melihat berbagai aroma favorit parfum di Dubai, kami pun berkeliling ke bagian lain dari museum ini.
Dalam gedung yang sama, terdapat sebuah ruangan yang berisikan barang-barang bersejarah dan layar interaktif.
Layar itu menceritakan soal sejarah parfum bagi masyarkat emirati (sebutan bagi penduduk asli UEA).
Rupanya, parfum ini bermula dari tradisi keluarga kerajaan yang gemar meracik sendiri parfum mereka dari tumbuh-tumbuhan yang mereka dapat.
Pada masa perang, para orangtua ataupun istri bahkan diceritakan selalu menyemprotkan parfum ke jubah anak-anak pria ataupun suami mereka yang hendak berperang.
Bahan dasar pembuat parfum bahkan digunakan pula untuk pelindung kulit dari cahaya matahari, hairspray, bahkan kapas isian bantal guling.
- Rekomendasi Tempat Wisata Saat Transit Umrah di Dubai, dari Kota Tua hingga Museum Supercanggih
- Kapan Waktu yang Tepat untuk Wisata ke Dubai?
KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN Suasana di House of Perfume di kawasan Al Shindagha Museum, Bur Dubai Area, Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu (27/10/2024). House of Perfume menampilkan sejarah parfum di Dubai yang sudah turun temurun hingga saat ini.Masyarakat di Dubai sangat senang dengan aroma wangi. Di berbagai kesempatan mereka selalu menyemprotkan parfum. Misal selesai beribadah, hendak berpergian ke luar rumah, hingga saat pesta syukuran.
Tak hanya itu, wangi-wangian parfum bahkan kerap digunakan dalam kalimat-kalimat indah puisi para pujangga emirati.
Sebagai informasi, Perfume House ada di dalam kompleks Al-Shindagha Museum. Tiket masuk Parfume House satu paket dengan Al-Shindagha Museum yakni 50 dirham UEA (sekitar Rp 213.040). Ada harga spesial bagi pelajar dan juga bagi pengunjung yang datang berkelompok.
Tidak hanya itu, sebaiknya melakukan reservasi sebelum datang ke lokasi.
Museum ini juga bisa dicapai menggunakan Metro. Pengunjung bisa turun di Al Ghubaiba Metro Station dan berjalan kaki sekitar lima menit untuk sampai ke museum.
Penasaran Isi Kapal Pesiar? Yuk Jelajahi Fasilitas Resorts World Cruises
Naik kapal pesiar artinya tidak perlu khawatir soal makan, minum, hiburan, tempat tidur yang empuk, kafe yang fancy sampai fasilitas olahraga lengkap. Halaman all [1,224] url asal
#dubai #kapal-pesiar #resorts-world-cruises #resorts-world-one #resorts-world-cruises-dubai #resorts-world-one-dubai
(Kompas.com - Travel) 09/11/24 07:08
v/17847650/
DUBAI, KOMPAS.com - Buat yang pertama kali naik kapal pesiar mungkin bingung gimana sih cara memesan kamar dan fasilitas apa aja sih yang didapat? Kok semahal itu?
Nah, bicara soal mahal sebetulnya relatif saja karena sebagai penumpang kapal, kita dapat fasilitas super lengkap sehingga tak perlu sama sekali turun ke darat. Bahkan ada tempat shopping-nya, lho!
Kali ini, Kompas.com mau mengulik soal Resorts World Cruises yang baru saja berlayar perdana dari Dubai, pada 1 November lalu. Kita kupas satu-satu ya.
1. Cara memesan kamar di kapal pesiar
Hal pertama yang mesti dilakukan jika ingin naik kapal pesiar adalah memesan tiketnya. Biasanya, calon penumpang akan diarahkan bertemu dengan travel agent yang bekerja sama dengan kapal pesiar tersebut.
2. Tipe kamar
Bicara soal kamar-kamar di kapal pesiar, sebetulnya tidak terlalu berbeda dengan kamar-kamar yang ada di hotel. Ada tipe kamar berjenjang yang bisa kita pilih sesuai dengan budget masing-masing.
KOMPAS.com/Diamanty Meiliana Penampakan kamar Balcony Stateroom Resorts World One yang berlayar perdana dari Dubai, 1 November 2024. Kapal pesiar di bawah bendera Resorts World Cruises ini mampu menampung hingga 1.800 penumpang.Untuk kamar-kamar di Resorts World Cruises yang berangkat dari Dubai ini, ada 3 tipe kamar yang ditawarkan:
- Interior stateroom
Tipe kamar ini merupakan tipe terendah dan mayoritas terletak di deck bawah. Untuk perjalanan dari Dubai selama 2 malam, Resorts World Cruises menawarkan harga mulai dari SGD 359 per orang.
- Balcony stateroom
Tipe kamar ini memiliki balkon di masing-masing kamarnya. Mendapatkan fasilitas lengkap layaknya hotel bintang 5 untuk kamarnya, seperti kasur twin/double, sofabed, TV, AC, meja rias/kerja serta kopi, teh, dan gula yang diperbarui tiap pagi.
Selain itu, ada brankas untuk menyimpan barang berharga, tersedia juga pelampung sebagai syarat keselamatan perjalanan. Untuk kamar mandi, kita akan mendapatkan handuk, bathrobe, alat mandi lengkap dan hair dryer.
Untuk kamar ini, Resorts World Cruises menawarkan harga mulai dari SGD 669 per orang untuk perjalanan selama 2 malam berangkat dari Dubai.
- Palace Suite
Palace suite merupakan tipe kamar tertinggi di Resorts World Cruises. Luas kamar ini mencapai 2 kalinya luas kamar tipe balkon. Selain mendapatkan semua fasilitas seperti di tipe balkon, penumpang Palace diberi kolam renang khusus yang hanya bisa diakses eksklusif oleh mereka.
KOMPAS.com/Diamanty Meiliana Pemandangan belakang kapal dari restoran The Lido Buffet deck 12 di Resort World One. Kapal di bawah naungan Resorts World Cruises ini berlayar untuk pertama kalinya dari Dubai, UEA, pada 1 November 2024.Penghuni kamar Palace juga mendapatkan prioritas untuk naik-turun kapal, mendapatkan tempat duduk paling depan di setiap pertunjukan, dan dapat mengakses secara gratis restoran The Palace yang bagi penumpang lain dikenakan tambahan biaya.
Selain itu, penumpang Palace suite mendapatkan gratis menu khusus di restoran-restoran eksklusif dalam kapal seperti Umi Uma, Silk Road, Seafood Grill, dll.
Untuk tipe kamar ini, Resorts World Cruises menawarkan harga mulai dari SGD 2,029 untuk perjalanan 2 malam dari Dubai.
3. Dokumen penting yang harus dibawa
Karena perjalanan kapal pesiar itu berada di perairan internasional, maka penumpang mesti membawa paspor serta visa (dalam rute tertentu). Pastikan visa anda masih berlaku selama 6 bulan sebelum jadwal keberangkatan.
4. Tempat hiburan
Dalam kapal yang saya naiki, Resorts World One, ada bermacam-macam tempat hiburan baik itu untuk orang dewasa maupun anak-anak. Sebut saja, Parthenon Pool yang isinya kolam renang, kolam jacuzzi dan Caesar's Slide (seluncuran melingkar yang "melayang" di atas laut).
KOMPAS.com/Diamanty Meiliana Salah satu pertunjukan di Zodiac Theatre Resorts World One. Kapal pesiar di bawah bendera Resorts World Cruises ini berlayar perdana dari Dubai pada 1 November 2024.Ada juga tempat untuk bermain casino yaitu di Mahjong Lounge atau Genting Club. Untuk menonton pertunjukan keren ala-ala sirkus datanglah ke Zodiac Theater. Ada ESC Experience Lab juga jika ingin merasakan sensasi virtual dengan menggunakan VR.
Untuk anak-anak ada fasilitas Little Dream Club dengan berbagai macam kegiatan yang terjadwal.
Untuk menikmati semua fasilitas ini, penumpang Resorts World One tidak perlu membayar sepeserpun, lho!
5. Restoran/Kafe/Bar
Ada banyak restoran, kafe, dan bar di kapal ini. Untuk restoran reguler, ada The Lido yang buka di jam brunch hingga makan siang serta supper (pukul 00.00-02.00), Pavilion dan Dream Dining House untuk jam-jam sarapan.
Jadi, sudah pasti tidak akan kelaparan dan kehausan di kapal karena 3 restoran ini buka secara bergantian untuk memenuhi kebutuhan perut kita. Yang paling penting, tidak perlu membayar lagi untuk menikmati sajian nikmat di 3 restoran ini.
KOMPAS.com/Diamanty Meiliana Menu spesial Teppanyaki di restoran Umi Uma deck 8 Resorts World One. Kapal di bawah bendera Resorts World Cruises ini untuk pertama kalinya berlayar dari Dubai, UEA, pada 1 November 2024.Jika bosan dengan makanan yang itu-itu saja, anda bisa berkunjung ke restoran eksklusif mereka seperti Umi Uma dengan masakan Jepang, Silk Road dan Hot Pot yang menawarkan chinese food, atau Mozarella Ristorante & Pizzeria yang lengkap dengan menu pastanya.
Mau ngopi-ngopi atau minum minuman dingin bersoda setelah dipapar matahari usai berjemur di sun deck, bisa kunjungi Blue Lagoo, Lobby Cafe, Matcha Ice, atau Palm Court yang eksklusif dengan sofa-sofa empuk yang menghadap langsung ke laut.
6. Gym and spa
Nggak mau kehilangan rutinitas jogging/gym? Jangan khawatir karena di kapal ini juga ada fasilitas tersebut. Ada jogging track di deck 13 buat para runners. Viewnya menghadap laut luas, mantap deh!
Untuk area gym, ada di deck 12 yang bersisian langsung dengan fasilitas spa dan salon. Jangan khawatir untuk keselamatan saat berolahraga, ada instrukturnya yang siap menolong.
KOMPAS.com/Diamanty Meiliana Fasilitas gym di Resorts World One. Kapal pesiar di bawah bendera Resorts World Cruises ini berlayar perdana dari Dubai pada 1 November 2024.Sehabis nge-gym atau jogging, coba lanjutkan dengan spa. Buat cewek-cewek, bisa lanjut lagi ke salon untuk sekadar blow atau creambath supaya tetap tampil cantik sebelum turun dari kapal.
7. Tempat belanja
Resorts World One juga menyediakan area belanja, The Boutiques, untuk para penumpang yang ingin beli branded item seperti parfum, jam tangan, tas, baju/celana, dan bahkan perhiasan.
Jangan lewatkan bazaar tiap malam yang menawarkan diskon sampai 50 persen untuk barang-barang tertentu. Yang paling heboh adalah di hari terakhir jelang jam check out, bazaar digelar gila-gilaan karena diskonnya bisa mencapai 70 persen!
Untuk bertransaksi di Resorts World Cruises, anda harus menyiapkan uang dalam pecahan dollar Singapura. Tapi, jika tidak membawa atau kehabisan, anda bisa bertransaksi dengan kartu debit/kredit anda dan bahkan dengan QRIS.
KOMPAS.com/Diamanty Meiliana Suasana di Port Rashid Terminal 2, Dubai, menjelang keberangkatan Resorts World One menuju Pulau Sir Bani Yas, Jumat (1/11/2024). Kapal pesiar di bawah bendera Resorts World Cruises ini berlayar perdana dari Dubai pada 1 November 2024.
Berkenalan dengan Sir Bani Yas Island, Pulau Pribadi Sheikh Zayed
Di Pulau Sir Bani Yas, Abu Dhabi, sempatkan berkeliling dengan mobil safari untuk bertemu dengan satwa yang berlarian lepas di kawasan 1.400 hektar. Halaman all [817] url asal
#abu-dhabi #dubai #sir-bani-yas-island #pulau-sir-bani-yas
(Kompas.com - Travel) 08/11/24 18:16
v/17793836/
DUBAI, KOMPAS.com - Dari kejauhan, pulai Sir Bani Yas tampak hanya seperti hamparan pasir gurun yang gersang dan tak menarik. Semakin mendekat, tampaklah sedikit-sedikit payung-payung pantai, tanda bahwa ada tempat berjemur di pinggir pantai.
Saat kapal pesiar Resorts World One, Sabtu (2/11/2024) sore hari itu merapat, makin jelas hamparan pasir putih dengan bercak-bercak putih kerang. Birunya laut membuat penampilah pantai ini makin kontras.
Ketika kaki ini menapak di pulau tersebut, angin pantai yang segar pun menyapa. Teriknya matahari negara Timur Tengah rasanya tak terasa menyengat karena angin yang berembus.
Rombongan kami langsung diajak naik ke mobil tur safari yang terbuka kanan-kirinya. Ada perasaan takut bakal diterkam Cheetah yang katanya berkeliaran bebas di pulau tersebut. Untungnya (atau malah sayangnya?) kami tak bertemu hewan tersebut.
KOMPAS.com/Diamanty Meiliana Mobil safari berpenumpang sedang mengelilingi cagar alam di Pulau Sir Bani Yas Island, Abu Dhabi, UAE, Sabtu (2/11/2024). Pulau Sir Bani Yas merupakan pulau pribadi Sheikh Zayed yang kini juga dijadikan tujuan wisata.Dalam perjalanan kurang lebih 60 menit, kami mengelilingi cagar alam seluas 1.400 hektar, rumah bagi banyak spesies, mulai dari Oryx Arab, burung unta Somalia, rusa dan kijang, jerapah, dan lumba-lumba.
Kontur pulau ini juga beragam, mulai dari gurun pasir yang halus, padang rumput yang hijau, sampai bukit pasir yang hitam. Siapkan kacamata hitam anda dan kamera dengan baterai yang full karena anda tak akan bisa berhenti untuk memotret.
Beberapa hewan bahkan berlari mengejar mobil kami, mungkin penasaran atau mungkin lapar, hehehe. Informasinya, perilaku mereka lebih "liar" lagi jika sudah sore menuju malam. Berani keliling malam-malam?
Pulau Pribadi
Dikutip dari situs Environment Agency Abu Dhabi, Pulau Sir Bani Yas adalah pulau terbesar di lepas pantai Abu Dhabi dan dulunya merupakan pulau pribadi mendiang Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, pendiri UEA.
Pulau Sir Bani Yas pertama kali disebutkan dalam literatur Eropa sekitar tahun 1590 oleh Gasparo Balbi, seorang pedagang dan penjual perhiasan asal Italia, yang menyebutnya sebagai lokasi di wilayah tempat ditemukannya mutiara. Tradisi pembuatan mutiara terus menjadi penting hingga awal abad ke-20.
KOMPAS.com/Diamanty Meiliana Suasana cagar alam di Pulau Sir Bani Yas Island, Abu Dhabi, UAE, Sabtu (2/11/2024). Pulau Sir Bani Yas merupakan pulau pribadi Sheikh Zayed yang kini juga dijadikan tujuan wisata.Pada tahun 1971, mendiang Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, Bapak Pendiri Uni Emirat Arab, mendeklarasikan Pulau Sir Bani Yas sebagai cagar alam. Sekarang, pulau ini menjadi Taman Margasatwa Arab dan luasnya mencapai 1.400 hektar.
Taman ini merupakan tempat perlindungan bagi ribuan hewan dan burung asli yang berkeliaran bebas, dan juga memiliki program pengembangbiakan dan relokasi hewan.
Naik apa ke Sir Bani Yas?
Untuk menuju ke pulau Sir Bani Yas, anda bisa memilih berangkat dari Abu Dhabi atau Dubai. Pengalaman saya kemarin, berangkat hari Jumat dari Dubai menumpang kapal pesiar Resorts World One dan tiba Sabtu siang.
Keberangkatan juga bisa dari kota Abu Dhabi. Dari ibu kota Uni Emirat Arab ini, butuh perjalanan darat 3 jam dan menyambung kapal feri dari Dermaga Jebel Dhana selama 1 jam.
KOMPAS.com Pemandangan dari puncak tertinggi di Pulau Sir Bani Yas Island, Abu Dhabi, UAE, Sabtu (2/11/2024). Pulau Sir Bani Yas merupakan pulau pribadi Sheikh Zayed yang kini juga dijadikan tujuan wisata.Setelah berkeliling dengan mobil safari 4X4, menepilah sejenak di pinggir pantai yang sunyi. Rasakan suara hempasan ombak yang lembut yang bakal membuat pikiran anda rileks. Tambahkan sensasi kesegarannya dengan memesan minuman dingin dari kios-kios kecil yang ada di pinggir pantai.
Bagaimana jika ingin berenang? Silakan saja!
View this post on InstagramA post shared by Resorts World Cruises Indonesia (@resortsworldcruises.id)
Ada dua penjaga pantai yang berjaga saat saya mengunjungi pantai itu. Mereka terus mengawasi dan sesekali mengingatkan orang-orang yang berenang untuk tidak melewati batas yang sudah ditentukan.
Jangan khawatir tentang tempat bilas ataupun toilet. Banyak berjejer toilet dengan kipas besar, sehingga tak terasa sumuk di dalam "container" toilet. Air bersih mengalir deras, tissue toilet tak pernah putus. Wah!
KOMPAS.com/Diamanty Meiliana Suasana pinggir pantai Pulau Sir Bani Yas Island yang masuk dalam kawasan Abu Dhabi, UAE, Sabtu (2/11/2024). Pulau Sir Bani Yas merupakan pulau pribadi Sheikh Zayed yang kini juga dijadikan tujuan wisata.
Resorts World Cruises Berlayar dari Dubai, Rasakan Pengalaman Pesiar Khas Timur Tengah
Resorts World Cruises akhirnya berlayar dari Dubai. Pertunjukan khas Timur Tengah dan sajian makanan khasnya jadi andalan kapal pesiar ini. Halaman all [1,149] url asal
#timur-tengah #abu-dhabi #dubai #resorts-world-cruises #resorts-world-one #kapal-pesiar #resorts-world-cruises-dubai #resorts-world-one-dubai
(Kompas.com - Travel) 08/11/24 17:12
v/17785275/
DUBAI, KOMPAS.com - Bagi sebagian orang, berwisata dengan kapal pesiar mungkin bukan pilihan utama. Mual akibat ombak laut jadi salah satu alasannya. Itulah yang jadi kekhawatiran saya ketika ditawarkan ikut naik kapal pesiar Resorts World Cruises (RWC) yang mulai berlayar dari Port Rashid Cruise Terminal 2 Dubai, Uni Emirat Arab, 1 November 2024 kemarin.
Kapal pesiar yang mampu mengangkut 1.800 penumpang ini, untuk pertama kalinya berlayar di perairan Teluk Persia. Jumat malam persis jam 9 waktu Dubai, kapal pun "cast away", perlahan-lahan meninggalkan gemerlap cahaya Kota Dubai. Gemerlap kota berganti dengan semarak pesta di atas kapal. Siang ke malam, pagi ke siang, tiada henti pesta.
KOMPAS.com/Diamanty Meiliana Suasana di Grand Piazza di deck 7 kapal Resorts World One. Kapal di bawah bendera Resorts World Cruises ini berlayar untuk pertama kalinya dari Dubai, UEA, pada 1 November 2024.Mendapat pengalaman menarik memang hal yang ditawarkan Presiden Resorts World Cruises Michael Goh kepada para penumpang. Dalam acara inagurasi "maiden sailing" yang diikuti 600 orang undangan ini, Michael bicara soal "unique experiences" yang bisa didapat dalam pelayaran di Teluk Persia. Terutama untuk orang-orang Asia Tenggara yang memang akrab dengan merek kapal pesiar ini.
"Dubai sebenarnya destinasi yang sangat menarik bagi banyak pelancong internasional. (Lewat pelayaran ini) kami menghadirkan budaya yang berbeda, pengalaman pesiar yang berbeda. Hal ini sangat menarik bagi konsumen Asia Tenggara. Pengalaman yang sangat bagus," kata Michael dalam konferensi pers di atas kapal, Jumat (1/11/2024).
Pesta dan makan-makan
Mengiringi detik-detik kapal angkat jangkar, Jumat malam, seluruh penumpang diajak berdansa di Zodiac Theater deck 7. Sorot lampu warna-warni "dazzling departure" dan musik jedag-jedug mengundang kita semua naik panggung, joget bareng. Bagi yang enggak mau ke panggung, diajak joget oleh mbak dan mas dancer yang memang rajin menghampiri tempat duduk para penumpang.
KOMPAS.com/Diamanty Meiliana Salah satu pertunjukan spektakuler di Zodiac Theather deck 7 kapal Resorts World One. Kapal pesiar di bawah bendera Resorts World Cruises ini untuk pertama kalinya berlayar dari Dubai, UEA, pada 1 November 2024.Tiba-tiba "crowd" diminta bergeser ke deck 12 karena ada Celebrity DJ Nisha yang sudah menunggu. Ternyata "party" lanjut di sini, tepatnya di Parthenon Pool. Para penumpang makin berenergi untuk berdansa, musik jedag-jedug nonstop sampai lewat tengah malam.
Tak terasa malam berganti hari. Lapar tengah malam, beli di mana? Tidak usah bingung karena ada The Lido di deck 12 yang menyediakan menu supper free. Makanlah hingga perut terasa nyaman sambil ber-jacuzzi di Parthenon Pool atau di sisi belakang The Lido yang menghadap langsung ke laut.
Makanan tak henti-hentinya tersaji di 3 restoran utama: Dream Dining Room, Pavilion Dining Room, dan The Lido Buffet.
KOMPAS.com/Diamanty Meiliana Menu spesial Teppanyaki di restoran Umi Uma deck 8 Resorts World One. Kapal di bawah bendera Resorts World Cruises ini untuk pertama kalinya berlayar dari Dubai, UEA, pada 1 November 2024.Untuk menu makanan eksklusif, bisa berkunjung ke Umi Uma yang menyajikan menu khas Jepang atau ke Mozarella Ristorante buat pecinta pizza dan sajian Italia lainnya. Ada juga Silk Road dan Hot Pot dengan menu Chinese Food. Rekomendasi lainnya adalah Seafood Grill dengan sajian makanan laut yang sedap.
Sabtu pagi, penumpang diajak "Foam and Rain Party" di Parthenon Pool. Busa disembur tak henti-henti ke sisi kiri haluan kapal. Diiringi musik disko populer, kita semua diajak mengikuti gerakan MC yang tubuhnya penuh busa. After foam, come rain. Hujan buatan diturunkan untuk peserta joget seolah-olah untuk membilas badan mereka.
Sabtu malam, pesta masih berlanjut di dalam dan luar ruangan. Tinggal pilih saja.
KOMPAS.com/Diamanty Meiliana Suasana Silent Disco di Palm Court deck 12 Resorts World One. Kapal di bawah naungan Resorts World Cruises ini berlayar untuk pertama kalinya dari Dubai, UEA, pada 1 November 2024.Dalam ruangan, ada Silent Disco di Palm Court deck 12. Pakai headphone canggih yang disediakan awak kabin dan tinggal pilih mau berdisko pakai lagu RnB atau funky pop. Keuntungannya, kita tak perlu berteriak bicara dengan teman saat berdisko. Tinggal buka headphone dan tak ada hingar bingar musik.
Di luar ruangan, "party" berada di Parthenon Pool deck 12. Sambil disko diiringi musik DJ-DJ handal RWC, kita bisa sambil meluncur di Caesar's Slide yang "melayang" di atas laut atau berendam di jacuzzi yang hangat dengan semburan air yang memijat. Jangan takut kehabisan tempat untuk berendam karena ada 4 kolam jacuzzi di kapal ini.
Keunikan Timur Tengah
Buat pelancong asal Asia Tenggara seperti saya, kapan lagi tiap saat bisa menikmat sajian khas Arab dan India selama 3 hari 2 malam. Tak cuma soal makanan, tapi juga hiburannya.
Sajian khas Arab seperti hummus dan lentil soup pasti selalu tersaji di 3 restoran utama kapal ini. Sementara sajian khas India, ada mutton briyani atau chicken tikka masala yang tersaji menggoda selera.
KOMPAS.com/Diamanty Meiliana Pemandangan belakang kapal dari restoran The Lido Buffet deck 12 di Resort World One. Kapal di bawah naungan Resorts World Cruises ini berlayar untuk pertama kalinya dari Dubai, UEA, pada 1 November 2024.Musik khas Timur Tengah yang mendayu-dayu ikut menyemarakkan pesta di atas RWC. Mungkin musik Arab tak populer untuk orang Asia. Tapi, para DJ berhasil meracik musik khas Arab jadi "eargasm" di telinga saya, penduduk asli Asia Tenggara.
Penampilan para entertainer membuat siapapun lupa akan rasa kantuk, ditambah kehadiran penari Belly Dance dengan lekuk tarinya yang indah.
Jangan lewatkan "after party" dalam tajuk "Twilight Soiree" dengan musik lembut khas 70-an dan 80-an. Sempatkan berdansa dengan mas atau mbaknya, sesekali kamu akan dipeluk hangat oleh mereka. Ouch!
View this post on InstagramA post shared by Resorts World Cruises Indonesia (@resortsworldcruises.id)
Tiga hari dua malam di kapal pesiar Resorts World Cruises senang sekali. Benar-benar melepas penat. Para kru kabin yang penuh senyum dan dan para entertainer yang ceria dan bersemangat jadi tambahan mood booster.
Akhir cerita, saya dan mungkin kamu, perlu membuang jauh-jauh kekhawatiran ada rasa mual saat naik kapal pesiar. Sooo, let's go sailing!
KOMPAS.com/Diamanty Meiliana Resorts World Cruises merapat di dermaga pulau Sir Bani Yas, Abu Dhabi, Sabtu (2/11/2024). Kapal pesiar ini berlayar untuk pertama kalinya dari Dubai menyusuri perairan Teluk Persia.
Resorts World Cruises Resmi Berlayar dari Dubai 3 Kali Seminggu
Kapal pesiar Resorts World One resmi berlayar dari Dubai pada 1 November 2024. Resorts World Cruises menawarkan 3 paket berlayar di Teluk Persia. Halaman all [787] url asal
#abu-dhabi #dubai #resorts-world-cruises #uni-emirat-arab #resorts-world-one #resorts-world-cruises-dubai #resorts-world-one-dubai
(Kompas.com - Travel) 08/11/24 16:35
v/17784312/
DUBAI, KOMPAS.com - Kapal Pesiar Resorts World One resmi mulai berlayar di kawasan perairan Uni Emirat Arab (UAE) pada 1 November 2024. Kapal ini bakal berlayar 3 kali seminggu dari Port Rashid Cruise Terminal 2, Dubai, UAE.
"Kami menunggu hari ini dan sekarang saatnya kami dengan bangga menyatakan bahwa Resort World One telah tiba di Dubai dan siap untuk berlayar," kata Presiden Resorts World Cruises (RWC) Michael Goh, Jumat (1/11/2024).
Para calon penumpang dapat memilih paket 2-Night Sir Bani Yas Weekend Cruise yang berangkat tiap Jumat, atau paket 2-Night Doha (Qatar) Cruise yang berangkat tiap Rabu, atau paket 3-Night Muscat-Khasab (Oman) Cruise yang berlayar tiap Sabtu.
Jika ingin lebih lama menikmati suasana berlayar di atas laut Teluk yang tenang, anda bisa mengkombinasikan paket-paket tersebut menjadi paket berlayar 4 malam, 5 malam, atau 7 malam.
KOMPAS.com/Diamanty Meiliana Resorts World One resmi berlayar dari Dubai, UEA, pada 1 November 2024. Kapal pesiar di bawah naungan bendera Resorts World Cruises ini mampu menampung hingga 1.800 penumpang.Paket 2-Night Sir Bani Yas menjadi penawaran utama dari RWC Dubai ini. Dalam paket ini, kamu bisa memilih untuk ikut tur onshore ke "Mini Africa" Safari di pulau Sir Bani Yas.
Ya, kita bisa merasakan sensasi seperti berada di alam bebas Afrika, menjelajah dengan mobil safari terbuka hingga ke semua sudut pulau untuk bertemu hewan-hewan liar layaknya ada di Afrika.
Pilihan lainnya, kita bisa bersantai di pinggir pantai Sir Bani Yas yang bersih dengan kilau laut yang biru jernih. Tak mungkin tidak tergiur untuk berenang di sisi kiri dermaga, ditambah hangatnya sinar matahari sore bikin anda pasti lupa segalanya.
KOMPAS.com/Diamanty Meiliana Parthenon Pool di deck 12 Resorts World One. Kapal di bawah bendera Resorts World Cruises ini mulai berlayar dari Dubai, UEA, pada 1 November 2024.Bagaimana jika ingin menghabiskan waktu di atas kapal? Tidak masalah. Kamu bisa mengikuti berbagai macam kegiatan di atas kapal. Tak hanya untuk orang dewasa, tapi juga anak-anak.
Ini rahasianya, selagi sepi penumpang turun ke darat, wajib banget berendam di jacuzzinya. Kolam jacuzzi memang primadona di kapal ini, jadi jangan khawatir meski hanya di atas kapal!
Ramah muslim
Resorts World One telah disertifikasi oleh Organisasi Kerjasama Islam yang sangat terkemuka dan Institut Standar dan Metrologi. Kapal ini juga menawarkan masakan Halal bersertifikat, termasuk masakan vegetarian/Jain (India) dan hidangan ramah Muslim di atas kapal.
Cruise Tourism and Yatching Lead dari Departemen Ekonomi dan Pariwisata Dubai Saud Hareb Almheiri menyatakan, kedatangan kapal pesiar yang besar di Asia Tenggara ini menggarisbawahi pertumbuhan Dubai yang berkelanjutan sebagai tujuan pelayaran utama, yang menarik operator kelas dunia.
"Dan memberikan pengalaman luar biasa bagi pelancong global yang ingin menjelajahi wilayah tersebut, seperti yang dibayangkan oleh pimpinan kami, dan sejalan dengan tujuan Agenda Ekonomi Dubai, D33, untuk semakin mengonsolidasikan posisi Dubai sebagai kota global terkemuka untuk bisnis dan liburan," katanya dalam pidatonya.
KOMPAS.com/Diamanty Meiliana Water salute alias penyambutan kapal baru. Resorts World Cruise untuk pertama kalinya berlayar dari Dubai, UEA, pada 1 November 2024.Untuk diketahui Resorts World One merupakan kapal pesiar di bawah bendera Resorts World Cruises, bagian dari merek global Resorts World yang mengoperasikan lebih dari 30 properti di seluruh dunia di Asia, Eropa, Amerika Utara, dan Afrika, dengan kunjungan tahunan sekitar 40 juta.
Resorts World Cruises memulai debutnya dari pelabuhan asal di Singapura pada bulan Juni 2022 dengan kapal induknya, Genting Dream. Dalam waktu kurang dari setahun, Resorts World One bergabung untuk berlabuh di Hong Kong.
Resorts World Cruises semakin memperluas jejak pelabuhan asalnya ke Kuala Lumpur, Kaohsiung dan Keelung (Taipei), Jakarta, dan di Dubai.
Hingga saat ini Resorts World Cruises telah berlayar ke lebih dari 30 tujuan di seluruh Asia Tenggara dan Timur, meliputi Okinawa dan Kyushu di Jepang; dan ke wilayah Teluk di Timur Tengah, termasuk ke Sir Bani Yas di Abu Dhabi, Doha di Qatar; dan Khasab dan Muscat di Oman.
View this post on InstagramA post shared by Resorts World Cruises Indonesia (@resortsworldcruises.id)
VAP Group Gelar Global Blockchain Show di Dubai
VAP Group mengumumkan menggelar perhelatan Global Blockchain Show, yang akan digelar di Dubai pada 12-13 November 2024 mendatang. [461] url asal
#berita #blockchain-event #crypto-event #dubai #seminar
(BlockChain-Media) 06/11/24 18:44
v/17593955/
VAP Group mengumumkan menggelar perhelatan Global Blockchain Show, yang akan digelar di Dubai pada 12-13 November 2024 mendatang. Sejumlah pembicara utama ternama akan hadir di acara internasional itu.
Edisi kedua Global Blockchain Show akan digelar pada 12 dan 13 Desember 2024 di Grand Hyatt Exhibition Centre, Dubai. Diselenggarakan oleh konsultan raksasa Web3 dan kecerdasan buatan VAP Group, acara dua hari ini menawarkan kesempatan untuk berjejaring dengan 1 persen teratas komunitas Web3, dengan mempertemukan para pendiri, penyedia solusi, pakar, dan penggemar dari seluruh dunia dalam satu tempat.
“Global Blockchain Show bukan sekadar acara satu kali. Ini dirancang sebagai pertemuan blockchain utama di mana para peserta akan mengalami perjalanan berkelanjutan melalui dunia teknologi blockchain yang dinamis dan bersantai dengan para tokoh terkemuka di industri ini,” kata Vishal Parmar, Pendiri dan CEO VAP Group dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/11/2024).
Menurut Parmar ada sejumlah pembicara ternama dan berkompeten di bidangnya, yakni Yat Siu (Co-Founder dan Chairman, Animoca Brands), Dr Marwan Alzarouni (CEO/CEO AI, Dubai Blockchain Center/Dubai Economy & Tourism), H.E. Justin Sun (Founder/Global Advisory Board, TRON/HTX Global Advisory Board), Rachel Conlan (Global Chief Marketing Officer Binance), Ahmed Bin Sulayem (Executive Chairman dan CEO DMCC), Jason Allegrante (Chief Legal and Compliance Officer Fireblocks), Pierre Samaties (Chief Business Officer, DFINITY), Marcello Mari (Founder & CEO SingularityDAO), David Palmer (Chief Product Officer dan Co-Founder Vodafone), Alicia Kao (Managing Director KuCoin) dan masih banyak lagi yang akan menyampaikan pandangan dan informasi berharga menarik.

Tema-tema seperti mata uang digital, regulasi blockchain, dan Web3 gaming akan dibahas dalam konteks penerapan dan use case sungguhan. Menurut Parmark, untuk sesi lokakarya akan menyediakan kerangka kerja praktis tentang cara, model, panduan penerapan, dan serta sejumlah takaran keberhasilan.
Ia menambahkan, Global Blockchain Show adalah satu-satunya acara yang memberikan road map lengkap tentang bagaimana individu dapat memanfaatkan teknologi blockchain secara efektif.
Dan acara ini tidak berhenti sampai di situ. Diskusi meja bundar virtual bulanan, laporan triwulanan, pertemuan proyek privat, dan banyak lagi akan diadakan sepanjang tahun untuk memastikan dampak, inovasi, dan integrasi blockchain terkomunikasikan secara menyeluruh.
Selain itu, Global Blockchain Show dipimpin oleh dewan penasihat lintas sektor, yang terdiri dari para pemimpin industri dan pakar seperti Ida Mok (Chief Strategy Officer W3GG dan President Women in Blockchain Asia), Christian Gleich (International Ambassador di European Blockchain Association), Nena Dokuzov (Koordinator, Strategi Transformasi Digital Ekonomi yang juga Kementerian Ekonomi, Pariwisata, dan Olahraga Slovenia), dan lain sebagainya. Dewan ini akan rutin bertemu untuk membahas perkembangan utama industri sepanjang tahun serta mengarahkan diskusi yang berlangsung langsung di atas panggung.
“Dengan komunitas lebih dari 110.000 orang, Ultimate Blockchain Season Finale siap membuka peluang untuk berjejaring dengan beberapa suara paling berpengaruh di industri, semua berkumpul di satu tempat,” ujar Vishal Parmar.
Informasi selengkapnya dan pemesan tiket, silahkan buka situs ini. [ps]
Kelar Percantik Diri, Gamsunoro Milik PIS Siap Berlayar Menuju Terusan Panama
Kapal Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping selesai docking dan upgrade teknologi. Siap berlayar ke Terusan Panama. [438] url asal
#suez-canal-certificate #amerika-serikat #transformasi #keandalan-kapal #timur-tengah #laut-merah #pelabuhan-tuzla #roses #pemeliharaan-lambung #panama-chock #dubai #kelar #lambung #kapal-milik-pis #gamsunoro-milik
(detikFinance - Energi) 06/11/24 17:36
v/17588908/
Jakarta - Kapal Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS) selesai 'mempercantik diri' dengan memperbarui teknologi dan sarana fasilitas kapal. Dengan begitu kapal yang berhasil melewati konflik geopolitik di Laut Merah pada awal 2024 ini sudah siap untuk berlayar menuju Terusan Panama.
Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita menjelaskan sebelumnya kapal Gamsunoro sempat melakukan proses docking di Pelabuhan Tuzla, Turki, selama satu bulan. Proses docking ini merupakan perawatan rutin yang dilakukan setiap 5 tahun, yang mencakup pemeliharaan lambung kapal, machine overhaul, serta ballast water treatment system upgrade.
"Pada dasarnya, docking adalah proses yang wajib dilalui setiap kapal. Pemeliharaan kapal yang baik akan meningkatkan efisiensi energi dan keberlanjutan operasional kapal," kata Vega dalam keterangan resminya, Rabu (6/11/2024).
Lebih lanjut, Vega menyebut roses pemeliharaan kapal pengangkut minyak mentah berbobot 100.000 deadweight tonnage (DWT) ini juga bagian dari persiapan memenuhi persyaratan untuk melintasi Terusan Panama. Misi ini diberikan mengingat kapal Gamsunoro merupakan salah satu dari 102 kapal milik PIS yang menjadi andalan dalam proses pendistribusian energi.
Sebagai kapal kategori aframax, ia menyebut Kapal Gamsunoro juga sudah beroperasi dan melintasi berbagai perairan internasional seperti Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika sejak 2021, dan segera memperluas jangkauan ke Amerika.
"Begitu docking selesai, kapal akan menjalani sea trial sebelum lanjut berlayar ke perairan Amerika Serikat. Kami selalu percaya pemeliharaan kapal merupakan salah satu langkah strategis dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap layanan dan operasional PIS," terangnya.
Kemudian melalui proses docking tersebut, kapal pengangkut minyak mentah terbesar ketiga milik Pertamina ini juga telah dilengkapi dengan berbagai fitur dan peralatan standar internasional termasuk Panama Chock dan Suez Canal Certificate, yang memastikan kelancaran operasional di terusan internasional seperti Terusan Panama dan Terusan Suez.
Sebagai tambahan informasi, hingga saat ini PIS telah melayani di lebih dari 60 rute internasional dan lebih dari 30 klien internasional. Pelayanan ini semakin diperkuat dengan dua kantor perwakilan di Asia Pasifik (Singapura) dan Timur Tengah (Dubai) untuk memenuhi kebutuhan mitra pihak ketiga.
Dengan jangkauan tersebut, PIS berupaya menatap kapitalisasi pasar hingga US$ 8,9 miliar pada 2034. Hal ini turut didorong oleh transformasi bisnis dan operasional yang kian modern yang terbukti berhasil mengantarkan PIS sebagai pemain logistik maritim terbesar di Asia Tenggara dan salah satu yang diperhitungkan di dunia.
Salah satu indikator tersebut ialah terus meningkatnya porsi pasar non-captive PIS yang pada semester I-2024 sudah mencapai 19,2% dengan 80% di antaranya datang dari klien internasional.
"Kita sadar bahwa kepercayaan klien terhadap layanan PIS begitu besar sehingga keandalan kapal adalah salah satu prioritas utama kami. Pemeliharaan Kapal Gamsunoro ini pada akhirnya akan mendukung upaya PIS dalam meningkatkan porsi pasar non-captive yang kini terus berkembang," pungkas Vega.
(fdl/fdl)
Kapal Pertamina International Shipping Sukses Antar LPG ke Negara Baltik
Pertamina International Shipping (PIS) sukses kirim 1.700 ton LPG ke Baltik, memperluas rute internasional dan peluang bisnis di Eropa. [356] url asal
#singapura #lpg #pertamina-group #estonia #gothenburg #eropa #pertamina-international #avh-grupp #gas #riga #energia-nord-o #pasokan-lpg #dubai #paris-mou #kapal #pis-arief-sukmara #swedia #latvia #pis-middle-east #pis-m
(detikFinance - Moneter) 31/10/24 14:16
v/17256331/
Jakarta - Pertamina International Shipping (PIS) berhasil mengantarkan 1.700 metrik ton liquified petroleum gas (LPG) ke negara-negara Baltik untuk pertama kalinya. Pengantaran ini sekaligus menambah deretan rute internasional yang dilalui oleh kapal-kapal PIS, dan menjadi tonggak bersejarah bagi perusahan.
Kesepakatan pengangkutan LPG ini dicapai antara PIS dan Energia Nord OÜ, anak perusahaan terkemuka dari AVH Grupp yang berbasis di Estonia, menggunakan kapal Pertamina Group Gas Arjuna yang memiliki bobot 2.398 DWT. Kapal mengisi muatan dari Gothenburg, Swedia, selama tiga hari, Gas Arjuna akhirnya tiba di Riga, Latvia, pada 19 Oktober 2024.
"Pengantaran LPG mix ke Baltik ini menjadi penting karena tak hanya memperkuat jejak bisnis PIS di Eropa, tapi juga memperluas peluang bisnis baru bagi perusahaan di masa depan," ujar Direktur Gas, Petrokimia, dan Bisnis Baru PIS Arief Sukmara dalam keterangan tertulis, Kamis (31/10/2024).
Masih berlangsungnya konflik di wilayah Eropa Timur mendorong negara-negara Baltik seperti Estonia, Latvia, dan Lithuania untuk mencari diversifikasi sumber pasokan energi, termasuk pasokan LPG yang lebih efisien dan kompetitif.
Berdasarkan kondisi tersebut, PIS menilai perusahaan memiliki peluang besar untuk memperkenalkan keandalan layanan logistik maritim melalui kantor-kantor perwakilan, baik PIS Asia Pacific (PIS AP) di Singapura maupun PIS Middle East (PIS ME) di Dubai, ke penjuru Eropa dan kawasan lainnya.
"Kami juga bangga akan kesuksesan pengangkutan ini, yang mampu diselesaikan secara cepat dan tepat waktu. PIS akan terus berusaha memperluas jangkauan pasar kami untuk melayani kebutuhan pasokan energi dunia," imbuh Arief.
Sebagai informasi, kapal Gas Arjuna merupakan salah satu kapal milik Pertamina Group yang lolos inspeksi Paris MoU yang memastikan kapal memenuhi standar keselamatan, keamanan, dan lingkungan internasional. Hal ini membuat Gas Arjuna memiliki kualifikasi penuh untuk berlayar di seluruh perairan Eropa.
Dengan ekspansi market ini, PIS kini mencatat pengantaran sebanyak 65 rute internasional. Jumlah itu bertambah dari sebelumnya 64 rute internasional, dengan dua kantor perwakilan di Asia Pasifik (Singapura) dan Timur Tengah (Dubai) untuk memenuhi kebutuhan mitra pihak ketiga.
PIS juga berencana untuk ekspansi ke pasar Eropa dengan menjajaki pembukaan kantor perwakilan di benua tersebut. Dengan jangkauan pasar semakin luas, PIS semakin mantap menuju kapitalisasi pasar 8,9 miliar dolar AS pada 2034.
(ily/rrd)
Sayap Pertamina Antar Energi sampai ke Ujung Dunia
PT Pertamina memperluas jangkauan global melalui anak usaha, termasuk PIS. Fokus pada keberlanjutan dan inovasi, PIS siap menjawab tantangan energi dunia. [1,344] url asal
#pis-asia-pacific #piep #rhenald-kasali #mr-tankers #gas #dubai #mauritius #gastech #lpg #nama #international-shipping #sayap-pertamina-antar-energi #pt-pertamina #pertamina-gas #lco2 #petronas #phe #vlgc #karbon #sayap
(detikFinance - Energi) 30/10/24 20:24
v/17218196/
Jakarta - Sebagai perusahaan energi raksasa di Indonesia, PT Pertamina (Persero) telah membuktikan menjadi BUMN tidak hanya jago kandang. Melalui sederet anak usahanya, Pertamina berhasil mengembangkan sayapnya di pasar internasional.
Pertamina mempunyai banyak anak usaha yang berperan penting dalam mendukung ekspansi globalnya. Di sektor hulu, ada Pertamina Hulu Energi (PHE) yang fokus pada eksplorasi dan produksi minyak dan gas, termasuk proyek-proyek internasional di negara-negara seperti Malaysia dan Arab Saudi. PHE tak cuma berkontribusi terhadap produksi energi dalam negeri, tetapi juga menambah cadangan energi global.
Di sisi hilir, Pertamina mengoperasikan berbagai SPBU dan fasilitas distribusi di luar negeri, termasuk di Timor Leste dan sejumlah negara di Afrika. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan visibilitas merek Pertamina, tetapi juga membantu mendiversifikasi sumber pendapatan perusahaan.
Pertamina juga memperkuat cengkramannya di Timur Tengah melalui Regional Internasional Subholding Upstream Pertamina yang Bernama PT Pertamina Internasional EP (PIEP). PIEP telah membuka kantor cabang di Dubai, Uni Emirat Arab. Kantor cadang itu akan menjadi kendaraan bagi PIEP untuk ekspansi dan menciptakan peluang penambahan blok baru di Timur Tengah.
Pertamina juga terus melakukan investasi strategis di berbagai sektor. Salah satunya adalah Pertamina Gas, yang berfokus pada pengembangan infrastruktur gas di kawasan Asia-Pasifik. Dengan membangun terminal LNG dan jaringan distribusi, Pertamina Gas berupaya memenuhi permintaan energi yang terus meningkat di wilayah tersebut.
Pertamina juga memiliki anak usaha di bidang pengangkutan. Yaitu Pertamina International Shipping (PIS) yang berperan vital dalam distribusi energi nasional dan internasional. Dengan armada kapal modern, PIS telah mampu melayani lebih dari 60 rute internasional, menjangkau pasar di Asia, Eropa, dan Afrika.
Dalam upaya memperkuat posisi sebagai pemain utama di pasar energi global, PIS telah melakukan langkah signifikan dalam ekspansi produk dan layanan energi.
PIS kini telah memperluas rute pelayaran internasionalnya, kini mencapai lebih dari 60 rute. Di antaranya, PIS baru saja menandatangani kontrak untuk mengangkut bahan bakar minyak di Afrika Barat, dengan tujuan baru di Mauritius dan Togo. "Kami ingin menjadi bagian yang mengantar energi sampai ke ujung dunia," kata CEO PIS Yoki Firnandi kepada detikcom.
Kapal Berbunga Membelah Dunia: Simbol Keberlanjutan dan Estetika
Kapal besar gagah pembelah lautan milik PIS memiliki nama-nama bunga yang indah dan feminin. Nama itu diberikan bukan tanpa arti, Yoki menceritakan secara historis kapal dianalogikan sebagai dewi atau wanita yang memiliki signifikasi sejarah.
Selain itu nama bunga juga diberikan agar kapal-kapal itu dicintai oleh pelaut. Karena kapal itu merupakan rumah kedua mereka di tengah laut. "Seperti mereka mencintai perempuan yang paling berjasa dalam hidupnya," jelasnya.
Yoki menambahkan, tak hanya berlayar jauh ke ujung dunia. Kapal ini juga sudah dilengkapi dengan teknologi ramah lingkungan. VLGC (Very Large Gas Carrier) Pertamina Gas Dahlia misalnya, merupakan kapal pertama milik PIS yang berhasil berlayar mengelilingi bumi dalam satu pelayaran. "Kami berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi karbon," tambahnya.
PT Pertamina International Shipping (PIS) menambah 2 kapal berukuran raksasa. Kapal kembar tersebut yakni VLGC Pertamina Gas Tulip dan Pertamina Gas Bergenia. Foto: Dok. Pertamina International Shipping |
Mengantar Energi Sambil Tekan Emisi
Penetrasi PIS menggarap pasar dunia tidak serta merta melupakan faktor penting dalam menjaga dunia. Perusahaan memiliki target untuk menekan 30% total emisi karbon pada 2030. Caranya dengan melibatkan investasi pada pengembangan dan adopsi bahan bakar rendah emisi Seperti biofuel, LNG, ammonia dan methanol dalam mengoperasikan armadanya.
Sejumlah kapal dari lini armada PIS, khususnya yang beroperasi di dalam negeri atau rute domestik, telah menggunakan biofuel yang didukung oleh Pertamina. Selain itu, kapal-kapal baru yang akan datang juga tengah disiapkan untuk penggunaan bahan bakar alternatif rendah karbon.
"Seperti MR Tankers dengan implementasi teknologi dual-fuel-ready LNG dan Handysize LPG dengan teknologi dual-fuel-ready amonia. Belum lagi kehadiran armada Very Large Gas Carrier (VLGC) juga berbahan bakar dual-fuel-ready. Tak hanya itu PIS sedang menjajal sumber energi baru seperti baterai dan hidrogen di masa depan," terang Yoki.
Selain armada green ships, bahan bakar alternatif, dan green terminal, PIS juga mulai merambah bisnis carbon capture storage (CCS)/carbon capture utilize storage (CCUS). Potensi bisnis dari sektor ini mulai dari pengantaran, penyimpanan, injeksi, hingga infrastruktur terminal karbon. Untuk memasuki bisnis tersebut, PIS bersiap dengan investasi pada kapal pengangkut LCO2 (liquid carbon dioxide) dan receiving terminal.
PIS telah melakukan investasi signifikan, termasuk kerjasama dengan Nippon Yusen Kaisha (NYK) untuk mengembangkan transportasi Carbon Capture and Storage (CCS) di Indonesia. "Kami sedang mengembangkan infrastruktur untuk transportasi LCO2 dan terminal penerima," jelasnya.
Kinerja Keuangan yang Meningkat
Pada semester I 2024, PIS mencatat pendapatan sebesar US$ 1,72 miliar atau setara dengan Rp 26,5 triliun (kurs Rp 15.411). Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu US$ 1,62 miliar atau Rp 24,96 triliun. Selain itu, laba bersih PIS mencapai US$ 280,9 juta atau Rp 4,32 triliun, naik 103% dari US$ 138,5 juta atau Rp 2,13 triliun pada tahun sebelumnya.
Pendapatan dari Januari hingga Juni 2024 juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, yaitu mencapai US$ 1,7 miliar, dibandingkan dengan US$ 1,3 miliar pada akhir 2023. Kinerja ini mencerminkan strategi ekspansi yang berhasil dan kepercayaan pasar terhadap PIS.
Paling baru, PIS berpartisipasi perdana PIS di Gastech, forum energi terbesar dunia, menjadi momen penting untuk memperkenalkan inovasi dan komitmen mereka dalam transisi energi.
Tahun ini, PIS menampilkan booth seluas 150 meter persegi yang memamerkan miniatur kapal-kapalnya dan menyediakan informasi interaktif tentang bisnis mereka. Di hadapan lebih dari 15.000 delegasi dari 125 negara, PIS menyampaikan visi dan misinya untuk menghadapi tantangan energi yang terus berkembang.
Setelah sukses di Dubai dan Singapura, PIS kini membidik Eropa sebagai pasar baru. Perusahaan akan membuka kantor cabang di Eropa. Ekspansi itu terinspirasi dari kesuksesan PIS Asia Pacific di Singapura yang memberikan kontribusi signifikan terhadap profit perusahaan pada 2023.
"Kantor cabang baru kami akan berlokasi di London, yang direncanakan akan diresmikan dalam waktu dekat," kata Yoki.
Pertamina Tak Boleh Lelah Tingkatkan Agresifitas
Cap sebagai perusahaan global memang sudah seharusnya Pertamina menancapkan cakarnya di pasar internasional. Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhy menilai memang sudah semestinya Pertamina go global tidak hanya Terkait bisnis intinya saja tapi juga segala bisnis penunjangnya.
"Seperti yang sudah dilakukan saat ini melalui anak-anak usahanya yang mendistribusikan energi ke luar negeri. Misalnya PIS itu juga tidak kalah dengan Petronas. PIS juga harus bersiap memperbanyak rute kapal, jalur shipping juga harus diperkuat dan semakin bervariasi, harus lebih agresif di pasar," tegasnya.
Fahmy melanjutkan Pertamina memang harus terus agresif dalam rangka membuka peluang di negara-negara lain. Jika Asia Pasifik sudah dikuasai, Timur Tengah Mulai dijajaki, seharusnya Eropa juga bisa digarap potensinya.
Sementara itu Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali mengatakan di era saat ini seluruh perusahaan jangan terbuai dengan kenyamanan. Terus mencari tantangan menjadi kunci kesuksesan perusahaan, apa lagi sekelas BUMN raksasa.
"Selama ini kita sudah terlalu nyaman dengan kepastian, pertumbuhan bagus, ekonomi China bagus, permintaan pasar besar. Barang China banjir ke sini karena di sana pasarnya sedang lesu," kata dia.
Memang, Rhenald mengakui kondisi saat ini di global cukup berat. Ketidakpastian kondisi ekonomi dan politik membuat pertumbuhan ekonomi dibayangi tanda tanya. Apalagi masyarakat kini mulai menyadari ekonomi yang tingkatannya tinggi masih tetap tinggi, tapi kelas bawah malah menurun. "Persaingan kini sangat tinggi sekali, ini memang harus dihadapi. Karena itu perusahaan harus memperhatikan masalah lingkungan, masalah sosial dan tata kelola. Perusahaan harus makin kreatif, dan harus memperhatikan aspek keberlanjutan," ujar dia.
Kondisi ini juga akan berpengaruh pada bisnis pelayaran internasional. "Karena itu harus waspada, apalagi di era BANI ini, Brittle, Anxious, non-Linear, Incomprehensible. Brittle itu jangan merasa kuat, sekarang perusahaan besar banyak yang menghadapi tekanan. Dunia ini sekarang sudah penuh dengan ilusi. Mulai dari Illusion of Strength, Illusion of Control, Illusion of Predictability dan Illusion of Knowledge," tambah dia.
Meski begitu dengan semangat untuk menjawab tantangan energi dunia, PIS berencana untuk terus menggali potensi pasar Eropa, berkolaborasi dengan pemain lokal dalam pengangkutan dry bulk.
Sebagai bagian dari Pertamina Grup, PIS tidak hanya berfokus pada profitabilitas, tetapi juga pada keberlanjutan dan inovasi dalam layanan energi. Dengan langkah-langkah strategis yang diambil, PIS berambisi untuk menjadi salah satu penyedia energi terkemuka di dunia, mengantar energi hingga ke ujung dunia.
Infografis Sayap Pertamina Antar Energi hingga Ujung Dunia Foto: Zaki Alfarabi/Infografis |

