JAKARTA, Investor.id – PT Garuda Yamato Steel (GYS) menunjukkan komitmen untuk memajukan industri konstruksi baja di Indonesia dengan berpartisipasi dalam seminar nasional dan Pameran Rantai Pasok Konstruksi Baja.
Acara yang diadakan di Birawa Hall, Bidakara, Jakarta, Rabu (10/7/2023) itu diselenggarakan oleh Indonesia Society of Steel Construction dan menampilkan sekitar 30 perusahaan. Platform ini memberikan kesempatan berharga bagi para pemimpin industri untuk membahas masa depan konstruksi baja di Indonesia dan menyoroti kemajuan terbaru di bidang tersebut.
"Kami sangat antusias untuk berpartisipasi dalam acara ini dan berkontribusi pada pengembangan industri konstruksi baja di Indonesia. Partisipasi kami menegaskan dedikasi perusahaan untuk meningkatkan kemampuan konstruksi baja lokal dan mendukung pembangunan infrastruktur Indonesia,” ujar Tony Taniwan, presiden direktur GYS, dalam siaran pers, Kamis (11/7/2024).
Dibentuk pada tahun 2024, GYS merupakan usaha patungan baru yang dibentuk melalui kolaborasi strategis dengan investor terkenal, termasuk Yamato Kogyo Co Ltd, Siam Yamato Steel Co Ltd, PT Hanwa Indonesia, dan PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP). Kemitraan yang kuat ini menggabungkan keahlian dan sumber daya dari perusahaan tersebut untuk memperkuat industri baja Indonesia.
GYS sebelumnya dikenal sebagai PT Gunung Garuda, produsen baja terkemuka yang didirikan pada tahun 1987. Dengan pabrik modern yang berlokasi di Cikarang Barat, Bekasi, GYS mengkhususkan diri dalam memproduksi produk baja struktural berkualitas tinggi. Produk unggulannya meliputi H-beam, IWF, angle, dan channel.
Dalam langkah inovatif, GYS telah memperkenalkan baja seismic grade tahan gempa” Produk-produk ini dirancang untuk memiliki daktilitas yang luar biasa, memungkinkan baja ini mengalami deformasi signifikan sebelum retak. Daktilitas semacam ini sangat penting selama kejadian seismik, karena membantu dalam menyerap dan menghilangkan energi, sehingga mengurangi risiko kegagalan struktural yang katastrofik.
”Selain itu, baja inovatif ini memiliki kemampuan las yang sangat baik, memudahkan fabrikasi dan konstruksi tanpa mengorbankan integritas struktural,” ungkap Tony.
Sementara itu, dia melanjutkan, Yamato Kogyo, salah satu investor utama GYS, membawa pengalaman dan semangat inovasi yang luar biasa dalam usaha ini. Didirikan di Himeji, Prefektur Hyogo, Jepang pada tahun 1944, Yamato Kogyo telah menjadi pemimpin dalam penggunaan electric arc furnace untuk produksi baja.
Pada 2024, Yamato Kogyo memperluas jangkauannya dengan berinvestasi di GYS di Indonesia, sehingga semakin memperkuat kehadiran global dengan kapasitas produksi total 7 juta ton per tahun. Sebagai anak perusahaan, GYS memiliki kapasitas produksi sekitar 1 juta ton per tahun.
Berpartisipasi dalam seminar nasional dan Pameran Rantai Pasok Konstruksi Baja, kata Tony. tidak hanya menyoroti komitmen tak tergoyahkan GYS terhadap keunggulan, tetapi juga memberikan kesempatan strategis untuk menjalin jaringan dengan pemimpin industri sejenis lainnya dan mengeksplorasi kolaborasi potensial.
”Kami berharap dapat berkontribusi pada pertumbuhan dan keberlanjutan infrastruktur nasional,” tegas Tony.
Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News